Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kolaborasi Global Helix dalam Mewujudkan Smart City: Studi Kasus Transformasi Digital Kota Bandung Wulan Milytania Christy Pangkey; Mochammad Rozikin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7169

Abstract

Transformasi digital telah mendorong pemerintah daerah untuk membangun tata kelola inovatif melalui kolaborasi multiaktor lintas sektor. Penelitian ini menganalisis implementasi konsep global helix dalam mewujudkan visi Bandung Smart City sebagai salah satu program transformasi digital pemerintahan daerah terdepan di Indonesia. Pendekatan global helix memperluas model quintuple helix dengan mengintegrasikan jaringan inovasi global, teknologi digital, dan ekosistem internasional ke dalam sistem tata kelola lokal. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi tujuh aktor global helix dalam Bandung Smart City: pemerintah, sektor bisnis, akademisi, komunitas, media, teknologi, dan jaringan global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi ketujuh aktor tersebut berhasil mendukung transformasi digital pelayanan publik Kota Bandung melalui inovasi seperti Bandung Command Center, aplikasi pelayanan publik digital, sistem pengaduan online, dan integrasi data kota berbasis teknologi. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan struktural yang perlu diatasi, meliputi kesenjangan digital, risiko keamanan siber, ketergantungan infrastruktur teknologi, biaya pengembangan yang besar, serta kompleksitas koordinasi antarpemangku kepentingan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan konsep collaborative governance berbasis global helix dalam konteks smart city di negara berkembang.
Analisis Akuntabilitas Dan Transparansi Penyaluran Bantuan Sosial Dalam Mewujudkan Kepercayaan Publik Di Ngawi Diajeng Shabilla Freyanissa Ariandi; Mochammad Rozikin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.817

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi akuntabilitas dan transparansi penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Ngawi serta dampaknya terhadap kepercayaan publik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR), data sekunder dianalisis secara tematik berdasarkan lima dimensi Public Accountability Framework. Hasil penelitian menunjukkan implementasi akuntabilitas bansos di Kabupaten Ngawi masih menghadapi kendala struktural dan administratif. Pada dimensi legal dan administratif, ditemukan ketidaksesuaian regulasi serta kegagalan digitalisasi berbasis NIK dalam mengatasi inclusion dan exclusion error akibat lemahnya verifikasi lapangan. Lemahnya akuntabilitas politik dan profesional juga tecermin dari penyalahgunaan wewenang di tingkat desa. Selain itu, transparansi yang bersifat prosedural memicu asimetri informasi, sehingga menurunkan kepercayaan publik. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan integrasi regulasi, digitalisasi, etika aparatur, dan partisipasi masyarakat merupakan faktor kunci dalam membangun tata kelola bansos yang akuntabel dan berkelanjutan.