Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Deteksi Kandungan Babi pada Makanan Berbahan Dasar Daging di Kampus Universitas Al Azhar Indonesia Riris Lindiawati Puspitasari; Dewi Elfidasari; Analekta Tiara Perdana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i2.352

Abstract

Abstrak - Makanan halal berarti makanan yang diijinkan dalam hukum Islam dan memenuhi syarat yaitu tidak mengandung material apapun yang tidak diperbolehkan dalam hukum Islam. Belum adanya informasi terkait kehalalan makanan yang terdapat pada makanan yang dijual di sekitar kampus UAI menyebabkan perlu dilakukan penelitian yang dapat memberikan informasi terkait kehalalan produk makanan yang dijual pedagang di sekitar kawasan tersebut terutama makanan berbahan daging. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cemaran daging babi pada makanan berbahan dasar daging yang dijual pedagang di kantin kampus UAI. Metode yang dilakukan yaitu melakukan pengujian menggunakan Porcine detection kit terhadap sampel makanan berbahan daging. Kontrol positif yang dipakai yaitu sampel daging segar babi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel makanan (25 macam) tidak mengandung protein babi (hasil negatif). Dengan demikian makanan yang ada aman untuk dikonsumsi.Abstract - Halal food was known as food that permitted in Islam and met the requirements of good materials which was allowed in Islamic law. The lack of information related to the halal food especially found in UAI had been directed the research to be carried out. This research would  provide information regarding the halal food products sold in the area, especially meat-based foods. This study aimed to detect the contamination of pork in meat-based foods. The research used total sampling method. The method used porcine detection kit against samples of meat-based foods. Positive control used a fresh pork meat. The result showed that all food samples (25 foods) did not contain pork protein (negative results). This data revealed the that all foods were safe for consumption.Keywords – Halal food, Porcine detection, Meat based food
Analisa Cross-Infection Virus AI Subtipe H5N1 Berdasarkan Imunoserologi pada Burung Air di Cagar Alam Pulau Dua Dewi Elfidasari; Riris Lindiawati Puspitasari
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i2.133

Abstract

Abstrak - Imunoserologi adalah cara mengidentifikasi terbentuknya antibodi yang diproduksi oleh sel darah putih sebagai respon terhadap masuknya antigen. Salah satu teknik Imunoserologi yang lazim digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi di dalam darah adalah uji hambatan hemaglutinasi (Hemagglutination-inhibition/HI). Pada uji ini digunakan antigen yang homolog sehingga akan terjadi ikatan antigen-antibodi. Titer antibodi merupakan salah satu indikator dalam menentukan respon imun organisme terhadap suatu infeksi, seperti infeksi Virus Avian Influenza (VAI) subtipe H5N1. Interaksi yang terjadi antara burung air liar dengan unggas domestik dapat menyebabkan cross-infection, baik dari unggas domestik ke burung liar maupun dari burung liar ke unggas domestik. Salah satunya cara yang dapat dilakukan untuk menentukan  pola penularan dan penyebaran VAI subtipe H5N1 pada kawasan CAPD adalah melalui analisa cross-infection berdasarkan imunoserologi dengan melihat titer antibodi yang terbentuk pada unggas (ayam, bebek, mentok) dan burung-burung air liar penetap di kawasan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cross-infection tidak terjadi pada penyebaran virus VAI subtipe H5N1 di kawasan CAPD. Penularan terjadi hanya satu arah, dari unggas domestik ke burung-burung air liar penetap di CAPD. Abstract - Immunoserology is a method to identify the formation of antibodies that produced by white blood cells as a response to agains the antigen. One of Immunoserology assays technique that commonly used to detect the presence of antibodies is hemagglutination test (Hemagglutination-inhibition/HI). In this study we used homologous antigens to observed the antigen-antibody binding. The antibody titer is an indicator to determining the immune response for the infectious microorganism, such as Avian Influenza Virus (AIV) subtype H5N1. Interactions between wild water birds and domestic poultry can lead the cross-infection mechanism. The analysis of cross-infection by imunoserologi is one of the ways to find the patterns of transmission and spread of the AIV subtype H5N1 in CAPD. The results of this study was indicate that cross-infection did not occur in the spread of AIV subtype H5N1 in the CAPD. The mechanism of transmission was occurs by one direction, only from domestic poultry to wild water birds resident in CAPD.
Kualitas Air Situ Lebak Wangi Bogor Berdasarkan Analisa Fisika, Kimia dan Biologi Dewi Elfidasari; Nita Noriko; Yunus Effendi; Riris Lindiawati Puspitasari
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i2.193

