p-Index From 2021 - 2026
1.399
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal e-Komunikasi
Megawati Wahjudianata
Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Representasi Peran Gender Dalam Film The Incredibles 2 Maulidya Putri Setiawan; Desi Yoanita; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran peran gender dalam film The Incredibles 2. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika dengan menggunakan kode-kode televisi John Fiske. Kode-kode televisi John Fiske memiliki 3 level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Pendekattan yang dilakukan oleh penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berfungsi untuk mendeskripsikan tanda dan lambang dalam film tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa tokoh perempuan merupakan tokoh yang mampu berperan di sektor publik. Begitu dengan tokoh laki- laki yang juga mampu berperan dalam dektor domestik. Selain itu ditampilkan pula bahwa tokoh pria maupun wanita dalam beberapa adegan di film ini melakukan peran ganda.
Penerimaan Khalayak terhadap Peran Ibu dalam Iklan Asuransi Sinarmas MSIG Life “Ibu Bekerja atau Ibu Rumah Tangga, semua Ibu pasti hebat” Meiliana Betago; Ido Prijana Hadi; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): VOL 7, NO 1 FEBRUARY 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan khalayak terhadap peran ibu dalam iklan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reception Analysis, dan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan dua informan yang berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penonton dominant terhadap peran ibu dalam iklan Asuransi Sinarmas MSIG Life “Ibu Bekerja atau Ibu Rumah Tangga, semua Ibu pasti hebat”
Representasi Disfungsi Keluarga dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Julia Ayu Gracia; Daniel Budiana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena mengenai disfungsi keluarga dalam kehidupan masyrakat sering terjadi tanpa disadari. Hal ini juga sering digambarkan di dalam dunia perfilman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran disfungsi keluarga dalam film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”. Film ini memberi pesan kepada penontonnya bahwa keluarga yang memiliki trauma masa lalu dan tidak adanya komunikasi yang baik akan mempengaruhi peran sebagai anggota keluarga yang tidak berjalan dengan baik menyebab disfungsi keluarga. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah semiotika dengan kode televisi John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Peneliti menggunakan karakteristik disfungsi keluarga milik firstcry parenting.com untuk menemukan penggambaran disfungsi keluarga dalam film yaitu kurangnya komunikasi, kurangnya empati, perfeksionis , mengontrol perilaku dan kurangnya kebebasan & privasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bagaimana penggambaran disfungsi keluarga dalam film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” dengan menggambarkan disfungsi keluarga yang timbul akibat perlakuan masa lalu dan disfungsi keluarga yang digambarkan pada masa depan keluarga
Konstruksi Image Awkarin di Media Sosial dan Media Online Halim Adiputra Setiawan; Fanny Lesmana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian star studies terhadap Influencer Awkarin, dengan pendekatan kualitatif deskriptif dilakukan dengan melihat bagaimana konstruksi image yang dibentuk oleh Awkarin. Melalui analisa teks media Youtube, Instagram, serta berita online dengan menggunakan metode star studies milik Richard Dyer, Gledhill, dan Jane Stokes ditemukan bahwa Awkarin membentuk image Fashionable menggunakan status sosial simbol untuk menciptakan citra dirinya yang Histrionic Personality, hedonisme, serta memilki jiwa sosial dalam membantu bencana sosial. Image Awkarin dikonstruksikan sebagai Selebgram atau influencer di media sosial dan media online, dan aware terhadap kesehatan mental.
