Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Identification of High School Students' Misconceptions on Chemical Bonding With Three Tier Test Ardiansyah Ardiansyah; Iis Siti Jahro; Ayi Darmana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Identification of High School Students’ Misconceptions on Chemical Bonding With Three Tier Test. This study aims to determine misconceptions among high school students in Medan city on chemical bonding concepts. The research population was 10th grade senior high school students in Medan City, while the samples were taken from 3 schools (school A, B, and C) in Medan City with cluster random sampling technique, a total of 109 students. Three-Tier Test (TTT) were developed based on indicators that students must master in chemical bonding material. The questions are validated by expert validators so that valid questions are generated. A valid TTT is then given to a sample of students. Furthermore, interviews were conducted with students who experienced misconceptions. All data obtained through the test were processed and analyzed. Results showed students who have misconceptions in high school A, B, and C is 53,33, 41,74, and 54,58 respectively with an average of 48,98%. The misconception occurs largely in ionic bonding(56,58%). In addition, the misconception is also found in the stability elements (51,84%), Lewis symbol and structures (46,18%), and covalent bonding (47,48%)concept. The cause of misconceptions is largely due to the wrong students constructing concepts.Keywords: Misconception, Three-Tier Test, chemical bonding.  Abstrak: Identifikasi Miskonsepsi Siswa SMA pada Ikatan Kimia dengan Test Tiga Tingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi siswa SMA di Kota Medan pada materi ikatan kimia. Populasi penelitian adalah siswa SMA kelas X di kota Medan, sedangkan sampel diambil dari 3 SMA (SMA A, B, dan C) di kota Medan dengan teknik cluster random sampling, sebanyak 109 siswa. Tes Tiga Tingkat (TTT) dikembangkan berdasarkan indikator yang harus dikuasai oleh siswa pada materi ikatan kimia. Soal-soal divalidasi oleh validator ahli sehingga didapatkan soal yang valid. TTT diberikan kepada sampel siswa penelitian. Wawancara dilakukan kepada siswa yang mengalami miskonsepsi.  Semua data yang didapatkan, selanjutnya diproses dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mengalami miskonsepsi di SMA A, B, dan C berturut-turut sebesar 53,33, 41,74, dan 54,58 dengan rerata 48,98%. Miskonsepsi sebagian besar terjadi pada konsep ikatan ion (56,58%). Selain itu, miskonsepsi juga ditemukan pada konsep kestabilan unsur (51,84%), lambang dan struktur lewis (46,18%), dan ikatan kovalen (47,48%). Sebagian besar miskonsepsi disebabkan oleh kesalahan siswa merekonstruksi konsep.  Kata kunci: Miskonsepsi, tes tiga tingkat, ikatan kimiaDOI: 10.23960/jppk. v10.i3.2021.17
PENGEMBANGAN MODUL MAKROMOLEKUL BERBASIS PROYEK DENGAN PENDEKATAN SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY) Delanining Saragih; Ramlan Silaban; Ayi Darmana
PROSIDING SEMINAR KIMIA 2021: SEMINAR NASIONAL KIMIA 2021
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan modul makromolekul berbasis proyek dengan pendekatan SETS dan mengetahui kelayakan modul makromolekul berbasis proyek dengan Pendekatan SETS. Modul ini menerapkan kurikulum 2013 revisi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) yang merujuk pada pengembangan ADDIE. Tahapan penelitian pengembangan yang dilakukan yaitu analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara langsung dengan guru kimia di sekolah. Modul dirancang sesuai dengan silabus dan kurikulum yang diterapkan sekolah. Modul yang dikembangkan selanjutnya divalidasi oleh validator ahli dengan menggunakan angket sebagai instrumen untuk menentukan kelayakan modul. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul markromolekul berbasis proyek dengan pendekatan SETS memperoleh rata-rata sebesar 4.37 berada dalam kategori sangat layak atau sangat valid, sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar perserta didik. Kata kunci: Modul Makromolekul, Proyek, Pendekatan SETS, R&D
Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Metode Servqual Di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Aceh Timur Tahun 2018 Hermansyah Hermansyah; Ayi Darmana; Nur'aini Nur'aini
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 8 No 1 (2019): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.62 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v8i1.32

