Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Fraksi Pasir Dalam Campuran Tanah Lempung Terhadap Nilai CBR dan Indeks Plastisitas Untuk Meningkatkan Daya Dukung Tanah Dasar Lusmeilia Afriani; Yan Juansyah
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 20, No 1 (2016): Edisi April 2016
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CBR-value is used as an index of soil strength and bearing capacity. This value is broadly used and applied in design of the base and the sub-base material for pavement. Sand –stabilized soils are often used for the construction of these pavement layers and also for embankments. CBR-value is a familiar indicator test used to evaluate the strength of soils for these applications. CBR-test was conducted to characterize the strength and the bearing capacity of the studied soils and their mixtures with sand. CBR-values of the diference soils, compacted at optimum water content, Atterbeg limit are given in this report. All the specimens were prepared using a standard proctor test. The results of the research will be made in the form of a graph on the relationship between the value of CBR to the liquid limit., LL, maximum dry density. The results also will display the graphic relationship between the plasticity index with content of sand fraction and clay fraction. The test results show that the Atterberg limits that a percentage of the original soil and addition of sand. ff (loose soil). The results showed that Relationships LL CBR value and the fraction of sand fraction that the lower the value of LL will increase the value CBRnya. The results showed that the content of the sand can increase the value CBRn. CBR value is highest at 71.11% sand content.
Study Analisis Penurunan Tanah Lempung Lunak dan Lempung Organik Menggunakan Pemodelan Matras Beton Bambu dengan Tiang Iswan Iswan; Lusmeilia Afriani; Ikratul Herman
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 20, No 3 (2016): Edisi Desember 2016
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the magnitude of the decline in clay, by comparing the reduction in soft clay soil of the village Belimbing Sari and organic clay from the village of Beteng Sari, using concrete reinforcement mats and bamboo poles to increase the carrying capacity of the land, because the clay when getting the imposition of the will experience a significant drop. This research was conducted by making test Boks modeling land subsidence, and perform impairment testing ground that has been given concrete reinforcement using a bamboo mat with a pole on soft clay soil of the village Belimbing Sari and organic clay from the village of Beteng Sari. Using weights ranging from 0.2 kg/cm2, 0.3 kg/cm2, 0.4 kg/cm2, 0.5 kg/cm2. Testing was conducted on the impairment testing ground to seek consolidation coefficient (Cv), congestion coefficient of volume (Mv), compression index (Cc) and coefficient of compression (Av). Based on the research results, the test box, the decline in clay is lower than the original soil testing, this happens because the test soil reinforcement box has been given a concrete form bamboo mat with a pole. From this it can be concluded that the carrying capacity of the clay to get better after being given reinforcement.
Pengaruh Waktu Perendaman Terhadap Uji Kuat Tekan Paving Block Menggunakan Campuran Tanah, Semen Dan Abu Sekam Padi dengan Alat Pemadat Modifikasi Iswan Iswan; Lusmeilia Afriani; Hedi Saputra
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 20, No 2 (2016): Edisi Agustus 2016
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving block is made of by mixturing cement portland or other hidrolic material, water, and agre- gate or without any other material. In this research paving blok will be made by using of soil, ce- ment, and rice husk ash. Besides, soaking of paving block is aimed to improve compressive the paving block that is suitable with SNI 03-0691 (1996). The samples of soil that is used came fromq ITERA, South Lampung. The making of paving block samples consists of two stages. First, mixture A (10% of cement, 5% of rice husk ash, 85% of silt soil) and mixture B (15% of cement, 5% of rice husk ash, 80% of silt soil) and the making of samples in the second stage is to deter- mine the effect of immersion of compressive the paving block in which the samples using is sam - ples with optimum compressive result from making samples in the firsh strage by time variant in 0 day, 7 days, 14 days, 21 days and 28 days and also by doing pre-burning and post-burning. From the experiment result of innovation compressive this paving block includes to the quality class D and absorption of paving block that is made of mixturing soil, cement, and rice husk ash is not ap- propriate with SNI 03-0691 (1996). The adding of rice husk ash gives a little influence in improv- ing compressive of paving block. The soaking that is done to paving block causing the decrease of compressive till 45,7%. The highes compressive produced by paving block post-burning during immersion 0 day that is 11,70 Mpa.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN JALAN PADA JALAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN JALAN PUNCAK V GUMAWANG KECAMATAN BELITANG Ivan Sukastian; Dikpride Despa; Lusmeilia Afriani
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.329 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.51

