Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Analisis Program Corporate Social Responsibility PT. X Regional Jawa Barat Felicetiani Safrida; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.132 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v1i1.46

Abstract

Abstract. Corporate Social Responsibility is a company obligation that must be carried out as a form of responsibility to the community. In addition, this activity is part of a business strategy in which there is a form of company concern for improving welfare. CSR can be done through various sectors, one of which is education. With the Covid-19 pandemic, learning activities have been hampered. Therefore, PT. West Java Regional X carries out CSR activities in the field of education through the "Merdeka Belajar" program by distributing starter packs and free quota to students. This program collaborates with the West Java Provincial Government. This research was conducted to determine the stages of Telkomsel West Java in determining the segmentation of quota recipients, and the stages of the “Merdeka Belajar” Program. In addition, this study aims to determine the reasons for Telkomsel West Java to partner with the West Java Provincial Government, as well as the reasons for Telkomsel West Java to carry out the CSR program "Merdeka Belajar”. Researchers used qualitative research methods with a case study approach. With observation data collection techniques, interviews, documents, and literature study. The results of this study explain the stages of Telkomsel in determining the segmentation of recipients through coordination between divisions at the head office and coordination of distribution segmentation strategies at the regional level. Then the stages of the CSR program "Merdeka Belajar" from the ideation stage of the head office to the implementation at the regional level by carrying out the stages of launching, distribution to aftersales and evaluation. In addition, in this study, it was found that the reason for the West Java Regional Telkomsel to collaborate with the West Java Provincial Government is to facilitate the bureaucracy and obtain data on aid recipients, and the reason for conducting CSR "Merdea Belajar" is to contribute to meeting the needs of students doing distance learning. Abstrak. Corporate Social Responsibility adalah kewajiban perusahaan yang harus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Di samping itu, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi bisnis yang di dalamnya terdapat wujud kepedulian perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan. CSR dapat dilakukan melalui berbagai sektor, salah satunya adalah pendidikan. Dengan adanya pandemic Covid-19, kegiatan pembelajaran menjadi terhambat. Maka dari itu, PT. X Regional Jawa Barat melakukan kegiatan CSR di bidang pendidikan melalui program “Merdeka Belajar” dengan membagikan kartu perdana dan kuota gratis untuk para pelajar. Program ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tahap Telkomsel Jawa Barat menentukan segmentasi penerima kuota, tahapan kegiatan Program “Merdeka Belajar”. Selain itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui alasan Telkomsel Jawa Barat bermitra dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta alasan Telkomsel Jawa Barat melakukan program CSR “Merdeka Belajar”. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumen, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menjelaskan tahapan Telkomsel menentukan segmentasi penerima melalui koordinasi antar divisi di kantor pusat dan koordinasi strategi segmentasi distribusi di tingkat regional. Kemudian tahapan program CSR “Merdeka Belajar” dari tahap ideation kantor pusat hingga pelaksananya di tingkat regional dengan melakukan tahap launching, distribusi hingga aftersales dan evaluasi. Selain itu, pada penelitian ini ditemukan alasan Telkomsel Regional Jabar melakukan kerja sama dengan Pemprov Jabar yakni untuk mempermudah birokrasi dan mendapat data penerima bantuan, serta alasan melakukan CSR “Merdeka Belajar” adalah untuk turut berkontribusi memenuhi kebutuhan siswa melakukan pembelajaran jarak jauh.
Strategi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Tunas Ridean dalam Meningkatkan Brand Awareness Perusahaan Ridwan Mukholil; riza hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.388 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.303

