Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pendampingan Guru Madrasah Diniyyah dalam Melaksanakan Pembelajaran Literasi Al-Qur’an melalui Model PAIKEM Dinar Nur Inten; Helmi Aziz; Dewi Mulyani; Haditsa Qur’ani Nurhakim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Al-Quran merupakan pedoman hidup seorang muslim, maka selayaknya setiap muslim mampu membaca Al-Quran dan memahmi isinya serta mengaplikasikan dalam keseharian. Guru madrasah diniyah sebagai tokoh utama dalam pengajaran Al-Quran dituntut untuk mampu memahami konsep pengajaran literasi Al-Quran dan mampu pula mengaplikasikan pemahamannya dalam bentuk pengajaran literasi Al-Quran yang melibatkan anak, penuh kreatifitas, menyenangkan dan bermakna. Tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para guru madarsah diniyah tentang model, metode dan media pengajaran literasi al-Quran bagi siswa madsarah diniyah. metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu Asset based Community development (ABCD), metode berbasis asset, kekuatan serta mengembangkan potensi yang ada di masyarakat dalam hal ini guru madrasah diniyah. Hasil pengabdian membuktikan melalui pendampingan dan pelatihan yang berkesinambungan dapat meningkatkan pemehaman dan keterampilan guru dalam pengajaran literasi Al-Quran.
Pelatihan pengajaran hafalan quran melalui metode ritme otak sebagai upaya meningkatkan keterampilan mengajar guru Madrasah Diniyah Kecamatan Pangalengan Dinar Nur Inten; Helmi Aziz; Haditsa Qurani Nur Hakim; Dewi Mulyani
Abdimas Siliwangi Vol. 7 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v7i2.22656

Abstract

Al-Quran merupakan pedoman utama hidup seorang muslim, maka oleh karena itu kewajiban setiap muslim untuk mampu membaca Al-Quran dan mengajarkannya dengan baik dan benar. Namun dengan banyaknya anak yang belajar di madrasah diniyah menjadikan para guru kebingungan dalam menentukan metode yang tepat dan bermakna dalam membaca dan menghafal Al-Quran. Sehingga hal ini berdampak terhadap kurangnya kemampuan anak dalam membaca Al-Quran. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk mengenalkan guru-guru madrasah pada sebuah metode mengaji dan menghafal Al-Quran bagi anak madrasah yang menarik dan menyenangkan dengan melibatkan ragam kecerdasan. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu Community-Based Participatory Research (CBPR) merupakan sebuah metode yang berupaya memfasilitasi masyarakat dalam meningkatan kualitas akademik, yaitu kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran. Hasil pengabdian membuktikan dengan adanya pelatihan metode Ritme Otak untuk hafalan Quran, pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan metode pengajaran dan hafalan Al-Quran meningkat, dan hal ini berdampak terhadap tumbuhnya minat anak madrasah akan membaca dan menghafal Al-Quran.
Program Intrakurikuler Tahfidz Al-Qur’an dalam Peningkatan Hafalan Santri di Mu’allimin Persatuan Islam 27 Situ Aksan Bandung Alfina Azzahra; Dedih Surana; Haditsa Qur’ani Nurhakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15656

Abstract

Abstract. Qur'an-based education aims to preserve the purity of the Qur'an through memorization. The Tahfidz program is typically included in the curriculum for one hour per week. This research at Mu'allimin Persatuan Islam 27 Situ Aksan Bandung integrates Qur'an memorization into its intramural program to enhance students' memorization skills. Using a qualitative approach and descriptive-analytical methods, the findings reveal that the Tahfidz program at Mu'allimin Persatuan Islam 27 revives the tradition of Qur'an memorization, improves students' memorization skills, and integrates Qur'anic teachings into daily activities. The program includes daily lessons, recitation sessions, memorization exams, and Tasmi' for every five Juz memorized. Support from parents, teachers, and a conducive pesantren environment is crucial, despite challenges such as limited teacher resources and internal student factors. Abstrak. Pendidikan berbasis Al-Qur'anbertujuan menjaga kemurnian Al-Qur'an melalui hafalan. Program Tahfidz biasanya dimasukkan dalam kurikulum selama satu jam per minggu. Penelitian di Mu'allimin Persatuan Islam 27 Situ Aksan Bandung ini mengintegrasikan hafalan Al-Qur'an ke dalam program intrakurikuler untuk meningkatkan hafalan siswa. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, temuan menunjukkan bahwa program Tahfidz di Mu'allimin Persatuan Islam 27 menghidupkan kembali tradisi hafalan Al-Qur'an, meningkatkan keterampilan hafalan siswa, dan mengintegrasikan ajaran Al-Qur'an dalam kegiatan sehari-hari. Program ini mencakup pelajaran harian, sesi tilawah, ujian hafalan, dan Tasmi' setiap lima Juz. Dukungan dari orang tua, guru, dan lingkungan pesantren yang kondusif sangat penting, meskipun ada tantangan seperti keterbatasan guru dan faktor internal siswa.
Hak Asasi Anak Perspektif Islam Qur’ani Nurhakim, Haditsa
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 2 No. 1 (2022): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (May)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.236 KB) | DOI: 10.59240/kjsk.v2i1.6