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan sarana perhubungan sesuai juga dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di Kecamatan Belitang. Untuk itu diperlukan suatu jaringan jalan yang terencana, sehingga berbagai hambatan yang terjadi dapat di atasi sendini mungkin agar terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi para pemakai jalan. Salah satu hambatan pada jalan adalah bila terjadi kerusakan pada jalan tersebut. Pertambahan volume lalu lintas menyebabkan terjadinya penambahan kepadatan lalu lintas yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan, hal ini akan menimbulkan masalah seperti terjadinya kecelakaan lalu lintas dan kerusakan jalan yang dapat mengganggu tingkat kinerja atau pelayanan dari jalan tersebut. Penggunaan jalan yang lebih pendek jarak tempuhnya selalu dicari oleh setiap pemakai jalan agar perjalanan mereka cepat sampai. Pada jalan lingkungan pemukiman mempunyai spesifikasi konstruksi yang berbeda karena jalan ini termasuk jalan kelas rendah dengan rencana lalu lintas yang melewatinya bukan kendaraan yang berat karena jalan ini untuk keperluan penduduk yang ingin melakukan perjalanan untuk mencapai tujuannya. Karena jalan lingkungan pemukiman ini dibuat dengan spesifikasi yang rendah maka rawan terhadap terjadinya kerusakan. Kerusakan ini bisa berawal dari permukaan jalannya (surface) juga bisa akibat pondasi jalannya yang kurang stabil (labil), tujuan dari penelitian ini adalah: Mengetahui berapa macam jenis-jenis kerusakan jalan yang ada pada literatur yang terkait dengan kerusakan jalan. Mengetahui berapa macam jenis kerusakan jalan yang ada pada lingkungan di jalan Puncak v Gumawang Kecamatan Belitang, metodologi dari penelitian ini adalah evaluatif dan kooperatif, dalam arti mengevaluasi jenis kerusakan jalan yang ada menurut literatur sesuai dengan judul penelitian ini
Review Perencanaan Teknis Jembatan Sungai Burnai di Desa Bungin Jaya terhadap Peningkatan Layanan Transportasi antara Desa Bungin Jaya dan Desa Kota Tanah, Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Habibi Nur Arifin; Dikpride Despa; Lusmeilia Afriani
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.976 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.60

Abstract

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) merupakan daerah yang berbasis agraris dengan penopang utama ekonomi masyarakat berasal dari sektor pertanian. Untuk menunjang kelancaran kegiatan perekonomian antar daerah, salah satu infrastuktur utama yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah jembatan. Untuk mendapatkan hasil dan fungsi bangunan atau struktur jembatan yang tepat, dibutuhkan perencanaan teknis yang tepat pula. Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang memiliki program perencanaan dan pembangunan jembatan, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan jalan atau transportasi di wilayah Kabupaten, sehingga diharapkan akan terwujudnya konektifitas yang baik antar desa yang didominasi oleh sektor pertanian. Dengan demikian diharapkan pula akan meningkatkan transportasi dan arus distribusi hasil-hasil pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan review terhadap perencanaan teknis Jembatan Sungai Burnai di Desa Bungin Jaya, Kecamatan Semendawai Timur, yang menghubungkan 2 (dua) desa di Kecamatan Semendawai Timur, yaitu Desa Bungin Jaya dan Desa Kota Tanah. ßßKondisi saat ini, dengan tidak adanya lagi jembatan penghubung antar kedua desa tersebut, jalan penghubung yang semula ada pun hilang fungsinya, sehingga masyarakat setempat harus memutar menggunakan jalan yang jarak tempuhnya lebih panjang dan membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama.
Perbandingan Hitungan Debit Banjir Menggunakan Data Curah Hujan Pada Stasiun Penakar Hujan Polinela Dengan Stasiun Penakar Hujan Bandar Lampung OFIK TAUPIK PURWADI; LUSMEILIA AFRIANI; IRZA SUKMANA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem hidrolgi dalam ekosistem DAS mempunyai karakteristik spesifik dengan unsur utama seperti jenis tanah, jenis penutupan lahan, kemiringan, topografi, dan panjang lereng yang dapat mempengaruhi evapotranspirasi, infiltrasi, limpasan, debit, dan aliran sungai. Jika intensitas curah hujan melebihi laju infiltrasi, maka kelebihan air mulai berakumulasi sebagai cadangan permukaan. Bila kapasitas cadangan permukaan dilampaui, maka limpasan permukaan mulai sebagai suatu aliran lapisan yang tipis. Lama waktu hujan, intensitas, dan penyebaran hujan mempengaruhi laju volume limpasan permukaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan nilai hujan rata-rata maksimum, menghitung debit banjir rencana, dan membandingkan data hujan antar stasiun hujan. Nilai hujan rata-rata maksimum pada stasiun Polinela dari tahun 2007-2016 sebesar 94,66 mm sedangkan pada stasiun Bandar lampung dari tahun 1995-2014 sebesar 29,83 mm, dari hasil pengolahan data pada stasiun curah hujan polinela tahun 2013 didapatkan nilai R maksimum 107,2 mm, sedangkan pada stasiun Bandar lampung nilai R max lebih besar yaitu 177,41 mm pada tahun 2006, setelah mendapatkan Rmax maka dapat dihasilkan nilai debit banjir rencana pada stasiun polinela sebesar 0,1840 sedangkan pada stasiun hujan Bandar lampung sebesar 141,8 .
Tingkat Kepadatan Tanah Terhadap Perilaku Dung Beetle 2016_Monica destia; Bainah Sari Dewi; Lusmeilia Afriani; Sugeng P Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i2.5222

