Siti Malikhah Towaf
Universitas Negeri Malang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SOSIALISASI WAWASAN GENDER DAN UU RI No 23 TAHUN 2004 TENTANG PKDRT PADA BERBAGAI KELOMPOK MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA REKAYASA SOSIAL Siti Malikhah Towaf
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.046 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4758

Abstract

Abstrak: Secara akademis, undang-undang Republik Indonesia no 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) disahkan dan diundangkan pada 22 September 2004 disebut instrumen rekayasa sosial yang bisa berfungsi sebagai usaha preventif maupun kuratif bagi kasus-kasus KDRT. Sosialisasi dicermati secara kualitatif, dilakukan kajian dokumen, obeservasi kegiatan, wawancara dan diskusi teman sejawat. Kegiatan sosialisasi UU PKDRT untuk aparat pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat, ibu-ibu aktivis PKK, kelompok sosial keagamaan, remaja pesantren maupun pelajar di Kabupaten Malang dilakukan dengan tujuan meningkatkan wawasan tentang gender, pentingnya kesetaraan relasi laki-laki dan perempuan. Mereka perlu tahu aspek psikologis-sosiologis KDRT, bentuk-bentuk, konsekuensi hukum dan prosedur penanganan kasus KDRT. Hasil kegiatan yang diharapkan adalah terwujudnya relasi gender yang lebih adil dan mencerminkan kesetaraan, sehingga bisa mencegah terjadinya kekerasan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat; mendorong terwujudnya masyarakat yang adil, aman dan sejahtera. Abstract: Academically, the rights of the Republic of Indonesia No 23 2004 abolishing of domestic violent which was ratified on 22nd September 2004 is called as Social Engineering instrument; it has a function as preventive or curative tool to solve many domestic violence cases. The Socializing activities were observed by a qualitative approach, study on documents, observation, interview and collegial discussion. The Socialization of UU PKDRT was done for government apparatus, community leaders, women of PKK activist, women of religious groups, youngsters from pesantren and from school in Malang Regency in order to improve their perspectives about the concept and the important of gender equality and a just relationship between man and women. They have to know the sociological and psychological aspect of domestic violents, different kind of violents and its consequences; and the procedures to manage domestic violents. The socialization activities were expected to promote more just gender relationship which reflect gender equality and prevent domestic violent in the family and society, and promote a just, peaceful and welfare society.
DAMPAK KEGIATAN PRODUKTIF DI TAMBANG PASIR TERHADAP PUTUS SEKOLAH PADA JENJANG SMP Dimas Sulistyo Sunarto; Agus Purnomo; Siti Malikhah Towaf
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 30, No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL
Publisher : Department of Accounting Education, Faculty of Teacher Training and Education Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpis.v30i1.9170

Abstract

One type of instant economic activity includes being sand miner and sand transporter in the sand mining area. The purpose of this study is to describe the impact of children's productive activities in the sand mine on dropout rates at the junior high school level in Keduwang Village, Blitar Regency. Respondents of the research data amounted to 38 children who carried out productive activities of sand mining. This study used cross-sectional survey research method with a quantitative approach that were supplemented with qualitative data. The collection technique used questionnaire, observation, and interviews. Data analysis techniques used descriptive data analysis techniques with the odds ratio method. The results indicate that the impact of children's productive activities in sand mining on dropout rates at junior high school level with decrease of children’s interest attending school. The results of odd ratio analysis indicate that the riskiest factor causing children to choose school dropout is productive activities in sand mining do not require special skills. The factor of not requiring special skills is proven to be six times the risk of causing children school dropout. The results provide description of how easy economic access and does not require skills has an impact on children's perceptions of going to school or working. Implications for the results of this research are expected to be a reference for government to pay attention to dropout rates that occur due to the productive activities of children in sand mining.
Ibu rumah tangga dan peningkatan ekonomi keluarga: Pemberdayaan perempuan di Home Industry Batik Tulis Dewi Rengganis Kabupaten Probolinggo Nanda Widyasari; Siti Malikhah Towaf; I Dewa Putu Eskasasnanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.334 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p1-7