Abstract

Abstract. Currently, Indonesia has entered the era of technological development and global competition. The current era encourages companies to further expand their business areas and expand market segments. The company is a place of production activities both goods and services. The company is one of the driving wheels of the economy, this is because the company can absorb labor and maximize the utilization of its resources. In Indonesia, to establish and develop a company, there are certain conditions, one of which is regulations regarding corporate responsibility to the environment. The program that is generally implemented in a company in fulfilling its responsibility to the environment is the Corporate Social Responsibility (CSR) program. The object of this research is PT Tunas Ridean. The purpose of this study was to determine the CSR strategy carried out by PT Tunas Ridean. The research method used is quantitative with a descriptive approach. Data collection methods used are interviews and observation. The informants in this study were the Division of Customer Relations Officer (CRO) of PT Tunas Ridean Bandung Branch. The results of this study are first, PT Tunas Ridean's CSR strategy in taking advantage of by installing displays in every CSR activity. Second, PT Tunas Ridean's CSR strategy in implementing CSR program compliance, namely conducting CSR programs on a regular basis, in carrying out CSR activities PT Tunas Ridean is always based on the Company's vision and mission. Third, PT Tunas Ridean's CSR strategy in raising the company's name is by carrying out activities within the company's environment, indirectly by carrying out these activities the company can do promotions. Fourth, PT Tunas Ridean's CSR strategy in making ethical programs is by upholding business ethics and more adapting to the needs of the community and surrounding conditions. Fifth, the involvement of PT Tunas Ridean in the CSR program by collaborating with school agencies and the surrounding community. Abstrak. Saat ini Indonesia telah memasuki era perkembangan teknologi dan persaingan global. Era saat ini mendorong perusahaan untuk semakin memperluas wilayah usahanya dan memperluas segmen pasar. Perusahaan merupakan tempat kegiatan produksi baik barang maupun jasa. Perusahaan merupakan salah satu roda penggerak perekonomian hal ini dikarenakan perusahaan dapat menyerap tenaga kerja serta memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki. Di Indonesia untuk mendirikan dan mengembangkan sebuah perusahaan terdapat beberapa syarat tertentu salah satunya peraturan mengenai tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Program yang umumnya diterapkan disebuah perusahaan dalam memenuhi tanggung jawabnya terhadap lingkungan adalah program Corporate Social Responsibility (CSR). Objek dari penelitian ini yaitu PT Tunas Ridean. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi CSR yang dilakukan PT Tunas Ridean. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah divisi Costumer Relation Officer (CRO) PT Tunas Ridean Cabang Bandung. Hasil penelitian ini adalah pertama, strategi CSR PT Tunas Ridean dalam mengambil keuntungan yaitu dengan memasang display – display disetiap kegiatan CSR. Kedua, Strategi CSR PT Tunas Ridean dalam melaksanakan ketaatan program CSR yaitu melakukan program CSR secara rutin, dalam menjalankan kegiatan CSR PT Tunas Ridean selalu berdasarkan Visi dan misi Perusahaan. Ketiga, strategi CSR PT Tunas Ridean dalam membesarkan nama perusahaan yaitu dengan melakukan kegiatan – kegiatan dilingkungan perusahaan, secara tidak langsung dengan dilakukan kegiatan tersebut perusahaan bisa melakukan promosi. Keempat, strategi CSR PT Tunas Ridean dalam membuat program yang etis yaitu dengan menjungjung tinggi etika bisnis dan lebih menyesuaikan terhadap kebutuhan masyarakat dan kondisi sekitar. Kelima, keterlibatan PT Tunas Ridean dalam program CSR yaitu dengan melakukan kerjasama dengan instansi sekolah dan masyarakat sekitar.
Efektivitas Pelayanan Ketenagalistrikan melalui Aplikasi PLN Mobile dalam Menangani Keluhan Alya Nur Faridah; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.484 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.658

