Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pemberdayaan dalam Pengelolaan Digital Marketing untuk Mewujudkan Desa Wisata Budaya di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Harjadi, Dikdik; Praramdana, Gilang Kripsiyadi; Komarudin, Munir N; Manalu, Vigory G
Empowerment Vol. 4 No. 01 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i01.4200

Abstract

Kecamatan Cigugur merupakan sebuah Kecamatan yang terletak di Kaki Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan. Dengan keindahan alamnya dan udaranya yang sejuk ini membuat masyarakatnya sebagian besar berprofesi di bidang perkebunan, pertanian  dan peternakan. Namun saat ini masyarakat mulai memanfaatkan keindahan alamnya sebagai objek pariwisata. Hal ini ditandai dengan banyaknya bermunculan tempat wisata baru maupun cafe and restoran yang berjejer sepanjang jalan khususnya Desa Cisantana Kecamatan Cigugur. Namun jika dilihat lebih dalam penggunaanya saat ini digital marketing masih belum dilakukan maksimal oleh pihak pengelola wisata desa cisantana, padahal ketika menggunakan digital marketing dapat meningkatkan penjualan. Permasalahan yang ada di Desa-Desa Wilayah Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan ini, adalah bagaimana peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam melestarikan, inventarisasi dan mengembangkan potensi budaya yaitu kearifan lokal, tradisi, & seni  setempat sebagai salah satu tujuan wisata budaya, bagaimana aspek pendampingan pengelolaan digital marketing sebagai media promosi rintisan wisata alam dan budaya  kepada pengelola atau aparatur desa atau kecamatan, dan bagaimana pengelolaan pembentukan rintisan Desa Wisata yang ada di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan.  Hasil dari kegiatan ini masyarakat khususnya para pengelola obyek wisata sudah mulai memahami dimana kegiatan promosi merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan untuk menarik wisatawan, terutama wisatawan asing. Dalam kegiatan ini para pengeola sudah dilatih untuk menggunakan media promosi yang baik dan bijak untuk melakukan promosi kegiatan usaha yang mereka lakukan. Adapun media promosi yang difokuskan adalah intagram dan chanel youtube. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam dua tahapan, yaitu tahap pelatihan dan praktek langsung. Setelah dilakukan prkatek langsung dilakukan evaluasi mengenai kegiatan promosi yang sudah dilakukan.
CERITA RAKYAT DI KABUPATEN KUNINGAN SEBAGAI RUJUKAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN BAHASA SUNDA; KAJIAN FOKLOR Asep Jejen Jaelani; Gilang Kripsiyadi Praramdana
Jurnal Semantik Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Number 1, February 2019
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.583 KB) | DOI: 10.22460/semantik.v8i1.p50-56

