Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Relevansi Sumber Belajar Ketahanan Nasional Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dengan Indikator Pencapaian Kompetensi Siswa (Studi Di Sma Negeri 1 Surakarta, Jawa Tengah) WIJIANTO WIJIANTO
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 25, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.50652

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine: 1) the availability of national resilience learning resources for Civic Education subjects; 2) relevance of learning resources for national resilience in Civic Education subjects with indicators of student competency achievement; and 3) the obstacles experienced by teachers in the use of national resilience learning resources for Civic Education subjects.The study uses a qualitative approach that is strengthened by quantitative data. Data collection using interviews, observation, study documents, and questionnaires. Data validity testing uses data triangulation and method triangulation. Data analysis uses an interactive analysis model.Conclusions of the results of the study: 1) The availability of national resilience learning resources for PPKn subjects is quite adequate because there are available Student Books, Student Worksheet, and websites as a source of material for threats to the Republic of Indonesia. 2) Material to Be Wary of Threats to the Republic of Indonesia on learning resources for national resilience in PPKn subjects, especially Student Books, Student Worksheet, and the website does not meet the indicators of student competency achievement because the material only presents civic knowledge and civic disposition, while civic skills have not been fully presented because they only fulfill intellectual skills while participatory skills have not yet been fulfilled. 3) The obstacle of teachers in the use of national resilience learning resources for PPKn subjects for Student Books and Student Worksheet, which is there is material which is wrong and the extent of the material is lacking. The website is constrained by wifi signals and some contain invalid information.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) ketersediaan sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn; 2) relevansi sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn dengan indikator pencapaian kompetensi siswa; dan 3) kendala yang dialami guru dalam pemanfaatan sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang diperkuat data kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, studi dokumen, dan angket. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.Kesimpulan hasil penelitian: 1) Ketersediaan sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn cukup memadai karena tersedia Buku Siswa, LKS, dan website sebagai sumber materi ancaman terhadap NKRI. 2) Materi Mewaspadai Ancaman terhadap NKRI pada sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn, khususnya Buku Siswa, LKS, dan website belum memenuhi indikator pencapaian kompetensi siswa karena materi hanya menyajikan civic knowledge dan civic disposition, sementara civic skill belum sepenuhnya disajikan karena baru memenuhi intellectual skills sedangkan participatory skills belum terpenuhi. 3) Kendala guru dalam pemanfaatan sumber belajar ketahanan nasional mata pelajaran PPKn untuk Buku Siswa dan LKS, yaitu terdapat materi yang keliru dan keluasan materinya kurang. Website terkendala sinyal wifi dan beberapa memuat informasi tidak valid.
Workshop Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Guna Penguatan Sikap Kewarganegaraan Siswa Pada Pembelajaran Online wijianto wijianto; rini triastuti; raharjo raharjo; Muhammad Hendri Nuryadi; sri haryati
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2021): ADI WIDYA Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v5i2.5856

Abstract

Pembelajaran online dampak pandemi memberi kesulitan terhadap guru dalam merancang rencana pelaksanaan pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran sikap kewarganegaraan. Ditambah perkembangan tekhnologi dan kebijakan perlu ditindaklanjuti dengan tindak nyata di lapangan. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa guru guru masih mengalami kendala dalam menyikapi kebijakan yang ada terkait konstruksi rencana pelaksanaan pembelajaran. Solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan tersebut adalah workshop dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun desain instruksional berdasarkan kebijakan terbaru (RPP 3 Komponen) menggunakan aplikasi guna penguatan sikap kewarganegaraan siswa. Diakhir pelatihan diharapkan guru dapat menghasilkan satu RPP berupa e-RPP yang berdasar pada oreintasi sikap kewarganegaraan. Metode kegiatan berupa workshop secara  daring menggunakan web meeting zoom,channel youtube, google classroom, dan aplikasi  e RPP. Luaran pengabdian berupa prosiding isbn/ jurnal issn, video dan publikasi  media online.
Pengembangan Instrumen Penilaian Pengetahuan HOTS Berbantuan Kahoot pada Mata Pelajaran PPKn di SMA N 5 Surakarta Aulia Anjani; Wijianto Wijianto; Triana Rejekiningsih
RESEARCH FAIR UNISRI Vol 7 No 1 (2023): Research Fair UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/rsfu.v7i1.8363