Abstract

Abstract. Service is an important thing in the implementation of public services. In this pandemic period, more services are provided through digital-based applications than conventionally, where this is an adaptation of the changes that are happening at this time. In Article 1 Chapter 1 of Law N0. 25 of 2009 states that public services are activities or series of activities in the context of fulfilling service needs in accordance with laws and regulations for every citizen and resident for services, goods and or administrative services provided by public service providers. PT. PLN has an application service in handling complaints, namely the PLN Mobile application. Services through the application launched by PT. PLN, namely "PLN Mobile" is a form of digital service to the public to handle complaints. Service is one of the important things, but from that service there is something more important, namely how the effect of a service to the public is. So the purpose of this study is to determine the effectiveness of electricity services through the PLN Mobile application in handling customer complaints. The research method used is a quantitative research method with a descriptive approach. The data collection technique used is in the form of research questionnaires with 73 respondents, interviews, literature studies that are relevant to this research. Indicators of the effectiveness of service quality are measured using the concept of "RATER" (Parasuraman), namely responsiveness (responsiveness), assurance (guarantee), tangible (tangible), empathy (attention), reliability (reliability). Abstrak. Pelayanan merupakan hal yang penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Di masa pandemi ini pelayanan lebih banyak melalui aplikasi berbasis digital dibandingkan secara konvensional, dimana hal tersebut merupakan adaptasi dari perubahan-perubahan yang terjadi pada saat ini. Dalam Pasal 1 Bab 1 Undang-Undang N0. 25Tahun 2009 menyebutkan pelayanan publik merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas jasa, barang dan atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. PT.PLN memiliki pelayanan aplikasi dalam menangani keluhan yaitu aplikasi PLN Mobile . Pelayanan melalui aplikasi yang diluncurkan PT. PLN yaitu “PLN Mobile” adalah salah satu bentuk pelayanan digital kepada publik untuk menangani keluhan. Pelayanan merupakan salah satu hal yang penting, tetapi dari pelayanan itu terdapat hal yang lebih penting, yaitu bagaimana efek dari sebuah pelayanan kepada publik. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelayanan Ketenagalistrikan melalui aplikasi PLN Mobile dalam menangani keluhan pelanggan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa angket penelitian dengan 73 responden, wawancara, studi pustaka yang relevan untuk penelitian ini. Indikator efektivitas kualitas pelayanan diukur menggunakan konsep “RATER” (Parasuraman), yaitu responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan), tangible (wujud), empathy (perhatian), reliability (kehandalan)
Optimalisasi Cyber Public Relations pada Masa Pandemi Anisa Fitri Maulida Hermawan; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.974 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.668

Abstract

Abstract. The existence of Covid-19 has a negative impact on several industries, and hospitality industry is one of them. Swiss-belresort Dago Heritage is a hotel which is experience the decrease. However, the case can be solved until the company can make occupancy increase until get full booked. One of their strategy is optimizing Instagram to promote the hotel. This research use a qualitative method with case study approach. Data collection techniques were used by interview, observation, literature studies, and documentation. Based on this research, it can be concluded that: (1) Swiss-belresort Dago Heritage two ways to make content which is using User Generated Content from another content creator and using their material themselves, and they have criteria for their content which is showing a facility of hotel and Health Safety Hygene concept. (2) They always have a content plan for a month, so they using the content plan as a timeline for uploading a content on feeds, stories, IGTV, or another feature base on algoritma. (3) The reason why Swiss-belresort Dago Heritage use optimilizing Instagram as their strategies is Instagram still become a social media that demand by all ages and their visual content is the most engagement content. Also Instagram had a lot of positive impact not only for this promotion but also brand image and brand awareness. But still, they have a plan to using another media such as TikTok but they need to make it gradualy because there’s no person incharge right now. Abstrak. Keberadaan Covid-19 mengakibatkan pengaruh negatif pada beberapa industri, dan perhotelan adalah salah satunya. Swiss-belresort Dago Heritage merupakan salah satu hotel yang mengalami kasus penurunan. Namun kasus tersebut dapat diselesaikan saat hotel mulai mengalami kenaikan okupansi hingga mendapat status full booked. Salah satu strategi yang dijalankan pihak hotel yaitu dengan mengoptimalisasi Instagram sebagai media promosi mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan dengan mengadakan wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan dokumenter. Hasilnya adalah: (1) Pihak hotel menggunakan dua cara untuk membuat konten yaitu menggunakan teknik User Generated Content dari content creator lain, dan menggunakan material sendiri. Mereka memiliki kriteria dalam sebuah konten, yaitu memperlihatkan fasilitas hotel dan memperlihatkan konsep Health Safety Hygene. (2) Untuk mengelola konten, pihak hotel telah menyiapkan content plant selama satu bulan sebagai timeline untuk mengunggah konten mereka baik di feeds, story, IGTV, maupun fitur lainnya sesuai dengan algoritma. (3) Alasan mengapa Swiss-belresort Dago Heritage melakukan optimalisasi pada Instagram mereka adalah Instagram masih menjadi media sosial yang diminati segala usia, selain itu konten visual mereka masih mendapatkan engagement yang tinggi. Instagram juga memberikan banyak dampak positif tidak hanya pada promosi, namun pada brand image dan juga brand awareness. Namun tetap mereka berniat untuk membuat media sosial lain seperti TikTok namun perlahan sebab disana tidak ada orang khusus yang bisa bertanggung jawab.
Kegiatan Komunikasi Musisi Indie dalam Melakukan Tur Eropa Mardhika Bagaskara Darmawan; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.879 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.769

