Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

APLIKASI BOKASHI KULIT NENAS DAN PUPUK NPK ORGANIK UNTUK PENINGKATAN.PERTUMBUHAN.DAN HASIL TANAMAN.TERUNG.UNGU (Solanum melongena L.) Ahmad Ruliansyah; Ernita; Sri Mulyani
DINAMIKA PERTANIAN Vol. 38 No. 3 (2022): Jurnal Dinamika Pertanian Edisi Desember 2022
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/dp.2022.vol38(3).11911

Abstract

The aim of the work was to find out the interaction between pineapple peel bokashi and organic NPK fertilizer and the main effect in increasing the growth and yield of purple eggplant (Solanum melongena L.). The study was conducted at the experimental farm of the Faculty of Agriculture of the Riau Islamic University from February to May 2020. This experimental design was 4 x 4 factorial using a completely randomized design with 3 replications. The first factor was the dose of pineapple peel bokashi consists of 4 levels: 0, 0.75, 1.5, 2.25 kg per plot. The second factor was the dose of NPK organic Fertilizer, consisting of 4 level: 0, 7.5, 15.0, 22, 5 gram per plant. The parameters observed were plant height, flowering age, harvest age, number of fruit crops, weight of fruit per plant, weight of fruit per fruit, number of residual fruits. The data were analyzed statistically and continued with the real difference test (BNJ) at the 5% level. The results showed that the interaction of pineapple peel bokashi and organic NPK had a significant effect to all observation parameters and the best treatment was a combination of pineapple skin bokashi 2.25 kg/plot and NPK organic 22.5 g/plant. The main effect of pineapple peel bokashi dose was significant on all observed parameters with the best treatment was 2.25 kg / plot. The main effect of organic NPK was significant for all parameters. The best treatment was found on organic NPK dose of 22.5 g/plant.
PENGARUH APLIKASI PUPUK HAYATI PETROBIO DAN PUPUK NPK MUTIARA 16:16:16 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L.) Fijai Febri Yanto; Siti Zahrah; Sri Mulyani
DINAMIKA PERTANIAN Vol. 39 No. 1 (2023): Jurnal Dinamika Pertanian Edisi April 2023
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/dp.2023.vol39(1).14062

Abstract

This research aimed to find out the interaction and the main effect between Petrobio biofertilizers and NPK Mutiara 16:16:16 fertilizers on the growth and yield of soybean plants. This research was conducted at the experimental farm of Faculty of Agriculture, Riau Islamic University, Pekanbaru from July to October 2019. The design used in the study was a completely randomized design, consisting of 2 factors. The first factor was the dose of Petrobio's Biofertilizer (P), consisting of 4 levels of treatment namely 0, 3, 6, and 9 g per plot. The second factor was NPK Mutiara 16:16:16 (N) fertilizer dosage, consisting of 4 levels, 0, 10, 20, and 30 g per plot. So that the treatment combinations obtained as 16, consisting of 3 replications with a total of 48 experimental units. The observed parameters were plant height, percentage of pods with a healthy crop, crop weight of seeds, the weight of 100 seeds, harvest index, and further tested BNJ at the level of 5%. The results showed that the interaction of Petrobio Biological fertilizers and NPK Mutiara 16:16:16 fertilizers was significant for the percentage of pithed pods, crop seed weight, and harvest index. Effect of application of Petrobio Biofertilizer dosage, 9 g per plot and NPK Mutiara fertilizer 16:16:16 30 g per plot P3N3. The main effect of Petrobio biological fertilizer was evident in plant height, net assimilation rate, relative growth rate, and weight of 100 seeds. The best treatment is on Petrobio 9 g per fertilizer plot. The main effect of NPK Mutiara 16:16:16 fertilizer was found in all observed parameters. The best NPK Mutiara 16:16:16 fertilizer treatment was at a dose of 30 g per plot.
LAMA MASA INKUBASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK UNTUK PERBAIKAN SIFAT FISIK TANAH PADA PERSIAPAN MEDIA TANAM TANAMAN BAWANG MERAH Mulyani, Sri; Zahrah, Siti; Salman, Salmita; Fathurrahman, Fathurrahman; Ernita, Ernita
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.7254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama masa inkubasi berbagai pupuk organik dan anorganik terhadap sifat fisika tanah untuk media tanam bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan  di Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar selama 5 bulan dari  bulan Agustus 2022 sampai dengan bulan Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tunggal terdiri dari 13 perlakuan dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 39 satuan percobaan. Data masing-masing perlakuan hasil pengamatan dianalisis statistik. Jika F hitung lebih besar daripada F tabel dilanjutkan dengan melakukan uji lanjut DMRT dengan taraf 5%. Parameter pengamatan sifat fisika tanah yaitu suhu tanah, bulk density tanah, partikel density, porositas tanah, dan warna tanah. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata suhu tanah pada pukul 07.00-08.00 WIB, pukul 13.00-14.00 WIB dan pukul 17.00-18.00 WIB dengan kondisi cuaca cerah dan panas suhu tanah hariannya 36,50C. Sedangkan  rata-rata suhu tanah pada pukul 07.00-08.00 WIB, pukul 13.00-14.00 WIB dan pukul 17.00-18.00 WIB dengan kondisi cuaca malam  hujan, cuaca siang cerah dan cuaca sore gerimis suhu tanah hariannya 34,20C lebih tinggi daripada suhu tanah untuk pertumbuhan tanaman bawang merah. Warna tanah yang dihasilkan pada perlakuan lama waktu inkubasi pupuk organik dan perbandingan rekomendasi pupuk anorganik yaitu 2,5Y 3/1, 7,5YR 2,5/1, 7,5YR 3/1, 10YR 3/1, sedangkan pada perlakuan kontrol 5YR 6/1. Perlakuan lama waktu inkubasi pupuk organik dan perbandingan rekomendasi pupuk anorganik untuk media tanam tanaman bawang merah berpengaruh nyata terhadap bulk density dan porositas tanah. Perlakuan yang terbaik terdapat pada perlakuan lama waktu inkubasi 1 bulan+pupuk kandang ayam+pemupukan petani (B10).
Uji Aplikasi Pupuk Organik Kasgot dan NPK 16:16:16 Terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moenc) Zahrah, Siti; Kustiawan, Nursamsul; Mulyani, Sri; Fikri, Beny Azrul
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.81806

