Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH METALLIC CATALYTIC CONVERTER TEMBAGA BERLAPIS CHROME DALAM MENURUNKAN EMISI GAS BUANG MESIN SEPEDA MOTOR EMPAT LANGKAH Sudirman Rizki Ariyanto; Retno Wulandari; Suprayitno Suprayitno; Pramuko Ilmu Purboputro
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 23, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v23i1.16604

Abstract

Transition metals have emerged and have begun to be widely researched as alternative materials in the manufacture of metallic catalytic converters (MCC). The selection of transition metals is based on the availability of abundant materials in the market, besides that the price of transition metals tends to be cheaper when compared to PGM. Therefore, through this study, an analysis of the effect of chrome-plated copper MCC (CuCr) was carried out on CO and HC exhaust emissions. Emission testing is carried out under two conditions. The first condition is the condition where the test vehicle still uses a standard exhaust, while in the second condition the test vehicle uses a modified exhaust equipped with MCC CuCr technology. The test vehicle used was the 2005 Honda Supra Fit. The emission testing process was carried out based on the SNI 09-71118.1-2005 standard which was then compared with the Regulation of the Minister of the Environment, Number 05 of 2006. The research findings show that MCC CuCr is proven to be able to reduce exhaust emissions by an average reduction of 24% for CO emissions and 30% for HC emissions. The emission test results show that the measured CO emission is 1.68% Vol while the CO emission threshold is 5.5% Vol. Meanwhile, the measured HC emission is 1719 ppmVol while the HC emission threshold is 2400 ppmVol. Therefore, it can be concluded that MCC CuCr passed the emission test in accordance with the Regulation of the State Minister of the Environment number 5 of 2006.
PKM Konveksi Sebagai Sarana Pengembangan Industri Kreatif Di Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang Kusubakti Andajani; Endang Sri Andayani; Retno Wulandari, ST., MT
Jurnal ABM Mengabdi Vol 8 No 2 (2021): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31966/jam.v8i2.947

Abstract

UMKM convection is a business that must be strengthened in relation to the implementation of the MEA. Srawung Convection UMKM which are partners for the Community Partnership Program have existed in Kebonagung Village, Pakisaji District, Malang Regency since 2014. The existence of Srawung Convection UMKM is very much felt by Vocational High Schools (SMK) in the City and District of Malang as an internship place to train clothing making skills t-shirts/t-shirts. Thus indirectly the existence of Srawung Convection UMKM helps overcome unemployment in the City and Regency of Malang through the creation of new t-shirt convection business actors. The problems that were agreed with Srawung Convection UMKM were: 1) Production aspects and 2) Economic aspects. Based on the results of the meeting and joint coordination with the Srawung Convection UMKM, it was agreed that the above problems were resolved by the following methods: 1) Convection UMKM Productivity Improvement Program which included: procurement and training of single needle sewing machines, procurement and training of chain sewing machines, and cloth cutting machines and 2) Convection UMKM Management Aspect Improvement Program which includes: business management training, production management training, marketing training, production planning training, financial management training, inventory training, marketing training, and HR management training. The results of the implementation of the PKM program: 1) The productivity of Srawung Convection UMKM increased by 100%, 2) The ability of the management aspects of Srawung Convection UMKM increased by 100%
Pengembangan Usaha Warung Kopi Untuk PeningkatanKualitas, Kuantitas Dan Produktivitas Wirausaha Kopi Di Kelurahan Karang Besuki Kecamatan Sukun Kusubakti Andajani; Endang Sri Andayani; Retno Wulandari
Jurnal ABM Mengabdi Vol 9 No 01 (2022): Juni
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31966/jam.v9i01.1038

