Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGGUNAAN PENDEKATAN SATIR PADA IKLAN AXIS #KENAPANGGAK indah wenerda
Jurnal Ranah Komunikasi Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Ranah Komunikasi (JRK)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1382.131 KB) | DOI: 10.25077/rk.2.2.97-108.2018

Abstract

Media is one of the tools that helped shape how cultural practices develop in the midst of human life, one of which is through advertising. This can be the opposite, developing cultural practices also contribute to how advertising in this case are produced by advertisers. In the #KenapaNggak Axis Ad, which was just released in early May, it displays the realities that are happening in today's society, especially the character of today's young people. This reality is packaged in such a way by ad makers through Axis Ads #KenapaNggak. This paper is made using qualitative research. This type of research understands the phenomenon in the subject of research by describing it in the form of words and language. In this study the author will describe the form of the satirical approach used by advertisers on Axis Ads #KenapaNggak. Axis ads are consistent since 2008 making their advertisements by not displaying the shortcomings of other providers as competitors. Rather it displays something that is still relevant to the function or usefulness of the product. The method used is to use a humorous approach that is conveyed satire. The visualization displayed through visual slice of life, life style, and personality symbols, which were then combined into one on the Axis Ad #KenapaNggak is a form of mockery of producers to today's audiences as super active internet users.
RESEPSI MASYARAKAT TERHADAP PESAN HALAL PADA IKLAN FRESHCARE Nurma Tri Amalia, Indah Wenerda
MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2020): Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UM Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/medialog.v3i1.471

Abstract

Subjek yang digunakan dalam penelitian iklan FreshCare ini membicarakan mengenai pesan – pesan yang terkandung dalam iklan. Awalnya iklan FreshCare ditayangkan oleh Brand Ambassador Agnes Monica kemudian digantikan oleh Brand Ambassador Dewi Sandra, yang menampilkan bahwa FreshCare lulus sertifikasi Halal dengan menunjukkan serta menjelaskan keberadaan label Halal didalam iklan tersebut. Dengan demikian penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan masyarakat terhadap pesan Halal tersebut. Sasaran narasumber yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagian besar masyarakat diYogyakarta. Secara teoretis penelitian ini ingin mengetahui reaksi masyarakat terhadap penerimaan pesan Halal yang terkandung dalam iklan FreshCare yang menjelaskan mengenai produk dan kehalalan produk dengan menampilkan label Halal oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia). Mengungkapkan keberadaan pesan Halal dalam iklan FreshCare terhadap penerimaan pesan masyarakat di Yogyakarta, berbagai macam penerimaan pesan yang terbagi dari beberapa tipe dan metode kesimpulan akan diteliti dengan metode deskriptif kualitatif dengan kumpulan iklan FreshCare versi Agnes Monica, Dewi Sandra serta kedua – duanya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, dokumentasi, catatan, serta perekam suara Hasil penelitian resepsi masyarakat Yogyakarta terhadap pesan Halal dalam iklan FreshCare ditelevisi menunjukkan adanya tiga kategori penerimaan pesan yaitu : Hegemoni Dominan, Negosiasi dan Opposisi.
Representasi Anak Muda pada Iklan Good Day “Cari Terus Rasamu” Amelia Fratini; Indah Wenerda
EKSPRESI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.298 KB) | DOI: 10.24821/ekp.v11i1.7004

