Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Transisi New Normal: Bagaimana Masyarakat Rural dapat Bertahan? Pratiwi Nurhabibi; Rahmadhona Fitri Helmi; Iip Permana; Fajar Ruddin; Boni Saputra
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v4i4.552

Abstract

The Indonesian government has declared a new order to live side by side with COVID-19, through the idea of a "new normal". An interesting study to see how the Indonesian people respond to this new normal policy, especially in rural communities. So far, most discussions about the new normal have only been in the context of urban society. This study aims to identify the resilience of rural communities in facing the new normal situation. The method used is qualitative with a phenomenological approach. Data was collected using in-depth interview techniques with key actors. The research was conducted in Pulo Pitu Marihat Village, Ujung Padang District, Simalungun Regency, North Sumatra Province. This area was a red zone location when the pandemic took place, and most of the population worked in the informal sector which tended to be economically and socially vulnerable. The results show that people's ability to survive in the face of changes in the new normal transition period is influenced by individual resilience, social capital, natural resource environment, and social institutions.
Peningkatan Kapasitas Pemerintah dan Masyarakat Nagari Salimpaung Melalui Aplikasi SIANA Iip Permana; Yulia Hanoselina; Rahmadhona Fitri Helmi; Yuliarti Yuliarti
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 3 (2023): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i3.6607

Abstract

The purpose of this service is to increase the capacity of the Nagari Salimpaung Government apparatus in utilizing the management of the SIANA application and increase the participation of the Nagari Salimpaung community in obtaining public services. The method used in this service adopts the sprint design method which includes outreach, training and mentoring activities. The instrument for evaluating community service activities uses a questionnaire and is analyzed descriptively. The results of this service show that there is an increase in the capacity of partners, especially the SIANA application operator. This can be seen from the operator’s basic skills in operating the SIANA application.
Mempererat Persaudaraan dan Partisipasi Masyarakat Melalui Lomba Voli Nagari Padang Laweh Rahmadhona Fitri Helmi; Suci Nur Amamina; Intan Aisyah; Tassya Andari; Kelvin Kelvin; Dimas Mandela Putra
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1102

Abstract

Aktivitas olahraga berbasis komunitas memiliki peran penting dalam memperkuat interaksi sosial dan partisipasi kolektif masyarakat pedesaan. Bola voli sebagai olahraga beregu yang menekankan kerja sama dan kebersamaan tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai media integrasi sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan lomba bola voli sebagai sarana mempererat persaudaraan dan meningkatkan partisipasi sosial masyarakat di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui keterlibatan langsung dan observasi partisipatif, dengan mahasiswa berkolaborasi bersama masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lomba bola voli mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, memperkuat interaksi sosial antar dusun, serta menumbuhkan nilai gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab kolektif. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik dan pemanfaatan ruang publik bersama. Secara keseluruhan, lomba bola voli terbukti efektif sebagai strategi berbasis komunitas dalam memperkuat kohesi sosial dan mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Efektivitas Aplikasi Sp4n Lapor! Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Di Dinas Kominfo Kota Padang Dinda Mutiarani Jamil; Annisa Noviyani; Arief Rahman Satria; Ferdiansyah Ferdiansyah; Rahmadhona Fitri Helmi
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol.2 No.1 2025
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v1i4.94

Abstract

Pelayanan publik yang efisien, efektif, dan responsif merupakan hak dasar setiap warga negara. Namun, praktik di lapangan sering menunjukkan pelayanan yang belum optimal, baik dalam administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, maupun sektor lainnya. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mengadopsi teknologi informasi melalui pendekatan e-government, salah satunya dengan meluncurkan aplikasi SP4N LAPOR! sebagai alat pengelolaan pengaduan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aplikasi SP4N LAPOR! dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dinas Kominfo Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SP4N LAPOR! mampu meningkatkan efisiensi dalam proses pengaduan, memperkuat transparansi, dan mendorong partisipasi masyarakat. Namun, beberapa kendala seperti kurangnya sosialisasi dan keterbatasan teknis masih menjadi tantangan. Kesimpulannya, SP4N LAPOR! memberikan kontribusi positif dalam mendorong pelayanan publik yang lebih baik, dengan rekomendasi peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan SDM, serta strategi sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat.
Efektivitas Aplikasi Sp4n Lapor! Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Di Dinas Kominfo Kota Padang Dinda Mutiarani Jamil; Annisa Noviyani; Arief Rahman Satria; Ferdiansyah Ferdiansyah; Rahmadhona Fitri Helmi
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol.2 No.1 2025
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v1i4.94

