Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemanfaatan Tumbuhan Dapdap dan Canging (Erythrina) dalam Pengobatan Usada I Nyoman Arsana
Journal of Tropical Ethnobiology 2021: Prosiding Seminar Nasional PMEI V 2020
Publisher : The Ethnobiological Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traditional Balinese medicine is known as usada, and is mentioned in lontar manuscripts. Medical practices of usada use plants as medicinal ingredients. One of the plants utilized is the Genus Erythrina. This research aims to study the use of the Erythrina in the usada. Research using the library method. The unit of analysis is 9 of usada manuscript. Data analyzed qualitatively. The study found three species of Erythrina used in the treatment of usada namely; Erythrina fusca Lour, Erythrina euodiphylla Hassk, and Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr. Erythrina fusca is used to treat tiwang, anuria, cough, eye pain, nguwus, sarab angin, rare kena men bajang. Erythrina euodiphylla Hassk is used to treat tiwang, smallpox, defecate with blood and pus, tuju upas, herves, impotence. Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr., is used to treat smallpox, hemorrhoids, mokan, tiwang, cough, tuju anglinuh, eye pain, beteg, stomach ache, pamalinan, krambit ring lambe, buh barah, taneng tuh, and sprue. Plants are used in the form of polyherbals, by drinking as loloh, eaten, boreh (scrub), sembar (blurted out), tutuh (drops), tempel (attached to), oles (polish up).
Pengobatan Tradisional Bali Usadha Tiwang I Nyoman Arsana; I Putu Sudiartawan; Ni Luh Gede Sudaryati; I Made Agus Gelgel Wirasuta; Pande Made Nova Armita; Ni Kadek Warditiani; Ni Made Widi Astuti; I Wayan Martadi Santika; Ida Bagus Wiryanatha; Putu Lakustini Cahyaningrum; Ida Bagus Putra Suta
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.218 KB) | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.113

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengobatan tradisional Bali, dengan mengambil fokus kajian pada pengobatan yang tertuang dalam lontar Usadha Tiwang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (Library Research). Unit analisis berupa naskah lontar Usadha Tiwang, yang telah ditransliterasi dari aksara Bali ke aksara Latin. Temuan: Hasil penelitian diketahui bahwa tiwang adalah penyakit yang mempunyai gejala badan terasa meluang, sakit dan ngilu, gelisah, mata mendelik, otot kaku bahkan sampai pingsan. Jenis tiwang dicirikan berdasarkan gejala yang muncul. Pengobatan dilaksanakan secara holistik oleh pengusada sesuai tatalaksana pengusada, dengan menggunakan ramuan obat-obatan yang terbuat dari campuran berbagai jenis tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya seperti arak, lengis tanusan, garam, gula, kapur, maupun santen, bahkan tain seksek serta iduh bang. Penggunaannya dengan cara dimakan, diminum, ditutuhkan, disemburkan, diuapkan atau dilulurkan, maupun ditempelkan. Takaran, cara pengolahan, serta cara pemakaian masih belum jelas. Implikasi: Masyarakat Bali tetap percaya terhadap sistim pengobatan tradisional Bali. Namun demikian, masyarakat Bali yang berobat ke tempat praktik pengobatan tradisional sangat sedikit. Simpulannya adalah pengobatan tradisional Bali dilakukan secara holistik untuk mencapai keseimbangan antara shtula sarira-suksma sarira-antahkarana sarira.
KUALITAS DAN TINGKAT PENCEMARAN AIR WADUK TITAB, BULELENG Ayu Meiliana Laksmi Dewi; Ni Ketut Ayu Juliasih; I Nyoman Arsana
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJES.2022.v16.i01.p01

