Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL ENGGANO

STRUKTUR KOMUNITAS KEPITING BIOLA (Uca spp.) DI EKOSISTEM MANGROVE DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO Trya Natania; Nurlaila Ervina Herliany; Aradea Bujana Kusuma
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.156 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.1.11-24

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem kompleks yang hidup di daerah pasang surut. Ekosistem mangrove selain melindungi pantai dari gelombang dan angin juga sebagai habitat berbagai organisme seperti krustasea. Salah satu krustasea yang memiliki peran penting di ekosistem mangrove adalah kepiting biola (Uca spp.) sebagai detritus di ekosistem mangrove. Pulau Enggano merupakan pulau kecil terluar Provinsi Bengkulu, keadaan ekosistem mangrovenya masih tergolong alami. Salah satu desa yang memiliki vegetasi mangrove yang alami adalah Desa Kahyapu. Tetapi penelitian tentang Uca spp. di Pulau Enggano khususnya di Desa Kahyapu belum pernah dilakukan.  Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis kepiting biola dan menganalisis struktur komunitas kepiting biola di Desa Kahyapu Pulau Enggano. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan teknik observasi langsung pada 3 stasiun, dimana setiap stasiun terdiri dari 11 plot. Dari hasil penelitian didapatkan 4 jenis kepiting biola (Uca spp.) yaitu  Uca vocans, Uca chlorophthalmus, Uca dussumeiri, dan Uca coarctata. Kelimpahan jenis kepiting biola (Uca spp.) yang paling tinggi pada stasiun I. Kelimpahan total tertinggi terdapat pada stasiun I dan diikuti stasiun III, terendah pada stasiun II. Tingginya kelimpahan pada  stasiun I diduga karena substrat liat yang cocok untuk kehidupan kepiting biola. Secara umum Uca dussumieri paling banyak ditemukan di tiga stasiun karena toleransinya yang tinggi . Indeks keseragaman kepiting biola (Uca spp.) seluruh stasiun tinggi sedangkan indeks keanekaragamannya rendah. Pada stasiun I dan II  mempunyai indeks dominansi rendah, sedangkan pada stasiun III mempunai indeks dominansi sedang.  Secara umum, kualitas perairan (suhu, pH, salinitas, kandungan bahan organik, dan substrat) di lokasi penelitian cocok untuk kehidupan Uca spp.
STUDI PENGOLAHAN TERIPANG KERING Nurlaila Ervina Herliany; Eko Nofridiansyah; Bayu Sasongko
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.032 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.2.11-19

Abstract

Teripang merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi dan telah digunakan sejak lama sebagai obat-obatan alami. Di pasar dunia, umumnya teripang dipasarkan dalam bentuk kering. Indonesia merupakan negara pengekspor teripang terbesar di dunia. Tetapi, nilai jualnya lebih rendah dibanding negara lain karena mutu yang rendah sebagai hasil proses pengolahan yang kurang baik. Untuk itu, perlu dilakukan studi mengenai proses pengolahan teripang kering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari proses pengolahan teripang kering serta menentukan mutu teripang kering yang dihasilkan. Teripang segar yang digunakan adalah jenis teripang pasir (Holothuria scabra). Proses pengolahan mengacu pada metode Sasongko (2015) yang dimodifikasi. Teripang kering yang dihasilkan dianalisis proksimat (kadar air, abu dan protein) dan hasilnya dibandingkan dengan SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teripang kering memiliki kualitas yang bagus, dilihat dari kenampakan visual dan kandungan proksimatnya. Kadar air teripang kering 7,3%; kadar abu 9,8% dan kadar protein 79,59% dengan tekstur yang keras seperti batu dan warna hitam merata.
STUDI STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI KARANG BAYANG DAN KARANG LEBAR, PERAIRAN PULAU TIKUS,KOTA BENGKULU Zamdial Zamdial; Deddy Bakhtiar; Dede Hartono; Yar Johan; Maya Angraini Fajar Utami; Nurlaila Ervina Herliany
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.106-120