Abstract

Indonesia is the fourth largest coffee producing country in the world. The development of a coffee shop business is very urgent to implement because the role of MSMEs is very large in supporting the national economy as well as playing a major role in overcoming unemployment in the community. Until 2018, MSMEs still controlled the market share in Indonesia of 99.99% with the number of business units amounting to 56,534,592 units is inversely proportional to large businesses which only control 0.01% market share with a total of 4,968 business units. This also shows that the unemployment rate in Indonesia can be absorbed more in the MSME sector. The problems agreed upon with Mbak Iin's Mbak Coffee Shop SMEs are: (1) the production aspect and (2) the economic aspect. Based on the results of the meeting and coordination with Mbak Iin's Mbak Iin Coffee Shop, it was agreed that the problem would be resolved by the following methods: (1) Coffee Entrepreneur Productivity and Welfare Improvement Program which includes: cup sealer design, espresso and capuccino machine design, coffee grinder machine design , lay out and repair coffee drink production facilities, lay out and repair coffee shops for consumers, lay out and repair fried food production facilities and (2) MSME Development Program which includes: business management training, production management training, marketing training, planning training production, financial management training, inventory training, marketing training, and HR management training.
Pelatihan Perancangan Simple Portable Trap sebagai Upaya Pengembangan Kawasan Florikulturasi Terintegrasi Teknologi Yanuar Rohmat A.P; Retno Wulandari; Rangga Ega; Dani Prasetiyo
Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): Pekodimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.872 KB)

Abstract

 Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Hortikultura membuat sebuah skema strategis untuk menggenjot produksi hortikultura dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang swasembada hortikultura. Skema yang dimaksud adalah dengan membentuk kawasan florikulturasi terintegrasi oleh teknologi. Konsep ini sangat bergantung penerapannya pada dunia akademisi untuk memobilisasi hasil risetnya untuk diterapkan oleh petani. Oleh karena itulah, dirancanglah pelatihan pembuatan teknologi perangkap hama sebagai salah satu program pendukung yang bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas petani dalam menggunakan teknologi. Mitra pelatihan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, dimana kelompok ini merupakan salah satu kelompok tani hortikultura yang sering mengalami penurunan pada produksi panennya akibat serangan hama. Metode pelaksanaan pengabdian menitik beratkan pada prinsip intesifikasi komunikasi dan pertemuan dengan mitra petani. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, didapatkan fakta bahwa penggunaan leaflet dan video tutorial sangat berhasil dalam menyampaikan substansi pelatihan yang ditargetkan. Hasil pengamatan dengan kuisioner juga menunjukkan bahwa petani mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai pentingnya penggunaan teknologi dalam proses produksi mereka. Para petani juga mendapatkan pemahaman yang penting mengenai morfologi hama, metode perancangan dan perawatan alat, serta spesifikasi komponen-komponen kelistrikan yang digunakan.  
Peningkatan Produktivitas Kopi dengan Inovasi Mesin Huller dan Pullper Two in One Retno Wulandari; Suprayitno Suprayitno; Melisa Surya Andini; Pingkan Sihassaleh; Baihaqie Danuputra Sudrajat
Pekodimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): Pekodimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.322 KB)

Abstract

Secara umum diketahui ada dua metode untuk proses pengupasan kulit kopi pasca panen, yaitu metode kering dan basah. Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan proses pengupasan kulit biji kopi yang kurang memadai yang dilakukan pada dua mesin sekaligus (pulper dan huller). Selain itu, kurang efektifnya mesin huller yang ada saat ini mengakibatkan proses pengupasan harus dilakukan berulang-ulang. Faktor bahan bakar (BBM) juga menjadi permasalahan mitra karena harga dan polusi yang ditimbulkan. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, solusi yang diberikan adalah merancang sebuah mesin dengan menggabungkan antara mesin pulper dan mesin huller menjadi satu, yang disebut sebagai Mesin Huller dan Pulper Two in One. Penggabungan dua mesin tersebut dapat mengatasi masalah tempat yang menjadi permasalahan mitra selama ini. Proses pengupasan biji kopi dapat dilakukan sekaligus antara biji kopi kering dan biji kopi basah secara berkesinambungan yang dapat mempersingkat waktu pemrosesan pengupasan biji kopi. Solusi kedua adalah memperbaiki model pisau pada Mesin Pulper dan Huller Two in One dengan menyesuaikan kebutuhan mitra. Berdasarkan kajian kontribusi transfer teknologi dan implementasi inovasi, kegiatan ini berhasil memberikan nilai tambah bagi petani kopi saat ini dan secara jangka panjang berkontribusi dalam swasembada ekspor pada tahun 2020-2024 untuk kemandirian petani kopi lokal Indonesia.
PELATIHAN AKUNTANSI SECARA MANUAL DAN KOMPUTER DENGAN APLIKASI MICROSOFT (EXCEL ) DAN SOFTWARE ( MYOB ) PADA SMK PGRI TUREN KECAMATAN TUREN KABUPATEN MALANG. Arien Anjar Puspitosari Suharso; Retno Wulandari; Andi Nugraha
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JIPkM)
Publisher : STIE Trisna Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.917 KB) | DOI: 10.47232/jipkm.v2i2.245