Abstract

AbstrakKeberadaan penikmat kopi tidak pernah pudar bahkan terus bertumbuh menjadi sebuah lifestyle atau gaya hidup. Kegiatan ngopi kian digemari oleh anak muda di berbagai kota khususnya di Kota Yogyakarta. Kedai kopi pun hadir kian menjamur meskipun pada saat pandemi Covid-19. Kopi Good Day selaku salah satu brand kopi terkenal yang turut ada di pasar,  menggunakan beragam strategi periklanan yang unik dan segar  melalui berbagai media untuk menguasai pasar. Tema-tema iklan dan promosinya kemudian dikaitkan dengan kegiatan anak muda sebagai mayoritas pasar di Yogyakarta. Penelitian ini hendak mengupas makna iklan dan anak muda dalam iklan Kopi Good Day.  Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menganalisis makna pada iklan Godd Day “Cari Terus Rasamu”. Hasil penelitian yaitu delapan unit denotasi, konotasi, dan mitos dari masing-masing iklan yang menggambarkan gaya hidup anak muda melalui berbagai macam hobi, penokohan, kepribadian, adegan, percakapan, berbagai properti, serta kegiatan aktivitas keseharian anak muda. Gaya hidup dalam iklan yang direpresentasikan dalam iklan menunjukan identitas diri anak muda sebagai pusat perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Kata kunci: iklan, Good Day, representasi, semiotika, gaya hidup, anak muda AbstractThe existence of a coffee lover never fades and even continues to grow into a lifestyle. Coffee drinking activities are increasingly popular among young people in various cities, especially in Yogyakarta. The number of coffee shops also growing even during the Covid19 pandemic. Good Day Coffee as one of the well-known coffee brands on the market uses a variety of unique and fresh advertising strategies through various media to dominate the market. The advertising and promotion themes representing the young people as the majority of the market in Yogyakarta. This research aims to uncover the hidden meaning of the Coffee Good Day advertisement. This study uses Roland Barthes' semiotic approach to analyze the Good Day advertisement "Search for Your Feelings." Denotation, connotation, and myth from each advertisement describing the young people lifestyle through various hobbies, characterizations, personalities, scenes, conversations, and young people's daily activities. The lifestyle represented in advertisements shows young people as the center of attention from the people around them. Keywords: advertising, Good Day, representation, semiotics, lifestyle, youth
RESEPSI MAHASISWA TERHADAP LAGU BONEKA ABDI SOUNDTRACK FILM DANUR Taufik Ismail; Indah Wenerda
JURNAL SIGNAL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.319 KB) | DOI: 10.33603/signal.v9i1.3514

Abstract

Beberapa lagu daerah yang ada di Indonesia digunakan menjadi salah satu bagian dari film. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan kesan dan nuansa yang lebih mendalam. Film Danur merupakan salah satu film yang menggunakan soundtrack dengan lagu berbahasa daerah yaitu Boneka Abdi yang berasal dari Bahasa Sunda. Dalam hal ini peneliti ingin meneliti resepsi mahasiswa yang ada di Yogyakarta yang berasal dari luar Suku Sunda terhadap lagu Boneka Abdi ini. Lagu tersebut lagu berbahasa daerah Sunda yang kemudian menjadi salah satu soundtrack sebuah film horor, Danur. Pada metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis resepsi Stuart Hall. Pada analisis resepsi ini berfokus pada mahasiswa yang sudah menonton film Danur. Pada resepsi ini menggunakan model decoding untuk mengetahui bagaimana tanggapan atau respon mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas dari mahasiswa pada penelitian ini mencerapi atau menerima pesan atau lagu Boneka Abdi sebagai lagu horor dan dalam memberikan tanggapan atau respon tidak lepas dari perbedaan latar belakang setiap informan. Hal ini berbanding lurus dengan upaya yang dilakukan oleh pembuat film, bahwa penggunaan audio dalam sebuah film berguna dalam rangka menambah dramatisasi sebuah adegan. Pada konteks penelitian ini yang diutamakan adalah dalam rangka menambah kesan/suasana horor pada setiap adegan.Kata-kata Kunci: Resepsi, Soundtrack, Lagu Boneka Abdi, Film Danur
Analisis Isi Feminisme dalam Akun Instagram @kalis.mardiasih Risna Arin Mutiara; Indah Wenerda
Communication Vol 13, No 2 (2022): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v13i2.1766

