Mufti Wirawan
Departemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

GAMBARAN FAKTOR PSIKOSOSIAL DI PT X TAHUN 2023 Rosydiwo, Nasywa Salwa; Wirawan, Mufti; Tejamaya, Mila; Ratnaningsih, Wina Indah; Nabila, Alaitanisa; Peramarani, Ni Putu Indriati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46465

Abstract

Penelitian ini membahas gambaran faktor psikososial pada pekerja di PT X tahun 2023 yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai faktor psikososial yang mencakup konten dan konteks pekerjaan, mengingat belum adanya upaya manajemen risiko psikososial di PT X sebagai perusahaan konsultan. Penelitian ini dilakukan pada 39 pekerja di PT X selama bulan Juni 2023.  Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan metode campuran (mix method) yang mencakup pengisian kuesioner dan pelaksanaan wawancara mendalam yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 variabel karakteristik yang diteliti, seluruhnya berada pada kateogori baik yang dibuktikan dengan nilai mean >3,50. Karakteristik yang dipersepsikan paling baik adalah hubungan interpersonal di tempat kerja, sedangkan karakteristik yang memerlukan perhatian khusus—meskipun masih ada pada kategori baik—yaitu pengembangan karir, beban dan kecepatan kerja, dan jadwal kerja. Berbagai upaya pengendalian psikososial juga sudah terimplementasi di PT X, tetapi perlu dikembangkan lebih lanjut agar bisa lebih sistematis sesuai dengan model manajemen risiko psikososial di tempat kerja.   
A Path Analysis Model for Explaining the Factors Influencing Wearing a Mask among Commuting Workers Using Commuter Line Bogor-Jakarta Kusmawan, David; Andari, Shofi; Gustina, Ira; Susilowati, Indri Hapsari; Wirawan, Mufti
Kesmas Vol. 16, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta is one of the most air-polluted cities in the world, which can increase the health risk of commuting workers exposed to pollutants. This study aimed to determine the factors that directly and indirectly affect healthy behavior (wearing a mask) for commuters using the Bogor-Jakarta Commuter Line. Furthermore, a total of 155 respondents participated and the data collected were analyzed using descriptive and path analysis. The commuters aware of the hazard potential related to air pollution during commuting were 137 people (88.4%). While 104 people (67.1%) were aware of the good perception of pollution and 125 uses masks during commuting (80.6%). The healthy behavior in commuting workers using Commuter Line was affected by some factors, both directly and indirectly. The knowledge and commuting experience toward healthy behavior were two variables that significantly influenced on healthy behavior. The knowledge was also the only mediated variable with a significant indirect effect of education on healthy behavior.
Exploring the Implementation of Safety Resilience Assessment in Industries: A Systematic Literature Review Wirawan, Mufti; Lestari, Fatma; Djunaidi, Zulkifli; Hafia, Azka; Khaliwa, Agra Mohamad; Al Azhar, Muhammad Schehan
Kesmas Vol. 19, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Safety Resilience discusses how a work process can run properly not only aims at preventing adverse events, but also increasing work productivity and effectiveness by increasing resilience. The concept of resilience has been widely suggested as safety management due to its ability to support organizations to continue operating even when facing unexpected demands or scale disruptions by improving their day-to-day performance. This study used a systematic literature review to explore the implementation of safety resilience in various industries. The results showed that 50% of articles used the Resilience Assessment Grid instrument to measure safety resilience in the workplace. In brief, increased safety resilience positively improves work performance and organizational safety.
Analisis Insiden Alat Angkut Material pada Area Hauling dengan Menggunakan Metode Bowtie di PT. XYZ Periode 2018-2020 Deliani, Febby Fauzia; Wirawan, Mufti
National Journal of Occupational Health and Safety Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes material transportation vehicle incidents in the hauling area of PT. XYZ from 2018 to 2020. Incidents are analyzed with bowtie method to identify risk factors or threat, preventive controls, consequences, escalation factors and controls. The purpose of this research is to analyze incidents in PT. XYZ using bowtie methods to further identifies which failures of barrier that allows incident to take place. This research is qualitative study by using incident investigation records as the unit analysis. The results of this study suggest the company to review procedures, standards, or methods used for preventive and mitigative controls and their risk identification document, conduct workload analysis on field supervisors, increase control and monitoring over human factors at work and improve the performance of preventive control’s technology.
Analisis Kasus Kecelakaan Pemboran pada Industri Migas di PT.X berdasarkan Faktor Manusia Tahun 2022 Khodijah, Siti; Wirawan, Mufti
National Journal of Occupational Health and Safety Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oil and gas drilling activities have associated high risks. 80% of the causes of drilling accidents are caused by human performance. In 2020, drilling activities at PT. X accounts for 3 out of 8 accidents and the common cause that occurs due to human factors. Unsafe acts are the main cause of drilling accidents in the oil and gas industry. This study discusses the analysis of cases of oil and gas drilling accidents at PT.X from the point of view of human factors. The purpose of this study is to analyze the contributing factors of active and latent failure and to analyze cases of work accidents from the point of view of human factors in drilling activities at PT. X year 2022, and determine recommendations for future improvements from drilling activities at PT. X. This research method uses descriptive analytic from secondary data and interview results. It was found that the latent condition that contributed to the drilling accident that occurred at PT. X in 2022, namely failure to update the latest regulations, the control carried out is still administrative in nature, etc. While active failures that contribute are failure to interpret damaged equipment, SOP violations, etc. So, it was found that latent conditions contributed more to cause unsafe acts. The synthesis of the analysis results obtained shows that the safety value has not been embedded in PT. X. So, the recommendation given by the author is to make OHS a safety of work.
Critical Control Management sebagai Pendekatan Pengelolaan Risiko Fatal pada Operasi Alat Berat Pertambangan Batubara: Tinjauan Konseptual Indra Kurniawan Pratomo; Zulkifli Djunaidi; Mufti Wirawan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64660