Abstract

Transaksi keuangan  perusahaan pada umumnya sudah aplikasi dengan software akuntansi, Perusahaan membutuhkan tenaga yang dapat mengaplikasikan akuntansi. Kebutuhan tenaga pelaksana pencatatan transaksi tidak hanya mengambil dari lulusan perguruan tinggi semata akan tetapi biasanya juga mengambil para lulusan dari SMK sesuai bidangnya. Para Lulusan SMK dituntut untuk dapat mengoperasikan salah satu software akuntansi sehingga nantinya pada saat bekerja diperusahaan sudah mengenal dan tidak canggung lagi mengoperasikan software akuntansi. Sumber daya manusia dibidang akuntansi relative masih banyak dibutuhkan. Sumber daya manusia yang berkualitas  dalam suatu perusahaan merupakan faktor yang dominan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena alasan tersebut  Kami sebagai pengabdi kepada masyarakat ingin ikut serta membekali para Siswa SMK khususnya SMK PGRI Turen  agar nantinya setelah lulus dapat menambah skill di bidang akuntansi khususnya akuntansi secara terkomputer. Pembukuan  transaksi  perusahaan  sekarang ini  rata-rata sudah mengaplikasikan komputer dan untuk itu kami mencoba mengenalkan salah satu software akuntansi sebagai alat pembelajaran yaitu Excel dan MYOB. Software ini banyak diajarkan pada sekolah-sekolah menengah atas dan di perguruan tinggi. Tujuan kami untuk mengadakan pelatihan ini agar nantinya para lulusan SMK PGRI Turen  lebih  familier untuk mengoperasikan akuntansi secara komputer. Kata Kunci : Pelatihan akuntansi Komputerisasi dengan Software Excel dan MYOB
THE IMPACT OF CHROME PLATED COPPER CATALYTIC CONVERTERS ON ENGINE PERFORMANCE WAS EVALUATED BY CHASSIS DYNAMOMETER EXPERIMENT Sudirman Rizki Ariyanto; Retno Wulandari; Suprayitno Suprayitno; Muhammad Yandi Pratama; Ata Syifa’ Nugraha
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 24, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v24i1.19679

Abstract

Emissions produced by motorized vehicles greatly contribute to various environmental and health problems. One technology that is currently being developed to reduce the number of emissions in the environment is the catalytic converter. This technology is proven to be able to reduce exhaust emissions well, but how big the impact on engine performance (torque and power) still needs further research. The main objective of this study was to determine the impact of using chrome plated copper (CuCr) catalytic converters on engine performance. The vehicle used in the test is a Yamaha Vixion Lightning 150 CC. Engine performance (torque and power) was measured using the Inertia Chassis Dynamometer test instrument with the SAE J1349 standard. The findings of this study indicate that the use of experimental exhaust results in a decrease in vehicle torque and power. This is certainly a compromising factor that must be accepted, considering that installing a catalyst is the same as increasing the exhaust gas flow barrier. The decrease in torque and power is still in the acceptable category, considering that the average decrease only occurs at about 5% for torque and 7% for power. All these arguments show that since the main purpose of using catalytic converters is to lower exhaust emissions, it makes engine performance lower than expected.
Pengaruh Sosialisasi Bahaya dan Cara Pengelolaan Limbah Batik Terhadap Tingkat Pemahaman Pembatik Desa Sumberejo Evi Susanti; Eli Hendrik Sanjaya; Retno Wulandari; Muh Ade Artasasta; Zarin Nafasari; Muhammad Reza Pahlevi; Sarif Hidayat; Shinta Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.938 KB) | DOI: 10.30998/jpmbio.v1i2.1472

