Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Profil Miskonsepsi Peserta Didik SMA pada Materi Kingdom Animalia Menggunakan Four-Tier Multiple Choice Diagnostic Test Dyah Novira Dwi Jayanti; Endang Susantini
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n3.p479-489

Abstract

Miskonsepsi merupakan pemerolehan konsep yang bertentangan dengan konsep yang benar menurut para ahli. Miskonsepsi dapat menghambat peserta didik untuk memahami suatu konsep karena sebenernya peserta didik sudah memiliki pengetahuan awal. Identifikasi konsep-konsep yang berpotensi mengalami miskonsepsi serta penyebabnya perlu dilakukan untuk mereduksi miskonsepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi Kingdom Animalia menggunakan four-tier multiple choice diagnostic test dan mendeskripsikan faktor penyebab miskonsepsi peserta didik pada materi Animalia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif evaluatif dengan menggunakan instrumen tes diagnostik 4 tingkat untuk mendapatkan profil miskonsepsi dan wawancara peserta didik untuk mengetahui sumber miskonsepsi. Pengumpulan data dilakukan secara daring dengan instrumen tes dalam bentuk google form. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik SMAN 1 Gresik kelas XI MIPA 4 sebanyak 36 peserta didik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terjadi miskonsepsi sebesar 33,82% pada materi Kingdom Animalia. Miskonsepsi paling tinggi terjadi pada konsep Amphibi dan konsep lapisan tubuh hewan dengan persentase 55,56% pada masing-masing konsep, sementara itu miskonsepsi terrendah terdapat pada konsep Pisces yakni sejumlah 13,89%. Faktor yang menyebabkan miskonsepsi adalah kesalahan peserta didik dalam menggeneralisasikan konsep-konsep pada materi Animalia, guru yang memiliki keterbatasan waktu dalam mengajar sehingga terdapat penjelasan yang kurang mendetail, cara mengajar dengan metode ceramah, buku ajar yang belum dilengakapi contoh gambar pada sub-bab tertentu, dan konteks yang dapat disebabkan oleh diskusi materi dengan teman sebaya. Strategi dan media pembelajaran yang menarik perlu diterapkan untuk mereduksi miskonsepsi peserta didik pada materi Animalia. Kata Kunci: Miskonsepsi, Four-Tier Test, Kingdom Animalia.
Profil Miskonsepsi Siswa pada Materi Sistem Gerak Manusia Menggunakan Four-Tier True False Item Diagnostic Test Intan Novitasari; Endang Susantini
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n2.p427-434

Abstract

Pembelajaran biologi memerlukan pemahaman konsep yang benar. Konsep yang diajarkan secara benar akan membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang tepat dan terhindar dari miskonsepsi. Miskonsepsi merupakan suatu persepsi yang salah terhadap suatu konsep yang dimiliki oleh siswa yang tidak sesuai dengan konsepsi ilmiah. Miskonsepsi masih sering terjadi pada materi Biologi, salah satunya pada materi Sistem Gerak Manusia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa pada materi Sistem Gerak Manusia dan mengetahui faktor penyebab miskonsepsi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Metode penelitian ini dengan menggunakan teknik four-tier true false diagnostik test dengan pengambilan data yang dilakukan secara online melalui google form. Sasaran penelitian ini siswa SMA Negeri 1 Tarik kelas XI MIPA 7 sebanyak 35 siswa. Hasil penelitian menunjukkan profil miskonsepsi siswa pada materi Sistem Gerak Manusia sebesar 26%. Miskonsepsi tertinggi pada konsep kontraksi otot yaitu sebesar 38% dan miskonsepsi terendah pada konsep tulang sebesar 10%. Kategori miskonsepsi tergolong kategori rendah. Faktor penyebab miskonsepsi berasal dari siswa yang memperoleh keyakinan konsep sendiri pada beberapa konsep materi Sistem Gerak Manusia yang dianggap sulit, buku teks yang digunakan tidak terperinci serta penjelasan guru yang kurang mendetail dan terlalu cepat. Tindak lanjut dari hasil penelitian ini adalah perlu diadakannya penelitian yang fokus pada pemahaman konsep yang benar dalam materi Sistem Gerak Manusia agar tidak terus-menerus pada konsep yang salah dengan lebih menekankan pada proses penyembuhan miskonsepsi pada siswa. Kata Kunci: Miskonsepsi, Four-Tier Test, Sistem Gerak Manusia
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup: Suatu Best Practice Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Fakhri Burhanudin; Endang Susantini
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v10n2.p449-455

