Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Digital literation of citizens neighborhood association’s WhatsApp group in response Covid-19 information Wenerda, Indah
International Journal of Communication and Society Vol 4, No 2 (2022): December 2022
Publisher : Association for Scientific Computing Electrical and Engineering (ASCEE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31763/ijcs.v4i2.252

Abstract

This research aims to find out the competence of digital literacy of citizens to infodemic received through WAG neighborhood association 09 Dipowinatan. This research was conducted using qualitative interpretative research with research method of netgraph analysis. The data collection method used in this study was participant observation at the Dipowinatan neighborhood association on WAG. Research findings in this study are infodemic which occurred during the pandemic, also hit neighborhood association’s WAG 09 Dipowinatan. Two more years passed the Covid-19 Pandemic in Indonesia. The Indonesian people, especially the residents of neighborhood association 09 Dipowinatan, are taking a new order in dealing with Covid-19, including experiencing an infodemic. Infodemic occurs because of digital media and social media, which is very fast in disseminating information to receive the information quickly. The information regarding Covid-19 was no exception that the residents of neighborhood association 09 Dipowinatan received through the WhatsApp Group (WAG) Thus, digital literacy is needed for residents in dealing with this infodemic situation. This situation does not rule out that the information is disseminated, the information included in the disinformation group. However, this situation can anticipate with the digital literacy skills that residents must select and sort out the right information during the infodemic. State apparatus through the Head of neighborhood association / hamlet, and religious leaders in practice in neighborhood association’s WAG O9 can also be an alternative to mediating in situations if there is a debate in finding the truth regarding misinformation in WAG.
Strategi Komunikasi Komunitas Teman Berjalan dalam Mengelola Kegiatan Sosial untuk Meningkatkan Kesehatan Mental (Studi Kasus Komunitas Teman Berjalan): STRATEGI KOMUNIKASI KOMUNITAS TEMAN BERJALAN DALAM MENGELOLA KEGIATAN SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL ( Studi Kasus Komunitas Teman Berjalan ) Fahrezzy, Muhammad; Wenerda, Indah
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 2 (2024): (DECEMBER 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i2.10529

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi komunitas Teman Berjalan sebagai NGO ( Non Government Organization ) dalam meningkatkan kesehatan mental melalui Instagram dan Kegiatan Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma intreprektif. Dengan menggunakan studi kasus dan tehnik pengumpulan wawancara mendalam dan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan pada analisis data serta menggunakan triangulasi dalam validasi data yang diperoleh. Berdasarkan hasil yang diperoleh oleh peneliti, strategi komunikasi yang dilakukan oleh Teman Berjalan.id dalam meningkatkan kesehatan mental sudah memberikan dampak bagi peserta dan pengikutnya. Mulai dari mengenal khalayak hingga memilih media yang digunakan. Teman Berjalan.id menggunakan Instagram dan Kegiatan Sosial untuk memberikan edukasi yang ringan dan menggunakan grafis yang menarik dan memberikan sebuah wadah bertemu secara langsung supaya bisa menciptakan sebuah jaringan yang bisa memberikan dukungan bagi pesertanya. Dan dari langkah yang telah mereka lakukan sudah menjadi awal untuk bisa meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar mereka.
Analisis Peran Instagram @Newrivermoon sebagai Media Promosi Destinasi Wisata New Rivermoon dalam Memenuhi Kebutuhan Pengguna: Perspektif Teori Uses and Gratifications Wardani, Aprilia Kusuma; Wenerda, Indah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56208

Abstract

Di era digital, media sosial menjadi alat yang penting dalam mempromosikan destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akun Instagram @newrivermoon memenuhi motif kebutuhan promosi wisata dari sudut pandang pemilik akun serta motif kebutuhan pengikutnya. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa pengguna media secara aktif memanfaatkan media untuk memenuhi kebutuhan tertentu, di mana motif penggunaan media menjadi faktor kunci dalam memahami interaksi antara pengguna dengan media yang dikonsumsi. Penelitian ini mengaplikasikan teori Uses and Gratifications, yang menekankan lima motif kebutuhan utama, yaitu motif kognitif, afektif, hubungan personal, interaksi sosial, dan hiburan. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan sifat deskriptif. Objek penelitian adalah akun Instagram New Rivermoon, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa akun @newrivermoon efektif dalam memenuhi lima motif kebutuhan utama pengguna, yaitu kognitif, afektif, hubungan personal, integrasi sosial, dan hiburan. Pemanfaatan fitur-fitur Instagram yang konsisten dan interaktif meningkatkan kepuasan audiens terhadap konten yang disajikan. Namun, meskipun keterlibatan digital tinggi, kunjungan wisatawan masih dipengaruhi oleh faktor eksternal. Selain itu, kepuasan yang dicapai terkait dengan hubungan timbal balik antara pemilik akun dan pengikut, di mana masing-masing pihak memiliki kepentingan yang saling melengkapi.
Digital Literacy as The Basis for The Use of Digital Wallets during COVID-19 Pandemic Darmawan, Marzuki; Wenerda, Indah
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2022): CHANNEL: Jurnal Komunikasi 21st Edition
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v10i2.157