Abstract

Tuntutan perkembangan teknologi abad 21 memberikan dampak bagi bidang pendidikan. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki generasi abad 21 adalah keterampilan “The 4CS” yaitu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang diidentifikasikan oleh National Education Association [1]. Menurut Kemendikbud, peningkatan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat diukur melalui penilaian yang berorientasi HOTS [2]. Guru perlu melakukan variasi dalam penilaian pembelajaran dengan memanfaatkan platform digital dengan tetap memperhatikan kriteria dan prinsip penulisan soal HOTS [3]. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui instrumen penilaian pengetahuan HOTS yang digunakan guru PPKn di SMA N 5 Surakarta sebelum dilakukan pengembangan oleh peneliti, mengembangkan instrumen penilaian pengetahuan HOTS berbantuan Kahoot pada mata pelajaran PKn, dan menguji keefektifan instrumen penilaian pengetahuan HOTS berbantuan Kahoot. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan pendekatan model Sukmadinata. Simpulan penelitian ini sebagai berikut. Pertama, sebelum dilakukan pengembangan oleh peneliti, penilaian pengetahuan HOTS yang dikembangkan oleh guru belum sepenuhnya memenuhi prinsip penulisan HOTS. Platform yang digunakan lebih sering menggunakan konvensional dibanding digital. Kedua, instrumen penilaian pengetahuan HOTS dikembangkan melalui beberapa tahap dinyatakan spesifik, relevan, dan representatif, memiliki tingkat kesukaran yang kompleks memiliki daya pembeda yang baik, butir soal dinyatakan valid dan reliabel, berdistribusi normal, dan berasal dari populasi yang sama. Ketiga, instrumen yang peneliti kembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMA N 5 Surakarta. Temuan penelitian ini diharapkan mampu memberikan implikasi teoritis terhadap penguatan teori belajar kognitif.
Pengintegrasian Profil Pelajar Pancasila dalam Mata Pelajaran Ppkn melalui Desain Pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran VCT Shalsabila Yuli Rahmawati; Wijianto Wijianto; Yudi Ariana
RESEARCH FAIR UNISRI Vol 7 No 1 (2023): Research Fair UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/rsfu.v7i1.8364

Abstract

Profil Pelajar Pancasila menjadi manifesti dalam upaya menjadikan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat, di mana di dalam dirinya memiliki kemampuan dalam menghadapi dunia global yang disertai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai identitas karakter dari bangsa Indonesia, di mana Profil Pelajar Pancasila terdapat enam karakter di dalamnya yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebhinekaan global. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain pembelajaran dalam mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila.Selain mengembangkan desain pembelajaran, mengetahui efektivitas dari desain pembelajaran dengan menggunakan model VCT menjadi tujuan lain dari penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan melalui beberapa sumber yaitu wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menjelaskan bahwa desain pembelajaran yang dirancang peneliti menggunakan model VCT, metode bermain peran, dan penggunaan video pembelajaran, di mana ketiganya dimanfaatkan untuk mengintegrasikan aspek-aspek Profil Pelajar Pancasila kepada peserta didik, sehingga aspek-aspek Profil Pelajar Pancasila dapat dimiliki oleh peserta didik. Selain itu, model pembelajaran VCT efektif digunakan dalam mengintergasikan Profil Pelajar Pancasila di mana hasil efektifitas yang didapatkan melalui post test memperoleh efektifitas sebesar 74,03%, di mana hasil tersebut termasuk ke dalam kategori efektif. Desain pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti dapat dimanfaatkan oleh guru dalam mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila dan dapat digunakan oleh peneliti lainnya sebagai referensi dalam menulis karya ilmiah yang berhubungan dengan pendidikan.
STUDI RELEVANSI MODEL PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN GURU DENGAN KOMPETENSI DASAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Bayu Yoga Prasetya; Machmud Al Rasyid; Wijianto Wijianto
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 1 Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i1.34787