Abstract

Industri pertambangan batubara merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko keselamatan kerja tertinggi, terutama pada aktivitas pengoperasian dan interaksi alat-alat berat. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan bahwa kecelakaan tambang berakibat mati di Indonesia masih didominasi oleh kegagalan pengendalian kritis yang berulang, bukan semata-mata ketiadaan pengendalian. Pendekatan konvensional yang berbasis inspeksi aktivitas, seperti Inspeksi Observasi Terencana, cenderung memeriksa keberadaan kontrol secara administratif tanpa menilai apakah kontrol tersebut benar-benar berfungsi efektif. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual kerangka Critical Control Management (CCM) yang dikembangkan oleh International Council on Mining and Metals sebagai pendekatan alternatif dalam pengelolaan risiko fatal. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur konseptual terhadap sumber-sumber primer berupa panduan ICMM, literatur keselamatan berbasis barrier, serta dokumen pemerintah Indonesia. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa CCM menawarkan proses sistematis yang meliputi identifikasi Material Unwanted Event, pemetaan bow-tie, seleksi critical control, penetapan performance criteria, dan mekanisme verifikasi lapangan. Kerangka ini mengintegrasikan teori Swiss Cheese Model, atribut performa barrier, serta konsep degradation factor sehingga mampu menilai keandalan kontrol secara multidimensi. Artikel ini menyimpulkan bahwa CCM memiliki relevansi tinggi untuk diterapkan pada konteks pertambangan batubara Indonesia, khususnya dalam menjembatani kesenjangan antara pendekatan berbasis aktivitas yang dominan saat ini dengan kebutuhan akan verifikasi keandalan kontrol kritis terhadap risiko fatal.
Instrumen Situation Awareness pada Industri Pertambangan: Systematic Literature Review Pendekatan Human-Centered dan Machine Learning Singgare Krisandita; Zulkifli Djunaidi; Mufti Wirawan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64676

Abstract

Industri pertambangan merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko keselamatan kerja tertinggi. Human factors dan human error diidentifikasi sebagai penyebab utama kecelakaan, terutama seiring transformasi industri menuju smart mining yang meningkatkan kompleksitas interaksi manusia, mesin, dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis instrumen Situation Awareness (SA) yang digunakan dalam konteks operasional pertambangan, memetakan karakteristik pendekatan berbasis manusia (human-centered) dan teknologi cerdas (Machine Learning), serta mengevaluasi kekuatan dan keterbatasan masing-masing pendekatan dalam mendukung keselamatan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada panduan PRISMA dengan kerangka PICOC. Pencarian dilakukan pada database Scopus dan PubMed menggunakan kombinasi kata kunci terstruktur, dengan kriteria inklusi artikel tahun 2016–2026 yang membahas instrumen SA di lingkungan pertambangan. Sebanyak 8 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan pergeseran paradigma SA dari pendekatan human-centered assessment menuju cyber-physical awareness yang mengintegrasikan machine learning, sensor fusion, IoT, LiDAR, dan computer vision. Pendekatan berbasis ML/AI mendominasi dengan keunggulan pada hazard detection dan monitoring real-time, sedangkan pendekatan human-centered unggul dalam cognitive assessment. Tingkat validasi instrumen masih bervariasi, dengan sebagian besar berada pada tahap prototipe atau simulasi. Instrumen SA berpotensi mendukung transformasi keselamatan pertambangan menuju pendekatan yang lebih proaktif dan prediktif. Pengembangan ke depan perlu diarahkan pada integrasi human-AI collaboration, penguatan validasi lapangan, dan implementasi operasional jangka panjang.
Digital mining oversight for risk management optimization Yuwan Martus Tegar Charisma; Zulkifli Djunaidi; Mufti Wirawan
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 4 (2026): Volume 9 Number 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i4.3615