Abstract

This research aims to find out how far students in Yogyakarta carry digital literacy as the basis for using their e-wallets. An E-wallet is one of the cashless payment tools currently a means of payment that is widely used by the people of Indonesia, especially the younger generation. Students, as part of the younger generation, often use e-wallets as a means of payment instead of cash. Students have a basic knowledge of digital wallets from experience and the information they get from their environment. The basis of expertise is digital literacy by students using e-wallets.  This research uses a qualitative research method with resource sampling and purposive techniques. Researchers used data collection techniques with interviews and document studies to find data from sources. Then the data can be tested by triangulation of the data source. This research results in students actively using digital wallets in online transaction activities. From this practice, if referring to digital literacy competencies using ten JAPELIDI competencies in four quadrants, functional and critical consuming quadrants are the most dominant carried out by students. At the same time, the other quadrant has yet to be done by students using digital wallets.
Strategi Komunikasi Komunitas Teman Berjalan dalam Mengelola Kegiatan Sosial untuk Meningkatkan Kesehatan Mental (Studi Kasus Komunitas Teman Berjalan) Fahrezzy, Muhammad; Wenerda, Indah
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 2 (2024): (DECEMBER 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i2.10529

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi komunitas Teman Berjalan sebagai NGO ( Non Government Organization ) dalam meningkatkan kesehatan mental melalui Instagram dan Kegiatan Sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma intreprektif. Dengan menggunakan studi kasus dan tehnik pengumpulan wawancara mendalam dan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan pada analisis data serta menggunakan triangulasi dalam validasi data yang diperoleh. Berdasarkan hasil yang diperoleh oleh peneliti, strategi komunikasi yang dilakukan oleh Teman Berjalan.id dalam meningkatkan kesehatan mental sudah memberikan dampak bagi peserta dan pengikutnya. Mulai dari mengenal khalayak hingga memilih media yang digunakan. Teman Berjalan.id menggunakan Instagram dan Kegiatan Sosial untuk memberikan edukasi yang ringan dan menggunakan grafis yang menarik dan memberikan sebuah wadah bertemu secara langsung supaya bisa menciptakan sebuah jaringan yang bisa memberikan dukungan bagi pesertanya. Dan dari langkah yang telah mereka lakukan sudah menjadi awal untuk bisa meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar mereka.
Film and the Discourse of Child Sexual Abuse in Hope Movie Wa Ode, Rosyta Pua; Wenerda, Indah
Jogjakarta Communication Conference (JCC) Vol. 2 No. 1 (2024): The 5th Jogjakarta Communication Conference (JCC)
Publisher : Jogjakarta Communication Conference (JCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film as a mass media has the power to reach all social segments so that it has the potential to influence the public. Including to change people's views regarding victims of sexual abuse, especially children. Sexual abuse that occurs in children must of course receive special attention from the government and society. Unfortunately, there are still many people who still do not understand how to respond to sexual abuse that occurs in the surrounding environment. This is what was then raised into the movie Hope. The purpose of this study is to describe and represent cases of child sexual abuse raised in the film Hope. This research uses qualitative research methods using John Fiske's Semiotics theory by analyzing the Hope film through the levels of Reality, Representation and Ideology so as to convey the deep meaning in this Hope film. The results of this study show that Hope can represent child sexual abuse very well so that messages about sexual abuse in the film can be conveyed to the audience and there are ideologies about Victim Blaming and Gender Injustice.
Representasi Ideologi Patriarki Dalam Film Sabtu Bersama Bapak (Analisis Semiotika John Fiske) Rahman, Agung Hidayatu; Wenerda, Indah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ideologi patriarki dalam film Sabtu Bersama Bapak melalui pendekatan semiotika John Fiske. Film ini, yang diadaptasi dari novel karya Adhitya Mulya, menampilkan narasi hubungan keluarga yang sarat dengan nilai-nilai budaya patriarki. Pendekatan semiotika John Fiske digunakan untuk menguraikan lapisan makna dalam representasi visual dan naratif, meliputi level realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa film tersebut merefleksikan nilai-nilai patriarki melalui penggambaran figur ayah sebagai pusat otoritas keluarga, norma gender yang mengutamakan peran laki-laki sebagai pemimpin, serta tekanan sosial terhadap perempuan untuk mematuhi peran domestik. Representasi ini diperkuat melalui elemen teknis seperti dialog, pencahayaan, dan framing yang menekankan hierarki gender dalam hubungan keluarga. Meski demikian, film ini juga menyisipkan upaya untuk menyeimbangkan narasi dengan memperlihatkan karakter perempuan yang berdaya, meskipun masih berada dalam batasan norma patriarki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ideologi patriarki tetap mendominasi dalam film Sabtu Bersama Bapak, meskipun terdapat indikasi transformasi nilai-nilai gender yang lebih inklusif. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian budaya populer dan gender, serta membuka ruang diskusi kritis mengenai bagaimana media, khususnya film, merepresentasikan dan mempertahankan struktur ideologi tertentu. Analisis ini juga menggarisbawahi pentingnya literasi media dalam memahami dampak ideologi yang disampaikan melalui karya visual terhadap persepsi masyarakat.
Penggunaan Dompet Digital dalam Transaksi Daring bagi Millennial Moms selama Pandemi Covid-19 Wenerda, Indah; Hariyanti, Nunik
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.5572