Abstract

Abstract. In the midst of the development of very sophisticated music and everything is only about business profits, there is a culture or genre that is often called indie where the people who work in it have different tastes from most people. Joe Million is an Indonesian indie musician who represents rap or hip-hop music with his own characteristics, at the end of 2019 Joe Million toured several cities in Europe with Indra Menus. This study focuses on "How the Communication Activities of Joe Million and Indra Menus to carry out the European Tour" using three data collection techniques, namely interviews, observation and documentation. The method used is qualitative with a case study approach from Robert E. Stake. The results of this study are 1) carrying out a communication process in the form of brainstorming, using promotion strategies in stages, starting from word of mouth, using promotional media through music concerts, and through social media, 2) Indra Menus' way of getting relationships is by becoming a gig organizer that made him interact with many people 3) the first obstacle is the difficulty of getting a visa, the second obstacle is the lack of promotion during the tour process 4) the concept of gig responsibility is used as a promotional medium because it has many audiences who come from the concept of a nomadic event Abstrak. Ditengah perkembangan musik yang sangat canggih dan segalanya hanya tentang keuntungan bisnis terdapat sebuah budaya atau aliran yang sering disebut indie dimana orang orang yang berkecimpung di dalamnya ini memiliki selera berbeda dari kebanyakan orang. Joe Million adalah seorang musisi indie berkewaraganegaraan Indonesia yang merepresentasikan musik rap atau hip-hop dengan ciri khas nya sendiri, pada akhir tahun 2019 Joe Million melakukan Tur ke beberapa kota di Eropa dengan Indra Menus. Penelitian ini berfokus pada “Bagaimana Kegiatan Komunikasi Joe Million dan Indra Menus untuk melaksanakan Tur Eropa”menggunakan tiga Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi Metode yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan studi kasus dari Robert E. Stake. Hasil dari penelitian ini adalah 1) melakukan sebuah proses komunikasi berupa brainstorming, menggunakan strategi promosi secara bertahap, mulai dari word of mouth, menggunakan media promosi lewat konser musik, dan lewat media sosial, 2) cara Indra Menus dalam mendapatkan relasi adalah dengan cara menjadi organizer gig yang membuatnya berinteraksi dengan orang banyak 3) hambatan pertama adalah sulitnya mendapatkan visa, hambatan kedua adalah kurang nya promosi saat proses tur terjadi 4) konsep manggung tanggung dijadikan sebuah media promosi karena memiliki banyak audiens yang berasal dari konsep acara yang nomaden
Hubungan antara Brand Image dengan Sikap Calon Konsumen Putri Permatasari Fadillah Riyadi; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.733 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i1.829

