Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penurunan Kadar Logam Berat Nikel Limbah Cair Industri Pada Pengolahan Air Limbah Industri Di Karawang Akda Zahrotul Wathoni; Annisa Indah Pratiwi; Farradina Choria Suci
Journal of Industrial Process and Chemical Engineering (JOICHE) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.joiche.2021.v1i2.2440

Abstract

Limbah cair pada umumnya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Salah satu komponen pencemar limbah yang berbahaya adalah adanya pencemar logam berat. Logam Nikel merupakan salah satu cemaran berbahaya jika terdapat dalam air apalagi jika digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Sebelum limbah cair dibuang ke badan sungai, harus memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan sesuai dengan PERMEN LH No. 3 tahun 2010 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Kawasan Industri. Pada penelitian ini dilakukan analisa logam berat pada limbah industri di suatu kawasan di Industri Karawang baik sebelum maupun setelah proses pengolahan limbah untuk mengetahui tingkat cemaran logam berat Nikel pada limbah cair dan efektifitas pengolahan air limbah di Karawang. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengolahan limbah tersebut efektif menurunkan kadar Nikel terlarut dari rata-rata 0,016 mg/L sebelum proses olah menjadi 0,006 mg/L setelah melalui proses pengolahan air. Penurunan kadar Nikel terbesar selama penelitian dilakukan mencapai 94 % pada sampel pertama. Kandungan Nikel dalam air baku maupun outlet telah memenuhi standar baku mutu Permen LH No.3 Th.2010 yaitu batas makasimal yaitu 0,5 mg/L
Analisis Metode Moving Average, Exponential Smoothing, dan Arima dalam Peramalan Permintaan untuk Pengendalian Stok Floor Rear : (Studi Kasus : PT. SAI) Windi Nurlaela; Annisa Indah Pratiwi; Hilda Tri Yulianti
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1134

Abstract

Banyaknya permintaan yang fluktuasi menjadi permasalahan utama dalam pengendalian persediaan, khususnya pada komponen penting seperti floor rear di PT SAI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta membandingkan tiga metode peramalan, yaitu Moving Average (MA), Exponential Smoothing (ES), dan Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA),  Dari tiga metode pramalan tersebut digunakan untuk memperoleh metode prediksi yang paling akurat untuk mendukung efisiensi pengendalian stok. Data historis permintaan digunakan sebagai dasar perhitungan, sedangkan tingkat akurasi dievaluasi menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Moving Average 3 Bulan menghasilkan tingkat akurasi terbaik dengan nilai MAPE sebesar 2,935%, lebih rendah dibandingkan ARIMA (3,761%) maupun Exponential Smoothing (4,418%). Artinya, Moving Average lebih tepat digunakan dalam memprediksi kebutuhan produk floor rear di PT SAI. Implikasi dari temuan ini sangat signifikan bagi manajemen persediaan perusahaan, karena penerapan metode terbaik dapat menekan risiko overstock maupun stockout, serta mendukung proses rantai pasok yang lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan permintaan.
Analysis of Uncertainty Factors of Rice Availability in Karawang Regency Using a Dynamic System Approach Anditania Sari Dwi Putri; Annisa Indah Pratiwi; Annisa Nurizzati
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.8065

Abstract

Karawang Regency serves as a crucial national granary, playing a vital role in supporting food security. This study analyzes how climate change, shifting agricultural land areas, productivity, and population growth impact rice availability. Additionally, it models simulations to maintain stable rice supplies using a system dynamics approach. The model was developed using Causal Loop Diagrams (CLD) and Stock Flow Diagrams (SFD), and subsequently validated through Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The validation results showed MAPE values of 5.6% for rice production and 3.2% for rice consumption, indicating that the model is valid. Simulation results revealed that although rice production is projected to remain higher than consumption, rice availability is expected to decline until 2046. Scenario analysis demonstrated that increasing productivity has the greatest influence on improving rice availability. First scenario consisting of a productivity level of 8 tons/ha, an annual change in agricultural land area of 65 ha, a population growth rate of 0.5%, and a maximum temperature increase of 0.35°C is projected to produce approximately 539,959 tons of rice availability by 2046. The proposed model can serve as a decision support system for local governments in maintaining food security through simulation-based policy planning by incorporating the effects of flooding, paddy grain prices, rice prices, and rice distribution and supply chain dynamics.
Analisis Upaya Preventif Ketidakpastian Pasokan Bahan Baku melalui Pendekatan Safety Stock dan Reorder Point Yuni Susilawati; Ade Suhara; Amallia Amallia; Annisa Indah Pratiwi; Suryadi Suryadi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.140

