Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KEPADA SISWA SMK FARMASI Iva Mindhayani; Intan Permatasari; Alfin Orlando Zulfan
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL BERDAYA MANDIRI (JBM)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jbm.v8i2.8447

Abstract

The risk of workplace accidents can happen to anyone, anytime, anywhere and certainly not expected to happen. The risk of accidents can also occur in schools such as at SMK SMF INDONESIA Yogyakarta. There is interaction between students and teachers in carrying out activities both in the classroom, outside the classroom, and also in the laboratory. Accidents and diseases caused by work activities can be avoided as early as possible if all elements of the school understand the risks and hazards that can occur in the school environment. The implementation of school OSH and its understanding of students and teachers is still lacking. Most of them only have general knowledge of OSH without being given other essential understandings. Awareness of OSH culture is a powerful way to prevent work accidents. The implementation of OSH is the joint responsibility of all parties involved. OHS education must continue to be carried out as an effort to instil an OHS culture. Thus, they have a mindset of working or doing things correctly by always being careful and vigilant about potential hazards around them. Based on these problems, K3 education was conducted for students of SMK SMF INDONESIA Yogyakarta class XII. The method used in the abdimas activity is counselling. Pengabdi presented material related to the application of K3 in schools. As a result of this activity, the participants increased their knowledge about K3. Keyword: Hazards, OHS Culture, Education, Pharmacy, Students
Analisis Postur Kerja Pembuat Batu Bata Merah dengan Metode Nordic Body Map (NBM) Dan Quick Exporsure Checklist (QEC) (Studi Kasus: Sentra Batu Bata Dusun Banyakan III) Dian Asakalingga; Siti Lestariningsih; Jono Jono; Iva Mindhayani
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.2099

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Banyakan III, sebuah sentra pembuatan batu bata di Kapanewon Piyungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan meminimalkan risiko muskuloskeletal (MSDs) yang dialami para pekerja akibat metode masih dengan cara manual material handling yang berisiko munculnya keluhan otot dan nyeri sendi, hal ini menyebabkan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini juga mengidentifikasi bagian tubuh pekerja yang sering dikeluhkan serta menentukan stasiun kerja dengan risiko ergonomi tertinggi dari tahapan pencampuran hingga pembakaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan usulan perbaikan postur kerja yang ergonomis untuk meminimalkan risiko muskuloskeletal. Tahap awal penelitian dilakukan evaluasi postur kerja melalui penggunaan metode Nordic Body Map (NBM) dan Quick Exposure Checklist (QEC) untuk mengetahui keluhan dengan skor tertinggi dibagian tubuh mana dan pada stasiun kerja apa. Metode NBM memberikan gambaran dari perspektif pekerja mengenai lokasi rasa nyeri dan pada stasiun mana, sedangkan QEC sebagai bahan pendukung untuk mengetahui stasiun kerja yang memiliki risiko tertinggi serta menjelaskan mengapa nyeri tersebut muncul dengan mengidentifikasi faktor-faktor risiko di lingkungan kerja. Hasil penelitian penggunaan metode NBM (Nordic Body Map) dan QEC (Quick Exposure Check) ditemukan bahwa area pencetakan batu bata merupakan stasiun kerja dengan risiko ergonomi yang tinggi dengan diperlukan tindakan ‘‘Tindakan Dalam Waktu Dekat’’. Hasil kedua metode menunjukkan saling berkesinambungan yang mengindikasikan bahwa keluhan dan potensi cedera paling dominan terjadi pada area pinggang. Usulan perbaikan dengan dibuatkan alat bantu berupa dingklik beroda untuk area pencetakan. Hasil dari implementasi penggunaan alat bantu pada area pencetakan menunjukan hasil adanya penurunan skor NBM dan QEC. Skor NBM mengalami penurunan dari 75.5 menjadi 66.5, sedangkan skor QEC dari 59% menjadi 50%.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Dengan Metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Cost Benefit Analysis (CBA) Benediktus Bagas Prasetya; Iva Mindhayani; Siti Lestariningsih; Intan Permatasari
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Indonesia Plafon Semesta merupakan perusahaan manufaktur plafon PVC yang menghadapi permasalahan dalam tata letak fasilitas produksi, seperti aliran material yang tidak efisien, jarak antar departemen yang tidak terstruktur, serta waktu proses yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas guna meningkatkan efisiensi proses produksi. Metode yang digunakan meliputi Systematic Layout Planning (SLP) untuk merancang aliran material yang optimal, Cost Benefit Analysis (CBA) untuk mengevaluasi kelayakan finansial, serta simulasi dengan perangkat lunak Arena untuk membandingkan performa tata letak awal dan usulan. Hasil menunjukkan bahwa dengan adanya perancangan ulang tata letak dapat mengurangi jarak perpindahan material sebesar 32,5%, dari 224 meter menjadi 151 meter. Secara finansial, proyek menunjukkan Net Benefit sebesar Rp297.580.000, nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,15, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 115%, dan waktu pengembalian investasi (Payback Period) selama 0,95 tahun. Simulasi Arena juga menunjukkan penurunan waktu proses produksi sebesar 11,44 menit atau sebesar 18,06%. Dengan demikian, pendekatan terpadu SLP, CBA, dan simulasi terbukti efektif dalam merancang tata letak yang lebih efisien dan layak diterapkan secara ekonomi.
Penerapan Digital Marketing pada Kelompok Tani Wanita: Strategi Inovatif dalam Pemasaran Produk Pangan Lokal Iva Mindhayani; Nissa Clara Firsta; Intan Permatasari
Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Padma Sri Kreshna
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/psk.v7i2.2092