Abstract

ABSTRACT Introduction, quality health services are health services that must pay attention to four main elements. Based on the survey conducted on the services of Puskesmas to patients as many as 10 people, 6 of them felt that the quality of service in the Puskesmas was not maximal, while the other 4 stated that the service was maximal. The purpose of this study was to determine the factors that influence the quality of health services with the Servqual Method. The method, The research design used in this study was Cross Sectional. The population in this study were 7,635 people and samples taken by accidental sampling were as many as 99 people. Methods of data collection are primary data and secondary data. Data analysis used is binary logistic regression test. Results, the results showed that physical condition has a sig-p value of 0.007 <0.05, reliability of sig-p 0.008 <0.05, responsiveness of sig-p 0.011 <0.05 and sig-p guarantee of 0.034 <0.05 which means physical condition , reliability, responsiveness and assurance have an influence on the quality of health services, while caring does not have an influence on the quality of health services because it has a sig-p value of 0.325> 0.05. Suggested, It is hoped that it can become a reference for the community and for cadres in the Puskesmas to better understand the importance of quality services that are in accordance with the regulations of the health ministry to maximize health services provided to patients. Keywords : Health Service Quality Factors, Servqual Method
PANDANGAN SISWA TERHADAP INTERNALISASI NILAI TAUHID MELALUI MATERI TERMOKIMIA SERTA PERLUNYA DALAM MATERI PELAJARAN IPA Ayi Darmana; Anna Permanasari; Sofyan Sauri; Yayan Sunarya
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpbp.v19i2.3059

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan : (1) pandangan siswa terhadap internalisasi nilai tauhid melalui materi termokimia (INTMMK); (2) kesediaan siswa untuk menerima internalisasi nilai tauhid dalam materi pelajaran IPA (INTIPA). Penelitian melibatkan 18 subjek siswa SMA Plus Al-Azhar Medan semester 3. Setelah pembelajaran termokimia selesai siswa diminta untuk mengisi kuesioner yang terdiri dari 4 pernyataan untuk mengungkapkan pandangan siswa dan 3 pernyataan untuk mengungkapkan tingkat kesediaan siswa. Kuesioner dengan rubrik 5 skala, telah direview oleh 2 orang ahli dan diuji coba. Hasil menunjukkan : (1) pandangan siswa terhadap INTMMK sanga tpositif dengan skor rata-rata 87,2 (skala 100). Perolehan skor rata-rata untuk masing-masing pernyataan : 82,2; 85,6; 88,9; dan 92,9 berturut-turut untuk pernyataan bahwa INTMMK dapat memberikan : Pemahaman agama; Pemahaman yang lebih baik pada isi/materi termokimia dan pada nilai-nilai agama; Pemahaman bahwa materi termokimia merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah; Dorongan kesadaran untu kmeningkatkan ibadah kepada Allah. Rata-rata sebanyak 16 dari 18 siswa (88,89%) memiliki pandangan positif terhadap INTMMK dengan tingkat internalisasi “mendalam” dan “sangat mendalam”. (2) kesediaan siswa untuk menerima INTIPA sanga tpositif, perolehan skor rata-rata 90. Perolehan skor rata-rata untuk pernyataan “nilai tauhid perlu dijelaskan saat guru mengajar materi pelajaran” : kimia, fisika, dan biologi berturut-turut : 88,9; 86,7; dan 94,4. Rata-rata ada 16 dari 18 siswa (88,9%) menyatakan INT perlu dilakukan pada materi pelajaran IPA. Dengan kategori tingkat penerimaan “sangat perlu” dan “perlu”.
The Relationship of Religiosity with Students' Critical Thinking Skills on the Subject of Stoichiometry Shavira Aini Az-Zahra; Ayi Darmana
Jurnal Inovasi Pembelajaran Kimia (Journal of Innovation in Chemistry Education) Vol 5, No 2 (2023): OCTOBER 2023 EDITION
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jipk.v5i2.56227