Abstract

Desa Sumberejo merupakan salah satu desa binaan Universitas Negeri Malang yang berada di Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Desa ini terdiri dari enam dusun yakni Dusun Sumbersari, Mulyosari, Krajan, Dokosari, Tlekung dan Sumberwangi. Desa Sumberejo dikenal sebagai desa penghasil batik, dengan branding “Batik Sujo”. Produksi Batik Sujo melibatkan ibu-ibu rumah tangga yang berasal dari berbagai dusun di Desa Sumberejo. UMKM ini memproduksi beberapa lembar kain batik dalam sehari dan setiap produksi menghasilkan limbah, khususnya limbah cair yang dapat menimbulkan pencemaran pada lingkungan. Edukasi mengenai dampak dan pengelolaan limbah cair batik perlu diketahui oleh semua pembatik, sehingga perlu dilakukan sosialisasi mengenai topik tersebut. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui dampak sosialisasi terhadap tingkat pemahaman mengenai bahaya limbah batik dan cara pengelolaannya. Metode penelitian menggunakan Quasi Experimental dengan One Group Pretest Posttest Design, dengan pengambilan subjek menggunakan metode Quota Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi berpengaruh terhadap Pembatik Sujo, karena terjadi peningkatan pemahaman mengenai dampak dan pengelolaan limbah batik meningkat 15%.
Design of Metallic Catalytic Converter using Pareto Optimization to Improve Engine Performance and Exhaust Emissions Sudirman Rizki Ariyanto; Suprayitno Suprayitno; Retno Wulandari
Automotive Experiences Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ae.7977

Abstract

In this paper, Metallic Catalytic Converter (MCC) is installed in motorcycle exhausts to produce the minimum CO as well as to produce the optimum engine power. The results from previous research were collected and then used to predict the best MCC design using the Artificial Neural Network Multi-Objective Genetic Algorithm (ANN-MOGA). In addition, the ANN parameter tuning process was also carried out using the Taguchi method to find the initial weighting and bias that is able to provide the best and the most stable performance to predict the best MCC design. The best two sets of design solutions out of 70 sets of Pareto solutions were obtained by ANN-MOGA. Those two MCC designs are the optimum emission design and the optimum multi-objective design. The verification results show that the optimum multi-objective design tends to be superior in terms of CO emissions and engine power. In terms of CO emissions, the optimum multi-objective design gets a larger S/N ratio of -10.98, while the optimum emission design only gets an S/N ratio of -11.21. Meanwhile, in terms of engine power, the optimum multi-objective design gets a larger S/N ratio of 16.13, while the optimum emission design only gets an S/N ratio of 15.86 S/N. It is in line with the ANOVA test results which show that the optimum multi-objective design is proven to be better than the optimum emission design.
Pemahaman tentang makna pacaran dan perilaku seksual pada remaja awal di Desa Gunung Jati Kabupaten Blitar Retno Wulandari; I Dewa Putu Eskasasnanda; Siti Malikhah Towaf; I Nyoman Ruja; Mely Kurnia
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the meaning of dating for early teens in Gunung Jati Village, Malang Regency, early teens knowledge about sexual education and factors related to sexual behavior. The study used descriptive qualitative research. The results showed that: (1) the meaning of engage for early teens was based on feelings of love and fear of losing ones, for entertain, and sex experience, (2) early teens did not know about the concept of sexual education, (3) the factors of early teens do sexual behavior because of sexual maturity, feeling of being interested and they believe they will marry with their couple, obstruction of desire to marry cause of age, could not resist sexual desire, mass media influence and experience of sexual behavior with their couple. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna pacaran bagi remaja awal di Desa Gunung Jati Kabupaten Malang, serta pengetahuan remaja awal tentang pendidikan seksual, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja awal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) makna pacaran bagi remaja awal; dilandasi karena adanya perasaan suka serta takut kehilangan orang yang disukai, sarana hiburan, dan mencari pengalaman, (2) remaja awal tidak mengetahui tentang konsep pendidikan seksual, (3) faktor penyebab remaja awal melakukan perilaku seksual karena kematangan seksual, perasaan tertarik dan yakin suatu saat akan menikah dengan pacar, terhalangnya keinginan menikah karena umur, tidak dapat menahan hasrat seksual, pengaruh media massa dan pengalaman melakukan perilaku seksual dengan pacar.