Abstract

Dari hasil analisis sample data, baik bersumber pustaka maupun responden tokoh ditemukan 19 (Sembilan belas) kumpulan cerita rakyat. Genre yang ada dari ke-sembilanbelas kumpulan cerita rakyat tersebut meliputi: 1) enam genre sasakala (legenda), 2) empat genre dongéng sasatoan (fabel), 3) dua bergenre mite (cerita mitos), 4) tiga genre kehidupan  manusia (farabel), dan 5) empat bergenre babad (cerita asal muasal kejadian tempat). Dari 19 (sembilan belas) data cerita rakyat, 7 (tujuh) diantaranya cerita rakyat has yang tersebar turun temurun di masyarakat Sunda Kabupaten Kuningan, sedangkan 12 kumpulan cerita rakyat  lainnya merupakan cerita rakyat masyarakat Sunda Jawa Barat dan Banten yang tersebar di masyarakat Kuningan. Dari penjabaran nilai moralitas yang ditemukan yaitu: (1) moral manusia kepada tuhan (MMT), yang berjumlah 3 (tiga) cerita rakyat (15%), berjudul “Nyi Anteh, Tukang Kai, jeung Syekh Abdul Qodir Jaélani”; (2) moral manusia terhadap dirinya (MMD), berjumlah  2 cerita ( 10,5 %), berjudul “Ciung Wanara dan  Sangkuriang”; (3) moral manusia terhadap manusia (MMM), berjumlah  11 cerita rakyat ( 57,8 %), berjudul “Embah Dako, Syeh Abdul Qodir Jaélani, Sasakala Cigugur, Sasakala Batu Ceurik, Hawangan Surakatiga, Sakdang Kuya jeung Monyet Ngalanangka, Oray cai Teu Peurahan, Sireum jeung Gajah, Nyi antéh, Ciung Wanara, dan Maung Panjalu”; dan (4) Moral manusia terhadap alam (MMA), berjumlah 5 (lima) kumpulan cerita rakyat (26%), berjudul “Hayam Pelung, Sasakala Cigugur, Hawangan Surakatiga, Sasakala Jalaksana, Sakadang Kuja Jeung Maung Silih Duruk ”. sedangkan (5) Moral manusia terhadap waktu (MMW) ada 3 (tiga) cerit rakyatr (15%), berjudul “Sangkuriang, Si Kabayan di Cukur, dan Sakadang Kuya jeung Maung silih Duruk”  
NILAI MORALITAS DALAM LEGENDA MASYARAKAT SUNDA “CIUNG WANARA” VERSI PLEYTE (CWP) “TJARITA TJIOENG WANARA” (PENDEKATAN SEMANTIK) Gilang Kripsiyadi Praramdana; Aceng Ruhendi Syaifullah; Asep Jejen Jaelani
Jurnal Semantik Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9 NUMBER 1, FEBRUARY 2020
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/semantik.v9i1.p51-58

Abstract

In this 21st century, the spotlight on character education is a priority research goal, and researchers intend to find character values in one of Ciung Wanara's stories. This research has several specific objectives; 1) Describe the text of the story / fairy story of Ciung Wanara, 2) Interpret the morality values (values) contained in the Ciung Wanara story using a semantic approach. The researcher uses the analytical description method. The element of local wisdom implied in it. the morality values found in Ciung Wanara manuscript are: (1) human morality to God (MMT), which explains in the conversation of 2 (two) storytellers namely nini and balangantrang battery. (Grateful for God's creation) (14%), (2) human morals towards humans (MMS), found there were 5 (five) dominant conversations; a) Aki and Nini balangantrang, b) the conversation of the King and Ciung Wanara, c) the statement and treatment of the Resigned Goddess Naganingrum (71%), then (3) Human morality towards nature (MMA) amounted to 1 (one) treatment figure, namely Ciung Wanara statement regarding the beauty of the forms of two animals namely Ciung (Chicken) and Animal Wanara (Monkey) (14%), after summarizing the morality values contained in the script of the story "Ciung Wanara" predominantly leads to the value of Human Morality against fellow Humans (MMM) as much 71%. while other moral values are not interpreted (non-categories).
GOBAK SODOR DAN BENTENGAN SEBAGAI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES BERBASIS KARAKTER PADA SEKOLAH DASAR Pajar Anugrah Prasetio; Gilang Kripsiyadi Praramdana
Pedagogi Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.772 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v7i1.2858

Abstract

Pada kajian penelitian terdahulu, terdapat muatan pendidikan karakter dalam setiap permainan tradisional. Guru yang mengajarkan Gobak Sodor dan Bentengan, dua permainan tradisional yang melatih kemampuan motorik, sering tidak memperhatikan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter siswa yang dapat terbentuk melalui kedua permainan tradisional tersebut. Sementara, pembelajaran Penjasorkes dan permainan tradisional merupakan konsep yang beriringan dan dapat membentuk karakter yang baik bagi siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SD dan guru Penjasorkes di SDN 3 Awirarangan, SDN 2 Kuningan, dan SDN 10 Kuningan. Peneliti sebagai human instrument menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Analisis dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Pelaksanaan olahraga permainan tradisional dalam pembelajaran Penjasorkes berbasis karakter yang dilaksanakan di SDN 3 Awirarangan, SDN 2 Kuningan, dan SDN 10 Kuningan dapat memunculkan nilai-nilai karakter siswa seperti kerjasama, percaya diri, jujur, tanggung jawab, toleransi, saling menghargai, dan disiplin. Peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan permainan tradisional dalam pembelajaran Penjasorkes merupakan salah satu sarana alternatif yang dapat membentuk karakter siswa sekolah dasar.Kata Kunci: permainan tradisional; penjasorkes; pendidikan karakter
Optimalisasi kesiapan guru Sekolah Dasar mengadapi Kurikulum Merdeka di SDN Sukaperna I Kecamatan Talaga Majalengka Febby Fajar Nugraha; Gilang Kripsiyadi Praramdana; Pajar Anugrah Prasetio
Abdimas Siliwangi Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i1.14462