Abstract

Ekosistem terumbu karang yang cukup luas terhampar di sekitar perairan Pulau Tikus yang terdiri dari ± 238 hektar. Dua lokasi fishing ground bagi nelayan yang tinggal di wilayah pesisir Kota Bengkulu adalah KarangBayang dan Karang Lebar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas ikan karang di kedua lokasi tersebut. Itu menggunakan metode survei. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Analisis struktur komunitas ikan karang terdiri dari kelimpahan, komposisi jenis (KJ), indeks keanekaragaman (H'), indeks kemerataan (E), dan indeks dominasi (C). Penelitian ini menemukan 11 famili dan 22 spesies ikan karang dengan total 324 individu. Kepadatan ikan karang diperkirakan sekitar 2.160 ekor/ha. Rata-rata ikan target, ikan mayor, dan ikan indikator adalah 9,62%, 61,41%, dan 28,97% untuk Karang Bayang, dan 7,82%, 60,92%, dan 31,27% untuk Karang Lebar. ndeks keanekaragaman ikan karang (H') di setiap lokasi berada pada kisaran 2,37-2,50 dan 2,27-2,46. Selanjutnya nilai indeks kemerataan (E) ikan karang untuk kedua lokasi tersebut rata-rata sebesar 0,92 (Karang Bayang) dan 0,94 (Karang Lebar) yang menunjukkan kondisi populasi ikan karang yang stabil. Indeks dominasi (C) ditemukan agak tinggi di Karang Lebar (0,14) dibandingkan KarangBayang (0,11) yang menunjukkan tidak ada dominasi ikan karang.Kondisi komunitas ikan karang di lokasi penelitian masih cukup baik. Nilai IRDI masing-masing lokasi adalah 34,15% dan 31,70% yang mencerminkan kesehatan terumbu karang dalam kondisi sedang. Kata kunci :  Ikan karang; Karang Bayang; Karang Lebar; Struktur komunitas; Pulau  Tikus
Isolasi Senyawa Saponin dari Mangrove Rhizophora Mucronata dan Pemanfaatannya sebagai Pestisida Nabati Pada Larva Nyamuk Purnama, Dewi; Rizky Suryaman Simbolon; Bertoka Fajar SP Negara; Maya Anggraini Fajar Utami; Lita Astini; Firdha Iresta Wardani; Nurlaila Ervina Herliany; Anggini Fuji Astuti
JURNAL ENGGANO Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.10.1.8-19

Abstract

Senyawa saponin merupakan metabolit sekunder tumbuhan yang berperan dalam mekanisme pertahanan terhadap tekanan lingkungan serta memiliki potensi aplikasi sebagai antikanker, antijamur, antibakteri, dan pestisida nabati. Salah satu jenis mangrove yang diketahui mengandung saponin adalah Rhizophora mucronata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan saponin pada ekstrak daun, akar, dan kulit batang R. mucronata serta mengevaluasi potensi toksisitasnya sebagai pestisida nabati terhadap larva nyamuk. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan bagian tumbuhan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi rendemen ekstrak, identifikasi saponin menggunakan uji busa, serta uji toksisitas terhadap larva nyamuk selama 24 jam pada beberapa konsentrasi ekstrak. Data uji toksisitas dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saponin terdeteksi pada ekstrak daun, akar, dan kulit batang R. mucronata, namun saponin pada ekstrak daun bersifat kurang stabil. Ekstrak akar dan kulit batang menunjukkan karakteristik busa yang lebih stabil serta persentase kematian larva yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak daun. Meskipun demikian, hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa pemberian berbagai ekstrak saponin dari daun, akar, dan kulit batang R. mucronata tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tingkat kematian larva nyamuk. Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak kulit batang dan akar R. mucronata memiliki potensi sebagai sumber saponin, namun efektivitasnya sebagai pestisida nabati masih memerlukan optimasi metode ekstraksi dan pengujian lanjutan.