Abstract

Education is a learning process that is important for human life in producing quality humans. In studying science, religious science is needed to maintain balance in order to give birth to good habits in the activities of each individual. Science and religion are two things that reinforce each other. Science is present is expected to provide evidence so that it will improve the quality of one's beliefs. Similarly, the presence of religion in science can make science more useful and increase its benefit. This study aims to see the relationship between religiosity and students' critical thinking skills in class XI IPA SMA Negeri 3 Binjai. The method used is an analytical method using the Pearson correlation test. The subjects in this study were grade XI students of SMA Negeri 3 Binjai which amounted to 107 students. The instrument used was a religiosity questionnaire with 15 statements and Using critical thinking skills questions on stoichiometry material totaling 18 questions. The results of the study found that the average level of students' critical thinking skills on stoichiometric material was 29.71 and the average level of student religiosity was 42.94. The correlation coefficient between religiosity and critical thinking skills obtained is 0.809 which means that there is a strong relationship between religiosity and critical thinking skills of students in class XI IPA SMA Negeri 3 Binjai.
ANALYSIS OF IMPROVING LEARNING OUTCOMES AND STUDENT RESPONSES TAUGHT USING HOTS CHEMISTRY TEACHING MATERIALS BASED ON THE CASE METHOD ON SOLUTION MATERIAL Haqqi Annazili Nasution; Ayi Darmana; Jasmidi Jasmidi
ISER (Indonesian Science Education Research) Vol 5, No 2 (2023): ISER
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/iser.v5i2.55407

Abstract

This research aims to analyze the improvement in student learning outcomes and the responses of students who are taught using HOTS (Higher Order Thinking Skill) teaching materials based on the case method in solution material. This research was conducted on students of the chemistry education study program in the chemistry department, FMIPA, Medan State University. Research sampling was carried out using purposive sampling and a sample class of PSPK 23 A was obtained. The research instrument used in this research used test instruments to analyze improvements in learning outcomes and non-test instruments to analyze students' responses to the teaching materials used. The analysis technique for improving learning outcomes is carried out using the N-Gain test and to analyze student responses using a percentage scale. Based on the analyzed learning outcomes data, it was found that the increase in learning outcomes for students in the "Medium" category was 74.286% and for those in the "Low" category was 25.714%. In line with this, data on the results of student responses to HOTS teaching materials based on the case method that was used gave a positive response with a percentage rate of 91.3% which was included in the "Very Good" response category
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS IV SD NEGERI KECAMATAN SEI KEPAYANG BARAT Zulkifli .; Ayi Darmana; Endang Wahyuningrum
Jurnal Teknologi Pendidikan (JTP) Vol 17, No 1 (2024): April - Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jtp.v17i1.57397

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the influence of the guided inquiry learning model on students' mathematical critical and creative thinking abilities. This research problem focuses on the effect of applying the guided inquiry model on the mathematical critical and creative thinking abilities of fourth grade elementary school students compared to applying the direct learning model. The research was conducted on fourth grade students at SD Negeri 010015 Sei Serindan, Kecamatan Sei Kepayang Barat, with a research sample of 2 classes determined using the cluster random sampling technique. The research instrument tests students' critical thinking and creative mathematical thinking skills in the form of essays. The research data were analyzed using the one-way MANOVA technique. The results of the research show that: (1) there is an influence of the guided inquiry learning model on students' mathematical critical thinking abilities; (2) there is an influence of the guided inquiry learning model on students' mathematical creative thinking abilities; and (3) there is an influence of the guided inquiry learning model simultaneously on students' critical thinking and creative mathematical thinking abilities. Keywords: Guided Inquiry, Critical Thinking, Creative Thinking, Mathematics. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa. Masalah penelitin ini difokuskan pada pengaruh penerapan media berbasis inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran langsung. Penelitian dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 010015 Sei Serindan, dengan sampel penelitian sebanyak 2 kelas yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Intrumen penelitian tes kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif matematis siswa dalam bentuk uraian (essai). Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik MANOVA satu jalur. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh media pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa; (2) terdapat pengaruh media pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa; dan (3) terdapat pengaruh media pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing secara simultan terhadap kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif matematis siswa. Kata Kunci: Media, Inkuiri Terbimbing, Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif, Matematika
Pelatihan Merancang Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Storyboard Bagi Guru SMA Negeri 9 Medan Ajat Sudrajat; Ayi Darmana; Zainuddin M; Tita Juwitaningsih; Muhammad Isa Siregar; Jam&#039;an Fahmi; Dian Wardana; Dwi Sapri Ramadhan; Wulan Dwi Safitri; Nazwa Nazihah Halim; Nazwa Ramadhani; Lia Yustina Manik; Divi Ebigael P Panjaitan; Dita Aulianti
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 26, No 2 (2026): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.07210

