Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Profil Peripheral Blood Mononuclear Cells (PBMC) Pasien dengan Berbagai Usia Menggunakan Flow Cytometry di Klinik Hayandra Masayu Nadhira; Riris Lindiawati Puspitasari; Karina F Moegni; Imam Rosadi; Iis Rosliana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v4i4.312

Abstract

Abstrak - Profil Peripheral Blood Mononuclear Cells (PBMC) setiap orang dapat berbeda-beda. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi adanya perbedaan tersebut adalah usia. Manusia berusia lanjut lebih mudah terserang penyakit karena terjadinya penurunan fungsi dan jumlah sel imun. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis komposisi PBMC untuk mengetahui profil PBMC seseorang berdasarkan usia, sehingga dapat diketahui jumlah sel imun dalam tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis profil PBMC pasien dengan berbagai usia di Klinik Hayandra menggunakan flow cytometry. Manfaat dilakukannya kegiatan penelitian ini adalah diperolehnya informasi mengenai profil PBMC pasien di Klinik Hayandra dan kaitannya dengan usia. Metode yang dilakukan diantaranya adalah isolasi PBMC, proses pewarnaan PBMC, dan penentuan populasi sel menggunakan flow cytometry. Cluster of Differentiation (CD) yang digunakan pada kegiatan penelitian ini diantaranya adalah CD3, CD19, CD8, CD56, dan CD314 atau disebut juga NKG2D (Natural Killer Group 2 member D). Hasil yang diperoleh pada kegiatan penelitian ini adalah ditemukannya korelasi negatif yang bermakna antara persentase jumlah sel limfosit T sitotoksik (CD3+/CD8+) dengan usia dan ditemukannya korelasi positif yang bermakna antara persentase jumlah sel NKT (CD3+/CD56+) dengan usia. Dengan demikian usia pasien dapat mempengaruhi jumlah sel imun pasien.Abstract - Peripheral Blood Mononuclear Cells (PBMC) profiles of each person can different. One of the factors that allegedly affects the difference is age. Elderly human are more susceptible attacked disease due to decreased function and number of immune cells. Therefore, it is necessary to do analyze PBMC composition to know the PBMC profile of person, so that can be known the number of immune cells in the human body. The purpose of this research is to analyze the PBMC profile of patients with various ages in the Hayandra Clinic using flow cytometry. The benefit of doing this practical work is obtained information about the PBMC profile of patients in the Hayandra Clinic and its relation to age. Methods which are conducted among others are PBMC isolation, PBMC staining process, running flow cytometry, and determination of cell population. Cluster of Differentiation (CD) used in this practical work among others are CD3, CD19, CD8, CD56, and CD314 or also called NKG2D (Natural Killer Group 2 member D). The results obtained in this research were the found of significant negative correlation between percentage of cytotoxic T cell lymphocytes numbers (CD3+/CD8+) with age and found a significant positive correlation between percentage of NKT cell numbers (CD3+/CD56+) with age. So it can be concluded that the patient's age can affect the number of the patient immune cells.Keywords - Peripheral Blood Mononuclear Cells (PBMC), flow cytometry, age, Cluster of Differentiation (CD)
SOSIALISASI TEMPE SEBAGAI SUMBER PROTEIN BAGI IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI Riris Lindiawati Puspitasari; Dewi Elfidasari; Analekta Tiara Perdana
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v1i1.333

Abstract

AbstrakAngka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia adalah yang tertinggi di kawasan ASEAN. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKI di Indonesia adalah dengan memberikan edukasi dan informasi tentang gizi bagi ibu terutama ibu hamil. Kandungan protein pada tempe dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan protein ibu hamil dan menyusui. Masih terbatasnya informasi mengenai tempe sebagai sumber protein potensial bagi ibu hamil dan menyusui menyebabkan perlu dilakukan sosialisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan menyusui mengenai manfaat mengkonsumsi tempe sebagai asupan gizi sehari-hari. Sasaran kegiatan adalah kelompok ibu hamil dan menyusui di wilayah kerja praktek Bidan di Kotabumi Tangerang. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu memberikan informasi mengenai manfaat tempe, mengadakan tanya jawab, dan memberikan pendampingan gizi terutama bagi ibu hamil dan menyusui disertai informasi terkini yang bersumber dari artikel jurnal terkait. Hasil pendataan awal menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh ibu hamil dan menyusui belum sepenuhnya memahami potensi tempe. Sebagai tindak lanjutnya adalah melaksanakan sosialisasi potensi tempe dan hasil  yang didapat menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memberikan respon positif serta menyatakan perlunya menambahkan tempe sebagai menu harian keluarga.Kata kunci: Ibu hamil, Ibu menyusui, Nutrisi, Sosialisasi, Tempe Abstract The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is the highest in the ASEAN region. One effort that could be done to reduce MMR in Indonesia was by providing education and information on good nutrition. High protein content in tempe would be used to meet the body's protein needs such as body tissue formation, especially in pregnant and lactating women. The limited information about tempe as a potential protein source for pregnant and lactating women caused the need to conduct socialization, especially in Tangerang, the activity carried out by socializing the benefits of tempe as a source of protein. The target activities were pregnant and lactating women in Kotabumi, Tangerang as widwifery practice work area. The results of the initial data collection indicated that the knowledge possessed by pregnant and lactating mothers did not fully understand about the potential of tempe. After socialization, it was seen that mothers' understanding could increase based on discussion session.Keywords: Lactating women, Nutrition, Pregnant women, Socialization, Tempe
Hidroponik Sederhana Bagi Komunitas Anak Jalanan Riris Lindiawati Puspitasari; Arief Pambudi; Yunus Effendi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v4i3.965

Abstract

Keterbatasan sarana pembelajaran sains terapan, perlunya ketrampilan urban farming, keterbatasan media pembelajaran, dan perlunya pembekalan jiwa entrepreneur menjadi pendorong pelaksanaan kegiatan abdimas peningkatan ketrampilan komunitas anak jalanan di Depok melalui hidroponik sederhana. Peningkatan ketrampilan berhidroponik diharapkan mitra dapat mempraktekkan, memanfaatkan sayuran hasil panen hidroponik untuk kebutuhan keluarga dan menghasilkan pendapatan ketika menjual hasil sayurannya. Metode pelatihan yang dilakukan yaitu dengan mengadakan pelatihan bagi anak jalanan peserta didik di Sekolah Master Depok, mempraktekkan secara langsung hidroponik sayuran menggunakan peralatan sederhana, dan membuat kelompok untuk pendampingan. Peserta sosialisasi berasal dari warga sekitar sekolah dan sebagian peserta didik dari tingkat sekolah menengah pertama. Hasil yang diperoleh adalah peserta mendapat informasi teknik hidroponik menggunakan peralatan sederhana. Kegiatan berikutnya adalah melatih secara langsung dan mendampingi praktek hidroponik sederhana menggunakan sistem Wicks (sumbu). Sayuran yang ditanam antara lain kangkung, bayam, sawi, dan pakcoy. Keberhasilan pelatihan terlihat dari pertumbuhan sayuran yang tidak terhambat hingga panen (usia 8 minggu setelah tanam). Pendampingan yang dilaksanakan adalah pendampingan praktek secara online melalui aplikasi komunikasi dan secara langsung di sekolah. Mitra mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang hidroponik sayuran sederhana selama kegiatan berlangsung.Kata kunci: Hidroponik, Pemberdayaan, sistem Wicks, Teknologi Tepat Guna