Dwi Hidayah
Faculty of Medicine, Sebelas Maret University

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Hubungan Kadar Malondialdehid dengan Usia Kehamilan pada Bayi Kurang Bulan Hidayah, Dwi; Suryani, Fitri Ika; Rachma, Ulfa Puspita
Sari Pediatri Vol 25, No 5 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.5.2024.292-6

Abstract

Latar belakang. Selama beberapa dekade terakhir, angka kelahiran kurang meningkat di seluruh dunia. Bayi baru lahir, terutama Bayi Kurang Bulan sangat rentan terhadap stres oksidatif karena ketidakseimbangan antara peningkatan produksi Reactive Oxygen Species dan kurangnya kemampuan antioksidan. Adanya cedera oksidatif dapat dilacak dengan pengukuran penanda, malondialdehid hasil dari peroksidasi lipid.Tujuan. Untuk menilai hubungan kadar malondialdehid dengan usia kehamilan, berat lahir, dan asfiksia pada Bayi Kurang Bulan Metode. Penelitian cross-sectional dilakukan pada Bayi Kurang Bulan (Usia Kehamilan 28 - < 37 minggu) yang lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi pada bulan Mei - November 2021. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara consecutive. Variabel bebas adalah kadar malondialdehid, variabel terikat adalah Usia Kehamilan, Berat Lahir, dan asfiksia. Data dianalisis secara statistik dengan uji Kolmogorov-Smirnov, dan nilai p<0,05 dianggap signifikan. Hasil. Didapatkan 42 subjek sebagian besar Usia Kehamilan 28 – < 34 minggu 25 subjek (59,52%) dan 17 subjek (40,48%) ?34 – 37 minggu. Rerata kadar malondialdehid adalah 49,9 nmol / mL. Tidak ada hubungan signifikan kadar malondialdehid dengan Usia Kehamilan [p = 0,301; IK95% = (-2,93) – 9,27], BL [p = 0,867; IK95% = (-11,19) – 9,50] dan asfiksia [(p= 0,168), IK95% = (-10,87) – 1,95].Kesimpulan. Kadar malondialdehid pada Bayi Kurang Bulan tidak berhubungan dengan Usia Kehamilan, Berat Lahir, dan asfiksia.
Pengaruh Perawatan Paliatif Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan Sianotik Pratomo, Satrio; Artiko, Bagus; Hidayah, Dwi
Sari Pediatri Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.1.2024.23-9

Abstract

Latar belakang. Penyakit jantung bawaan sianotik merupakan kelainan jantung yang didapatkan sejak lahir dengan gejala yang bervariasi dari ringan hingga berat. Anak dengan penyakit jantung bawaan membutuhkan perawatan paliatif selain penanganan medis dari tenaga medis profesional. Perawatan Paliatif tersebut memerlukan pengembangan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup anak dengan penyakit jantung bawaan sianotik. Tujuan. Mengetahui pengaruh perawatan paliatif terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien anak dengan penyakit jantung bawaan sianotik. Metode. Pasien anak dengan penyakit jantung bawaan sianotik usia dua hingga kurang dari 18 tahun yang berobat di bagian kardiologi anak Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi. Desain penelitian adalah uji acak terkontrol. Subjek penelitian dibagi menjadi dua grup dengan cara matching dan didapatkan grup kontrol dan intervensi yang masing-masing mendapat perawatan paliatif selama tiga bulan. Penilaian kualitas hidup subjek sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan kuosioner PedsQL kardiologi.Hasil. Sejumlah 40 subjek dibagi menjadi kelompok intervensi (20) dan kelompok kontrol (20). Sebanyak 11 pasien dalam kelompok usia 2-4 tahun di grup intervensi memiliki penurunan nilai PedsQL dari rerata 73,9 menjadi 63,2 yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup dengan hasil uji statistik pair t test p<0,001 (P<0,05). Pada kelompok usia 5-7 tahun di grup intervensi, terdapat 6 pasien dengan penurunan nilai PedsQL dari rerata 77,5 menjadi 63,4 dengan hasil uji statistik p<0,001 (P<0,05). Sebanyak 3 pasien pada kelompok usia 8 hingga kurang dari 18 tahun di grup intervensi menunjukkan penurunan hasil nilai PedsQL dari rerata 82,8 menjadi 72,7 dengan hasil uji statistik p<0,001 (P<0,05). Hasil uji statistik tiap kelompok usia menunjukkan nilai yang bermakna dengan signifikansi p<0,001.Kesimpulan. Perawatan paliatif dapat meningkatkan kualitas hidup anak dengan penyakit jantung bawaan sianotik usia dua hingga kurang dari 18 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi, Surakarta.
Perbedaan Perubahan Kadar Hormon Tiroid pada Bayi Kurang Bulan melalui Pemeriksaan Fungsi Tiroid Serial Al Khusna, Nandia Permata Rahma; Hidayah, Dwi; Giri Moelyo, Annang
Sari Pediatri Vol 26, No 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.2.2024.85-90

Abstract

Latar belakang. Hipotiroid kongenital merupakan gangguan hormon yang terjadi pada bayi baru lahir dimana ditemukan kadar hormon tiroid yang rendah. Pada bayi kurang bulan dan berat lahir rendah dapat mengalami hipotiroksinemia tanpa disertai peningkatan thyroid stimulating hormone. Hal ini bersifat sementara dan akan meningkat seiring pertambahan usia. Tujuan. Menilai perbedaan perubahan kadar hormon tiroid pada bayi kurang bulan melalui pemeriksaan fungsi tiroid serial serta faktor risiko yang berhubungan dengan hal tersebut.Metode. Kohort prospektif dengan melakukan pemeriksaan TSH dan FT4 serial pada BKB di NICU dan HCU Neonatus RSUD Dr. Moewardi bulan Oktober 2022 hingga Januari 2023. Pengambilan sampel dilakukan pada BKB dengan usia kehamilan < 32 minggu dan 32 s/d <37 minggu pada usia 48-72 jam dan 2 minggu. Hasil pengamatan dideskripsikan dengan mean±SD, analisis data dengan SPSS 22 dan dinyatakan signifikan apabila uji menghasilkan p?0,05.Hasil. Didapatkan nilai TSH dan FT4 yang semakin turun pada usia 48-72 jam dan 2 minggu pada kelompok usia kehamilan <32 minggu (TSH p= 0,221; FT4 p=0,008) dan 32 s/d < 37 minggu (TSH p=0,037; FT4 p=0,013). Faktor yang berpengaruh adalah berat badan lahir bayi dimana ditemukan perbedaan signifikan pada berat bayi lahir sangat rendah (p=0,021).Kesimpulan. Bayi prematur, terutama dengan berat lahir sangat rendah, cenderung mengalami hipotiroksemia prematur. Pemeriksaan fungsi tiroid secara berkala sangat penting untuk memantau perkembangan bayi dan mencegah komplikasi jangka panjang.