Abstract

Pemasaran digital telah menjadi strategi krusial bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar. Kelompok Wanita Tani (KWT) "Bunga Padi" di Dusun Blawong II, Bantul, menghadapi tantangan pemasaran produk olahan gadung akibat persepsi negatif konsumen terhadap umbi gadung yang dikenal beracun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui pelatihan dan pendampingan pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi menggunakan desain pretest-posttest pada 15 responden. Hasil analisis dengan uji T berpasangan menunjukkan nilai p-value 0,0024, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan dan keterampilan digital marketing sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa program ini sangat efektif dalam meningkatkan kapasitas pemasaran mitra. Diharapkan, penerapan digital marketing secara konsisten dapat meningkatkan nilai produk, memperluas akses pasar, dan menjamin keberlanjutan usaha pangan lokal KWT Bunga Padi. Kata Kunci: Dusun Blawong, Keripik Gadung, Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemasaran Digital, Produk Pangan Lokal.
Transformasi Kewirausahaan KUBE Kamboja melalui Pemasaran Digital Inovatif Penunjang Wisata Religi di Kelurahan Banjarsari, Surakarta. Oktiva Anggraini; Nisfatul Izzah; Iva Mindhayani
Jurnal Ilmiah Padma Sri Kreshna Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Padma Sri Kreshna
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/psk.v7i2.2093

Abstract

KUBE Kamboja in Kelurahan Banjarsari, Surakarta faces obstacles such as low digital literacy, limited capital, and limited market access. This Beginner Community Empowerment Program aims to encourage women's entrepreneurship and create women-friendly jobs in the development of creative industries in the form of regional souvenirs. The PMP approach integrates training in information technology, entrepreneurship, licensing management (PIRT), digital marketing, and product diversification of souvenirs based on local wisdom. The program results show an increase in KUBE members' understanding of the importance of entrepreneurship and product marketing strategies, which has implications for the progress of MSME businesses. By strengthening the institutional capacity of KUBE through PKM, it is hoped that women will have equal access to economic opportunities and decent work. It is hoped that this program can be replicated by other KUBE and contribute to sustainable women's economic empowerment strategies.
Model Konseptual Kegagalan Operasional Adopsi Agile Project Management pada Industri Konstruksi Tradisional: Studi Pilot di Yogyakarta Intan Permatasari; Iva Mindhayani
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.61965

Abstract

This research was conducted due to the high failure rate of Agile methods in construction projects in Yogyakarta, caused by clashes with traditional work systems. The objective is to identify the root causes of this problem and design a solution. Through a pilot study, data from expert questionnaires were analyzed quantitatively. The causal framework results indicate that failures are triggered by the interaction of regulatory, organizational, behavioral, technological, and financial barriers, which lead to schedule delays and rework. As a solution, a hybrid improvement framework is proposed, which includes: (1) hybrid governance and contracting that balances Waterfall (official documents/schedules) with Agile (team coordination), (2) incremental behavioral changes, (3) integration of digital monitoring tools, and (4) small-scale pilot evaluations prior to widespread implementation. This approach effectively bridges the rigid administrative demands with the need for speed in the field