Abstract

Monitoring water sources is essential to ensure the quality and quantity, one of which is in the Titab Reservoir. The purpose of the study was to assess the water quality and amount of pollution in the Titab reservoir in terms of physical, chemical, and microbiological characteristics, as well as the NVC of Tawes (Barbonymus gonionotus) fish. There are five station points for water sampling and 10 test parameters related to water quality. Data analysis compares test results with second-class water quality standards (Bali Governor Regulation No. 16/2016), IP value (pollution index), and NVC with Furton's equation. The test results obtained that the water in the Titab reservoir has a temperature of 28.97oC, TSS (0.18 mg/L), pH (8.82), BOD (3.22 mg/L), COD (16.70 mg/L), DO (6.77 mg/L), Total Phosphate (0.12 mg/L), Nitrate (0.19 mg/L) and Fecal Coliform (960 MPN/100 mL), the IP value was 1.39, and the NVC was 1.65. Thus, the pH, BOD, and Fecal Coliform levels of the Titab reservoir water did not match the specified limits, although the other parameters satisfied the water quality norms. The Titab reservoir's water is classed as mildly contaminated with the NVC value of tawes fish, referring to the Titab reservoir's polluted water. Keywords: Tawes Fish, Titab Reservoir, Water pollution, Water quality.
PEMERIKSAAN HEMATOLOGI RUTIN SEBAGAI DETEKSI DINI KESEHATAN IBU HAMIL Luh Putu Arishanti W.; I Nyoman Arsana
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 13 No 01 (2022): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hematologi rutin merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium pada kehamilan untuk mendeteksi secara dini Kesehatan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai hematologi rutin sebagai deteksi dini kesehatan ibu hamil. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Sebanyak 56 orang ibu hamil digunakan sebagai sampel. Sampel darah diambil dari vena cubiti selanjutnya dianalisis menggunakan Hematology Analyzer Sysmex-X-100. Parameter yang diukur meliputi WBC (white blood cell), RBC (Red Blood Cell), HGB (Hemoglobin), HCT (Hematokrit), PLT (Platelet), Lymposit, dan Neutropil. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki nilai WBC katagori tinggi, RBC bernilai normal, HGB bernilai normal, HCT bernilai normal, PLT bernilai normal, LYM bernilai normal, dan NEUT bernilai tinggi. Kesimpulan, ibu hamil menunjukkan leukositosis dan neutrofilia.
PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella thypi DAPAT DIHAMBAT DENGAN AIR REBUSAN DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TETAPI TIDAK DENGAN AIR PERASANNYA. Putu Alit Wardana; I Nyoman Arsana; Ni Luh Gede Sudaryati
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 13 No 01 (2022): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L) telah dimanfaatkan sebagai bahan obat untuk mengatasi berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat air rebusan dan perasan daun kemangi terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella thypi. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 12 kelompok perlakuan yaitu perasan daun kemangi konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, dan rebusan daun kemangi dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, ditambah dengan satu kontrol positif (chloramphenicol) dan satu kontrol negatif (aquades). Rebusan daun kemangi disiapkan dengan merebus 50g daun pada suhu 90oC selama 15 menit kemudian disaring, sedangkan perasan disiapkan dengan menghancurkan 50g daun dan airnya disaring. Daya hambat ditentukan dengan medote cakram disk pada media Muller-Hilton Agar yang telah diinokulasi S. thypi. Hasil penelitian menunjukkan rebusan daun kemangi pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, memiliki zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri S. thypi, berturut-turut sebasar 0 mm, 8.67± 0.881 mm, 11.67±0.333 mm, 12±0.577 mm, dan 13.33±0.333 mm, sedangkan air perasan tidak memiliki zona hambat. Kesimpulan, pertumbuhan bakteri S. thypi dapat dihambat dengan rebusan daun kemangi tetapi tidak dengan air perasan.
INFEKSI SALURAN KEMIH PADA PASIEN DIABETES MELITUS Ni Nyoman Triyani; I Nyoman Arsana; Ni uh Gede Sudaryati
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 13 No 02 (2023): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyabiologi.v13i02.3565

Abstract

Diabetes melitus menimbulkan berbagai komplikasi lain seperti Infeksi Saluran Kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji infeksi saluran kemih pada penderita diabetes mellitus. Penelitian menggunakan metode cross-sectional. Sebanyak 43 orang pasien terlibat dalam penelitian ini. Sampel urine pasien diperiksa secara mikroskopis, hasil positif mikroskopis kemudian dilanjutkan dengan metode kultur agar. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 11 orang dinyatakan positif infeksi saluran kemih. Pasien dengan hasil positif sebagian besar berjenis kelamin perempuan, terjadi pada usia diatas 60 tahun, serta lebih banyak terjadi pada penderita dengan diabetes lebih dari 10 tahun. Kesimpulan, perempuan dengan diabetes melitus lebih rentan terkena infeksi saluran kemih dibandingkan dengan laki-laki. Usia, lama menderita diabetes, dan Indeks Massa Tubuh juga menunjukkan ada keterkaitan erat dengan Infeksi Saluran Kemih.
DAYA HAMBAT MADU LEBAH KLANCENG (Trigona laeviceps) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli I K. P Astawa; I N. Arsana; I W. Wahyudi
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 13 No 02 (2023): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyabiologi.v13i02.3566

Abstract

Madu lebah klanceng memiliki banyak manfaat diberbagai aspek seperti kesehatan, kecantikan dan pangan. Madu sebagai antibakteri tidak terlepas dari kandungan zat aktif yang ada didalamnya seperti hidrogen peroksida, senyawa flavonoid, minyak atsiri, dan berbagai senyawa organik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat madu lebah klanceng terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli yang dilaksanakan dari bulan April – Juni 2018 di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran dan Laboratorium Mikrobiologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan metode yang digunakan adalah uji sensitivitas bakteri dengan disk yang dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan konsentrasi madu lebah klanceng yaitu konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, 75%, 90% dan 100% serta dua kelompok kontrol sebagai pembanding yaitu kontrol negatif (aquadest) dan kontrol positif (meropenem). Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu lebah klanceng dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan rerata daya hambat pada konsentrasi 15% (6 mm); 30% (6,33 mm); 45% (7,67 mm); 60% (9 mm); 75% (9,67 mm); 90% (11 mm); dan 100% (11,67 mm). Semakin tinggi konsentrasi madu lebah klanceng, maka semakin besar daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Hal tersebut diperkuat berdasarkan uji analisis Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan post hoc U Mann-Whitney terdapat perbedaan yang signifikan antara masing-masing variasi konsentrasi madu lebah klanceng dengan nilai p=0,001 (p<0,05).
BUDIDAYA KAKAO (Theobroma cacao L.) DI CAU CHOCOLATES BALI Ni Ketut Ayu Juliasih; I Nyoman Arsana; Ni Nyoman Sri Puspa Adi
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 13 No 02 (2023): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyabiologi.v13i02.3569