Abstract

 The rapid development of technology and the high needs of society demand a better curriculum reorientation. The independent curriculum is the answer to human needs in the world of education. The implementation of the independent curriculum in early 2022 has a positive impact on the development of the world of education because it answers the community's need for high-quality education. However, in its implementation, the independent curriculum needs acceleration in its implementation, currently, only the driving school facilitators are the spearhead of the independent curriculum socialization activities. With this, the school still feels confused about implementing the independent curriculum. The purpose of this activity program is to provide training and mentoring for teachers who are required to implement an independent curriculum in order to improve the quality of education in elementary schools. The method used in this Community Service is through a workshop, lecture, question and answer approach, and mentoring in implementing the independent curriculum, with the mentoring process expected to provide opportunities for teachers according to the training theme. This community service activity can provide direct benefits to partners in improving understanding and skills related to independent curriculum implementation activities, indicators of the success of community service activities are marked by the enthusiasm of the teachers in participating in training activities.   
Pengembangan ekowisata melalui peningkatan kemampuan fasilitator outbound di Desa Cihaur Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka Pajar Anugrah Prasetio; Febby Fajar Nugraha; Gilang Kripsiyadi Praramdana
Abdimas Siliwangi Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i1.14457

Abstract

Ecotourism development through increasing the ability of outbound facilitators is to provide education in improving welfare around ecotourism areas, increasing community productivity in order to form independent villages, and increasing village original income (PAD) through the ecotourism sector. Community Service Activities (PKM) are carried out using an outdoor activity approach, including: (1) Lecture Method, (2) Question and Answer Method, (3) Field Introduction, (4) Field practice and mentoring, and (5) Reflection. The results of Ecotourism Development Through Improving the Capability of Outbound Facilitators in Cihaur Village, Maja District, Majalengka Regency, namely: (1) The insight, knowledge, experience and motivation of outbound facilitators at tourist attractions in developing ecotourism in Cihaur village is increasing. (2) Provide a significant impact on welfare around ecotourism areas, increase community productivity in forming independent villages, and increase village original income (PAD) through the Cihaur Village Pine Forest ecotourism sector
Peningkatan peran karang taruna dalam mewujudkan kesadaran dan tanggung jawab sosial generasi muda untuk mencegah permasalahan sosial di Desa Sukaperna Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka Febby Fajar Nugraha; Pajar Anugrah Prasetio; Gilang Kripsiyadi Praramdana; Ikhwan Setia Nugraha; Amran Rivan Ramdani
Abdimas Siliwangi Vol. 7 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v7i1.21453