Abstract

Abstract. J&T Express is a new expedition service but already has a positive brand image in the minds of consumers. This is evidenced by the number of awards given by J&T Express, such as the Top Brand Award 2020 and Indonesia Millenial's Top Brand Award 2020 which were obtained from the results of consumer surveys. In this case, brand image plays an important role in determining the attitudes of consumers and potential consumers. Because if a product or service has a positive brand image in the minds of consumers and potential consumers, it will create a tendency to choose or use the product or service. This study uses the Brand Image theory according to Keller (in Chalil, 2020: 91) which consists of three indicators, namely excellence, strength, and uniqueness and the attitude of prospective consumers using attitude theory according to (Damiati, 2017: 40) consists of three indicators, namely aspects of cognitive, affective, and conative. This research method uses correlational quantitative methods, which are used to examine the relationship between research variables. The population in this study was 1101 active students from the 2017-2019 Fikom Unisba, and a total sample of 110 respondents was obtained using a sampling technique, namely proportional stratified random sampling or balanced sampling. The results of this study are all indicators of Brand Image, namely the strength of brand associations, the benefits of brand associations, and the uniqueness of brand associations, which are related to all indicators of Attitude, namely cognitive, affective, and conative aspects. The brand image variable (X) has a very strong relationship with the attitude variable (Y) in using goods delivery services. Abstrak. J&T Express merupakan jasa ekspedisi baru namun telah memiliki citra merek positif di benak konsumen. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa perolehan penghargaan yang diberikan kepada pihak J&T Express, seperti Top Brand Award 2020 dan Indonesia Millenial’s Top Brand Award 2020 yang didapatkan dari hasil survey konsumen. Dalam hal ini, citra merek sangat berperan penting dalam menentukan sikap konsumen maupun calon konsumen. Karena apabila suatu produk barang atau jasa yang memiliki citra merek yang positif dibenak konsumen maupun calon konsumen, maka akan menjadikan adanya kecenderungan dalam memilih atau menggunakan produk barang atau jasa tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Brand Image menurut Keller (dalam Chalil, 2020:91) yang terdiri dari tiga indikator yaitu keunggulan, kekuatan, dan keunikan dan sikap calon konsumen menggunakan teori sikap menurut (Damiati, 2017:40) yang terdiri dari tiga indikator yaitu aspek kognitif, afektif, dan konatif. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional, yang digunakan untuk meneliti hubungan diantara variabel-variabel penelitian. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1101 mahasiswa aktif Fikom Unisba Angkatan 2017-2019, dan telah diperoleh jumlah sampel sebanyak 110 responden dengan menggunakan teknik sampling yaitu proportionate stratified random sampling atau sampling berimbang. Hasil penelitian ini adalah semua indikator Brand Image yaitu kekuatan asosiasi merek, keuntungan asosiasi merek, dan keunikan asosiasi merek terdapat hubungan dengan semua indikator Sikap yaitu aspek kognitif, afektif, dan konatif. Variabel brand image (X) memiliki hubungan yang sangat kuat dengan variabel sikap (Y) dalam menggunakan jasa pengiriman barang.
Digital Marketing Kanoko Coffee dalam meningkatkan Brand Image Ladita Trivira Putri Sjahrina; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.61 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3422

Abstract

Abstract. Kanoko Coffee utilizes Instagram social media as digital marketing to increase their brandawareness. The development of today’s media is assisted by the existence of technology which makes this end affect various things. The emergence of social media can make it easier for someone to access information and communicate for daily activities. For that reason, kanoko coffee uses social media as digital marketing very well through its daily content. This study aims to determine how the influence of kanoko coffee’s digital marketing in increasing brandawareness on daily content. The theory used in this research is constructivism theory, marketing theory, new media, digital marketing, digital marketing pr and image. This research methos uses constructivism paradigm, qualitive method with a case study approach. Data collection techniques used are observation and interviews. Abstrak. Kanoko Coffee memanfaaatkan media sosial Instagram sebagai digital marketing untuk meningkatkan brandimage mereka. Berkembangnya media saat ini dibantu dengan adanya teknologi yang membuat akhir ini mempengaruhi berbagai hal. Munculnya media sosial dapat mempermudah seseorang dalam mengakses informasi, bertukar informasi dan berkomunikasi untuk kegiatan sehari- hari. Ma dari itu Kanoko Coffee memanfaatkan media sosial sebagai digital marketing dengan sangat baik melalui daily kontennya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh digital marketing Kanoko Coffee dalam meningkatkan brandimage pada daily konten. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori konstruktivisme, new media, pemasaran digital, digital marketing, digital marketing pr dan image. Metode penelitian ini menggunakan peradigma konstruktivisme, metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara.
Kegiatan Humas dalam Meningkatkan Hunian pada Masa Pandemi COVID-19 Hana Fakhirah; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.421 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3761