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh interaksi serta pengaruh utama pupuk organik kasgot dan pupuk NPK 16:16:16 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman okra (Abelmoschus esculentus L. Moenc). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Jln. Kaharuddin Nasution KM 11, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Dilaksanakan selama 4 bulan mulai dari bulan Juli sampai Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama adalah dosis pupuk organik kasgot terdiri dari 4 taraf, yaitu 0, 0,75, 1,5, dan 2,25 kg per plot. Sedangkan faktor yang kedua adalah pupuk NPK 16:16:16 terdiri dari 4 taraf, yaitu 0, 3,75, 7,5, dan 11,75 g per tanaman. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 3 ulangan, setiap satuan percobaan terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman digunakan sebagai sampel pengamatan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa interaksi pemberian pupuk organik kasgot dan NPK 16:16:16 berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Perlakuan terbaik pupuk organik kasgot 1,5 kg/plot dan pupuk NPK 16:16:16 11,75 g/tanaman. Pengaruh utama pupuk organik kasgot nyata terhadap semua parameter pengamatan, perlakuan terbaik adalah pupuk organik kasgot 1,50 kg/plot. Pengaruh utama pupuk NPK 16:16:16 nyata terhadap semua parameter pengamatan, perlakuan terbaik pupuk NPK 16:16:16 11,75 g/tanaman. Serapan hara N, P dan K melalui pemberian pupuk organik kasgot 1,50 kg/plot dan NPK 16:16:16 11,75 g/tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN Zulkifli Zulkifli; Sri Mulyani; Rian Saputra; Lina Agustin BR Pulungan
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5461

Abstract

Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya petani hanya membakar serta ada yang membiarkan begitu saja. Salah satu solusinya adalah dengan cara mengolah limbah menjadi serat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara Panjang dan lebar daun nenas dengan kualitas serat nenas berdasarkan letak daun dan lama perendaman. Penelitian ini dilakukan dengan 2 tahapan, yaitu: 1) Survey lapangan dan pengambilan daun tanaman nanas sebagai sampel; 2) Pembuatan  serat dan uji kualitas serat daun tanaman nanas. Penetapan sampel ditentukan secara purposive sampling yang dilakukan secara sengaja dengan memilih daun tanaman nenas berdasarkan umur panen dan letak daun. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah panjang daun (cm) dan lebar daun (cm); Kualitas Serat daun nenas terdiri dari Panjang serat, berat basah dan berat kering. Hasil penelitian menunjukan bahwa Panjang daun dan lebar daun terjadi kenaikan nilai panjang daun dan lebar daun pada setiap penurunan letak daun. Semua parameter kualitas serat terjadi kecenderungan penurunan pada setiap perlakuan letak daun dan lama perendaman yang lebih lama. Parameter Panjang daun dan lebar daun yang diamati berkorelasi positif dengan kualitas serat daun nanas berdasarkan letak daun dan lama perendaman daun.