Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembinaan Manusia Usia Dewasa dan Lanjut di Pesantren Daarut Tauhid Bandung (Human Development Among Adult and Old People at the Daarut Tauhid Islamic Boarding School in Bandung) Sitti Chadidjah; Andewi Suhartini; Ahmad Nur Wajah
Jurnal Dakwah Risalah Vol 32, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jdr.v32i1.12529

Abstract

There are very few Islamic boarding schools (pesantren) that focus on adult and elderly religious education. Whereas adult humans and elderly are thirsty and need religious education.The aim of this research is to delve the concept of Islamic education for adults and elderly and its implementation in Pesantren Darut Tauhid. The research method used qualitative approach, which describes the role of pesantren in responding to the needs of adult and elderly beings to equip their personal lives and prepare themselves to return to Him. Darut Tauhid provides a solution through the Golden Islamic Boarding School Program. The material presented was from daily worship to role play in the grave that was played by the participants. This method is following by Knowles where adults prefer to learn based on needs, life experience, hands-on practice, and carry out social activities of interest.
Kepemimpinan Wanita dalam Pesantren Yuli Supriani; Hasan Basri; Andewi Suhartini
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8275

Abstract

Wanita sudah terlibat dalam kepesantrenan sejak beberapa abad lalu, baik sebagai santri maupun sebagai guru. Beberapa studi menunjukkan, bahwa sejarah keterlibatan wanita di pesantren sudah dimulai sejak awal abad ke-19. Namun pada keterlibatan tersebut wanita belum mendapat kesempatan yang sama dalam posisi manajemen, karena kebanyakan pesantren dipimpin oleh kyai. Artikel ini merupakan studi Pustaka mengenai keterlibatan wanita dalam pendidikan pesantren. Hasil riset menunjukkan, bahwa nyai (istri dari kyai) memimpin pesantren putri, sementara kyai sebagai pimpinan puncak dari pesantren putra dan pesantren putri. Pada level manajemen, nyai berada di posisi kedua setelah kyai. Dia mempunyai wewenang memimpin dan menjalankan pesantren putri serta mengajar santri putri.
Konsep Uswah Hasanah dalam Pendidikan Islam Iwan Sanusi; Andewi Suhartini; Haditsa Qur'ani Nurhakim; Ulvah Nur'aeni; Giantomi Muhammad
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 1 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i1.3523

Abstract

Di antara faktor penyebab terjadinya dekadensi moral peserta didik adalah minimnya keteladanan dari orang tua, guru, individu dan komunitas masyarakat, dan para pemimpin. Era supra informasi ini pun memberikan dampak yang cukup signifikan, sebab peserta didik dihadapkan pada peniruan melalui media masa dan elektronik, dan termasuk manusia mempunyai fitrah ghazirah yang cenderung meniru orang lain. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang konsep dan hakikat uswah hasanah dalam perspektif pendidikan Islam sudah menjadi suatu keniscayaan dikuasai yang kemudian diimplementasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep uswah hasanah (keteladanan yang baik) menjadi salah satu komponen inti dalam transformasi konten pendidikan Islam yang berlandaskan pada Q.S. Al-Ahzab: 21 dan hadis bahwa akhlak Rasulullah saw. adalah Alquran. Uswah hasanah dianggap sebagai metode pendidikan Islam yang paling efektif dan berpengaruh pada kebiasaan, sikap, hingga menjadi tindakan. Urgensi konsep uswah hasanah dalam kehidupan adalah sebagai bukti ketaatan pada Allah dan Rasulullah saw. Dan bangsa yang berperadaban baik dimulai dari individu yang baik. Adapun pengembangan model penanaman nilai karakter melalui peneladanan dapat dilakukan dengan keteladanan dan pembiasaan baik yang disengaja ataupun tidak. Serta, implikasi pedagogi metode uswah hasanah ini  menunjukkan bahwa pendidik adalah pewaris pada nabi, pendidikan adalah uswah hasanah, dan keteladanan itu dimulai dari diri sendiri.