Abstract

Kurikulum 2013 mewajibkan siswa-siswi untuk menjadi lebih aktif pada kegiatan pembelajaran dalam memeroleh informasi dan pengetahuan. Oleh karena itu, guru dianjurkan menggunakan pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik atau student centered. Salah satu model pembelajaran yang termasuk dalam kategori berpusat pada peserta didik adalah inkuiri terbimbing. Inkuiri terbimbing menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar yang diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban dari suatu masalah melalui bimbingan guru. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan hasil belajar dan ketercapaian indikator setelah penerapan model pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing. Penelitian dilaksanakan pada kelas XII MIPA dengan materi Pertumbuhan dan Perkembangan di SMAN 4 Probolinggo dengan jumlah sampel 31 peserta didik. Penelitian ini menggunakan rancangan one shot case study, sedangkan metode pengumpulan data yang diterapkan yaitu metode tes dan penugasan. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perolehan rerata hasil belajar peserta didik 82,90 dengan jumlah siswa yang tuntas sebesar 83,87%. Tingkat ketercapaian indikator pada aspek pengetahuan 60%, di lain pihak pada aspek keterampilan tuntas 100%. Dengan demikian, model inkuiri terbimbing disarankan untuk diterapkan dalam pembelajaran yang melatih keterampilan peserta didik. Kata Kunci: berpusat pada peserta didik, inkuiri terbimbing, hasil belajar, ketuntasan indikator
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) MAHASISWA MELALUI KEGIATAN PRAKTIKUM EKOLOGI hunaepi hunaepi; Endang Susantini; laras firdaus; taufik samsuri; raharjo raharjo
EDUSAINS Vol 12, No 1 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v12i1.13869

Abstract

ANALYSIS OF STUDENT SCIENCE PROCESS SKILLS THROUGH ECOLOGICAL PRACTICUMS AbstractThe study aims to analyze students' science process skills in ecology practical activities. The research subjects were 37 students. Data is collected through performance appraisals. The results showed that the science process skills of students were of high category. The score of observing activity skills was 11.49, formulating a problem of 10.59, identifying variables by 10.81, and making conclusions of 10.02. The skills scores for formulating hypotheses are high (10.47), but low in defining aspects of operational variables (6.19), designing experiments (6.53), and analyzing data/information (6.64). Based on these findings, it can be concluded that the ecology practicum activities that have been carried out can improve the science process skills of prospective teacher students in the aspects of observing, formulating problem formulations, identifying variables, and compiling inferences. Based on these findings, several recommendations are stated, first; Science process skills (SPS) must be taught continuously to biology majors because they are a major part of the education curriculum. Also, it must focus more on integrated skills. Second, pay attention to low SPS student teacher candidates' still exists, so it needs to be trained intensively in the low SPS because the SPS (defining operational variables, designing experiments, and analyzing data) is an SPS that is closely related to knowledge formation and problem solving. AbstrakPenelitian bertujuan menganalisis keterampilan proses sains mahasiswa pada kegiatan praktikum ekologi. Subjek penelitian 37 orang mahasiswa. Data dikumpulkan melalui penilaian kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains mahasiswa berkategori tinggi. skor keterampilan aktivitas mengamati sebesar 11,49, merumuskan masalah sebesar 10,59, mengidentifikasi variabel sebesar 10,81, dan membuat kesimpulan sebesar 10,02. Skor keterampilan untuk merumuskan hipotesis berkategori tinggi (10,47), tetapi rendah pada aspek mendefinisikan operasional variabel (6.19), mendesain eksperimen (6.53), dan menganalisis data/informasi (6.64). Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan kegiatan praktikum ekologi yang telah dilaksanakan dapat meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa calon guru pada aspek mengamati, menyusun rumusan masalah, mengidentifikasi variabel, dan menyusun inferensi. Selain itu juga, berdasarkan temuan ini dapat dinyatakan beberapa rekomendasi, pertama; keterampilan proses sains harus diajarkan secara terus-menerus untuk para guru jurusan biologi karena itu adalah bagian utama dari kurikulum pendidikan. Selain itu, harus lebih fokus pada keterampilan terintegrasi. Kedua; memperhatikan masih adanya KPS mahasiswa calon guru yang rendah, sehingga perlu dilatihkan secara intensif pada KPS yang rendah tersebut, karena KPS tersebut (mendefinisikan operasional variabel, mendesain eksperimen, dan menganalisis data), karena KPS tersebut merupakan KPS yang berkaitan erat dengan pembentukan pengetahuan dan penyelesaian masalah. 
Kendala-Kendala Pembelajaran Multi Representasi Berbasis Investigation Dalam Pembelejaran Fisika Joko Siswanto; Endang Susantini; Budi Jatmiko
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 8, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v8i1.1335