Abstract

Dung beetle hidup dan berkembang di dalam kotoran satwa yang memiliki peran dalam menyebarkan dan penyelamatan benih. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perilaku dung beetle terhadap kepadatan tanah dan sifat fisik tanah pada habitat dung beetle. Lokasi penelitian di Blok Lindung Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Universitas Lampung pada Tahura Wan Abdul Rachman pada bulan Agustus-November 2020. Penelitian menggunakan metode observasi langsung dan analisis laboratorium kekerasan tanah. Hasil menunjukkan perilaku dung beetle ukuran besar mampu menggali tanah lebih dalam sebesar 84 mm dan membawa feces lebih banyak daripada dung beetle ukuran sedang dan kecil yaitu sebesar 68 mm dan 41 mm. Arboretum VII dan IX memiliki kadar air rata-rata di lapangan 36,65% dan 33,22%; berat jenis rata-rata tanah 2,36 gr dan 2,47 gr; berat volume tanah kering rata-rata 1,27 gr/cm3 dan 1,39 gr/cm3; persentase lolos saringan No.40 sebesar 86,99% dan 79,60%; pemadatan tanah standar di dapatkan nilai kadar air optimum 20,19% dan 26,96% dengan tingkat kepadatan 1,07gr/cm3 dan 1,06 gr/cm3. Kadar air di lapangan berdampak pada perilaku dung beetle dalam menggali tanah. yaitu pada Arboretum VII terdalam 84 mm sedangkan Arboretum IX yaitu 68 mm. Semakin tinggi kadar air maka semakin mudah dung beetle menggali tanah, yang berarti semakin banyak benih yang dapat dibawa dan diselamatkan oleh dung beetle.
Tingkat Kepadatan Tanah Terhadap Perilaku Dung Beetle Monica destia; Bainah Sari Dewi; Lusmeilia Afriani; Sugeng P Harianto
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i2.5233

Abstract

Dung beetle hidup dan berkembang di dalam kotoran satwa yang memiliki peran dalam menyebarkan dan penyelamatan benih. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perilaku dung beetle terhadap kepadatan tanah dan sifat fisik tanah pada habitat dung beetle. Lokasi penelitian di Laboratorium Mekanika Tanah, Fakultas Teknik, universitas  Lampung dengan bahan sampel tanahi Arboretum VII dan IX di Blok Lindung Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Universitas Lampung pada Tahura Wan Abdul Rachman pada bulan Agustus-November 2020. Penelitian menggunakan metode observasi langsung dan analisis laboratorium kekerasan tanah. Hasil menunjukkan perilaku dung beetle ukuran besar mampu menggali tanah lebih dalam mencapai 84 mm dan membawa feces lebih banyak daripada dung beetle ukuran sedang dan kecil yaitu hanya mencapai 68 mm dan 41 mm dengan kadar air tanah 33,22% hingga 51,65%. Semakin dalam dung beetle menggali tanah maka semakin banyak benih yang dibawa dan diselamatkan oleh dung beetle. Arboretum VII dan IX memiliki kadar air rata-rata di lapangan 36,65% dan 33,22%, pemadatan tanah standar di dapatkan nilai kadar air optimum 20,19% dan 26,96% dengan tingkat kepadatan 1,07gr/cm3 dan 1,06 gr/cm3.
Analisis stabilitas lereng dan penanganan longsor di Kabupaten Lahat menggunakan HYRCAN Aurelius Silvanno Krisdiyanto; Aminudin Syah; Iswan Iswan; Lusmeilia Afriani
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 29 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v29i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab longsor serta melakukan analisis stabilitas lereng pada longsor di salah satu jalan lintas Kabupaten Lahat sebelum dan setelah diberi perkuatan.  Metode penelitian yang dilakukan adalah survei lapangan, pengumpulan data tanah serta topografi, dan melakukan pemodelan lereng sebelum dilakukan analisis stabilitas. Software HYRCAN menjadi alat bantu dalam menghitung nilai stabilitas lereng dengan metode Morgenstern-Price. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa hujan menjadi faktor pemicu utama terjadinya longsor pada area badan jalan tersebut. Selain itu jenis tanah yang didominasi oleh lempung serta kondisi kemiringan lereng yang curam menjadi faktor lainnya. Hasil analisis stabilitas menunjukkan nilai faktor aman pada kondisi eksisting sebesar 1,288 pada kondisi statis dan 1,013 pada kondisi dinamis. Peningkatan nilai faktor aman terjadi setelah diberi perkuatan, dengan nilai angka aman tertinggi dimiliki perkuatan soil nailing + shotcrete dengan nilai 1,665 pada kondisi statis dan 1,264 pada kondisi dinamis.