Representasi Peran Gender Dalam Video Musik Taylor Swift The Man Yohana Alexandra; Chory Angela Wijayanti; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena mengenai bagaimana perempuan masih sulit untuk mencapai posisi penting karena diidentikkan dengan peran gender feminin, masih ada di zaman modern ini. Video musik The Man merupakan video musik asal Amerika Serikat yang bertemakan women empowerment namun dengan menggunakan pria sebagai tokoh utama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran peran gender dalam video musik The Man. Metode yang digunakan adalah semiotika John Fiske yang terbagi menjadi 3 level, yaitu: level realitas, level representasi, dan level ideologi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif guna mendeskripsikan tanda dan lambang yang ada dalam video musik The Man. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa peran gender yang muncul mengarah pada kombinasi antara peran gender tradisional dan masa kini, di mana tokoh laki-laki selain berperan di sektor publik juga mampu untuk berperan dalam sektor domestik. Sedangkan tokoh perempuan mampu berperan di sektor publik namun masih memiliki sifat yang mengarah pada peran gender feminin. Ideologi yang ditemukan dalam penelitian ini adalah patriarki, dan feminisme
Star Studies Terhadap Beauty Vlogger Cindercella Celine Dian Lukartono; Fanny Lesmana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui image seperti apa yang diinterpretasikan oleh beauty vlogger Cindercella. Melalui metode star studies oleh Richard Dyer, serta dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Ditemukan bahwa Cindercella menunjukkan image self-esteem dan aktualisasi diri. Dengan makeup karakter, serta kepribadiannya yang ceria, suka ngelawak, self love, dan body positive membuat Cindercella merasa menjadi dirinya sendiri dan menjadi lebih percaya diri. Hal tersebut ditunjukkan melalui segi visual, verbal, dan non-verbal, yang didapat melalui video YouTube, media sosial, serta wawancara dengan media online.
Representasi Rasisme dalam film Hairspray (2007) Nathasya Amelia Irawan; Daniel Budiana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 1 (2022): VOL 10, NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana rasisme direpresentasikan di film Hairspray (2007) yang menceritakan bagaimana seorang murid kulit putih, Tracy, menggunakan ketenarannya di Corny Collins Show untuk mewujudkan integrasi antara orang kulit hitam dan putih di dalam acara tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti menggunakan metode semiotika kode-kode televisi John Fiske yang mengandung tiga tahapan yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Setelah menganalisa temuan data melalui tiga tahapan tersebut, peneliti menemukan bahwa dalam level realitas, penampilan orang kulit putih digambarkan sebagai murni dan berkuasa, sedangkan penampilan kelompok orang Yahudi dan Afrika-Amerika digambarkan sebagai kusam dan tidak rapi. Lalu level representasi menunjukkan bahwa ada penggambaran bahwa ras kulit putih merupakan kelompok yang superior melalui sudut kamera dan cara berdialog mereka terhadap orang Yahudi dan orang Afrika-Amerika. Akan tetapi, level realitas dan representasi berubah dengan drastis menuju akhir film. Kelompok Afrika-Amerika digambarkan lebih rapi dan beradab, sedangkan kelompok pelaku rasisme digambarkan sebagai lemah dan tidak berdaya. Film ini juga mengandung ideologi-ideologi, yaitu feminisme dan kapitalisme. Dalam film ini, kapitalisme merupakan ideologi yang mendasari penindasan terhadap ras tertentu, karena kelompok ras yang tertindas digambarkan sebagai kelas pekerja sedangkan kelompok kulit putih digambarkan sebagai kelas elit.
Star Studies: Hwasa Agatha Tiffany Manuhutu; Fanny Lesmana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 1 (2022): VOL 10, NO 1 MARET 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui image atau citra apa yang Hwasa intrepretasikan dalam media. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode star studies oleh Richard Dyer, peneliti menemukan image Hwasa sebagai star tidak hanya terikat pada satu image saja dimana Hwasa menampilkan image seksi yang Hwasa konstruksikan sebagai Hwasa di media. Peneliti juga menemukan bahwa citra seorang bintang tidaklah selalu unik, bisa juga biasa. Hwasa banyak menampilkan citra dirinya dan tidak terfokus pada satu citra saja. Hwasa membentuk citra dimana sebagian besar memfokuskan pada standar kecantikan. Hwasa menjadi sumber inspirasi bagi orang sekitarnya dengan standar kecantikan barunya. Seluruh hasil ini diperoleh dari hasil menggali data yang ditemukan dari berbagai sumber media yang hasilnya dapat terbagi menjadi beberapa kategori unsur pengidentifikasian citra yaitu visual, verbal dan nonverbal.