Abstract

Abstrak - Situ Lebak Wangi merupakan situ yang berada di daerah Bogor, dan awalnya dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air saat musim hujan untuk peningkatkan persediaan  air tanah.  Saat ini, Situ Lebak Wangi dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan limbah oleh masyarakat. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kualitas baik fisik, kimia dan biologi  perairan situ. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap kualitas fisik, kimia dan biologi perairan Situ Lebak Wangi agar diperoleh informasi mengenai kualitas perairannya sehingga dapat disosialisasikan kepada masyarakat di sekitarnya nilai penting konservasi, pengelolaan dan pemanfaatan situ tersebut. Hasil pengukuran sifat fisik dan kimia air menunjukkan bahwa suhu di perairan Situ Lebak Wangi masih memenuhi baku mutu air kelas 1, nilai total padatan terlarut perairan Situ masih di bawah ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan, nilai kecerahan di perairan Situ Lebak Wangi berkisar antara 67,17 – 80,83 cm dengan nilai rata-rata 74,46 cm, nilai pH perairan danau lebih rendah dari perairan sungai, yaitu berkisar antara 6,60–8-80. Pengukuran DO menunjukkan bahwa di perairan danau konsumsi oksigennya lebih tinggi, sedangkan hasil BOD5 menunjukkan bahwa perairan Situ Lebak Wangi sudah tercemar oleh bahan organik mudah urai (BOD5). Nilai daya hantar listrik berkisar antara 112,0 – 118,0 µhos/cm. Hasil analisa kualitas air Situ Lebak Wangi secara keseluruhan menunjukkan bahwa perairan tersebut tidak layak untuk dijadikan sebagai air baku, karena mengandung bakteri patogen Salmonella-Shigella yang merupakan penyebab thypus dan kolera.                                                           Keata Kunci  - kualitas fisik, kimia dan biologi; Situ Lebak Wangi; Perairan; Baku mutu air Abstract - Situ Lebak Wangi is a place located in the Bogor area, and was originally used as a water reservoir during the rainy season to increase groundwater supply. Currently, Situ Lebak Wangi is used as a waste disposal site by the community. This can lead to changes in the quality of both physical, chemical and biological waters there. Therefore, research on the physical, chemical and biological qualities of waters of Situ Lebak Wangi to obtain information about the quality of the waters so that it can be socialized to the community around the importance of conservation, management and utilization of the site. The result of measurement of physical and chemical properties of water shows that the temperature in Situ Lebak Wangi waters still meet the water quality standard class 1, the total dissolved solids of waters Situ is still below the required quality standard threshold, the brightness value in Situ Lebak Wangi waters ranges between 67, 17 - 80.83 cm with an average rating of 74.46 cm, the pH value of the lake waters lower than river waters, which ranged from 6.60-8-80. Measurements of DO indicate that in lake waters oxygen consumption is higher, whereas BOD5 results show that waters Situ Lebak Wangi already contaminated by organic material easily explained (BOD5). The electrical conductivity values range from 112.0 - 118.0 μhos / cm. The result of Situ Lebak Wangi water quality analysis as a whole shows that the water is not feasible to serve as raw water, because it contains Salmonella-Shigella pathogen bacteria which is the cause of thypus and cholera. Keywords - physical quality, chemistry and biology, Situ Lebak Wangi, Waters, Water quality standards
Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan Daur Ulang Sampah pada Siswa Sekolah Dasar di SDN 03 Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang Selatan Riris Lindiawati Puspitasari; Irawan Sugoro; Dewi Elfidasari; Analekta Tiara Perdana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v4i2.269

