Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

English: English Banowati Azelia Putri Yuliawan; Bagja Waluya; Shandra Rama Panji Wulung
ASEAN Journal on Hospitality and Tourism Vol. 21 No. 2 (2023):
Publisher : Centre For Tourism Planning and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/ajht.2023.21.2.04

Abstract

This study aims to determine the effect of environmental beliefs on the intention to visit ecological site through ecotourism attitude. The location of this research was conducted in Ciletuh-Palabuhanratu UGGp. In this study, the exogenous variable used were environmental beliefs with ecotourism attitude as the mediating variable and intention to visit ecotourism as the endogenous variable. The type of this research uses descriptive and verification with explanatory research methods. The sampling technique used was purposive sampling, amounting to 460 respondents. The data analysis technique in this study used Structural Equating Modeling (SEM). The results of this study indicate that the description of environmental belief, ecotourism attitude, and intention to visit ecotourism are in a fairly good category. The findings in this study suggest that environmental belief variables indirectly influence the intention to visit visit ecological through ecotourism attitude. The research recommend both of tourists and Ciletuh-Palabuhanratu UGGp to increase environmental belief and ecotourism attitudes in order to create positive tourist visiting intentions.
Analysis of Multiple Choice HOTS Test Questions on the Final Semester Assessment Budi Rahmah Panjaitan; Epon Ningrum; Bagja Waluya
JURNAL GEOGRAFI Vol 16, No 2 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i2.55504

Abstract

Assessment is essential in the education system to monitor educational development and make appropriate instructional decisions. This study aims to analyze the quality of multiple choice questions based on high-level thinking skills (HOTS) in the Geography subject using Anates Windows Version 4.0.9 software. This evaluative research involves analysis of final semester exam questions for class X Geography at SMA Islam Al Azhar 14 Semarang. Data consisting of questions, answer keys and exam results were collected from 32 students. The analysis was carried out descriptively and quantitatively to assess the level of difficulty, discriminating power, reliability, effectiveness of distractors, and validity of the questions. The analysis results show that the difficulty level of most of the questions is in the medium category (50%). The discriminating power is mostly good, although several questions are wrong or bad. Most of the distractors worked well, but some questions had ineffective distractors. Regarding validity, 17 questions were valid, while 11 questions were invalid. The reliability of the test is in the high category, with a reliability coefficient of 0.71. Anates Windows Version 4.0.9 software effectively analysed the quality of HOTS questions. These findings indicate that although most of the questions are of good quality, some require revision to increase their validity and effectiveness. This research emphasizes the importance of using technology in educational assessment to ensure the quality and fairness of exam questions. It contributes to developing assessment tools to improve students' higher-order thinking skills.Keywords: Item Analysis; Multiple Choice; HOTS; SMA Islam Al-Azhar
IbM guru geografi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang menghadapi permasalahan dalam penguasaan materi sistem informasi geografis Dede Sugandi; Iwan Setiawan; Lili Somantri; Nanin Trianawati Sugito; Bagja Waluya
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.146

Abstract

Kurikulum geografi tahun 1994 memuat pokok bahasan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), dimana keduanya tidak pernah muncul pada kurikulum sebelumnya. Karena itu, guru-guru yang lulus sebelum tahun 1994 dipastikan tidak pernah mempelajari kedua materi tersebut. Kondisi ini berimplikasi kepada minimnya penguasaan materi SIG. Akibat dari kurangnya penguasaan materi SIG, sejumlah guru mengaku hanya menyampaikan materi tersebut sekedarnya saja atau terkadang dibahas hanya sepintas saja. Bahkan, ada guru yang hanya memberikan tugas pada peserta didik untuk membacanya saja tanpa diterangkan lebih jauh. Permasalahan yang dihadapi para guru geografi dalam kaitannya dengan SIG dapat dikelompokkan dalam dua aspek, yaitu aspek substansi SIG dan aspek cara atau metode penyampaian materi SIG pada peserta didik. Berdasarkan pada masalah yang dihadapi oleh para guru geografi, maka diperlukan suatu bentuk pelatihan yang dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep SIG dan keterampilan mengoperasikan SIG secara digital. Disamping itu perlu pula disampaikan model pembelajaran SIG yang sesuai untuk peserta didik tingkat SMA. Karena itu, metode atau pendekatan yang akan dilaksanakan adalah pelatihan dengan menggunakan metode ceramah dan praktikum. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam kurun waktu 8 bulan, dimana mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program. Kegiatan pelatihannya sendiri mengambil waktu pertemuan MGMP yang biasa dilaksanakan oleh guru-guru yang terhimpun dalam MGMP Geografi setiap seminggu sekali. Luaran kegiatan ini berupa Peta, artikel, modul SIG, model pembelajaran SIG, dan sertifikat pelatihan yang ditandatangani oleh ketua pelaksana pengabdian dan Ketua LPPM UPI.
Pelatihan pembuatan penelitian tindakan kelas dan karya tulis ilmiah bagi guru geografi SMA Kabupaten Sumedang Ahmad Yani; Epon Ningrum; Lili Somantri; Mamat Ruhimat; Bagja Waluya
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.159

