Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effect of Procedural Scaffolding in Problem Based Learning on Student Problem-solving Ability in Momentum and Impulse Material Rudi Purwanto; Arini Hariyati
Education Specialist Vol. 1 No. 1 (2023): January-June
Publisher : Tinta Emas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/es.v1i1.6

Abstract

This study aims to determine the problem-solving abilities of students who are taught using procedural scaffolding in problem based learning on momentum and impulse material. This study used a quasi-experimental design. The population of this study were all class X students of Darul Wustha Jerowaru Vocational School for the 2022/2023 academic year. The sample technique uses a random sampling technique. The number of samples used amounted to 40 students. Data collection techniques using essay tests. Test the hypothesis in this study using the t test. From the results of the hypothesis testing of students' problem-solving abilities on momentum and impulse material, tcount is greater than ttable (3.45> 2.02). Thus, the problem-solving ability of the group of students who were given learning using procedural scaffolding in problem-based learning was higher than that of the group of students who were given discovery learning on momentum and impulse material.
Analisis Kebutuhan Guru terhadap Modul Penyusunan Instrumen Tes Berbasis PISA dalam Asesmen Pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama Rudi Purwanto; Nurfajriani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan literasi sains dalam menghadapi asesmen internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA), khususnya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di jenjang SMP. Salah satu tantangan utama yang dihadapi guru adalah kurangnya pemahaman dan ketersediaan modul dalam menyusun instrumen tes yang berbasis pada indikator PISA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan guru terhadap modul penyusunan instrumen tes berbasis PISA yang dapat diimplementasikan dalam asesmen pembelajaran IPA. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa angket yang diberikan kepada 32 guru IPA dari berbagai Sekolah Menengah Pertama di wilayah Sumatera. Hasil: Sebagian besar guru mengetahui PISA, tetapi pemahaman mereka terhadap jenis tes yang diujikan masih terbatas, terutama dalam aspek sains. Meskipun banyak guru telah mencoba membuat soal berbasis PISA, kendala utama seperti kurangnya pelatihan dan ketiadaan buku panduan menghambat penerapan yang lebih luas. Kesimpulan: Guru membutuhkan modul penyusunan instrumen tes berbasis PISA yang berisi langkah-langkah pembuatan soal lengkap dengan contoh-contoh, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, disajikan secara menarik, dan memiliki bentuk digital sebagai alternatif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan modul yang relevan dan aplikatif untuk meningkatkan kualitas asesmen pembelajaran IPA di sekolah
Manajemen Komunitas Belajar Pendidik Untuk Mengembangkan Mutu Pendidikan Di SD Negeri Tropodo Krian Kabupaten Sidoarjo Rudi Purwanto; Amrozi Khamidi; Ayu Wulandari
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 4 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen komunitas belajar pendidik (teacher learning community) dalam upaya mengembangkan mutu pendidikan di SD Negeri Tropodo Krian, Sidoarjo, Fokus penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan komunitas belajar pendidik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi yang partisipatif, wawancara mendalam dengan responden (guru, kepala sekolah, dan Narasumber), serta analisis dokumen selama periode Februari sampai Juli 2025, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunitas belajar pendidik di kedua sekolah dilakukan secara sistematis melalui perencanaan berbasis kebutuhan guru, pelaksanaan kolaboratif dalam diskusi dan pelatihan, serta evaluasi berkala untuk perbaikan berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang transformasional, budaya kolaborasi antar-guru, dan dukungan kebijakan sekolah. Sementara itu, kendala utama berupa keterbatasan waktu, kurangnya motivasi sebagian guru, dan minimnya sumber daya pendukung. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan manajemen komunitas belajar pendidik melalui peningkatan fasilitas, pendampingan berkelanjutan, dan pengintegrasian dengan program pengembangan sekolah.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN HARI BELAJAR GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PENDIDIK DI KOMUNITAS BELAJAR SDN TROPODO KRIAN KABUPATEN SIDOARJO Rudi Purwanto; Budi Purwoko; Mufarrihul Hazin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24936

Abstract

This study analyzes the implementation of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology Policy Number 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 concerning Teacher Learning Day at SDN Tropodo Krian, Sidoarjo Regency. Using a descriptive qualitative approach, this study examines the implementation mechanism, supporting factors, obstacles, and impact of the policy on teacher professional development. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with 15 respondents (teachers, principals, and resource persons), and document analysis during the period February - April 2025. The findings show that the implementation of the policy has increased collaboration between teachers by 65%, developed learning innovations, despite facing challenges in time allocation and availability of resource persons. This study recommends strengthening the mentoring system and providing digital learning resources to optimize the program.