Abstract

Abstrak - Telah dilakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan tentang sampah dan daur ulang sampah kepada anak-anak. Manfaat kegiatan ini yaitu dapat berkontribusi pada pengurangan sampah tidak yang tidak membusuk dan memberikan pengetahuan dalam penanganan sampah sejak dini sehingga terwujud generasi yang peduli terhadap sampah. Kegiatan berlokasi di SD Negeri 03 Cempaka Putih Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Siswa yang terlibat yaitu kelas 4 dan 5, berjumlah sekitar 60 orang. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi program, peningkatan pemahaman siswa, dan monitoring. Sosialisasi program dilakukan dengan memberikan materi di kelas secara interaktif. Pemahaman siswa dapat diketahui dengan mengadakan lomba daur ulang sampah yaitu melihat produk kreativitas siswa untuk mengubah sampah menjadi benda yang berguna. Kegiatan monitoring dilaksanakan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, dengan mengamati perubahan perilaku siswa untuk memanfaatkan sampah di sekitarnya. Berdasarkan pengamatan di lokasi didapatkan bahwa pemahaman siswa untuk mendaur ulang sampah dan mengembangkan ide kreatif mengubah sampah menjadi benda yang bermanfaat meningkat.Kata Kunci – Siswa Sekolah Dasar, Daur Ulang, SampahAbstract - Socialization and recycling training for elementary school students has been carried out. The aim of activities were to improve insights on garbage and recycling waste to children. The benefit of this activity was that it can contribute to the reduction of non-decaying waste and provide knowledge in the handling of garbage from an early age so that we could have generation who cares about the waste. The activity was located at SD Negeri 03 Cempaka Putih Ciputat Timur, South Tangerang. The students involved were 4th and 5th grade, about 60 children. The methods used were the socialization of the program, improving students understanding, and monitoring. Socialization of the program was done by giving the material in the class interactively. Understanding students could be known by holding waste recycling contest that looked at student’s creativity products to convert waste into useful objects. Monitoring activities were carried out after the entire series of activities had been completed, by observing changes in student behavior to utilize the surrounding waste. Based on on-site observation it was found that student’s understanding to recycle garbage and develop creative ideas transformed waste into useful items increased.Keyword - Elementary students, recycle, garbage
Profil Mesenchymal Stem Cell (MSC) Pasien Klinik Hayandra Pada Media Kultur Bersuplemen Menggunakan Flow Cytometry Adlia Khalisha; Riris Lindiawati Puspitasari; Karina F Moegni; Imam Rosadi; Iis Rosliana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v4i4.310

Abstract

Abstrak - Mesenchymal Stem Cell (MSC) berpotensi untuk digunakan dalam pengobatan karena bersifat multipoten, dapat bermigrasi, dapat berproliferasi. MSC dikultur menggunakan media basal dengan penambahan suplemen, seperti Fetal Bovine Serum (FBS) dan Platelet-Rich Plasma(PRP) untuk mendukung pertumbuhannya. FBS dan PRP memiliki bahan dasar yang berbeda yaitu FBS berasal dari serum fetus sapi sedangkan PRP berasal dari plasma manusia, sehingga perlu dilakukan analisis karakter MSC yang dikultur pada media dengan penambahan FBS atau PRP. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis profil MSC yang dikultur pada media dengan penambahan FBS 10% atau PRP 10%. Metode yang dilakukan adalah isolasi MSC, pewarnaan MSC, penentuan populasi sel, dan analisis statistik. Penanda yang digunakan berupa CD73, CD90, CD105 dan Lineage negative (CD45/CD34/CD11b/CD19/HLA-DR). Sampel MSC didapatkan dari 8 orang pasien Klinik Hayandra. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dari seluruh marker CD, yaitu Lin-(-)/CD90+ (p = 0,16), Lin-(+)/CD90+ (p = 0,43), dan CD105+/CD73+ (p = 0.5). Walaupun tidak memiliki perbedaan nyata, namun PRP cenderung memberikan hasil yang lebih baik daripada FBS, sehingga PRP dapat dijadikan sebagai suplemen alternatif dalam mengkultur MSC.Abstract - Mesenchymal Stem Cell (MSC) were used in many therapy in curing degenerative diseases. Because of its multipotent character, MSC could migrated, proliferated, and differentiated. In culture, MSC needed some suplements such as Fetal Bovine Serum (FBS) and Platelet-Rich Plasma (PRP) to support the growth. FBS and PRP had different ingredients based on their resources. FBS is derived from bovine fetus serum whereas PRP comes from human plasma, so became necessary to analyze MSC characters cultured in media with FBS or PRP suplements. The purpose of research was to analyze the MSC profile cultured with addition of 10% FBS and 10% PRP. The methodology were MSC isolation, MSC staining, cell population determination, and statistic analysis. The markers used are CD73, CD90, CD105 and Lineage negative (CD45 / CD34 / CD11b / CD19 / HLA-DR). Samples were obtained from 8 patients of Hayandra Clinic. The results of research showed that there were no significantly differences from all CD markers. Lin - (-) / CD90 + (p = 0.16), Lin - (+) / CD90 + (p = 0.43), and CD105 + / CD73 + (p = 0.5) gave different character in FBS or PRP suplementation. Although no significant difference, PRP tends to give better results than FBS in culturing MSC. This finding informed that PRP could be used as an alternative suplement in culturing MSC.Keywords - Mesenchymal Stem Cell (MSC), Fetal Bovine Serum (FBS), Platelet- Rich Plasma (PRP)
Kualitas Jajanan Siswa di Sekolah Dasar Riris Lindiawati Puspitasari
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i1.99

