Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Language Ethics in the Digital Era: Between Freedom of Expression and Social Responsibility Susanti Fajariyah; Istigfariyah Ramadhani; Eka Fitriyani; Fahrur Rozi; Moh. Zainollah
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 5 No. 08 (2025): Jurnal Multidisiplin Sahombu, December (2025)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language ethics in the digital era are a crucial moral foundation for building a civilized communication civilization. Social media, as a modern public space, has shifted the function of language from a mere communication tool to a determinant of image, opinion, and social identity. However, freedom of expression is often misused as a means of spreading hate speech, sarcasm, body shaming, and hoaxes. Various studies (Rozak et al., 2023; Wijayanti et al., 2022; Ramdlanah, 2022) show that the crisis in language ethics is correlated with low digital literacy, moral degradation, and a loss of empathy in online interactions. Polite language reflects not only individual character but also national dignity. Therefore, strengthening digital literacy and language ethics education need to be integrated into the national education system as an effort to foster a civilized digital character. Amidst viral culture and the post-truth era, language ethics serves as a moral filter to maintain truth and social harmony. In conclusion, language ethics is not simply a matter of politeness, but a reflection of the nation's moral, social, and spiritual values, determining the direction of Indonesia's digital civilization.
KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA Aura Shafa Apriliana; Eka Fitriyani; Ahmad Supena
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.1631

Abstract

This study aims to describe the study of literary anthropology contained in the novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck by Hamka, with an emphasis on two main aspects: (1) the value of the relationship between humans and God, and (2) the value of the relationship between individuals. The study of literary anthropology examines the relationship of influence between literary works and the underlying culture. This study applies a qualitative approach with the hermeneutic method, and utilizes data obtained comprehensively from the contents of the novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck.
Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Sebagai Upaya Pembentukan Kompetensi Guru Siti Qamariyah; Isnaul Khoiriyah; Eka Fitriyani; Farah Lailatul Fitriyah; Putri Ramadhani; Moh Zainal Rofiki; Firman Kristiantono
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 2 (2026): Juni 2026 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i2.679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai upaya pembentukan kompetensi guru pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi mahasiswa PPL, guru pamong, dan siswa, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PPL memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional mahasiswa. Mahasiswa mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran, berinteraksi dengan siswa, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan sikap profesional. Namun, masih terdapat kendala dalam pengelolaan kelas, penyesuaian strategi pembelajaran, dan keterbatasan sarana prasarana. Dengan demikian, PPL menjadi sarana penting dalam menjembatani teori dan praktik serta membentuk kesiapan mahasiswa sebagai calon guru, meskipun perlu adanya peningkatan kualitas pelaksanaan melalui bimbingan dan evaluasi yang berkelanjutan.