Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MENGENAL GEJALA DAN TANDA SERTA PEMERIKSAAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI PONDOK PESANTREN KHA. WAHID HASYIM Bastiana Bermawi; Diyan Wahyu Kurniasari; Rahayu Anggraini; Sabrina Shava Maura; Mukhammad Ikhsan; Nurul Hidayatih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38788

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan ancaman serius bagi kesehatan global dan Indonesia. Masih kurangnya pengetahuan mengenai tanda, gejala serta jenis pemeriksaan TB Paru pada masyarakat Pondok Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil, Pasuruan, ditambah dengan padatnya populasi akan semakin memperparah angka kejadian TB Paru jika tidak mengetahui penanganan yang tepat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di Pesantren KHA. Wahid Hasyim adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang TB Paru, mendukung deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian penyebaran melalui edukasi dan langkah pencegahan efektif. Metode penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif. Sebelum dan setelah penyuluhan, peserta diberikan pre-test dan post-test. Hasil dari kedua tes tersebut dianalisis menggunakan uji N-Gain Score, diikuti dengan pengolahan data serta evaluasi. Hasil uji N-Gain Score menunjukkan dengan metode penyuluhan ceramah dan tanya jawab pada 40 santri mendapatkan hasil efektif pada 27 santri, pada 2 santri cukup efektif, kurang efektif pada 5 santri dan tidak efektif pada 6 orang santri. Dari hasil tersebut secara garis besar penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab yang digunakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santri KHA. Wahid Hasyim. Terdapat variasi individu dalam peningkatan pengetahuan yang dipengaruhi oleh faktor seperti latar belakang pendidikan, motivasi, pemahaman awal, serta waktu pre-test dan post-test. Mayoritas santri menunjukkan peningkatan pengetahuan, yang menandakan metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang TB Paru.
Hubungan Kejadian Sifilis dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV)1.2 Pada Pekerja Seks Komersial Fitri Aisyah Haddad; Rahayu Anggraini; Suprapto Ma’at; Ersalina Nidianti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 8 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i8.833

Abstract

Pekerja Seks Komersial (PSK) biasanya menularkan penyakit menular seksual, sehingga pada kesempatan ini ingin mengetahui penyakit menular seksual (Sifilis, HIV1.2) yang banyak terjadi pada PSK. Penelitian ini menggunakan metode observasional pendekatan desain cross sectional analytic, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kejadian sifilis dengan HIV1.2 pada pekerja seks komersial. Penelitian dilakukan pemeriksaan sifilis metode Rspid dari total responden dan HIV1.2 metode ELISA (Enzym–Linked Immunosorbent Assay). Hasil penelitian didapatkan kejadian sifilis sebanyak 6,7% positif dan 93,7% negatif. Hasil pemeriksaan HIV1.2 didapatkan 6,7% reaktif dan 93,7% non rekatif. Hasil analisis statistik terdapat hubungan yang signifikan kejadian sifilis dengan HIV1.2 dengan nilai p value 0,017 (p<0,05). Kesimpulan, kejadian sifilis dan HIV1.2 terjadi pada individu sama yang artinya teori bakterial vaginosis yang menyatakan kondisi vagina yang bermasalah lebih mudah terinfeksi penyakit menular seksual terutama yang memiliki penyimpangan oral seks