Abstract

Pelayanan publik yang efisien, efektif, dan responsif merupakan hak dasar setiap warga negara. Namun, praktik di lapangan sering menunjukkan pelayanan yang belum optimal, baik dalam administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, maupun sektor lainnya. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mengadopsi teknologi informasi melalui pendekatan e-government, salah satunya dengan meluncurkan aplikasi SP4N LAPOR! sebagai alat pengelolaan pengaduan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aplikasi SP4N LAPOR! dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Dinas Kominfo Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SP4N LAPOR! mampu meningkatkan efisiensi dalam proses pengaduan, memperkuat transparansi, dan mendorong partisipasi masyarakat. Namun, beberapa kendala seperti kurangnya sosialisasi dan keterbatasan teknis masih menjadi tantangan. Kesimpulannya, SP4N LAPOR! memberikan kontribusi positif dalam mendorong pelayanan publik yang lebih baik, dengan rekomendasi peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan SDM, serta strategi sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat.
Diseminasi Informasi Publik: Pendukung dan Penghambat Peningkatan Layanan Keterbukaan Informasi Publik di Kabupaten Pasaman Willy Oktaviani; Rahmadhona Fitri Helmi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2702

Abstract

Keterbukaan Informasi Publik (KIP) merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Namun, berdasarkan data dari Komisi Informasi (KI) Pusat RI memperlihatkan sebanyak 45% badan publik informatif dan sebanyak 55% badan publik masuk kategori menuju, cukup, kurang bahkan tidak informatif, termasuk salah satunya badan publik di Kabupaten Pasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis diseminasi informasi publik oleh PPID Kabupaten Pasaman dalam meningkatkan layanan Keterbukaan Informasi Publik, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan studi dokumentasi. Selanjutnya, untuk menguji keabsahan informasi dilakukan dengan triangulasi data, sumber. Hasil penelitian menunjukkan diseminasi informasi yang dilakukan oleh PPID Utama Kab.Pasaman terbagi dalam tiga tahap: penerimaan, seleksi, dan retensi informasi. Faktor pendukung mencakup kolaborasi antar OPD dan pemahaman bersama terkait keterbukaan informasi. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi perubahan struktur organisasi, gangguan sistem, mutasi pegawai, serta belum tersedianya platform digital yang memadai. Dengan demikian, upaya diseminasi informasi masih menghadapi tantangan dan membutuhkan penguatan dalam sistem dan koordinasi lintas instansi agar dapat berjalan optimal.
Kolaborasi Hexahelix Pariwisata dalam Pengembangan Wisata Cagar Budaya di Kawasan Padang Kota Tua Nandita Rinjani; Rahmadhona Fitri Helmi
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2745

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana kolaborasi hexahelix pariwisata dalam pengembangan wisata cagar budaya di kawasan Padang Kota Tua. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana peran enam unsur dalam model hexahelix: pemerintah, regulasi/hukum, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar unsur hexahelix sudah terbentuk, namun masih belum optimal terutama dalam aspek koordinasi dan keberlanjutan program, kurangnya fasilitas pendukung wisata, belum optimalnya peran dari masing-masing unsur, terbatasnya pendanaan dari pemerintah untuk mendukung para akademisi dalam melakukan riset/penelitian, dan kurangnya koordinasi yang selaras antara para unsur hexahelix dalam pengembangan wisata Padang Kota Tua. Untuk itu diperlukan perencanan dan forum komunikasi berkelanjutan antar unsur untuk meningkatkan efektivitas kolaborasi hexahelix
Persepsi Pedagang Terhadap Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Tradisional Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman Ayu Aulia; Rahmadhona Fitri Helmi
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i2.3887