Abstract

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) adalah salah satu LPTK yang memiliki misi menyebarluaskan pengalaman dan temuan-temuan inovatif dalam disiplin ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan disiplin ilmu lain demi kemajuan masyarakat. Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih para guru Geografi SMA di Kabupaten Sumedang dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dan Karya Tulis Ilmiah. Langkah pengabdian terdiri dari empat langkah yaitu (1) pelatihan, (2) monitoring, (3) pembimbingan, (4) diseminasi. Hasil dari pengabdian ini relatif kurang berhasil karena animo peserta pada setiap tahap kegiatan menurun. Walaupun demikian, metode atau langkah pengabdian sudah baik tetapi karena terkendala oleh waktu dan kesediaan peserta maka pengabdian kurang berhasil. Faktor pendukung kegiatan adalah keberadaan pengurus MGMP Geografi Kabupaten Sumedang yang masih mendukung terhadap kegiatan peningkatan kualitas guru geografi. Sedangkan faktor kendala kegiatan adalah motivasi peserta yang sangat rendah untuk melaksanakan PTK, sempitnya luang waktu dari peserta, jarak tempat tinggal peserta yang berjauhan sehingga untuk melakukan pertemuan dalam kegiatan pembimbingan PTK sangat terbatas, dan kurangnya dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Untuk dapat terlaksana di masa depan, disarankan agar sebelum dilaksanakan, tim pengabdian dan peserta harus membuat kesepakatan atau semacam MoU (Memorandum of Understanding) sehingga para peserta terikat dengan kewajibannya untuk melanjutkan atau menuntaskan pekerjaannya dalam membuat PTK.
Peran dan Strategi Komunitas Earth Hour Medan dalam Mendorong Praktik Hidup Berkelanjutan di Indonesia Budi Rahmah Panjaitan; Epon Ningrum; Bagja Waluya; Dede Sugandi; Eka Wulan Safriani
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.1.2023.117-125

Abstract

Komunitas memainkan peran besar dalam kelestarian lingkungan, termasuk hidup berkelanjutan. Kehadiran komunitas menjadi salah satu representasi tujuan ke-17 SDGS yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan (partnerships for the goals). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan strategi Komunitas Earth Hour Medan dalam mendorong praktik hidup berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Komunitas Earth Hour Medan memiliki tiga peran dalam mendorong praktik hidup berkelanjutan di Indonesia yaitu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup berkelanjutan, memperjuangkan kebijakan yang ramah lingkungan, dan melaksanakan aksi hidup berkelanjutan yang ramah lingkungan. Komunitas Earth Hour Medan menerapkan beberapa strategi dalam mendorong praktik hidup berkelanjutan di Indonesia yaitu melaksanakan rekrutmen relawan (volunteer) untuk menjadi bagian dari aksi yang dilakukan, melakukan pendekatan sosial media kepada masyarakat dan pemuda, turun langsung ke lapangan dalam mengedukasi masyakarakat maupun pemuda, dan berupaya menjaga eksistensi dengan tampil di media massa. Komunitas Earth Hour Medan juga melakukan langkah konkret dengan mengedukasi dan advokasi konservasi habitat alam, mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan tanaman apotek hidup, mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia, mengkampanyekan pengurangan sampah plastik, mendorong kebiasaan memasak sendiri makanan di rumah, menggunakan pangan lokal, dan memanfaatkan bahan makanan yang tersedia di sekitar pekarangan rumah. Rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya dukungan pemerintah dan lembaga-lembaga terkait, dan kurangnya sumber daya tetap menjadi hambatan dalam menjalankan program-program berkelanjutan.Kata kunci: Komunitas, Hidup Berkelanjutan, kemitraan, lingkungan
Geo-Stem Integration and Environmental Literacy in Geography Education: A Systematic Review and Bibliometric Analysis Abdul Mufahir; Bagja Waluya; Annisa Joviani Astari
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i1.1591

Abstract

Rapid urbanization, technological acceleration, and increasing environmental degradation have intensified the need to strengthen environmental literacy through geography education. However, previous studies tend to examine Geo-STEM integration and environmental literacy separately, with limited attention to how Geo-STEM contributes to meaningful learning and behavioral transformation. This study aims to systematically map Research trends, thematic patterns, and Research gaps related to the integration of Geo-STEM and environmental literacy in geography education. A Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis was conducted following PRISMA 2020 guidelines. Data were retrieved from the Scopus database, yielding 151 articles for bibliometric analysis and 29 for qualitative synthesis. VOSviewer was employed to analyze publication trends, keyword co-occurrence, and thematic clusters. The findings reveal a significant increase in Geo-STEM and environmental literacy Research after 2020, with three dominant clusters: geography education and learning outcomes, STEM-based pedagogy, and geospatial technologies such as GIS, remote sensing, and artificial intelligence. Nevertheless, gaps remain in linking Geo-STEM implementation to behavioral change and deep learning outcomes. This study contributes by synthesizing current evidence and proposing an integrative framework to support curriculum development, teacher capacity building, and sustainable geography education.
Merajut Harmoni Sosial Melalui Karawitan: Upaya Membentuk Karakter Berbudaya dan Cinta Tanah Air pada Siswa di SMA Yayasan Atikan Sunda Bandung Restuna Nur Inten; Bagja Waluya; Mirna Nur Alia Abdullah
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 4 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i4.6584

Abstract

The preservation of local culture faces serious challenges amidst the current of globalization that has the potential to weaken the cultural identity and national values ​​of the younger generation. Schools have a strategic role in instilling cultural character and love of the homeland through contextual educational activities, one of which is traditional arts extracurricular activities. This study aims to describe the forms of social interaction in gamelan extracurricular activities, the process of forming social harmony, and the formation of cultural character and love of the homeland in high school students of Yayasan Atikan Sunda Bandung. The study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation of instructors, trainers, and student members of the gamelan extracurricular, then analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions based on George Herbert Mead's Symbolic Interactionism theory. The results of the study indicate that social interaction is built through communication, cooperation, and mutual assistance between students, which forms social harmony in the form of togetherness, tolerance, and solidarity. Gamelan activities also contribute to forming cultural character and fostering a sense of love of the homeland through pride and concern for the preservation of national culture.