Abstract

Penelitian ini didasari dengan adanya fenomena feminisme yang ada di Indonesia, salah satunya banyaknya para feminisme di Indonesia yang memperjuangkan hak-hak perempuan melalui media sosialnya seperti Instagram dan Twitter. Salah satu aktivis feminisme Indonesia yang gempar menyuarakan hak-hak perempuan melalui media sosialnya adalah Kalis Mardiasih. Kalis Mardiasih menggunkan media sosialnya seperti Instagram sebagai media untuk menyuarakan hak-hak perempuan. Sehingga peneliti ingin mengetahui paham feminisme yang terdapat pada unggahan akun Instagram @kalis.mardiasih. Penelitin menggunakan metode kualitatif deskriftif dengan pendekatan analisis isi, dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, obsevasi, dan studi pustaka. Pada penelitian ini proses analisis yang dilakukan memahami unggahan Instagram @kalis.mardiaisih dan menelaah kajian putaka unit analisis berdasarkan isi unggahan yang diidentifikasikan dimensi pada feminisme. Hasil penelitia ini menemukan bahwa dalam akun Instagram @kalis.mardiasih terdapat aliran feminisme liberal yang mana dalam postingan Instagramnya mengandung kebebasan individu dan adanya ketidakadilan pada perempuan. Dan Kalis Mardiasih menggunakan media sosial seperti Instagramnya untuk menyediakan konten-konten yang membahas terkait isu-isu perempuan berdasarkan pandangan agama dan yang tidak mendikriminasi perempuan.
Penerimaan Pesan Podcast Psikologid Sebagai Media Pembelajaran Untuk Kesehatan Mental Bagi Mahasiswa Fadhila Cahya Kawiswara; Indah Wenerda
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimik.v6i2.209

Abstract

As time goes by, information technology is increasingly developing which makes it easier for humans to create new media including audio media. Year 2020 is the year of the 'New golden age of audio' in which podcast listeners have tripled. Apart from that, 2020 was also the year when the Covid-19 pandemic appeared in Indonesia and had an adverse effect on the students’ mental health. The podcast that will be discussed in this study is one of the podcasts that are already present on Spotify which discusses mental health, namely the Psikologid podcast. The purpose of this study is to find out how the acceptance of Psikologid podcast messages as a learning medium for mental health for students. This study used a type of qualitative research with a descriptive approach. The results of this study indicate that of the eight informants who have been selected, four informants belong to a dominant hegemonic position, three informants belong to a negotiating position, and one informant enters an oppositional position that rejects or is not in line with the message conveyed through the Psikologid podcast. With different backgrounds, the eight informants have different responses about the messages they received through the Psikologid podcast.
Penggunaan Dompet Digital dalam Transaksi Daring bagi Millennial Moms selama Pandemi Covid-19 Indah Wenerda; Nunik Hariyanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.5572

Abstract

Millennial moms adalah kelompok ibu-ibu yang tumbuh dikelilingi oleh teknologi, internet, dan media sosial. Selama pandemi COVID-19 millennial moms melakukan alternatif dalam memenuhi kebutuhan keluarga secara daring. Pilihan ini dilakukan karena lebih cepat, praktis, dan harga lebih murah. Metode pembayaran pun juga dilakukan non tunai/cashless karena sejalan dengan protokol kesehatan. Fenomena ini digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini untuk mengetahui praktik transaksi daring yang dilakukan oleh millennial moms. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada millennial moms di Yogyakarta. Pemilihan pada millennial moms dipilih secara purposive sampling yakni perempuan yang lahir antara akhir 80-an dan 90-an, sudah menikah, memiliki anak, aktif menggunakan internet, dan aktif melakukan transaksi daring selama pandemi COVID-19. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam namun tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa millennial moms melakukan pembelian barang secara daring untuk barang-barang tertentu yang tidak ada di swalayan. Metode pembayaran yang digunakan tidak semua millennial moms menggunakan aplikasi dompet digital melainkan ada yang menggunakan metode COD. Kesenjangan digital menjadi penyebab pada praktik ini yakni poin kecakapan digital/digital skills yang harus dimiliki pengguna agar transaksi daring terjadi. Dengan demikian seluruh pengguna dompet digital khususnya millennial moms dapat mengasah kecakapan digitalnya agar praktik transaksi daring dapat dilakukan dengan baik, bijak, dan aman.
The relationship between dating violence and help-seeking behavior among adolescents aged 12-14 Ayu, Suci Musvita; Septiyaningrum, Berlianna; Wenerda, Indah; Jatmika, Septian Emma Dwi
Jurnal Cakrawala Promkes Vol. 6 No. 2 (2024): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jcp.v6i2.10652