Abstract

Kami telah mendesain model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan representasi dan pemecahan masalah fisika. Model pembelajaran tersebut disebut Investigation Based Multiple Representation (IBMR). Model pembelajaran IBMR memiliki sintaks orientasi, investigasi, multi representasi, implementasi, dan komunikasi. Makalah ini memaparkan kendala-kendala model pembelajaran IBMR. Uji coba dilaksanakan pada perkuliahan fisika dasar di mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas PGRI Semarang. Pada saat pembelajaran berlangsung, dilakukan observasi kendala-kendala setiap fase model pembelajaran IBMR. Kendala yang ditemukan antara lain kemampuan penggunaan alat dan merangkai alat percobaan
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA MATERI APLIKASI KONSEP TEKANAN ZAT DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Nur Azizah; Yuni Sri Rahayu; Endang Susantini
Jurnal Education and Development Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.095 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing yang layak ditinjau dari kevalidan, kepraktisan, dan efektifitasnya untuk melatihkan keterampilan proses sains pada materi aplikasi konsep tekanan zat dalam kehidupan sehari-hari. Desain penelitian yang digunakan mengacu pada pengembangan perangkat model 4-D (four-D models) tanpa tahap desiminasi. Data validitas diperoleh dari hasil validasi pakar pendidikan dan pakar keilmuan. Untuk menguji kepraktisan dan keefektifan perangkat yang dikembangkan, penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas VIII SMP N 2 Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2020/2021. Rancangan uji coba yang digunakan pada penelitian ini adalah one grouppretest-posttestdesign. Data yang dikumpulkan berupa data validasi perangkat, data pengamatan keterlaksanaan RPP, data pengamatan kendala pembelajaran, data keterampilan proses sains hasil pretest-posttest, serta data angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perangkat yang dikembangkan valid dengan nilai rata-rata silabus 3,6, RPP 3,6, LKPD 3,7, dan soal KPS 3,8; 2) kepraktisan perangkat dilihat dari keterlaksanaan RPP menunjukkan hasil dengan kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 3,5; 3) keefektifan perangkat pembelajaran dilihat dari hasil ketercapaian tes keterampilan proses sains peserta didik terdapat kenaikan N-gain rata-rata sebesar 0,8 dengan kategori tinggi; respon peserta didik selama pembelajaran menunjukkan respon yang positif. Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa tergolong layak karena memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA PADAMATERI ANGIOSPERMAE Reni Cindra Kusuma; Endang Susantini; Yuni Sri Rahayu
Jurnal Education and Development Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.599 KB)

Abstract

Salah satu keterampilan abad 21 adalah berpikir kreatif. Berpikir kreatif dapat dilatih kepada siswa melalui model problem based learning (PBL), untuk itu dibutuhkan perangkat pembelajaran berbasis model PBL pada materi Angiospermae. Tujuan penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran model problem based learning untuk melatihkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMA pada materi Angiospermae yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan model 4-D (define, design, develop, desseminate). Tempat penelitian dilaksanakan di Pascasarjana Unesa, sedangkan uji coba perangkat pembelajaran dilaksanakan pada siswa kelas X SMA Unggulan Harapan Ummat Mojokerto dengan 30 siswa di kelas replikasi 1 dan 29 siswa di kelas replikasi 2 pada semester genap 2020/2021. Data penelitian diperoleh melalui metode validasi dengan dua validator, kepraktisan dengan dua pengamat, dan keefektifan dengan menggunakan instrumen penilaian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh 1) validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memperoleh kategori sangat valid dengan skor 3,66, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) memperoleh kategori sangat valid dengan skor 3,70, dan Instrumen Penilaian yang dikembangkan memperoleh kategori sangat valid dengan skor 3,73. 2) kepraktisan perangkat pembelajaran yang dikembangkan ditinjau dari pengamatan keterlaksanaan RPP berkategori sangat baik dengan skor 3,50 dan hambatan yang terjadi ketika pembelajaran dapat teratasi; 3) keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan hasil dari peningkatan keterampilan berpikir kreatif dengan rata-rata n gainscore pada replikasi 1 memperoleh skor 0,61 berkategori sedang, dan replikasi 2 memperoleh skor 0,60 berkategori sedang. Soal berpikir kreatif yang dikembangkan pada semua indikator mempunyai sensitifitas sedang serta respon siswa sangat positif terhadap kegiatan pembelajaran dan komponen pendukung pembelajaran dengan persentase 89,72%. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model problem based learning yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMA pada materi Angiospermae.
The Results Presentation of The Test Plants As A Natural Indicator of The Test Compounds of The Acid-Base Balance In the Teaching Materials of The Atlas to Train Scientific Reasoning Students Raddina Aprilia Putri; Endang Susantini; Titik Taufikurohmah
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 2 No. 3 (2021): May
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v2i3.116