Abstract

Dalam sejarah suatu negara, bahkan dalam sejarah dunia, tidak ada yang pernah mengatakan itu. Tanpa anak-anak dunia akan kosong, lumpuh, dan mati. Tidak akan ada yang namanya masa depan. Sebuah negara akan hancur, kehidupan akan berubah dan dunia akan lenyap dengan sendirinya. Pernahkah terpikir oleh Anda, pernahkah ada yang memikirkan tentang pentingnya seorang anak bagi masa depan dunia. Namun saat ini, dunia kehilangan masa depannya dengan maraknya eksploitasi anak oleh orang dewasa sebagai sarana untuk memperkaya diri. Anak dijadikan pengamen, pedagang koran, pengemis, pemulung, pencuri, PSK (pekerja seks komersial), dan yang paling parah anak dijadikan objek konsumtif bagi penjual barang haram. Orang dewasa merasa lebih aman menjual kepada anak-anak, ini aman karena anak-anak tidak akan melapor ke pihak berwajib, karena biasanya mereka diancam oleh penjual dan akhirnya anak-anak merasa takut.
The Implementation of the Brain Rhythm Method in Enhancing the Quality of Quran Memorization Aziz, Helmi; Mulyani, Dewi; Inten, Dinar Nur; Nur Hakim, Haditsa Qur'ani; Rizqi, Anzilni Ahsani; Az-Zahra, Sabrina Syawalina
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 3 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i3.5245

Abstract

It is imperative to raise the standard of Quran memorization, particularly in madrasah diniyah where many teachers require capacity building. The purpose of this study is to assess the brain rhythm method's effectiveness, a cognitive learning approach that synchronizes Quranic recitation with specific brainwave patterns to optimize memorization and retention. The study employs a quasi-experimental method with a sample of 72 sixth-grade students from 8 madrasah diniyah in Bandung Regency. Quran memorization tests were used for data collection, assessing accuracy, fluency, and retention over different time intervals. An independent sample t-test study revealed a statistically significant increase in the group utilizing the brain rhythm method's Quran memory quality over the control group, with a significance level of 0.010 (p 0.05). These findings suggest that brain rhythm techniques can enhance learning outcomes in Quran memorization. Practically, Islamic educational institutions could consider incorporating these methods to enhance teaching effectiveness. It would be beneficial to investigate this method's long-term effects and suitability for use in various educational contexts in future research. Additionally, investigating the underlying mechanisms of how brain rhythm synchronization aids memorization could provide deeper insights and potentially lead to further advancements in teaching strategies. This approach may inspire the development of new educational techniques that leverage cognitive science to improve religious education. Moreover, examining the scalability of this method and its integration with modern educational technologies could further enhance its impact. Thus, the brain rhythm method holds significant potential for advancing the field of Islamic education.
IMPLEMENTASI PROJEK PROFIL PELAJAR RAHMATAN LIL ALAMIN UNTUK MENGURANGI KASUS PERUNDUNGAN DI MADRASAH IBTIDAIYYAH AL-ISLAMIYYAH PADALARANG Haditsa Qur'ani Nurhakim; Anzilni Ahsani Rizki
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 9 عدد 3 (2024): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah - Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v9i3.741

Abstract

Tantangan pada masa sekarang lebih terfokus pada kegiatan yang mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi transformasi industri. Pancasila akan tetap penting selama bangsa Indonesia ada. Penting untuk meneliti dan memahami cita-cita tersebut agar dapat menilai apakah cita-cita tersebut hanya jargon atau kampanye. Tujuan penerapan P5PPRA, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah, adalah untuk membantu peserta didik membangun karakter positif yang akan melekat pada diri mereka. Dalam metode penelitian ini, penelitian deskriptif bertujuan untuk mendefinisikan situasi atau fenomena sebagaimana adanya dengan mempelajari berbagai jenis buku, artikel, teori, data yang benar, dan pendekatan kualitatif. Kurikulum PPRA merupakan upaya penyegaran kurikulum saat ini dengan memasukkan lebih banyak muatan materi humanis untuk meningkatkan toleransi dan moderasi. Simpulan dari penelitian ini dapat disimpulkan, yaitu: (1) kebijakan pembelajaran di masing-masing madrasah memiliki modelnya sendiri, (2) pembelajaran sesuai dengan tujuan kurikulum mandiri, yang didukung oleh lembaga sesuai dengan kebutuhan peserta didik, (3) salah satu kendala dalam pembelajaran ini, pendidik masih kurang berinovasi dalam menjalankan pendekatan pembelajaran.
Manajemen Pembiayaan Pendidikan Di Sekolah Nurhakim, Haditsa Qur'ani
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 22 No 2 (2023): September 2023
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/lentera.v22i2.1307

