Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Advokasi Pembentukan Forum Anak Nagari Nila Wahyuni; Rahmadhona Fitri Helmi; Artha Dini Akmal
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v3i2.109

Abstract

Salah satu hak anak yang jarang terpenuhi adalah hak untuk berpartisipasi. Anak tidak hanya dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dalam keluarga tetapi juga harus berperan aktif dalam aspek pembanunan. Forum anak merupakan jembatan komunikasi antara anak dan pemerintah untuk berpartisipasi dalam pembangunan Nagari Layak Anak. Nagari Tabek dan Nagari Sawah Tangah di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, mitra pengabdian kami masih belum memiliki forum anak. Hal ini disebabkan beberapa hal: 1) tidak semua anak memahami fungsi dan perannya dalam pembangunan nagari; 2) anak kurang percaya diri dalam menyuarakan aspirasinya; 3) pemangku kepentingan belum menjadikan partisipasi anak sebagai hal yang penting dalam kebijakan pemerintahan nagari. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk menyuarakan kepentingan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) dan menginiasasi lahirnya forum anak nagari. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan partisipatif dan kolaboratif. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa, adanya peningkatan pemahaman stakeholders tentang Pengarusutamaan Hak Anak dan peran forum anak, peningkatan kemampuan anak berbicara di depan umum dalam menyuarakan aspirasi dan kepentingannya, terbentuk komitmen antar stakeholders dengan menginisiasi pembentukan forum anak nagari.
ANALISIS STAKEHOLDER DALAM KONFLIK REVITALISASI EMPLASEMENT STASIUN KERETA API Hidayatul Fajri; Artha Dini Akmal; Pratiwi Nurhabibi
Jurnal Kebijakan Publik Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/jkp.10.2.p.61-66

Abstract

Konflik seringkali merupakan kondisi yang kompleks karena banyaknya pihak yang terlibat di dalamnya dengan hubungan dan tujuan yang rumit. Konflik yang dibahas di dalam artikel ini pada awalnya merupakan konflik perebutan lahan yang terjadi antara 204 Keluarga yang mendiami emplasement stasiun emplasement stasiun kereta api di Bukittingg dengan pihak PT. Kereta Api Indonesia yang ingin kembali merevitalisasi jalur dan fasilitas perkeretaapian di Sumatera Barat Khususnya di Bukittinggi. Namun, konflik kemudian meluas bukan lagi antara dua pihak tetapi melibatkan pihak-pihak yang pada awalnya dianggap tidak memiliki kepentingan di dalam konflik tersebut. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi para pemangku kepentingan, menganalisis kepentingan dari pihak-pihak yang terlibat, pengaruh dan hubungan para pemangku kepentingan, dan membangun model kualitatif untuk membantu melihat kepentingan para pihak di dalam konflik emplasement stasiun emplasement stasiun kereta api di Bukittinggi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis stakeholder. Menggunakan pendekatan semi terstruktur dengan melakukan wawancara mendalam dengan masing-masing stakeholder. Hasil penelitian mengidentifikasi terdapat 13 pihak yang secara langsung terlibat, yang terdiri dari 1 pihak berperan sebagai key player, 2 pihak yang berperan sebagai subject, 3 pihak sebagai context setter, dan 9 pihak sebagai crowd. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa adanya satu pihak yang mendominasi menyebabkan sulitnya mencapai win-win solution dalam konflik ini. Penelitian ini menyarankan adanya forum yang berisikan multi-pihak agar dapat ditemukan solusi yang tidak menyebabkan adanya pihak yang terlalu dirugikan di dalam suatu konflik.
Peningkatan Keterlibatan Stakeholder Dalam Perumusan Peraturan Nagari Layak Anak Hidayatul Fajri; Artha Dini Akmal; Boni Saputra; Karjuni Dt. Maani; Iip Permana; Nila Wahyuni; Rizki Syafril
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2020): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v4i4.4550

Abstract

Nagari Situmbuk and Nagari Tabek Patah, our activity partners, do not yet have regulations governing the protection of public spaces that are suitable for children. Whereas Law No. 23/2002 requires every city/regency and village to have a child-friendly environment, also Law_No._35 of 2014 concerning_child_protection demands the same thing. The urgency was also emphasized by the issuance of the_Regulation_of_the_Minister_of Women_Empowerment and Child_Protection of the Republic of Indonesia No 13 of 2010 Technical Guidelines for Eligible Districts / Cities in Children / Villages and Regional Regulation of Tanah Datar District No. 6 of 2018 concerning Implementation of Child Protection. Therefore, the existence of the Nagari Rule on Child-Friendly Nagari as important as participatory and collaborative policy formulation capabilities is held at the nagari level. It was marked by the involvement of stakeholders aiming that the policy would get full commitment from all parties. This activity is carried out using a participatory and collaborative training approach method. The results of devotion show that the involvement of stakeholders is still low in the formulation of policies in both of our partner villages. This is caused by 1) their lack of knowledge about children's rights and 2) communication, interaction, and exchange of information among stakeholders that is low so that it fails to form a policy network..
Opini Masyarakat Twitter terhadap Kandidat Bakal Calon Presiden Republik Indonesia Tahun 2024 Artha Dini Akmal; Iip Permana; Hidayatul Fajri; Yuliarti Yuliarti
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v4i4.160

Abstract

Registration for the 2024 presidential candidates began at the end of 2023, but the euphoria of the supporters of the 2024 presidential candidates began to be felt from the beginning of 2022. Several survey institutions released public opinions regarding several prospective 2024 presidential candidates. One of the approaches taken in the survey was by conducting direct interviews with the public. However, political dynamics can change the results of political surveys at great expense. Public opinion about the 2024 presidential candidates cannot only be acquired through direct interviews. Public opinion acquisition can also be done through social media such as Twitter. This article aims to find out public opinion on the candidates for the 2024 presidential candidate on Twitter social media. This article uses a Twitter dataset and data analysis tools using orange data mining. The crawling dataset was carried out using the hashtags #capres2024 and #presiden2024 and the keywords anies baswedan, prabowo subianto and ganjar pranowo with 10,000 tweet data in content written in Indonesian. Text preprocessing includes transformation, tokenization, filtering and normalization applied to data before analysis is carried out with topic modeling and sentiment towards the presidential candidates. The results of the word cloud analysis show a very high level of popularity for candidate Ganjar Pranowo, but the results of the sentiment analysis show that Ganjar Pranowo has a negative sentiment.
Optimalisasi Pengelolaan BUMNag Duo Baleh Suku Melalui Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan Yuliarti Yuliarti; Hidayatul Fajri; Iip Permana; Artha Dini Akmal
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 1 (2023): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i1.6628

Abstract

This service program aims to increase the knowledge and capacity of BUMNag Duo Baleh Suku managers regarding business management competence and financial governance of village-owned enterprises. The method used in implementing this community partnership service is Participatory Learning Action (PLA). While the activity implementation technique is offline, with several stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the monitoring and evaluation stage. The instrument for evaluating this activity is through questionnaires and interviews which are analyzed descriptively. The results of this dedication show that there is an increase in the capacity of BUMNag Duo Suku managers in business management and financial governance. In making decisions, management is able to read market orientation while still minimizing production costs without reducing quality. For financial governance along with the preparation of financial reports (cash flow statements, profit and loss statements and company balance sheets) made by the treasurer already follow the SAK financial accounting standards and are made using Microsoft Excel.
The role of the Lestari Farmers Group Cooperative in improving the economic welfare of the Taratak Jarang Community in Solok Regency Fitri mayang Sari; Artha Dini Akmal
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 10 (2025): October 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i10.878

Abstract

The Lestari Cooperative Farmers Group is a solution to the challenges faced by the community in Nagari Taratak Jarang, Solok Regency, particularly the difficulty in accessing business capital owing to limited banking services. Banking institutions often implement complex procedures and requirements that are difficult for individuals without a collateral or adequate credit history to meet. This study aimed to evaluate the contribution of cooperatives and obstacles experienced by farmer groups in their efforts to improve the economic welfare of the Taratak Jarang community. The research method applied is descriptive qualitative, with informants selected through purposive sampling, including the Cooperative Chair, Secretary, Treasurer, and cooperative beneficiaries. Data sources include primary data obtained from interviews and documentation and secondary data from the Central Statistics Agency (BPS), literature, reports, journals, and other sources. Data analysis was conducted based on the Miles and Huberman framework, which involves data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings indicate that the Lestari Cooperative Farmers Group in Taratak Jarang makes a substantial contribution to the economic welfare of its members through savings, loan services, and capital support, although administrative processes and financial recording are still carried out manually. Guidance is provided through deliberations and regular meetings, but the lack of formal training in cooperative and business management hinders the improvement of skills among both the management and members. Member participation is generally good but inconsistent due to economic factors, workload in the field, and a lack of understanding of the cooperative's benefits. Human resources, finances, and facilities have been utilized fairly well, but the potential has not been fully realized because of managerial limitations and slow technology adoption. The minimal use of digital devices for bookkeeping and communication is a major obstacle to work efficiency and effectiveness.
Peranan  Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi  Dalam Upaya Pengelolaan Sampah Organik, Anorganik, Dan B3 Berbasis Masyarakat Ghina Yulida Putri; Yola Nurfadhila; Rizki Syafril; Artha Dini Akmal
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah di Kota Bukittinggi semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas pariwisata, dan meningkatnya pola konsumsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bukittinggi dalam pengelolaan sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berbasis masyarakat, serta mengidentifikasi kendala dan tingkat partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan pemaparan materi oleh narasumber DLH dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DLH Kota Bukittinggi telah melaksanakan berbagai program pengelolaan sampah, seperti bank sampah, komposting, budidaya maggot, dan edukasi lingkungan. Namun, implementasi program tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) regional, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui peningkatan partisipasi aktif, edukasi berkelanjutan, serta penegakan kebijakan yang lebih tegas untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Parak Karakah: Penelitian Iip Permana; Yuliarti; Artha Dini Akmal; Hidayatul Fajri; Yulia Hanoselina
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5857

Abstract

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan bahwa prevalensi stunting secara nasional menurun sebesar 2,8%, tetapi di Kota Padang meningkat sebesar 0,6%. Puskesmas Parak Karakah merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang masih menghadapi kendala dalam upaya penurunan prevalensi stunting, terutama rendahnya partisipasi keluarga atau masyarakat terhadap kelompok sasaran berisiko stunting serta keterbatasan sumber daya dalam pemantauan kelompok sasaran. Kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan stunting melalui komunikasi perubahan perilaku. Kegiatan dilaksanakan kepada 28 kader kesehatan perempuan di wilayah kerja Puskesmas Parak Karakah dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), meliputi diskusi terbuka, brainstorming, penggunaan alat partisipatif, permainan peran, serta evaluasi partisipatif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, dengan rerata nilai pre-test sebesar 43,9%, rerata post-test sebesar 75,9%, dan rerata peningkatan skor sebesar 32%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis partisipatif dapat mendukung peningkatan kapasitas kader dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Parak Karakah.
Transforming Coastal Livelihoods: A Multi-Dimensional Approach to Fishermen’s Empowerment in Pesisir Selatan, Indonesia Fitri Eriyanti; Zikri Alhadi; Iip Permana; Yuliarti Yuliarti; Artha Dini Akmal; Rahmadani Yusran
Jurnal Ilmu Administrasi Negara AsIAN (Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara) Vol. 13 No. 1 (2025): Edisi Maret 2025
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (AsIAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47828/jianaasian.v13i1.329

Abstract

Fishing communities in Indonesia continue to face structural challenges such as weak institutions, limited technical capacity, and restricted market access. This study analyzes a community empowerment program implemented through institutional strengthening, skills development, and digital marketing in the Bunda Saiyo Culinary Tourism Group in Pesisir Selatan Regency. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews. The results indicate notable progress in four key dimensions: (1) institutional strengthening, evidenced by a clearer organizational structure and increased member participation (up by 65%); (2) technical skills, reflected in a 45% increase in product diversification and improved quality standards; (3) marketing, through the adoption of digital platforms that expanded market reach by approximately 40%; and (4) entrepreneurship, demonstrated by members’ higher initiative and the creation of new business ideas. These changes have contributed to an estimated 35–50% rise in monthly turnover and enhanced household income stability. However, limited access to capital and lingering pandemic effects remain constraints. The findings highlight that sustainable empowerment of fishing groups requires an integrated, multi-dimensional strategy combining institutional, technical, and market-based interventions.