Abstract

Kebersihan makanan dan minuman sangatlah penting, karena berkaitan dengan kondisi tubuh manusia, terutama makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak, karena mereka memiliki imunitas yang lebihrentan terhadap penyakit. Namun, kebanyakan dari anak usia sekolah mempunyai kebiasaan untuk jajan. Sering kali jajanan tersebut dijajakan di pinggir jalan atau di pinggir saluran pembuangan air dan ditempatkan pada area terbuka sehingga memudahkan terjadinya kontak antara pangan yang dijajakan dengan mikroba. Padahal mikroba adalah salah satu penyebab dari berbagai penyakit (foodborne disease). Penelitian ini meneliti kualitas makanan jajanan anak sekolah dasar dengan melihat adanya bakteri Escherichia coli yang terkandung dalam jajanan tersebut. Sampel makanan berasal dari penjaja jajanan yang berdagang di sekitar sekolah dasar di daerah Sisingamangaraja. Sampel yang diambil merupakan makanan yang tidak mengalami pemanasan sebelum disajikan dan minuman yang dibuat saat akan disajikan dan tidakdikemas secara tertutup. Dilakukan tiga metode pengujian, yaitu uji pemeriksaan mikroba, uji pemeriksaan Coliform dan uji konfirmasi E.coli.uji pemeriksaan mikroba menggunakan Nutrient Agar sebagai media umum, uji pemeriksaan Coliform menggunakan Lactose Broth dan Brilliant Green Lactose Broth sebagai media khusus untuk menguji keberadaanColiform, dan uji konfirmasi Eschrichia coli menggunakan Eosin Methylane Blue Agar sebagai media khusus untuk pengujian Escherichia coli. Data yang diperoleh menunjukkan hasil yang positif terhadap adanya bakteri pada media umum, bakteri Coliform dan diduga terdapat bakteri Escherichia coli pada kedua sampel. Untuk itu, diperlukan pengujian lebih lanjut guna memastikan bakteri yang terkandung adalah Escherichia coli.
Pengaruh Pakan Tepung Cannalina terhadap Pertumbuhan Mus musculus Nita Noriko; Riris Lindiawati Puspitasari; Adita Surya Doeana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.185