Abstract

The type of research applied in this research is Research and Development. The development model used is Dick and Carrey. The purpose of this research and development is to design an Atlas and apply it to train the students' scientific reasoning abilities. Atlas is a teaching materials developed and applied to high school / vocational / MA level students. The sample chosen for the implementation of the Atlas of teaching materials was grade X of VOCATIONAL Health Yannas Husada Bangkalan students. The application of plants as natural indicators of acid-base tests is the material presented in the developed Atlas. Plants selected as indicators are tested first to be presented in the Atlas. Atlas is a teaching material that can convey information related to the use of natural indicators of the acid-base test to train the students' scientific reasoning skills. The four indicators of scientific reasoning that are trained are Theoretical Reasoning, Proportional Reasoning, Probabilistic Reasoning, and Correlational Reasoning. The data shows the students' scientific reasoning ability on the post-test results, as many as 20% of students are on the high criteria, 60% are moderate criteria, and 20% are still on the low criteria from the post-test results. The post-test result data is quite increased when compared to the pretet results, which 100% of students are in the low criteria.
Blended Learning Based Inquiry Collaborative Tutorial Model for Physics Students Lovy Herayanti; Wahono Widodo; Endang Susantini; Gunawan Gunawan
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v8n2.p1676-1683

Abstract

Blended learning is basically a combination or mixture found in learning practice. Blended learning is a further development of the e-learning method, namely learning methods that combine e-learning systems with conventional or face-to-face methods. The purpose of this study was to determine the validity of the models and learning devices both in terms of content and model constructs, as well as to find out student responses to the model developed. The model developed was validated through a forum mechanism, namely, focus group discussion (FGD) which was followed by researchers and experts. The suggestions and improvements generated from the validation activities were then followed up to revise the Inquiry Collaborative Tutorial-based blended learning model. Inquiry Collaborative Tutorial-based blended learning model and learning devices developed in this study have met valid criteria in content and construct. Valid content because there are elements of need and novelty, as well as valid constructs because there is consistency between parts of the model and there is relevance between the models developed with learning theories that underlie it. In general, the average student responds positively to the blended learning model based on the Inquiry Collaborative Tutorial. The model applied is considered to provide opportunities for students to actively participate.
Validitas E-LKPD Interaktif pada Materi Keanekaragaman Hayati untuk Melatihkan Literasi Digital Peserta Didik Kelas X SMA Widya Safitri Es Salsabila; Endang Susantini
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v11n3.p735-744

Abstract

Literasi digital merupakan kemampuan yang wajib dikuasai oleh peserta didik di abad ke-21 khususnya di masa pandemi Covid-19. Hingga saat ini, tidak sedikit peserta didik yang dinilai kurang menguasai literasi digital. Hal tersebut menjadi problem bagi para pendidik dan peserta didik guna mencapai kompetensi yang diinginkan. Media yang dapat digunakan untuk melatih literasi digital peserta didik salah satunya adalah E-LKPD interaktif. E-LKPD dibutuhkan sebagai media pembelajaran salah satunya pada materi keanekaragaman hayati. Seiring bertambahnya waktu, keanekaragaman hayati terus mengalami penurunan bahkan kepunahan karena belum ada kesadaran dan kurang literasi dari manusia khususnya generasi penerus untuk menjaga dan melestarikan Keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, riset ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD interaktif pada materi keanekaragaman hayati untuk melatihkan literasi digital yang layak berdasarkan hasil validasi. Riset ini menggunakan model pengembangan 4D (define, design, develop and disseminate). Validitas E-LKPD interaktif diukur berdasarkan penilaian dari pakar pendidikan, pakar materi dan guru SMAN 17 Surabaya. Metode analisis data menggunakan teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil riset yang diperoleh menyatakan bahwa E-LKPD interaktif dikatakan sangat valid dengan skor kelayakan penyajian 94,7; kelayakan isi 81,2; sistematika E-LKPD interaktif 78,2; aspek literasi digital 91,5 dan kelayakan kebahasaan 85,2 yang dapat dikategorikan sangat valid. Dengan keseluruhan rata-rata skor validasi adalah 86 yang masuk dalam kriteria sangat valid.