Abstract

Today’s women are more free to move outside the home just like men. The phenomenon of working women occurs in different parts of the world, one of which is Indonesia. Women work because of the need for encouragement. Willingness and capacity and available employement opportunities and women’s access to employment opportunities. It encourages women’s demands pn equal rights with men or known as gender equality. The economic status pof womens is seen from their activities, access to factors of production, the level of income generated and the contribution to the family income. This article will discuss about the phenomenon of women working in the home industry batik Dewi Rengganis. in writing this article, the authors conducted research using descriptive qualitative method. The researchers act as observers. The research location is located in Jatiurip, Krejengan, Probolinggo Regency. Informants in this study are grouped into two, namely key informants and informats supporters. The data source used is primary data and secondary data. Perempuan masa kini memiliki keleluasaan untuk beraktivitas di luar rumah sama seperti kaum laki-laki. Mengikuti hal tersebut fenomena perempuan bekerja terjadi di berbagai belahan dunia, salah satunya di Indonesia. Perempuan bekerja dengan tujuan mencari nafkah terjadi karena dorongan kebutuhan, kemauan, kemampuan, serta kesempatan kerja yang tersedia. Selain itu, akses perempuan atas kesempatan juga sangat mempengaruhi. Hal tersebut mendorong terjadinya tuntutan yang dilakukan oleh kaum perempuan akan adanya kesetaraan gender. Status ekonomi perempuan dapat dilihat dari aktivitasnya dalam mencari nafkah, akses terhadap faktor produksi, tingkat pendapatan yang dihasilkan, dan kontribusinya terhadap pendapatan keluarga. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai fenomena perempuan yang bekerja di Home Industry Batik Tulis Dewi Rengganis. Dalam penulisan artikel ini, penulis dalam melakukan penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti bertindak sebagai pengamat penuh. Lokasi penelitian berada di Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo. Informan kunci dari penelitian ini adalah perempuan yang bekerja di Home Industry Batik Dewi Rengganis. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.
Strategi adaptasi warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi Kecamatan Garum dalam merespon aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih Kabupaten Blitar Sovia Husni Rahmia; I Nyoman Ruja; Siti Malikhah Towaf; Sukamto Sukamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.043 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i1p100-106

Abstract

The purpose of this study is to find out how the adaptation strategy of the residents of Karangrejo Village and Sidodadi Village, Garum Subdistrict, Blitar Regency in responding to sand mining activities in Kali Putih, Blitar Regency. This research uses qualitative approach with descriptive research type. Data is collected through observations, in-depth interviews and documentation. Data analysis is done with interactive models. The results obtained from the research showed that the adaptation strategy carried out by the residents of Karangrejo Village and Sidodadi Village in responding to sand mining activities in Kali Putih, among others, by: 1) forming a community group of mine managers, 2) switching jobs to sand miners, 3) opening businesses related to sand mining. The next research suggestion is research on the views of non-miners towards Kali Putih sand mining activities. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi adaptasi warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi Kecamatan Garum Kabupaten Blitar dalam merespon aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi yang dilakukan oleh warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi dalam merespon aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih antara lain dengan: 1) membentuk kelompok masyarakat pengelola tambang, 2) beralih pekerjaan menjadi penambang pasir, 3) membuka usaha yang berkaitan dengan pertambangan pasir. Saran penelitian selanjutnya adalah penelitian mengenai pandangan masyarakat non-penambang terhadap aktivitas pertambangan pasir Kali Putih.
Pendidikan remaja putri di mata orang tua studi kasus Desa Wonosunyo Kabupaten Pasuruan Ardhana Karina Reswari; Siti Malikhah Towaf; Agus Purnomo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.43 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p249-255

Abstract

The purpose of this study was to analyze the vision of parents of young women in Wonosunyo Village, Gempol Subdistrict, Pasuruan Regency. This study uses a qualitative approach with a type of descriptive research. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. There are three data collection techniques in the study, namely interviews, observation, and documentation. The conclusion of this study is that education is an insignificant thing when parents and children agree that the most important thing is to work and move on. Parents who cannot finance their children's education due to low income. Low income is felt not to be able to afford school fees, pocket money, to provide transport money. The desire to escape poverty is to marry off his child. Marrying their children at an early age is a family's desire that must be realized to fulfill a better and better life expectancy. The desire to benefit from marrying her child at an early age is the hope of every parent. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis visi orang tua remaja putri Desa Wonosunyo Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Pendekatan kualittatif dengan jenis penelitian deskriptif digunakan untuk mencapai tujuan penelitianini. Sumber data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini berkesimpilan bahwa pendidikan menjadi suatu hal yang tidak penting ketika orang tua dan anak menyepakati yang terpenting adalah bekerja dan melanjutkan hidup. Orang tua yang tidak dapat membiayai pendidikan anaknya karena pendapatan yang rendah. Pendapatan yang rendah dirasa tidak akan mampu untuk membiayai sekolah, uang jajan, hingga memberikan uang transport. Keinginan untuk lepas dari jeratan kemiskinan adalah dengan menikahkan anaknya. Menikahkan anaknya di usia dini adalah keinginan keluarga yang harus diwujudkan untuk memenuhi harapan hidup yang lebih baik dan layak. Keinginan mendapat keuntungan dari menikahkan anaknya di usia dini adalah harapan setiap orang tua.
Permasalahan guru IPS dalam pengembangan media pembelajaran di SMP Brawijaya Smart School Malang berbasis TIK Muhammad Khoiro; I Nyoman Ruja; Siti Malikhah Towaf
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.15 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p270-276