Abstract

Background: Coal mining operations involve high-risk activities that require effective oversight and comprehensive risk management to prevent occupational accidents, operational disruptions, and financial losses. Despite increasing digital transformation initiatives within the mining sector, studies examining the effectiveness of digital oversight systems in supporting risk management remain limited, particularly among Indonesian coal mining contractors. Purpose: This study aimed to evaluate the implementation of digital systems in mining oversight at PT X, a coal mining contractor in Indonesia. Method: A qualitative case-study approach was employed using in-depth interviews with key informants, field observations, and document reviews. Data were analyzed through thematic analysis and triangulation to evaluate the implementation of digital technologies integrated into operational supervision and risk-management processes. Results: The findings revealed that PT X implemented several digital oversight technologies, including QHSE Automation, digital mining-sign monitoring, Slope Stability Radar (SSR), dashboard-based analytics, and Mining Eyes (CCTV) systems. These technologies improved real-time monitoring, hazard reporting, corrective-action tracking, and operational visibility. The implementation of digital systems contributed to a reduction of more than 20% in the Incident Frequency Rate and a 77% reduction in incident cost. Furthermore, digitalization improved hazard identification, accelerated risk-control processes, strengthened supervisory effectiveness, and supported data-driven decision making. Conclusion: Digitalization plays an important role in strengthening risk management and improving oversight effectiveness within mining operations. The integration of digital technologies supports proactive hazard management, improves safety performance, enhances operational efficiency, and contributes to safer and more sustainable mining practices.
ANALISIS FAKTOR MANUSIA DALAM KECELAKAAN KERJA DI AREA PACKER INDUSTRI SEMEN MENGGUNAKAN KERANGKA HFACS (STUDI KASUS TAHUN 2023 – 2024) Andini Aisyah Putri; Mufti Wirawan; Muhammad Arifin Ramzy Lubis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59509

Abstract

Kasus kecelakaan kerja di industri semen, khususnya area packer merupakan masalah serius yang dapat berdampak pada banyak hal termasuk produktivitas, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja. Data menunjukkan bahwa kecelakaan kerja di area Packer Industri Semen PT X Tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 dan menjadi lokasi dengan frekuensi kecelakaan tertinggi selama 2024. Investigasi kecelakaan kerja dan tindakan perbaikan telah dilakukan, tetapi kecelakaan terus berulang. Hal tersebut karena terlewatnya analisis faktor manusia dalam proses investigasi kecelakaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kontribusi faktor manusia berupa kondisi laten dan kegagalan aktif terhadap kecelakaan kerja di area packer PT X selama 2023-2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik menggunakan metode Human Factor Analysis Classification System (HFACS). Penelitian ini menganalisis seluruh kasus kecelakaan kerja di area packer Group Head of Plant Operation PT X di tahun 2023-2024 yang berjumlah 6 kasus kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi laten memiliki kontribusi lebih besar dibandingkan kegagalan aktif. Faktor dominan meliputi organizational climate, organizational process, resource management, dan inadequate supervision yang teridentifikasi pada seluruh kasus. Sementara itu, kegagalan aktif paling dominan adalah decision error. Temuan ini menunjukkan bahwa kecelakaan kerja tidak hanya disebabkan oleh perilaku individu, tetapi juga dipengaruhi oleh kelemahan system organisasi. Oleh karena itu diperlukan penguatan system manajemen keselamatan kerja, peningkatan pengawasan, serta perbaikan prosedur operasional untuk mencegah terulangnya kecelakaan kerja.