Abstract

Permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, khususnya di kabupaten majalengka berdasarkan pemaparan Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Edwin Affandi dalam konfrensi pers yang dipublikasi oleh Pikiran Rakyat menunjukan angka kriminalitas di kabupaten majalengka pada tahun 2022 meningkat 58 persen dibanding tahun 2021, itu dari 282 kasus menjadi 444 kasus. Angka tersebut didominasi oleh kasus pencurian disertai kekerasan. untuk meningkatkan peran karang taruna berdasarkan pasal 4 permensos 25 tahun 2019 yaitu mewujudkan kesadaran tanggung jawab sosial setiap generasi muda dalam mengantisipasi, mencegah, dan menangkal berbagai permasalahan sosial khususnya dikalangan generasi muda. Metode yang dilakukan pengusul yaitu menggunakan Teknik pembinaan kelompok, kegiatan pembinaan berfokus pada berkembangnya keterampilan kepemimpinan atau sosial atau mengembangkan karakter seseorang. Karang taruna sebagai mitra perannya sebagai peserta kegiatan. Kemudian peran pengusul menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan. Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali pertemuan. Hasil dari kegiatan ini menunjukan hal yang positif, dilihat dari antuasisme anggota karang taruna dibersamai oleh pemerintah desa mengikuti pelatihan dengan baik, proses analisis permasalahan sosial dan perumusan solusi untuk permasalahannya didiskusikan dengan baik melalui proses yang matang.
ANALYSIS OF CHARACTER VALUES IN THE TRADITIONAL GAMES COLLECTION OF SEREN TAUN CUSTOM RITUALS: AN ETNOGRAPHIC STUDY Praramdana, Gilang Kripsiyadi; Nugraha, Febby Fajar
PrimaryEdu : Journal of Primary Education Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4, Number 2, September 2020
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/pej.v4i2.1775

Abstract

Character education has a major aim to develop quality and excel the human resources. It is based on the Republic of Indonesia's National Education Objectives. The values of this nation's character education are embedded in the ancestral heritage, one of them is a traditional game. The descriptive-analytic method with an ethnographic approach that we used in this study was to analyze and describe the phenomena. Therefore, we chose the Spradley ethnographic method (cognitive anthropology) as a method with phased progressive research (The Developmental Research Sequence). Based on 15 traditional games in the Ritual AdatSerenTaun in Cigugur, we have classified potential major character values which include: (1) five (33%) types of games have independent major character values; (2) seven (46%) types of games have gotongroyong major character values; and (3) four (27%) types of games have integrity major character value. While both religious and nationalist major character values have not been found based on our analysis of 15 types of games in this study.
Peningkatan technological pedagogical content knowlegde (TPACK) bagi guru di SDN Mekaraharja II Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka Nugraha, Febby Fajar; Prasetio, Pajar Anugrah; Praramdana, Gilang Kripsiyadi; Rizki, Muhamad Miftah; Pirmansah, Ade Ipan
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut guru harus beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi, hal tersebut menuntut guru untuk memiliki keterampilan dalam mengintegrasikan literasi teknologi dalam pembelajaran dengan baik guna menciptakan pengalaman belajar yang optimal bagi siswa agar memiliki kesiapan menghadapi era digital saat ini. Kegiatan pengabdian ini berjutuan untuk meningkatkan kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) di kalangan guru sekolah dasar. Pengabdian ini melibatkan pelatihan intensif TPACK bagi guru-guru di sekolah dasar di SDN Mekaraharja II Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan TPACK guru setelah pelatihan, yang ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan integrasi teknologi dalam pembelajaran serta pemahaman guru terhadap konsep pedagogi dan konten. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi sekolah dasar lain dalam mengembangkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 2 PURWAWINANGUN Indah, Tiara; Simbolon, Marlina Eliyanti; Praramdana, Gilang Kripsiyadi
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 6 No. 2 (2023):, Juli 2023
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/aquinas.v6i2.2675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Purwawinangun Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Metode penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran project based learning dan variabel terikatnya adalah siswa kelas V SDN 2 Purwawinangun tahun ajaran 2022/2023. Dengan jumlah keseluruhan 50 siswa, yang terdiri dari 26 siswa kelas VA sebagai kelas kontrol dan 24 siswa kelas VB sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang terdiri dari pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji t, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan dan peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran project based learning dan tidak menggunakan model pembelajaran project based learing. Hal tersebut ditandai dengan hasil uji t yang menunjukan diterima karena > . Sedangkan hasil uji n-gain menunjukan bahwa kelas eksperimen memiliki kategori sedang dan kelas kontrol memiliki kategori rendah.