Abstract

Pabrik Pengolahan Coklat Cau Chocolates, merupakan salah satu perusahaan di Provinsi Bali yang mengembangkan pertanian berbasis coklat, dimulai dari budidaya, pemeliharaan, panen dan pasca panen, serta pengolahan menjadi produk coklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji budidaya tanaman kakao di Cau Chocolates. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional yang dilakukan selama satu bulan (Juli) 2022. Hasil penelitian diperoleh kegiatan budidaya kakao dimulai dari persiapan lahan, pembibitan, penanaman bibit, dan pemeliharaan tanaman, serta panen. Ada tiga varietas utama kakao yang dikembangkan di Cau Chocolates Bali, yaitu kriolo, forastero, dan trinitario. Bibit diperoleh dari biji kakao dengan cara dikecambahkan, menggunakan bibit sambung pucuk, dan sambung samping. Perbanyakan ini dilakukan karena mampu meningkatkan hasil, baik secara kuantitas maupun kualitas. Pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara penyiraman, penyiangan gulma, pengendalian hama, dan penyakit, serta kegiatan seleksi bibit. Penanaman kakao dilakukan di awal musim hujan. Bibit kakao yang ditanaman harus memenuhi standar teknis, yaitu tinggi batang 50 cm, diameter > 0,6 cm, dan jumlah daun minimal 12 helai. Pemeliharan tanaman dilakukan dengan cara pemupukan, penyiangan yakni pengendalian gulma, pemangkasan dengan tujuan untuk menjaga/pencegahan serangan hama atau penyakit, membentuk pohon, memelihara tanaman, dan untuk memacu produksi. Buah yang matang siap dipanen dicirikan dengan adanya perubahan warna kulit dan biji yang melepas dari kulit bagian dalam. Semua kegiatan tersebut sangat berperan penting dan saling berkaitan dalam budidaya tanaman kakao, guna mendapatkan hasil yang berkuantitas dan berkualitas tinggi.
PERAN HORMON TIROID DALAM PROSES METABOLISME I Nyoman Arsana
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol 14 No 01 (2023): Vol 14 No 01 (2023): Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hormon tiroid diproduksi di kelenjar tiroid. Hormon tiroid meningkatkan laju metabolisme basal dengan berbagai cara diantaranya; dengan meningkatkan laju konsumsi oksigen, meningkatkan aktivitas enzim yang akan mendegradasi karbohidrat, meningkatkan jumlah dan ukuran mitokondria, meningkatkan aktivitas ensim Na-K ATPase yang akan meningkatkan transport aktif ion natrium dan kalium melalui membran sel. Peningkatan aktivitas kelenjar tiroid yang diimbangi dengan peningkatan jumlah makanan yang dimakan akan meningkatkan pembentukan ATP serta energi yang dilepaskan sebagai panas sehingga akan meningkatkan temperatur tubuh.
TEKNOLOGI PEMBENIHAN UDANG VANAME DI BALAI PRODUKSI INDUK UDANG UNGGUL DAN KEKERANGAN KARANGASEM, BALI Ida Ayu Gede Winda Savitri; Ni Ketut Ayu Juliasih; I Nyoman Arsana
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 01 (2025): Vol. 16 No. 01 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/cgmxsx82

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikananbudidaya di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan penerapan teknologi modern dalam pembenihan udang vaname di BalaiProduksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem, Bali. Metode yangdigunakan adalah observasi deskriptif yang dilakukan pada 16 Mei 2025, dengan fokuspada pemantauan kualitas air, tingkat kelangsungan hidup larva, dan performa produksibenih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring kualitas air berbasis Internetof Things (IoT) mampu menurunkan risiko stres larva hingga 23% dibandingkan metodekonvensional, melalui deteksi dan penanganan fluktuasi suhu dan pH secara real-time.Selain itu, penerapan teknik seleksi famili, sistem aerasi multi-level, dan sirkulasi airotomatis berhasil meningkatkan hatching rate hingga 81%, mating rate 78%, survival rate66%, serta produksi nauplius harian mencapai 1,3 juta ekor. Inovasi-inovasi ini terbuktimeningkatkan efisiensi dan konsistensi produksi benih berkualitas tinggi, sekaligusmendukung keberlanjutan industri budidaya udang vaname nasional. Temuan inimenegaskan pentingnya integrasi teknologi modern dalam pembenihan udang untukmeningkatkan produktivitas dan daya saing global.