Abstract

Abstract. The city of Bandung is well-known, both domestically and internationally as one of the main tourist destinations of West Java. However, due to the global disaster, the COVID-19 pandemic has greatly affected the business sector in Indonesia, Bandung is a place that is often visited by tourists who are in the red zone. The impact of the COVID-19 pandemic cannot be taken lightly, especially in the tourism sector. Not only in the tourism sector, lower and middle class traders and businesses are also affected by this pandemic. This research uses a quantitative approach with a descriptive approach and uses a questionnaire data collection technique and literature study. Marketing public relations strategy has an important role in promoting the services of a company. Including lodging service providers. Companies must be able to promote in various ways such as media, internet, and direct marketing. Communication strategies are carried out to achieve the goals of a company. By using interview techniques, data from key informant interviews were used as data validation. Marketing public relations strategy is a combination of communication planning and communication management. This research method is quantitative, and uses the theory of three ways marketing public relations strategy. Abstrak. Kota Bandung terkenal, baik domestik maupun internasional sebagai salah satu tujuan wisata utama Jawa Barat. Kondisi medan yang unik membuat Bandung menjadi kota yang banyak dikunjungi wisatawan selama bertahun-tahun.Namun akibat bencana global, pandemi COVID-19 sangat mempengaruhi sektor bisnis di Indonesia, Bandung adalah tempat yang kerap kali di kunjungi wisatawan yang zona merah. Dampak dari pandemi COVID-19 tidak bisa dipakai remeh, apalagi dalam bidang pariwisata. Tidak hanya di bidang pariwisatan, pedagang dan usaha kelas bawah dan menengah juga terkena dampak dari pandemi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data kuisioner dan studi kepustakan. Strategi marketing public relations memiliki peran penting dalam mempromosikan jasa sebuah perusahaan. Termasuk penyedia jasa penginapan. Perusahaan harus mampu mempromosikan dengan berbagai macam cara seperti media,internet, dan pemasaran secara langsung, Strategi komunikasi dilakukan untuk mencapai tujuan suatu perusahaan. Dengan menggunakan teknik wawancara, data dari hasil wawancara narasumber key informan digunakan sebagai validasi data. Strategi marketing public relations merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dan menggunakan teori three ways strategy marketing publicrelations.
Aktivitas Protokoler dalam Menunjang Kegiatan Harian Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung Nurrizky Rhapsodyla Dwi Rosseti; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.501 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3866

Abstract

Abstract. The protocol is tasked with serving, assisting, facilitating, and regulating the activities of the leadership. Therefore, a protocol must be able to support these tasks to provide convenience and smoothness in the daily activities of the leaders and members of the Bandung City DPRD. Given the many activities and duties of the leadership and members of the Bandung City DPRD in running the government, especially regarding activities such as work visits, ceremonial activities such as big day ceremonies, reception of local government guests, audiences, and other activities, of course, a protocol role is needed. The Bandung City DPRD as a regional people's representative institution has a position as part of the administration of the regional government. This study aims to find out how the Protocol Activities in Supporting the Daily Activities of Leaders and Members of the Bandung City DPRD. This study uses a qualitative research method with a case study approach. In the results of this study, the researchers divided the two concepts of protocol activities, namely direct activities and indirect activities. Besides that, there are journalistic activities including making photos and videos, and making press releases where there are provisions that must be considered. In addition, protocols are required to have the ability to write, due to the lack of human resources in the sub-section of public relations, protocols, and publications. Another reason why protocols must have writing skills is for time efficiency so that the results of activities can be published one hour after the activity is completed. Abstrak. Protokol bertugas untuk melayani, mendampingi, memfasilitasi serta mengatur kegiatan pimpinan. Maka dari itu, seorang protokoler harus mampu dalam menunjang tugas-tugas tersebut agar dapat memberikan kemudahan dan kelancaran pada kegiatan harian pimpinan dan anggota DPRD Kota Bandung. Mengingat banyaknya kegiatan serta tugas-tugas pimpinan dan anggota DPRD Kota Bandung dalam menjalankan roda pemerintahan, terutama mengenai dengan kegiatan seperti kunjungan kerja, kegiatan seremonial seperti upacara hari besar, penerimaan tamu pemerintah daerah, audiensi, dan kegiatan lainnya, tentunya dibutuhkan peran protokoler. DPRD Kota Bandung sebagai lembaga perwakilan rakyat daerah mempunyai kedudukan sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan daerah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Aktivitas Protokoler dalam Menunjang Kegiatan Harian Pimpan dan Anggota DPRD Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini, peneliti membagi dua konsep kegiatan protokoler yaitu kegiatan langsung dan kegiatan tidak langsung. Disamping itu terdapat kegiatan jurnalistik diantaranya pembuatan foto dan video, serta pembuatan press release yang dimana terdapat ketentuan yang harus di perhatikan. Selain itu, protokoler diharuskan mempunyai kemampuan dalam menulis, karena minimnya sumber daya manusia pada sub bagian humas, protokol, dan publikasi. Adapun alasan lain mengapa protokoler harus mempunyai kemampuan menulis yaitu untuk efisiensi waktu agar hasil kegiatan dapat segera di publikasi satu jam setelah kegiatan selesai.
Kegiatan Marketing Public Relations 150 Coffee & Garden Pinkan Amanda Salfa; Riza Hernawati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.399 KB) | DOI: 10.29313/bcspr.v2i2.3879