Abstract

Financing Management is a process in optimizing existing funding sources, allocating available funds and distributing them as facilities or means of supporting the learning process so as to create an effective and efficient learning process. Education financing is an instrumental input component that is very important in preparing human resources through the implementation of education in schools. There is almost no educational effort that can be influenced by costs, so without the education process it will not work. The financial management process in schools includes: Budget planning, Strategy for finding sources of school funding, Use of school finances, Budget monitoring and evaluation and Accountability. School financial sources are: Financial sources and school financing are grouped into three, namely (1) Central and regional governments intended for educational purposes (2) Parents or students (3) Society.
Filsafat Pendidikan Dan Teori Pendidikan Perspektif Ali Ahmad Madkur Nurhakim, Haditsa Qur'ani; Musthafa, Izzudin
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13650

Abstract

Penelitian ini menelaah pemikiran Ali Ahmad Madkur dalam kitab Manhaj Al-Tarbiyah Fii Al-Tashawwur Al-Islami berkenaan dengan Filsafat Pendidikan dan Teori Pendidikan. Dalam kajian ini, kami mendalami analisis mendalam atas tulisan dan pemikirannya, dengan fokus pada konsep-konsep filosofis yang dianggapnya kontroversial. Sikap Madkur yang tampaknya antipati terhadap filsafat pendidikan Islam diuraikan, dengan menekankan potensi penyimpangan nilai-nilai Islam murni melalui penerapan konsep-konsep filosofis. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan teknik studi dokumentasi. Artikel ini menggunakan metode analisis kritis untuk menjelaskan pandangan Ali Ahmad Madkur tentang filsafat pendidikan dan teori pendidikan Islam. Metode penelitian meliputi telaah pustaka dan analisis teks-teks utama Madkur. Kami juga mempertimbangkan konsekuensi praktis dari pandangan Madkur tentang penerapan pendidikan Islam. Hasil dari penelitian ini menyediakan ruang untuk memahami berbagai perspektif dan mendorong pertimbangan mendalam mengenai integrasi nilai-nilai Islam dalam pendapat Ali Ahmad Madkur dengan kebutuhan pendidikan kontemporer yang semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Kata Kunci: Filsafat Pendidikan, Teori Pendidikan, Kitab, Islam, Syariat.
Filsafat Pendidikan Dan Teori Pendidikan Perspektif Ali Ahmad Madkur Nurhakim, Haditsa Qur'ani; Musthafa, Izzudin
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13650

Abstract

Penelitian ini menelaah pemikiran Ali Ahmad Madkur dalam kitab Manhaj Al-Tarbiyah Fii Al-Tashawwur Al-Islami berkenaan dengan Filsafat Pendidikan dan Teori Pendidikan. Dalam kajian ini, kami mendalami analisis mendalam atas tulisan dan pemikirannya, dengan fokus pada konsep-konsep filosofis yang dianggapnya kontroversial. Sikap Madkur yang tampaknya antipati terhadap filsafat pendidikan Islam diuraikan, dengan menekankan potensi penyimpangan nilai-nilai Islam murni melalui penerapan konsep-konsep filosofis. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan teknik studi dokumentasi. Artikel ini menggunakan metode analisis kritis untuk menjelaskan pandangan Ali Ahmad Madkur tentang filsafat pendidikan dan teori pendidikan Islam. Metode penelitian meliputi telaah pustaka dan analisis teks-teks utama Madkur. Kami juga mempertimbangkan konsekuensi praktis dari pandangan Madkur tentang penerapan pendidikan Islam. Hasil dari penelitian ini menyediakan ruang untuk memahami berbagai perspektif dan mendorong pertimbangan mendalam mengenai integrasi nilai-nilai Islam dalam pendapat Ali Ahmad Madkur dengan kebutuhan pendidikan kontemporer yang semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Kata Kunci: Filsafat Pendidikan, Teori Pendidikan, Kitab, Islam, Syariat.
Basic Concepts and Background of Multicultural Education Nurhakim, Haditsa Qur'ani; Harsing, Harsing; Ruswandi, Uus; Erihadiana, Mohamad
Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2025): May
Publisher : Research Departement of Darullughah Wadda'wah International Islamic University Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/jpi.v15i1.2624

Abstract

The widespread diversity in Indonesia creates challenges in maintaining social harmony and strengthening unity, thus requiring educational efforts to instill values of tolerance and appreciation of differences. Therefore, education plays a crucial role as a medium in shaping an inclusive and harmonious society within this diversity. This study aims to explore in greater depth the principles and implementation of multicultural education within the context of modern education. This article employs a qualitative research method with a literature review approach and content analysis to gather and interpret relevant references on multicultural education. The study finds two main results: first, that multicultural education is understood as a deliberately planned and implemented process to provide equitable educational services to all students, aiming to develop understanding, appreciation, and evaluation that respects individual differences without discrimination. Second, the emergence of multicultural education is inevitably influenced by the impact of World War II, which affected social change in Western countries, along with the increasing diversity of ethnicity and culture in society. It is also influenced by political, social, economic, and intellectual factors that develop over time. These findings indicate that multicultural education is not only about understanding diversity but also about creating inclusive and fair spaces within the global education system. The contribution of this research is to strengthen the role of multicultural education in Indonesia, both as a pedagogical approach and as a foundation for formulating inclusive and equitable education policies.