Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

VARIASI MORFOLOGI Calamus javensis Blume DI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN-SALAK (TNGHS) Niarsi Merry Hemelda; Mega Atria; Noviar Andayani
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16, No 2 (2018): BIOTIKA DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bjib.v16i2.19832

Abstract

IDENTIFIKASI MOLEKULER DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI KAMANDIN SAEBO, TUMBUHAN OBAT DARI PULAU MADURA Muhammad Rifqi Hariri; Arifin Surya Dwipa Irsyam; Ashari Bagus Setiawan; Eko Setiawan; Rina Ratnasih Irwanto; Mega Atria
BIOTIKA Jurnal Ilmiah Biologi Vol 19, No 2 (2021): BIOTIKA DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/biotika.v19i2.35627

Abstract

Kamandin Saebo merupakan tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Madura sejak dahulu kala. Secara morfologi, tumbuhan ini merupakan anggota dari suku Asteraceae, karena ditandai dengan adanya bunga tabung dan bunga pita, papus, dan buah longkah. Informasi terkini mengenai pemanfaatan sebagai tumbuhan obat sudah jarang diketahui dan keberadaanya cukup sulit ditemukan. Selain itu, Kamandin Saebo juga sulit diidentifikasi secara morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap identitas jenis tumbuhan Kamandin Saebo melalui pendekatan molekuler menggunakan sekuen DNA barcoding internal transcribed spacer dan karakterisasi ciri morfologi. Identifikasi melalui BLAST menunjukkan bahwa Kamandin Saebo merupakan anggota dari marga Glossocardia dengan persentase kemiripan sekuen sebesar 92.5%. Informasi lebih lanjut melalui karakterisasi morfologi menunjukkan bahwa Kamandin Saebo merupakan G. Leschenaultii (Cass.) Veldkamp. Jenis tersebut merupakan tumbuhan endemik yang berasal dari Pulau Madura.
THE CALAMUS JAVENSIS (ARECACEAE: CALAMOIDEAE) COMPLEX IN HISTORICAL BIOGEOGRAPHIC CONTEXT Mega Atria; Peter C van Welzen
REINWARDTIA Vol 20, No 1 (2021): Vol. 20 No. 1
Publisher : Research Center for Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/reinwardtia.v20i1.4068

Abstract

ATRIA, M. & VAN WELZEN, P. C. 2021. The Calamus javensis (Arecaceae: Calamoideae) complex in historical biogeographic context.  Reinwardtia  20(1): 1−7. — Calamus javensis  is a very polymorphic species with a number of recognisable forms (of which several were once even recognized at species level). A historical biogeographic analysis showed no historical distribution pattern in the diversification of these various forms. The forms are very likely the result  of  adaptation  to  local  circumstances,  whereby more or less identical  forms  can  develop  under similar niche circumstances  in  disjunct areas,  exceptions  are  the  ‘acuminatus-polyphyllus’ form and C.  tenompokensis  that are recognisable and present in a non-disjunct area.
KEANEKARAGAMAN SPESIES LUMUT HATI EPIFIT DAN REKAMAN BARU UNTUK JAWA Afiatry Putrika; Shela Kartika Wijaya; Astari Dwiranti; Mega Atria
Floribunda Vol. 6 No. 4 (2020)
Publisher : PTTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1622.535 KB) | DOI: 10.32556/floribunda.v6i4.2020.277

Abstract

Afiatry Putrika, Shela Kartika Wijaya, