Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Urgensi Inklusi Pajak pada Mata Kuliah Umum di Perguruan Tinggi: Studi Kasus Persepsi dan Pemahaman Perpajakan Mahasiswa Universitas Tidar Firstya Evi Dianastiti; Novitasari Novitasari; Anggita Febriana Wati
Journal of Public Administration and Local Governance Vol 4, No 1 (2020): Local Government Policy, State Finance, and Law Enforcement
Publisher : Social and Political Science Faculty - Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jpalg.v4i1.2394

Abstract

Pajak merupakan salah satu penerimaan terbesar bagi negara yang digunakan untuk membiayai pengeluaran negara demi mewujudkan kesejahteraan rakyat. Akan tetapi, masyarakat termasuk generasi muda memiliki persepsi yang berbeda terhadap perpajakan di Indonesia sehingga target penerimaan pajak oleh pemerintah belum optimal. Sedangkan, generasi muda berperan sebagai agen perubahan terutama mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan pemahaman perpajakan mahasiswa di Universitas Tidar. Data diperoleh melalui teknik pengumpulan angket. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa Universitas Tidar semester dua tahun ajaran 2019/2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemahaman perpajakan mahasiswa tentang masih kurang termasuk pemahaman tentang pengertian pajak, fungsi pajak, regulasi dan mekanisme pembayaran pajak, jenis-jenis pajak, hingga pemberitaan tentang penyelewengan pajak di Indonesia. Meskipun demikian, mahasiswa memiliki persepsi bahwa pajak penting untuk kesejahteraan rakyat sehingga mendukung pembayaran pajak di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti memberikan rekomendasi yaitu persepsi mahasiswa terhadap perpajakan di Indonesia harus diperkuat melalui pelaksanaan inklusi pajak dalam pembelajaran di perguruan tinggi terutama melalui integrasi dalam Mata Kuliah Umum (MKU) karena MKU wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa.
KONSTRUKSI SOSIAL IBU RUMAH TANGGA TERHADAP PILIHAN MENJADI TKW DI LUAR NEGERI Novitasari Novitasari; Achmad Busrotun Nufus; RM Mahendradi
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2020): Juli
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v1i1.2686

Abstract

Pekerja migran Indonesia diketahui telah menyumbang devisa kepada negara dalam jumlah yang besar karena Indonesia aktif mengirimkan pekerja migran Indonesia termasuk tenaga kerja wanita ke berbagai negara di dunia termasuk Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Arab Saudi. Biaya yang terjangkau bagi perempuan untuk menjadi asisten rumah tangga di luar negeri menyebabkan tenaga kerja Indonesia yang legal didominasi oleh tenaga kerja wanita. Meskipun demikian, kondisi dalam dunia kerja menjadi tenaga kerja wanita memiliki tantangan tersendiri khususnya bagi perempuan yang belum berpengalaman untuk melakukan pekerjaan berbayar, misalnya ibu rumah tangga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial ibu rumah tangga terhadap pilihan menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan masyarakat Desa Banaran, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga yang telah menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri mengalami tiga dialektika sesuai dengan teori Konstruksi Peter L. Berger, yaitu: eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Adapun faktor yang mempengaruhi konstruksi sosial ibu rumah tangga terhadap pilihan menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri, antara lain: perception, learning, dan emotion.
Persepsi mahasiswa terhadap penilaian teman sejawat secara daring pada mata kuliah pendidikan kewarganegaraan di Universitas Tidar N Novitasari; Sukron Mazid; Achmad Busrotun Nufus; Y Yasnanto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v9i1.10001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa terhadap penilaian teman sejawat secara daring pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Tidar. Persepsi mahasiswa dibatasi pada lima aspek, antara lain: urgensi, efektivitas, keterbacaan, keterpahaman dan efisiensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi data pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Tidar yang sedang menempuh matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling yang kemudian prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi terpilih menjadi sampel penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner secara daring dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Model Miles & Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang positif terhadap penilaian sejawat secara daring pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
PENYULUHAN MENANGKAL RADIKALISME MELALUI PENGUATAN KARAKTER SISWA DI MTS ARROSYIDIN MAGELANG Novitasari Novitasari; Nike Mutiara Fauziah; Sukron Mazid; Achmad Busrotun Nufus; Yasnanto Yasnanto; Elfiyan Widiyanto
Civitas Ministerium Vol 4, No 01 (2020): Civitas Ministerium
Publisher : Civitas Ministerium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan Radikalisme di Indonesia saat ini telah menjadi salah satu ancaman nasional. Ideologi-ideologi radikal terus mengikis nasionalisme bangsa ini. Radikalisme menjadi embrio lahirnya terorisme, dimana ideologi tersebut dapat dengan mudah mempengaruhi masyarakat sipil di Indonesia untuk menjadi pelaku teror yang dapat membahayakan masyarakat luas. Program-program deradikalisasi melalui penguatan pendidikan karakter siswa dapat menjadi salah satu alternatif soft power dalam menangkal ideologi-ideologi radikal. Melalui program penguatan karakter ini siswa dapat diarahkan untuk mengikis sejak dini sikap dan paham radikal. Oleh karena itu, dibutuhkan pengabdian kepada masyarakat untuk menangkal radikalisme melalui penguatan karakter siswa di MTs Arrosyidin Magelang. Pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahapan dengan menggunakan unsur-unsur pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Tahapan pertama adalah penyampaian materi dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan PAKEM berbasis karakter. Tahapan kedua dilaksanakan dalam bentuk menonton video, diskusi dan praktek dengan PAKEM berbasis karakter. Tahapan ketiga berupa evaluasi dan refleksi bersama guru. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa penyuluhan menangkal radikalisme dengan penguatan karakter membelajarkan beberapa nilai-nilai karakter secara tidak langsung, yaitu tanggung jawab, disiplin, jujur, kerja sama, dan sederhana.
Pendidikan Bela Negara bagi Siswa untuk Mencegah Radikalisme (di Mi Al Iman dan Mi Muhammadiyah Terpadu Harapan Kota Magelang) Novitasari Novitasari; Riva Ismawati; Sukron Mazid
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.091 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i2.4488

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah penyelenggara pendidikan formal jenjang sekolah dasar yang berbasis pada agama Islam. Aksi terror dari kelompok radikalisme yang mengatasnamakan agama Islam membuat penyelenggara pendidikan berbasis agama Islam termasuk MI dikhawatirkan menjadi wadah penyebaran paham intoleran. Oleh karena itu, sudah sepatutnya madin memerlukan pendidikan bela negara bagi siswanya untuk mencegah radikalisme. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan pendidikan bela negara di MI Al Iman dan MI Muhammadiyah Terpadu Harapan Kota Magelang. Pendidikan bela negara yang akan dilaksanakan diharapkan mampu mendorong siswa madin untuk memiliki pemikiran dan pemahaman tentang wawasan kebangsaan yang rasional sehingga dapat diterapkan secara keberlanjutan agar menumbuhkan karakter cinta tanah air dan toleran terhadap keberagaman masyarakat Indonesia. Kegiatan pengabidan dilaksanakan melalui tiga tahap. Tahap pertama yaitu dengan ceramah, menonton video, tanya jawab, kuis, dan penarikan kesimpulan. Materi pada pengabdian tahap pertama yaitu aktualisasi nilai-nilai bela negara pada siswa di kedua mitra yang diselenggarakan pada hari yang berbeda. Tahap kedua yaitu penyampaian materi bela negara sebagai salah satu wujud pengamalan sila-sila Pancasila. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, kuis, dan penarikan kesimpulan. Tahap ketiga yaitu pendidikan bela negara dilaksanakan melalui evaluasi dan refleksi.
Pendampingan Pengembangan Kampung Wisata Berbasis Masyarakat Fadlurrahman Fadlurrahman; R.M. Mahendradi; Novitasari Novitasari; Seiren Ikhtiara
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.185 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i2.4617

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling berkembang dalam perekonomian dunia, dan menjadi faktor penting dalam pembangunan sosial ekonomi suatu wilayah. Dalam bidang pengembangan kepariwisataan, potensi lokal (SDA, SDM, dan dukungan stakeholders) merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan masyarakat dalam mengembangkan kepariwisataan. Untuk itu penting mendayagunakan potensi lokal berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini berlokasi di dua kelurahan, yakni kelurahan panjang dan kemirirejo kecamatan magelang tengah kota magelang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan empat tahapan, diantaranya sosialisasi, observasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan pemahaman dan kesadaran dari masyarakat bahwa pariwisata lokal mampu membantu perekonomian, kemudian telah terjadi pembentukan kelompok-kelompok baru yang terdiri dari pemuda-pemudi sebagai penggerak pariwisata.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Whatsapp Group terhadap Peningkatan Pengetahuan Kewarganegaraan Mahasiswa pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Novitasari Novitasari; Sukron Mazid; Yasnanto Yasnanto; Nida Alifia
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v10i1.14300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh Penggunaan Aplikasi Whatsapp Group terhadap Peningkatan Civic Knowledge Mahasiswa pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen khususnya Quasi Eksperimen dengan desain penelitian yaitu Nonequivalent Control Group Desain. Penelitian Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah test melalui pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif deskriptif. Instrumen penelitian yang berupa soal untuk test yang dicek akurasinya dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan menghitung statistic formula koefisien korelasi product-moment Pearson dan analisis Alpha Crochbach dengan bantuan SPSS 26.0 for Windows. Uji prasyarat analisis yang digunakan yaitu uji normalitas dan Uji Walcoxon untuk uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Whatsapp Group berpengaruh terhadap peningkatan civic knowledge mahasiswa pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Pemberdayaan Pemulung dengan Pengelolaan Sampah Plastik menjadi Wayang di Kampung Gumuk Sepiring Rifqi Tiara Febriyanti; Izzudin Abdul Faroj; Arinda Hikma Wati; Taufan Restu Mulianto; Novitasari Novitasari
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/abdipraja.v3i2.6689

Abstract

Kampung Kiringan Baru merupakan kampung yang terletak di Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang Provinsi Jawa Tengah. Masyarakat di kampung tersebut mayoritas bermata pencaharian sebagai pemulung dan sisanya sebagai supir angkot, asongan dan penjual kaki lima yang mana berpendapatan tidak menentu. Solusi yang dapat ditawarkan terhadap permasalahan yang ada adalah pengelolaan sampah menjadi wayang untuk meningkatkan pendapatan serta edukasi seni pertunjukan wayang dan teater. Tujuan adanya program ini ialah memunculkan jiwa kreativitas masyarakat untuk mendorong kegiatan ekonomi dan memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan sampah menjadi wayang yang bernilai jual. Adapun indikator keberhasilan program, yakni tercapainya tujuan yang telah ditetapkan dimana kelompok sasaran dapat mengimplementasikan pengelolaan sampah menjadi wayang serta berhasilnya edukasi seni pertunjukan wayang dan teater yang berbasis rumah inovasi “Sayang” Sanggar Wayang, dapat berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dengan pengolahan sampah melalui 4R (Reduce, Reuse, recycle dan Replace), terjalinnya kemitraan baik dengan pemerintah, akademisi, maupun organisasi masyarakat, mendorong partisipasi aktif antar masyarakat, terjalinnya koordinasi serta komunikasi antar kelembagaan lokal, dan dapat tersebarluasnya video keberhasilan pelaksanaan program rumah inovasi “Sayang” Sanggar Wayang ke masyarakat umum melalui media sosial youtube. Manfaat yang dihasilkan dari program ini bagi masyarakat yakni untuk meningkatkan sumber daya penghasilan masyarakat di Kampung Kiringan Baru dan Tidar Krajan, meningkatkan kesejahteraan dan menjadi kekuatan masyarakat untuk melakukan perubahan sosial, meningkatkan pengetahuan mengatasi sampah plastik dan mengembangkan kreativitas masyarakat Kampung Kiringan Baru dan Tidar Krajan melalui pelatihan daur ulang sampah plastik menjadi wayang, serta sebagai sarana pendidikan, pelatihan, dan pameran kerajinan tangan pembuatan wayang dari daur ulang sampah plastik. Bagi mahasiswa yakni sebagai media pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi, sebagai sarana pemberdayaan masyarakat, dan sebagai pembelajaran mahasiswa tentang pembuatan wayang dari sampah botol plastik yang diterapkan di masyarakat Kampung Kiringan Baru dan Tidar Krajan.Kata kunci : Pemberdayaan, Sampah, Teater, Wayang
Harmonisasi Hak dan Kewajiban Mewujudkan Warga Negara Bertanggung Jawab (Civic Responsibility) Firda Aulia Izzati; Novitasari Novitasari
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v4i1.7379

Abstract

Hak dan kewajiban merupakan dua hal yang saling berkesinambungan, saling berhubungan sebab-akibat yang bisa dipisahkan. Implementasi hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan diberbagai bidang sering mengalami ketimpangan dalam pelaksanaannya. Seringkali menuntut hak tanpa memperhatikan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan untuk mendapat haknya. Jaminan hak dan kewajiban yang melekat pada warga negara bersamaan dengan kesadaran menjaga harmonisasi antara hak dan kewajiban dalam setiap lini kehidupan Pemenuhan hak dan kewajiban harus diikuti dengan rasa tanggung jawab sehingga kesadaran warga negara terhadap pola pikirnya tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak yang diberikan oleh orang lain kepadanya melainkan disertai dengan kewajiban yang harus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab baik dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam penulisan ini lebih menitik beratkan pada pemahaman tentang harmonisasi hak dan kewajiban dalan mewujudkan warga negara yang bertanggung jawab (civic responsibility). Penulisan ini memiliki makdus untuk memberikan referensi dan tambahan wawasan disesuaikan keadaan di era global mengenai eksistensi warga negara dalam mendapatkan hak dan menjalankan kewajibannya secara bertanggung jawab dan didasarkan pada kajian yang mendalam dari berbagai referensi yang relevan
IMPLEMENTASI SEMANGAT KEBINEKAAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Sukron Mazid, M.Pd; Ahmad Busrotun Nufus; Novitasari Novitasari; Delfiyan Widiyanto; Yasnanto Yasnanto
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v4i1.7302

Abstract

Kebinekaan merupakan sebuah perbedaan yang menyatukan, karena bangsa Indonesia terdiri dari multi agama, suku, budaya dan golongan. Bangsa Indonesia patut bersyukur karena keragaman yang universal memberikan warna dan keadaban. Masyarakat merupakan suatu golongan terkecil yang menjadi cerminan sebuah identitas nasional. Oleh karena itu, Kebinekaan menjadi sebuah pengikat perbedaan bagi bangsa. Maka, sebuah kebinekaan harus terus dijaga dan dirawat karena merupakan jati diri bangsa. Dirasa perlu bagi warga bangsa untuk selalu aktif, kritis, analitis dan demokratis dalam berbangsa dan bernegara. Terutama bagaimana penerapan semangat kebinekaan di masa pandemic saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep, urgensi dan implementasi semangat kebinekaan di masa pandemic Covid 19. Jenis Penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan, sumber data terdiri atas sumber literatur dengan memilih referensi buku serta jurnal yang mempunyai hubungan kebinekaan di masa pandemi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi semangat kebinekaan di masa pandemic Covid 19 adalah wujud tindakan dengan saling menghormati, menjaga, menolong, dan menghargai sesama.Â