Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Floribunda

Analisis Morfologi Begonia isoptera Dryand. ex Sm (Begoniaceae) Kompleks di Jawa. Siti Azhyra Dwi Ayu; Afiatry Putrika; Deden Girmansyah
Floribunda Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.056 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i2.2019.263

Abstract

Siti Azhyra Dwi Ayu, Afiatry Putrika & Deden Girmansyah. 2019. Analisis Morfologi Begonia isoptera Dryand. ex Sm (Begoniaceae) Kompleks di Jawa. Floribunda 6(2): 53–63. —  Begonia isoptera merupakan salah satu jenis Begonia di Jawa dengan konsep jenis yang luas, sehingga jenis ini menjadi kompleks. Pemeriksaan ulang morfologi jenis ini telah dilakukan terhadap semua koleksi B. isoptera di Herbarium Bogoriense dengan menggunakan 12 karakter vegetatif dan 7 karakter generatif terpilih. Hasil analisis menunjukkan bahwa B. isoptera terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu: 1) berbulu (tangkai daun bertrikoma), 2) gundul (tangkai daun gundul), dan 3) kombinasi (campuran antara kelompok berbulu dan gundul). Analisis statistika menggunakan CA (Cluster Analysis) dan PCA (Principal Component Analysis) menunjukan bahwa B. isoptera kelompok berbulu dan B. isoptera kelompok kombinasi tergabung dalam satu kelompok besar, sedangkan B. isoptera kelompok gundul terpisah. Setelah dibandingkan dengan spesimen tipe dan pertelaan awal diketahui bahwa kelompok gundul merupakan B. isoptera yang sesuai dengan deskripsi awal, sedangkan kelompok berbulu sangat berbeda terutama pada sistem perbungaan dan indumentum tangkai daun sehingga akan diteliti lebih lanjut. Berdasarkan distribusi, B. isoptera kelompok berbulu dan kelompok kombinasi tumbuh di ketinggian 1000–2000 m dpl yang tersebar dari Jawa Barat sampai Jawa Tengah, sementara kelompok gundul tumbuh di dataran rendah Jawa Barat dan Banten pada ketinggian 0–600 m dpl. 
KEANEKARAGAMAN SPESIES LUMUT HATI EPIFIT DAN REKAMAN BARU UNTUK JAWA Afiatry Putrika; Shela Kartika Wijaya; Astari Dwiranti; Mega Atria
Floribunda Vol. 6 No. 4 (2020)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1622.535 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i4.2020.277

Abstract

Afiatry Putrika, Shela Kartika Wijaya, Astari Dwiranti, Mega Atria. 2020. Epiphytic Liverworts Diversity and New Record for Java. Floribunda 6(4): 133–140. —  Indonesia University (IU) has an open green space area, that consists of urban forest and the garden inside campus. The existence of these areas makes that location has various species of plants, especially tree species which become substrate for leafy liverworts. The objective of this study is to identify the leafy liverworts species diversity in the Campus of IU Depok. This research was conducted in the IU urban forest and campus main road by broad survey method. Those leafy liverworts sample was collected at 4 different direction of 0–2 m high of tree trunk. The liverworts samples were observed using a light microscope in the laboratory. There are 10 species of liverworts were recorded from Indonesia University which belong to 2 families and 6 genera. Two of them are new record for Java. Afiatry Putrika, Shela Kartika Wijaya, Astari Dwiranti, Mega Atria. 2020. Keanekaragaman Spesies Lumut Hati Epifit dan Rekaman Baru untuk Jawa. Floribunda 6(4): 133–140. —  Universitas Indonesia (UI) me-miliki kawasan ruang terbuka hijau yang terdiri atas hutan kota dan taman sekitar kampus. Keberadaan ruang terbuka tersebut membuat UI memiliki beragam jenis flora, termasuk pohon yang dapat menjadi substrat tumbuhnya lumut hati berdaun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman spesies lumut hati epifit yang ada di Kampus UI Depok. Penelitian dilakukan di Hutan Kota dan jalan utama kampus UI Depok. Pengambilan sampel lumut hati di Hutan Kota dan jalan utama kampus dilakukan dengan metode jelajah bebas. Sampel lumut pada pohon inang dikoleksi dari 4 arah mata angin pada ketinggian 0–2 meter dari permukaan tanah. Sampel lumut diamati di laboratorium menggunakan mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies lumut hati epifit di kampus UI yang berasal dari 2 famili dan 6 genus. Dua spesies merupakan catatan baru untuk Jawa.