Abstract

Abstrak – Gizi buruk merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sedangkan kecukupan zat gizi dibutuhkan untuk pertumbuhan. Upaya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi terus dilakukan salah satunya dengan mencari pangan alternatif. Pada penelitian ini  bahan makanan yang digunakan adalah tepung Cannalina yang merupakan kombinasi  umbi ganyong merah (Canna edulis Kerr) dan Spirulina (Spirulina platensis).  Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh pemberian pakan tepung Cannalina terhadap pertumbuhan, kadar glukosa dan kolesterol  darah M. musculus.  Metode penelitian adalah eksperimental  terhadap  60 ekor M. musculus (mencit)  yang dibagi atas 3 kelompok.  Kelompok kontrol yaitu yang diberi pakan makanan pelet komersial,  kelompok mencit yang makanannya merupakan 50% pelet  komersil dan 50% tepung Cannalina, serta kelompok mencit yang makanannya 100% tepung Cannalina. Hasil penelitian menunjukkan pakan tepung Cannalina 50% tidak memberikan respon positif terhadap pertambahan berat badan, panjang  badan dan berat otak  normal  M. musculus. Akan tetapi dapat mempertahankan kadar normal yang cenderung rendah  untuk glukosa  yaitu 120 mg/dl dan kolesterol yaitu 155 mg/dl.  Pemberian  tepung Cannalina 100% memberikan efek letal  pada M. musculus pada hari ke-4 pengamatan. Tepung Cannalina 50% dan 100% berpotensi untuk menurunkan berat badan, glukosa dan kolestrol darah.   Kata kunci  - Gizi buruk, kesehatan masyarakat, pangan alternatif , tepung Cannalina, pertumbuhan Abstract – Malnutrition is one of public health problem in Indonesia. Nutritional adequacy is needed for growth. The efforts is looking for alternative food. In this research food material are Cannalina flour which is combination of  red Canna edulis and Spirulina platensis. The aim of the reseach was to obtain information of granting feed Cannalina flour on the growth, blood glucose, and cholesterol level of Mus musculus. The research method was experimental to 60 of M. musculus were divided into 3 groups. The control group of M. musculus that were fed a commercial food. the second group are M. musculus that were fed a 50% of commercial food and 50% of Cannalina flour, and the third group are M. musculus that were fed a 100% of Cannalina flour. The research shows that Cannalina Flour 50% could not give a positive response to increase the weight, body length, and weight brain of M. musculus. Otherwise Cannalina flour 50% can  maintain a blood glucose and cholesterol level in normal levels that tend more lower than control. Result giving of Cannalina flour 50% for blood glucose is 120mg/dl and cholesterol level is 155 mg/dl. The giving of Cannalina flour 100% have lethal effect to M. musculus since day 4 experiment. Cannalina flour 50% and 100% are potential to lose weight gain, blood glucose, and cholesterol level. Keywords – malnutrion, public health, alternative food, Cannalina flour, growth
Kandungan 10 Jenis Logam Berat pada Daging Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys pardalis) Asal Sungai Ciliwung Wilayah Jakarta Laksmi Nurul Ismi; Dewi Elfidasari; Riris Lindiawati Puspitasari; Irawan Sugoro
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i2.350

Abstract

Abstrak - Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys pardalis) salah satu jenis ikan yang berada di sungai Ciliwung MT. Haryono Jakarta. Ikan tersebut mampu hidup dalam perairan sungai Ciliwung yang tercemar oleh logam. Masyarakat sekitar memanfaatkan ikan sapu-sapu sebagai produk olahan pangan. Permasalahannya apabila ikan sapu-sapu yang diolah tersebut tercemar oleh logam maka dapat membahayakan masyarakat. Analisis kandungan logam dilakukan dengan menggunakan alat Spekrometer X-Ray Fluoresence (XRF). Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan sapu-sapu tersebut mengandung logam As, Cd, Co, Cr, Fe, Mn, Hg, Ag, Pb dan Zn. Terdapat empat logam yang dibandingkan dengan PerBPOM 2017 yaitu As, Hg, Pb dan Cd. Keempat logam tersebut telah melebihi batas maksimum yang telah ditetapkan. Sehingga ikan sapu-sapu asal sungai Ciliwung MT.Haryono tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.Abstract - Plecofish (Pterygoplichthys pardalis) is one type of fish that is on the Ciliwung river MT. Haryono Jakarta. The fish is able to live in waters of the Ciliwung river which is polluted by metals. The surrounding community uses plecofish as a processed food product. The problem is that if the pleco flesh that are processed are contaminated by metals, they can risky the community. Analysis of metal content was carried out using the X-Ray Fluorescence (XRF) spectrometer. The results showed that the pleco flesh contained metals As, Cd, Co, Cr, Fe, Mn, Hg, Ag, Pb and Zn. There is four metals compared with PerBPOM 2017 are As, Hg, Pb and Cd. The four metals have exceed the maximum specified threshold. So the pleco flesh from the Ciliwung river MT. Haryono are not worth for consumption by the community.Keywords - Ciliwung river, Pleco fish, Metal, and Spektrometer X-Ray Fluoresence
Deteksi Antibodi Akibat Paparan Virus AI Subtipe H5N1 pada Unggas Air Domestik di Sekitar Cagar Alam Pulau Dua Dewi Elfidasari; Riris Lindiawati Puspitasari; Agridzadana Frisa
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i4.162