Abstract

SMA Negeri 9 Medan yang terletak di Jalan Sei Mati No.799, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara dituntut menyelenggarakan pembelajaran inovatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik sesuai Kurikulum Merdeka dan pembelajaran abad ke-21. Namun hasil observasi menunjukkan masih terdapat keterbatasan guru dalam merancang dan memanfaatkan media pembelajaran interaktif berbasis storyboard, sehingga pembelajaran masih didominasi metode konvensional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasikan media pembelajaran interaktif berbasis storyboard. Metode pelaksanaannya meliputi analisis kebutuhan mitra, sosialisasi konsep, pelatihan praktik pembuatan media, pendampingan implementasi dalam pembelajaran, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis storyboard yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik. Luaran kegiatan meliputi produk pembelajaran berbasis storyboard, publikasi ilmiah ber-ISSN, publikasi pada media massa dan repositori Unimed, video kegiatan di kanal YouTube LPPM Unimed, serta laporan akhir yang didaftarkan Hak Cipta. Kegiatan ini diharapkan mendukung inovasi pembelajaran di SMA Negeri 9 Medan
IMPLEMENTASI RASCH MODEL UNTUK MENGEMBANGKAN INSTRUMEN TES BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) PADA POKOK BAHASAN IKATAN KIMIA Hisar Marulita Manurung; Eva Pratiwi Pane; Ayi Darmana
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13852

Abstract

Salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa di abad ke-21 adalah keterampilan berpikir kritis. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan keterampilan berpikir kritis siswa, diperlukan alat ukur atau instrumen yang mampu mengevaluasi kemampuan tersebut secara akurat. Penelitian ini mengkaji penerapan Model Rasch sebagai pendekatan dalam mengembangkan instrumen pengukuran keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran kimia, khususnya pada konsep ikatan kimia. Berdasarkan tinjauan terhadap Kompetensi Dasar (KD) dan indikator kemampuan berpikir kritis, penyusunan indikator soal dilakukan sebagai landasan pengembangan instrumen. Selanjutnya, soal-soal tersebut dilengkapi dengan kunci jawaban dan pedoman penilaian yang disesuaikan dengan indikator yang telah ditetapkan. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari 13 butir soal yang telah divalidasi oleh dua orang ahli dan direvisi berdasarkan saran yang diberikan. Setelah itu, instrumen tersebut diujicobakan kepada 32 siswa SMA di Pematangsiantar. Data hasil uji coba kemudian dianalisis menggunakan *Rasch Partial Credit Model* untuk menentukan kualitas setiap butir soal serta kelayakan instrumen secara keseluruhan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa 12 dari 13 soal memenuhi kriteria sebagai instrumen yang berkualitas berdasarkan analisis Model Rasch, dengan nilai reliabilitas instrumen sebesar 0,72 yang termasuk dalam kategori cukup. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan Model Rasch memiliki potensi yang baik dalam pengembangan instrumen untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa di bidang kimia.
ANALISIS VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN METACOGNITIVE AWARENESS MAHASISWA PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA MENGGUNAKAN RASCH MODEL DENGAN WINSTEPS Erdiana Gultom; Febri Yanti; Ayi Darmana
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas dan reliabilitas instrumen Kesadaran Metakognitif siswa pada materi Kesetimbangan Kimia menggunakan pendekatan Model Rasch dengan bantuan perangkat lunak Winsteps. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Kesadaran Metakognitif yang dikembangkan berdasarkan indikator pengetahuan metakognitif dan regulasi metakognitif. Analisis data dilakukan menggunakan model Rasch untuk mengevaluasi kualitas butir soal dan responden melalui nilai reliabilitas, separasi, kecocokan butir (*item fit*), dan unidimensionalitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki reliabilitas butir sebesar 0,95 dan reliabilitas responden sebesar 0,88, yang termasuk dalam kategori sangat baik. Nilai Cronbach Alpha sebesar 0,90 menunjukkan konsistensi internal yang tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, instrumen Kesadaran Metakognitif pada materi Kesetimbangan Kimia dinyatakan valid dan reliabel untuk digunakan dalam penelitian dan evaluasi pembelajaran kimia.