Abstract

Learning today can be facilitated with the help of technology that can be utilized by teachers in presenting learning materials in the teaching and learning process. In order to facilitate teachers in carrying out the teaching and learning process can use the main learning media based on Information and Communication Technology (ICT). But the phenomenon that occurs, teachers experience a lot of problems when developing ICT-based learning media. Qualitative research method of phenomenological approach can be understood that the results of research in SMP BSS show; 1) The awareness of IPS teachers in SMP BSS the importance of ICT-based learning media; 2) Teacher problems in developing ICT-based learning media in the form of, how to operate media software and follow the development of technology; 3) factors of problematika emergence, namely, age factors, lack of skills mentoring, differences learned between generations, overload of additional tasks, and lack of opportunities in the division of time to learn; 4) addressing the problems that arise, ips teachers at SMP BSS take a stand by doing time management, and also the spirit of continuing to learn ICT-based learning media; 5) the hope of ips teachers in SMP BSS is that there is a paya fulfillment of facilities from the agency so that the problems they face can be resolved. Pembelajaran saat ini dapat dipermudah dengan bantuan teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh guru dalam menyajikan materi pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Guna mempernudah guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dapat menggunakan media pembelajaran utamanya berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Namun fenomena yang terjadi, guru banyak mengalami problematika ketika mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK. Metode penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi dapat dipahami bahwa hasil penelitian di SMP BSS menunjukkan; 1) Adanya kesadaran guru IPS di SMP BSS pentingnya media pembelajaran berbasis TIK; 2) Permasalahan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis TIK berupa, cara pengoperasian software media dan mengikuti perkembangan teknology; 3) factor munculnya problematika yakni, factor usia, tidak adanya pendampingan keterampilan, perbedaan yang dipelajari antar generasi, overload tugas tambahan, dan kurangnya kesempatan dalam pembagian waktu untuk belajar; 4) menyikapi problematika yang muncul, guru IPS di SMP BSS mengambil sikap dengan melakukan manajemen waktu, dan juga semangat terus belajar media pembelajaran berbasis TIK; 5) harapan guru IPS di SMP BSS yakni ada paya pemenuhan fasilitas dari instansi agar problematika yang mereka hadapi dapat teratasi.
Peran Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) terhadap kehidupan masyarakat (sosial-ekonomi) Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan Yonita Yuli Amanda; Sukamto Sukamto; Siti Malikhah Towaf
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.682 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p285-292

Abstract

This research aims to describe the role of Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) to the socioeconomic life of Mojoparon villagers in Pasuruan Regency. The approach and type of research used qualitatively descriptive. Three research conclusions were obtained as follows. First, the history of its establishment in PIER is due to the development of SIER and the development of industry in Pasuruan District phase III. Second, the problem of pier role for Mojoparon village community is divided into two, namely, indirect role and direct role. The indirect role is economic growth and increased employment opportunities. Direct role in the form of village infrastructure assistance, APAP cooperation, and PK and BK programs. Third, the impact of PIER for Mojoparon villagers is more prosperous and utilized pier industrial waste. At the same time the benefits of this research for IPS education can be used as additional insights and can foster socially sensitive, positive and skilled attitudes. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan keberadaan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Berdasarkan kesimpulan penelitian ini ada tiga garis besar yakni. Pertama, sejarah berdirinya di PIER merupakan pengembangan dari SIER selain itu adanya pengembangan industri di Kabupaten Pasuruan tahap III. Kedua, masalah peranan PIER bagi masyarakat Desa Mojoparon dibagi menjadi dua yaitu, peranan secara tidak langsung dan peranan secara langsung. Peranan tidak langsung yaitu pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja meningkat. Peranan langsung berupa bantuan infrastruktur desa, kerjasama APAP, dan Program PK dan BK. Ketiga, dampak PIER bagi masyarakat Desa Mojoparon yaitu semakin sejahtera dan dimanfaatkannya limbah industri PIER. Sekaligus manfaat penelitian ini bagi pendidikan IPS dapat dijadikan tambahan wawasan dan dapat menumbuhkan sikap peka sosial, positif dan terampil.
Pengaruh compulsive gaming terhadap learning outcome siswa SMPN 1 Porong Mokhammad Ilham Fuady; Siti Malikhah Towaf; I Dewa Putu Eskasasnanda; I Nyoman Ruja
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.866 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i3p361-367