Abstract

Millennial moms adalah kelompok ibu-ibu yang tumbuh dikelilingi oleh teknologi, internet, dan media sosial. Selama pandemi COVID-19 millennial moms melakukan alternatif dalam memenuhi kebutuhan keluarga secara daring. Pilihan ini dilakukan karena lebih cepat, praktis, dan harga lebih murah. Metode pembayaran pun juga dilakukan non tunai/cashless karena sejalan dengan protokol kesehatan. Fenomena ini digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini untuk mengetahui praktik transaksi daring yang dilakukan oleh millennial moms. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada millennial moms di Yogyakarta. Pemilihan pada millennial moms dipilih secara purposive sampling yakni perempuan yang lahir antara akhir 80-an dan 90-an, sudah menikah, memiliki anak, aktif menggunakan internet, dan aktif melakukan transaksi daring selama pandemi COVID-19. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam namun tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa millennial moms melakukan pembelian barang secara daring untuk barang-barang tertentu yang tidak ada di swalayan. Metode pembayaran yang digunakan tidak semua millennial moms menggunakan aplikasi dompet digital melainkan ada yang menggunakan metode COD. Kesenjangan digital menjadi penyebab pada praktik ini yakni poin kecakapan digital/digital skills yang harus dimiliki pengguna agar transaksi daring terjadi. Dengan demikian seluruh pengguna dompet digital khususnya millennial moms dapat mengasah kecakapan digitalnya agar praktik transaksi daring dapat dilakukan dengan baik, bijak, dan aman.
Semiotic Analysis of Roland Barthes on the Movie Poster "Like and Share" Nazwa, Rifda Apriliani; Wenerda, Indah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i12.7052

Abstract

The film Like and Share discusses sexual violence against women who are still in school and experience a lot of pressure. The purpose of this study is to examine the visual semiotics of the Like and Share poster through Roland Barthes' theory by dissecting the meaning of signs into denotations, connotations, and myths on the Like and Share movie poster. Not only looking at the poster from the visual side, but also understanding more deeply about the important issues facing teenagers today. This study uses a qualitative descriptive method in analyzing and interpreting meaning. In this analysis, marks can be found on the visual elements of the poster such as typography, colors, layout, and images to identify hidden meanings to the audience.
Representation of Terrorism in 22 July Movie (John Fiske Semiotic Analysis) Fathullah, Luthfi; Wenerda, Indah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i11.8774

Abstract

Paul Greengrass' 22 July depicts the tragic events of the July 22, 2011 terrorist attack in Norway. This research aims to describe the representation of terrorism in the movie "July 22". The qualitative method is used in this research. The data contained in this research are in the form of scenes that indicate acts of terrorism in the movie "22 July". The data were analysed using John Fiske's semiotic analysis technique, which consists of three levels: level of reality, level of representation, and level of ideology. The result of the research shows that the movie "22 July" contains elements of terrorism committed by Anders Behring Breivik. At the level of reality, the elements of terrorism are represented through aspects of costume, behaviour, expression, and conversation. At the level of representation, there are aspects of camera, lighting, and sound. At the ideological level, this movie represents the ideology of terrorism.