Abstract

Dating violence is a manifestation of inequality in any given relationship. It involves abuse within a romantic relationship that inflicts both physical and psychological harms on the victim. The psychological impacts include heartbreak, loss of self-confidence, and anxiety. This issue is particularly concerning among adolescents and warrants attention from various stakeholders. Consequently, seeking help is crucial for individuals who experience dating violence. This paper aims to assess the relationship between incidents of dating violence and the help-seeking efforts of victims. This study was a cross-sectional survey that was conducted at Junior High School.  82 respondents were recruited by utilizing relationship between dating violence and help seeking behavior was analyzed using Chi-Square. The majority of respondents who experienced dating violence reported emotional violence (25.6%) and 48.8% of these individuals did not seek help. The results indicate no significant relationship between incidents of dating violence and help seeking behavior among Adolescents aged 12–14 years old in Yogyakarta X2 (1, N = 104) = 1.7, p > .05. This suggested that, within this study, there is no significant correlation between the occurrence of dating violence and efforts made by adolescents to seek help. Despite experiencing violence, these adolescents may not be inclined to reach out for assistance, suggesting a potential disconnect between the experiencing violence and responding to it.
Representation of Liberal Feminism on the 2020 Mulan Movie Indriani, Tri; Wenerda, Indah
COMMICAST Vol. 5 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/commicast.v5i1.10096

Abstract

This research aims to explore the characteristics of Mulan as the only female soldier of the Chinese emperor in challenging the stereotypes of women that have been formed in society. The film shows Mulan's adventures as the only female soldier of the Chinese emperor. This research method uses a qualitative descriptive approach through observation and analysis of each scene and narrative available to explore the feminist values contained in this film. There were findings that Hua Mulan made efforts to challenge the stereotypes that developed regarding women. Hua Mulan challenges the boundaries that society places on women. In conclusion, Hua Mulan shows the characteristics of liberal feminism in the character Mulan which focuses on individual rights in obtaining opportunities, changes in social and legal policies that are no different for women.
Multicultural Education Design Through Crafts Learning Wood on Students PGSD UAD Setyaningrum, Fery; Adzkia, Sagaf Faozata; Wenerda, Indah
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 33 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v33i12024p101-116

Abstract

The Indonesian nation must become more aware of cultural diversity, as many students still lack this awareness. Indonesia is known for its multicultural and pluralistic society, emphasizing the need to introduce cultural diversity in education. At PGSD UAD, fine arts and skills classes, particularly woodcraft, embody multicultural education principles. Understanding cultural pluralism helps maintain cultural heritage and mutual respect. This research aims to describe the woodcraft learning process at PGSD UAD and design multicultural education through this medium. Using qualitative methods like observation, interviews, and document reviews, the study focuses on UAD PGSD students practicing wooden batik in Krebet Village. The findings reveal a structured learning process involving material selection, design stages, and creating batik motifs representing diverse cultures. Multicultural education at PGSD UAD fosters an inclusive environment where students access equal educational opportunities, regardless of race, ethnicity, or other factors. Woodcraft products reflect various ethnic influences from across Indonesia.