Abstract

The aims of this study are: 1) Describe the learning models used by the teachers on Citizenship Education subject. 2) Explain the relevance of the learning models used with the basic competencies in Citizenship Education subject. According to the results of the study, there are two conclusions. The first one is the teachers use a few learning models in Citizenship Education. The first model is the class based-passive cognitive pedagogies model. The teacher has planned the subject as stated in the lesson plan (RPP). This model emphasizes traditional learning about how the teacher provides initial definitions, principles, and concepts of learning materials and provides examples of problem-solving exercises in the form of lectures, demonstrations, question and answer, and assignments. The second model is the application of the model used by the teacher, namely lectures. The second conclusion is, the learning model used by the teachers in Wikarya Vocational School is not yet relevant to the basic competencies in the school. This can be seen from a number of facts, namely: a) the plan for implementing learning that has been prepared by the teacher does not fully reflect the circumstances during the learning process. b) The teachers do not apply everything contained in the lesson plan and the teachers still use the traditional learning models which is the lecture model. c) On average more than 70% of students have low minimum completeness criteria. d) Attitudes and behaviors of the students in the school show the lack of achievement of basic competencies to be achieved. In addition to the facts mentioned above, the unsuccessful learning model applied by the teachers at Karanganyar Wikarya Vocational School in maintaining a conducive atmosphere during the learning process makes the students feel bored and not concerned with the importance of the lesson. Then, it results in failure to achieve the expected basic competencies. Keywords : learning model, teacher, basic competence
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PPKn DALAM MEMILIH MATERI PEMBELAJARAN YANG TERKAIT DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN DAN PENGALAMAN BELAJAR (Studi di SMP Negeri 20 Purworejo) Herawang Dwi Siswantoko; Machmud Al Rasyid; Wijianto Wijianto
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42447

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui : 1) kompetensi pedagogik guru PPKn dalam memilih materi pembelajaran KD 3.3 “memahami tata urutan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum nasional di Indonesia” yang terkait dengan tujuan pembelajaran; dan 2) kompetensi pedagogik guru PPKn dalam memilih materi pembelajaran KD 3.3 “memahami tata urutan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum nasional di Indonesia” yang terkait dengan pengalaman belajar.Merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Pengujian validitas data menggunakan model analisis triangulasi data dan metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.Simpulan hasil penelitian: 1) Guru PPKn di SMP Negeri 20 Purworejo belum memiliki kompetensi pedagogik dalam memilih materi pembelajaran KD 3.3 “memahami tata urutan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum nasional di Indonesia” yang terkait dengan tujuan pembelajaran, dikarenakan : a) Indikator pembelajaran yang dibuat tidak sesuai dengan tuntutan KD 3.3. b) Pengidentifikasian jenis materi pembelajaran tidak sesuai dengan kebutuhan KD 3.3, dikarenakan guru belum mampu menempatkan jenis materi konseptual sesuai dengan kebutuhan pengetahuan prasyarat, inti dan pengayaan, dan c) Belum memiliki kemampuan menyeleksi materi pembelajaran yang sesuai kebutuhannya. 2) Guru juga belum memiliki kompetensi pedagogik dalam memilih materi pembelajaran dari KD 3.3tersebut terkait dengan pengalaman belajar, dikarenakan guru belum mampu membedakan jenis pengalaman belajar yang sesuai terhadap materi bertujuan meretensi pengetahuan dan materi bertujuan mentrasfer pengetahuan. Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik, Memilih materi, Pengalaman belajar, dan Tujuan pembelajaran