Abstract

PT. Tri Jaya Teknik merupakan perusahaan dengan sistem produksi make-to-order yang menghadapi ketidakpastian pasokan berupa keterlambatan pengiriman dan kesulitan memperoleh bahan baku sesuai spesifikasi yang berpotensi menghambat proses produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pengadaan bahan baku, mengidentifikasi risiko keterlambatan pengadaan, serta menentukan pengendalian persediaan menggunakan metode Safety Stock dan Reorder Point (ROP). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada bagian purchasing, meliputi data pembelian besi hollow berukuran 60 × 60 × 2,3 mm dan lead time pengadaan selama Januari–April 2026. Data pembelian digunakan sebagai proksi permintaan karena data pemakaian material belum terdokumentasi lengkap. Analisis menunjukkan adanya risiko pengadaan yang berkaitan dengan ketidakpastian ketersediaan material, variasi kinerja pemasok, dan keterlambatan pengiriman. Hasil pengolahan menunjukkan rata-rata permintaan sebesar 54,98 batang per hari dengan standar deviasi 24,85 batang per hari. Pada tingkat pelayanan 95% dan lead time normal dua hari, diperoleh Safety Stock sebesar 58 batang dan ROP sebesar 168 batang. Kedua metode dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pengadaan yang lebih terukur untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku dan keterlambatan produksi. Namun, hasilnya perlu dievaluasi menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang dan data pemakaian yang lebih lengkap.
MENANGGULANGI LINE STOP PRODUKSI ASSEMBLING AKIBAT DELAY SUPPLY PPC WAREHOUSE DENGAN METODE SMART Achmad Yusuf Nazara; Annisa Indah Pratiwi
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/r4b4dt51

Abstract

Proyek QCC ini bertujuan untuk mengatasi keterlambatan suplai part D01N di gudang, yang berdampak signifikan pada efisiensi produksi. Berdasarkan analisis menggunakan diagram sebab-akibat dan Pareto, ditemukan bahwa 79,8% masalah keterlambatan disebabkan oleh proses Install Hub Assy Synchronizer No.1. Penyebab utama meliputi metode unboxing yang tidak efisien, kapasitas rak yang tidak memadai, dan pekerjaan tambahan seperti robbing gear part. Faktor lain, seperti hilangnya kartu kanban dan kerusakan forklift, juga turut memengaruhi. Solusi yang diusulkan meliputi optimalisasi metode unboxing melalui pemetaan konten gear part, penyesuaian kapasitas rak sesuai kebutuhan produksi, dan penggunaan alat bantu otomatis untuk mengurangi proses manual. Selain itu, dilakukan penjadwalan ulang pemeliharaan forklift dan perbaikan manajemen kartu kanban. Implementasi solusi ini diharapkan dapat mengurangi waktu keterlambatan, meningkatkan kelancaran alur kerja, dan menyelaraskan kinerja gudang dengan lini produksi. Proyek ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam mengatasi masalah operasional untuk mencapai efisiensi maksimal.
PENGUATAN RANTAI PASOK HILIR BANK SAMPAH MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK LILIN AROMATERAPI BERBAHAN MINYAK JELANTAH DI DESA JOMIN BARAT, KECAMATAN KOTABARU Annisa Indah Pratiwi
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/5cqett95

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang volumenya terus meningkat dan berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengolahan, sementara kesadaran masyarakat terhadap risiko tersebut masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan rantai pasok hilir bank sampah di RW 08 Dusun Rawamas, Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, melalui diversifikasi produk berupa lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Kegiatan dilaksanakan melalui dua tahap oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Buana Perjuangan Karawang pada 19 Juni dan 12 Juli 2026, meliputi sosialisasi bahaya minyak jelantah, formulasi dan uji mutu produk, pelatihan produksi berbasis learning by doing, edukasi Harga Pokok Penjualan, serta pengenalan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lilin aromaterapi yang dihasilkan memenuhi standar mutu fisik dasar (warna, aroma, tekstur homogen, waktu bakar sekitar dua jam), sementara warga memperoleh pemahaman mengenai jalur hilir bank sampah, mulai dari pengumpulan bahan baku, produksi, hingga potensi pengemasan dan pemasaran. Kegiatan ini terbukti menjadi langkah awal yang efektif dalam mengintegrasikan pengelolaan limbah rumah tangga ke dalam rantai nilai ekonomi sirkular berbasis bank sampah, meskipun keberlanjutannya masih memerlukan pendampingan lanjutan pada aspek pengendalian mutu, pencatatan biaya, dan pengembangan pasar