Abstract

This study aims to describe (1) the background of SMPN 1 Porong students playing clash of clans games, (2) the characteristics of clash of clans game players at SMPN 1 Porong, (3) the impact of clash of clans game on students' learning outcomes at SMPN 1 Porong. The research was conducted at SMPN 1 Porong Subdistrict Porong Sidoarjo which was designed using qualitative approach with descriptive research type. The results of this study are: (1) students playing clash of clans games due to the influence of friends, loneliness and supportive facilities; (2) The characteristics of clash of clans players at SMPN 1 Porong are male, have free time, players are economically well-off students; (3) The influence of clash of clans game addiction on the learning outcomes of SMPN 1 Porong students is that students become easily lost concentration so that their learning outcomes are less satisfactory, with average learning outcomes (80) and slightly above average (82). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) latar belakang siswa SMPN 1 Porong bermain game clash of clans, (2) karakteristik pemain game clash of clans di SMPN 1 Porong, (3) dampak game clash of clans terhadap hasil belajar siswa di SMPN 1 Porong. Penelitian dilakukan di SMPN 1 Porong Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo yang dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini adalah: (1) siswa bermain game clash of clans dikarenakan pengaruh teman, kesepian dan fasilitas yang mendukung; (2) Karakteristik pemain game clash of clans di SMPN 1 Porong adalah laki-laki, memiliki waktu luang, pemain merupakan siswa yang berkecukupan dalam segi ekonomi; (3) pengaruh kecanduan game clash of clans terhadap hasil belajar siswa SMPN 1 Porong adalah siswa menjadi mudah hilang konsentrasi sehingga hasil belajar mereka kurang memuaskan, dengan hasil belajar rata-rata (80) dan sedikit di atas rata-rata (82).
Konstruksi sosial toleransi keberagaman dalam pelestarian budaya multikultural di Pesarean Gunung Kawi Angga Bayu Setiawan; Sukamto Sukamto; I Dewa Putu Eskasasnanda; Siti Malikhah Towaf; Pradani Maulidiyah Azzahroh
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe: (1) how the socio-cultural construction of religious tolerance in Pesarean Gunung Kawi; (2) how is the social construction of the community in interpreting religious tolerance in Pesarean Gunung Kawi; (3) and how the social construction of the community in maintaining religious tolerance in Pesarean Gunung Kawi. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The research location is Pesarean Gunung Kawi, Wonosari Village, Wonosari District, Malang Regency. The results of this study: (1) the condition of Wonosari Village consists of various religions adhered to by the community including Islam, Christianity, Confucianism, Hinduism, and Buddhism. The religion that first entered Wonosari Village was Islam. Meanwhile, Christianity entered in 1965 at the time of the G30S/PKI incident, while the followers of Confucianism, Hinduism, and Buddhism were not many in number because the majority of their adherents were immigrants who married local residents. (2) The people of Wonosari Village interpret tolerance as an attitude of how they can respect each other without losing their respective characteristics. (3) The process of maintaining tolerance is carried out by the government and also the community. The local government has intensively carried out socialization, which was carried out at informal events such as RT meetings, RW meetings, and community gatherings. In addition, the government and the community have special events held to maintain tolerance, namely the 1 Suro ritual celebration. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bagaimana konstruksi sosial budaya toleransi keberagamaan di Pesarean Gunung Kawi; (2) bagaimana konstruksi sosial masyarakat dalam memaknai sikap toleran keberagamaan di Pesarean Gunung Kawi; (3) dan bagaimana konstruksi sosial masyarakat dalam menjaga toleransi keberagamaan di Pesarean Gunung Kawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian berada di Pesarean Gunung Kawi Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Hasil penelitiannya yaitu: (1) beragam agama yang di percaya oleh masyarakat Desa Wonosari seperti Islam, Kristen, Khong Hu Cu, Hindu, dan Budha. Agama yang pertama kali masuk ke Desa Wonosari yaitu agama Islam. Sedangkan agama Kristen masuk pada tahun 1965 pada saat peristiwa G30S/PKI, sedangkan pemeluk agama Khong Hu Cu, Hindu, dan Budha tidak banyak jumlahnya dikarenakan kebanyakan penganutnya adalah pendatang yang berjodoh dengan penduduk setempat. (2) Masyarakat Desa Wonosari memaknai toleransi sebagai suatu sikap yang dapat saling menghargai satu sama lain tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing. (3) Pemerintah serta masyarakat setempat gencar-gencarnya menjaga sikap toleran yang ada, seperti gencar melakukan sosialisasi, yang dilakukan pada acara-acara tidak formal seperti saat rapat RT, rapat RW, dan tahlil warga. Selain itu pemerintah dan masyarakat memiliki ciri khas atau acara khusus yang dilaksanakan guna menjaga toleransi yaitu gebyar ritual 1 Suro.
Konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai buruh di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Ugik Endarto; Siti Malikhah Towaf; I Nyoman Ruja; Sukamto Sukamto; Avietha Reinanda
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women who work as laborers in the public space are now often found in people's lives. In Pasuruan, women who work as laborers are very numerous. This matter due to the city of Pasuruan convenient with an industrial area, named Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). But despite living as laborers were able to answer the family's economic problems, there are new problems that arise, namely the double burden. The formulation of the problem in this research are: (1) How social construction of the husband toward wife double burden as a laborer in PIER?, (2) What is the double burden of a wife who works as a laborer in PIER?, (3) What is the impact of the social construction of the husband toward wife double burden as laborers in PIER? This study uses qualitative research with a construction approach. The data obtained in the form of the primary and secondary data collection procedures through observation, interviews, and documentation. The data analysis uses the Miles & Huberman model analysis techniques that consists of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Checking the validity of the findings by source triangulation, triangulation techniques, and time triangulation. There are 3 stages of research and 10’s steps. The first stage of the initial stage, the second stage is data collection and analysis, and the third stage is the final discussion and writing report. The results showed that the wife's decision to work in a public space, can not be separated from her husband a social construction. The social construction of husbands against wives effect on his wife received the double burden. Double burden that is created has a psychological impact and social impact. The psychological impact is brought stress to his wife, so it can affect family harmony. Physical fatigue is a major factor that affects psychologically. Social impact is the creation of a patriarchal social construction of women's multiple roles and wants to be kept. The dual role is assumed as something positive, so the burden that is also inherent in the dual role is considered as something natural and absolute. Though the double burden of a bad culture. Para perempuan kini yang bekerja sebagai buruh di ruang publik kini banyak dijumpai dengn mudah dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya seperti di Kota Pasuruan, dimana perempuan yang bekerja sebagai buruh sangat banyak. Hal tersebut terjadi karenakan di Kota Pasuruan terdapat banyak kawasan industri yang memiliki nama Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Namun meski hidup sebagai buruh dapat mengatasi permasalahan ekonomi keluarga, terdapat masalah baru yang muncul, yaitu adanya beban ganda. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana akibat adanya konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai buruh di PIER?, Bagaimana beban ganda istri yang bekerja sebagai buruh di PIER?, serta Bagaimana dampak dari adanya konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai buruh di PIER? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu berupa prosedur pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis model Miles & Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Ada 3 tahap penelitian dan 10 langkah. Tahap pertama yaitu tahap awal, tahap kedua pengumpulan dan analisis data, dan tahap ketiga adalah pembahasan akhir dan penulisan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan istri bekerja di ruang publik, tidak lepas dari konstruksi sosial suaminya. Konstruksi sosial suami terhadap istri berdampak pada istri menerima beban ganda. Beban ganda yang tercipta memiliki dampak psikologis dan dampak sosial. Dampak psikologis tersebut membawa stres pada istri, sehingga dapat mempengaruhi keharmonisan keluarga. Kelelahan fisik merupakan faktor utama yang mempengaruhi secara psikologis. Dampak sosial adalah terciptanya konstruksi sosial patriarki tentang peran ganda perempuan dan ingin dipertahankan. Peran ganda diasumsikan sebagai sesuatu yang positif, sehingga beban yang juga melekat pada peran ganda dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan mutlak. Padahal beban ganda dari budaya yang buruk.