Eka Sofia Agustina
FKIP Universitas Lampung

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pembelajaran Menulis Laporan Kegiatan pada Siswa Kelas VIII C SMPN 3 Tegineneng Surya Agus Cahyanti; Edi Suyanto; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.563 KB)

Abstract

The purpose of this study is to explore learning planning, implementation of learning, and assessment of learning to write activity reports based on the KTSP curriculum. The method used in this study is qualitative descriptive. The source of data in this study is learning to write activity reports on grade VIII C of SMPN 3 Tegineneng. Data collection techniques in this study were observation, documentation, and interview. The results of the study show that the teacher has done three stages in learning which include learning planning, implementation of learning, and assessment of learning. The activities carried out by the teacher include three stages of activities, namely preliminary activities, core activities, and closing activities. The assessment carried out by the teacher included an attitude competency assessment with direct observation techniques, assessment of knowledge competencies with written test techniques, and skills competency assessment with practical test techniques.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran menulis laporan kegiatan berdasarkan kurikulum KTSP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis laporan kegiatan pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Tegineneng. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam pembelajaran yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Aktivitas yang dilakukan guru meliputi tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegitan inti, dan kegiatan penutup. Penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian kompetensi sikap dengan teknik observasi langsung, penilaian kompetensi pengetahuan dengan teknik tes tulis, dan penilaian kompetensi keterampilan dengan teknik tes praktik.Kata kunci: laporan kegiatan, menulis, pembelajaran
Diksi pada Iklan Aplikasi di Youtube Publiksi Oktober-November 2017 dan Implikasinya di SMP Bella Eka Puspita; Farida Ariyani; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.381 KB)

Abstract

The aimed of the present study is to describe the development of the dictioned app ads in Youtube,and its learning design  for junior high school students. The method used was qualitative descriptive method. Data analysis technique in this research was videos analysis.The results of dictioned apps ads on Youtube publication October-November 2017. In order to depict themain diction denotative or konotatif, the researchers used object exposure. The overall use of both methods provide a complete picture of dictioned ads on Youtube. Based on the above findings, the researcher has successfully designed a learning that targeting the purpose of learning so that the students are able to understand the character as one of the elements of dictioned. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan diksi iklan aplikasi di Youtube publikasi Oktober-November 2017 serta implikasinya di SMP. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis video. Hasil penelitian ini menunjukan diksi iklan aplikasi di Youtube publikasi Oktober-November 2017. Di dalam menentukan diksi iklan denotative atau konotatif, peneliti menggunakan pemaparan objek yakni, teknik langsung dan tidak langsung. Keduanya digunakan untuk memberikan gambaran mengenai diksi iklan di Youtube. Berdasarkan pendapat diatas, peneliti telah membuat rancangan pembelajaran untuk tujuan pembelajaran pada siswa, agar siswa dapat mengetahui watak sebagai salah satu unsur pembangun diksi.Kata kunci: diksi, iklan, bahan ajar.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata dan Implikasi Pembelajaran Via Dilla Septika; Eka Sofia Agustina; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 4 Sep (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.356 KB)

Abstract

The problem of this research is how the character education values in the novel Sirkus Pohon and its implications for literary learning in high school. The purpose of this study is to describe the values of character education in the novel Sirkus Pohon and its implications for literary learning. The method used is descriptive qualitative. The results showed that the values of character education in the novel Sirkus Pohon are religious values, honest values, values of discipline, value of hard work, creative values, independent values, democratic values, values of curiosity, values of national spirit, values of patriotism. the value of respecting achievement, friendly or communicative value, the value of peace love, the value of love for reading, the value of social care, and the value of responsibility. Character education values in the novel Sirkus Pohon and its implications in the form of learning design in high school, which corresponds to basic competencies 3.9 and 4.9 in class XII.Masalah penelitian ini bagaimanakah nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sirkus Pohon dan implikasinya pada pembelajaran sastra di SMA. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sirkus Pohon dan implikasinya pada pembelajaran sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sirkus Pohon adalah nilai religius, nilai jujur, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai mandiri, nilai demokratis, nilai rasa ingin tahu, nilai semangat kebangsaan, nilai cinta tanah air, nilai menghargai prestasi, nilai bersahabat atau  komunikatif, nilai cinta damai, nilai gemar membaca, nilai peduli sosial, dan nilai tanggung jawab. Nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sirkus Pohon dan implikasinya berupa rancangan pembelajaran di SMA, yang sesuai dengan pada KD 3.9 dan 4.9 di kelas XII.Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novel, dan pembelajaran sastra.