Abstract

Abstrak – Antibodi terbentuk sebagai respon terhadap masuknya antigen sehingga dapat mengenali dan mengikat antigen secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk akibat infeksi atau paparan virus AI subtipe H5N1 pada unggas air domestik peliharaan masyarakat (khususnya bebek dan mentok) yang diduga merupakan sumber awal penularan virus AI pada burung-burung air di sekitar kawasan CAPD. Analisa adanya antibodi pada serum dilakukan dengan uji HA dan HI. Hasil deteksi terhadap pembentukan antibodi pada serum darah unggas  air domestik  menunjukkan bahwa unggas-unggas tersebut pernah terpapar virus AI subtipe H5N1. Nilai rataan titer untuk masing-masing unggas yaitu  27,9 untuk mentok dan 24,6 untuk Itik dengan nilai seroprevalensi untuk keseluruhan spesies mencapai 100% akan tetapi seluruh sampel unggas yang diuji tidak menunjukkan gejala klinis infeksi AI.  Abstract – Antibodies formed as a response to the entry of antigens that can recognize and bind to specific antigens. This study aims to detect the antibodies due to infection or exposure to AI virus subtype H5N1 in domestic waterfowl pet society (especially duck and stuck) which allegedly is the initial source of transmission of AI virus in water birds around the CAPD. We use HA and HI test to analyzed the antibody. Our results of the detection of antibody formation in the blood serum showed that domestic waterfowl birds were exposed to AI virus subtype H5N1. Average titer values were 27.9 and 24.6 for bird and duck, respectively with seroprevalence achieving 100% overall species. All poultry samples tested showed no clinical symptoms of AI infection. Keyword – Antibody, Water fowl, HI-Test, AI Virus Subtype H5N1, titer
Variasi Ikan Sapu-Sapu (Loricariidae) Berdasarkan Karakter Morfologi Di Perairan Ciliwung Dewi Elfidasari; Fatihah Dinul Qoyyimah; Melta Rini Fahmi; Riris Lindiawati Puspitasari
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i4.237

Abstract

Abstrak - Ikan sapu-sapu Genus Pterygoplichthys masih sulit dibedakan berdasarkan karakter morfologinya. Bentuk kepala ikan Ordo Siluriformes adalah “picak” atau depressed dengan bagian abdomen memiliki pola titik-titik putih besar dengan beberapa pola menyatu yang dilengkapi dengan mulut. Beberapa metode identifikasi dilakukan berdasarkan karakter morfologi yang meliputi bentuk kepala, silur pada bagian lateral dan melihat pola abdomen. Identifikasi berdasarkan pola abdomen dapat dilakukan dengan melihat literatur yang ada. Variasi morfologi ikan sapu-sapu Genus Pterygoplichthys asal sungai Ciliwung menunjukkan bahwa berdasarkan pola kepala dan pola lateral persentase individu P.pardalis lebih dominan dibandingkan spesies lain yaitu 76% dan 46%, sedangkan berdasarkan pola abdomen menunjukkan bahwa hybrid merupakan jenis yang dominan (78%). Kata kunci - Ikan sapu-sapu, Sungai Ciliwung, Karakter morfologi, Pola abdomen Abstract - Suckermouth armored catfish is one of the native catfish from the Amazon river. The fish is diversed in several countries but known as an invasive species, one of them is in Jakarta. Suckermouth armored catfish genus at Indonesia is Pterygoplichthys. Identification by looking at the morphological character of the fish is still difficult. Therefore, the identification is done by looking at the fish abdominal pattern. Sampling was done by searching at Ciliwung River, randomly obtained from the fisherman. The fish is identified by looking at the existing literature. The results show that allegedly there are two species of fish at Ciliwung River, which are Pterygoplichthys pardalis and Pterygoplichthys disjunctivus, also inter-grade fish species. Keywords - Suckermouth armored catfish, Ciliwung River, Morphology characteristic, Abdomenal pattern