Abstract

Program Pasar SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) QRIS merupakan inisiatif Bank Indonesia Kementerian Perdagangan untuk mendorong adopsi pembayaran digital di pasar tradisional. Meskipun fasilitas QRIS telah diberikan kepada pedagang, tingkat penggunaan berkelanjutan di lapangan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pedagang terhadap implementasi Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Tradisional Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, dengan menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert empat tingkat kepada pedagang yang telah memperoleh fasilitas QRIS. Variabel yang dianalisis meliputi Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATT), dan Behavioral Intention to Use (BITU). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata untuk menggambarkan kecenderungan persepsi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel TAM berada pada kategori buruk. Persepsi kemudahan penggunaan (PEOU) dan persepsi kebermanfaatan (PU) memperoleh nilai rata-rata rendah, yang berdampak pada sikap pedagang terhadap penggunaan QRIS (ATT) serta niat penggunaan berkelanjutan (BITU) yang juga rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pedagang belum merasakan kemudahan dan manfaat QRIS secara optimal dalam aktivitas perdagangan sehari-hari. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Program Pasar SIAP QRIS tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi sangat bergantung pada tingkat penerimaan dan penggunaan aktual oleh pedagang. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang menekankan peningkatan literasi digital, pendampingan teknis, serta komunikasi manfaat QRIS yang lebih kontekstual bagi pedagang pasar tradisional.
Pengawasan Penggunaan Kendaraan Dinas di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Aisyah Putri Gutawa; Rahmadhona Fitri Helmi
PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies Vol. 5 No. 2 (2026): PUBLICNESS: Journal of Public Administration Studies Terbitan IN PRESS
Publisher : Policy, Law and Political Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/publicness.v5i2.368

Abstract

This study examines the supervision of official vehicle usage at the Regional House of Representatives (DPRD) of West Sumatra Province within the framework of regional asset management. Although regulatory provisions mandate monitoring and control, the implementation of supervision remains predominantly administrative and has not yet functioned as an operational control system. This research employs a qualitative descriptive approach with a phenomenological perspective. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis involving the DPRD Secretariat, the Regional Financial and Asset Management Agency, the Inspectorate, and DPRD leadership. Data validity was ensured through source and technique triangulation, while analysis followed the interactive model of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that supervision has not been carried out effectively due to the absence of technical standards, the lack of performance-based evaluation mechanisms, and weak corrective actions. Supervision is limited to inventory recording, maintenance reporting, and tax administration without monitoring operational use, usage frequency, or accountability of users. Furthermore, the absence of periodic reporting obligations and audit indicators prevents early detection of misuse. Consequently, supervision has not yet contributed to improving transparency and accountability in regional asset management. Strengthening operational standards, evaluation systems, and institutional follow-up mechanisms is necessary to transform administrative supervision into a comprehensive managerial control system.
Komunikasi Pemerintah Desa Kerapuh : Strategi Komunikasi dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Admininistrasi Kependudukan Cindi Nainggolan; Rahmadhona Fitri Helmi
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpp.v10i3.5497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengkaji strategi komunikasi pemerintah desa guna meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk) serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini berjenis kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan informan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Pemerintah Desa Kerapuh dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap administrasi kependudukan dengan pendekatan seven effective communications (7Cs). Pemerintah desa telah berupaya membangun komunikasi yang efektif melalui bahasa yang mudah dipahami, penyampaian langsung oleh kepala dusun, serta penyusunan pesan yang relevan. Namun, strategi ini masih menghadapi kendala, baik internal seperti rendahnya kesadaran, waktu, dan pendidikan masyarakat, maupun eksternal seperti minimnya sosialisasi, sarana prasarana terbatas, dan kurangnya kapasitas aparatur desa. Diperlukan peningkatan komunikasi dan kapasitas kelembagaan untuk mendorong partisipasi masyarakat secara lebih optimal.