Abstract

Abstract. 150 Coffee & Garden is a coffee shop which is located at Jalan Sulaksana No. 50 cities of Bandung. Founded in 2017, 150 Coffee & Garden is loved by all groups, both young and old. By occupying a former confection factory that has been repainded, 150 Coffee & Garden is able to attract consumers’ attention as a family friendly place, because the main product is consumer comfort, so the atmosphere that is always created is a sense of comfort. The pandemic changed the trend of the coffee business in 2021. The coffee shop became one of the places of business that were forced to continue to struggle in the conditions of the Covid-19 pandemic, this made 150 Coffee & Gardens use Marketing Public Relations to build brand awareness during the pandemic. In this study, the authors use qualitative research methods, with a case study approach in order to understand the uniqueness of the object under study. The data collection techniques are using interviews, observations, documentation and written sources. The result of this study, it was found that the concept of 150 Coffee & Garden’s marketing public relations activities started from creating interesting content, using persuasive captions, and holding quizzes on Instagram stories, with a segmentation target of all group. In the marketing public relations strategy, it is in accordance with the concepts made previously. Although there are inhibiting factors but they can be overcome. While the reasons 150 Coffee & Garden uses the family friendly concept as a tagline, 150 Coffee & Garden wants to reach all circles, both young and old create family friendly coffee place (a coffee place that is suitable to be visited with family) Abstrak. 150 Coffee & Garden merupakan sebuah coffee shop yang beralamat di Jalan Sulaksana No. 50 kota Bandung. Didirikan pada tahun 2017, 150 Coffee & Garden banyak disenangi oleh semua kalangan baik anak muda maupun orang tua. Dengan menempati bekas pabrik konfeksi yang telah diperbaiki, 150 Coffee & Garden mampu menarik perhatian konsumen sebagai tempat yang family friendly, karena produk utama adalah kenyamanan konsumen, maka suasana yang senantiasa diciptakan adalah rasa nyaman. Trend bisnis kopi berubah pada masa Pandemi tahun 2021. Coffee shop menjadi salah satu tempat usaha yang dipaksa untuk terus berjuang di kondisi pandemi Covid-19, Hal ini membuat 150 Coffee & Garden menggunakan Marketing Public Relations dalam membangun brand awareness di masa pandemi. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus agar dapat memahami keunikan dari objek yang diteliti. Adapun teknik pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, obervasi, dokumentasi dan sumber tertulis. Hasil dari penelitian ini yaitu, ditemukan bahwa konsep kegiatan marketing public relations 150 Coffee & Garden dimulai dari mencari tema untuk konten, dilanjut dengan hunting foto untuk membuat konten yang menarik, serta menggunakan caption yang persuasif. Pada strategi marketing public relations sudah sesuai dengan konsep yang dibuat sebelumnya, walaupun terdapat faktor penghambat tetapi masih bisa diatasi. Sedangkan alasan 150 Coffee & Garden menggunakan konsep family friendly sebagai tagline yaitu, 150 Coffee & Garden ingin meraih semua kalangan baik anak muda maupun orang tua dan menciptakan tempat kopi yang family friendly (tempat kopi yang cocok dikunjungi bersama keluarga)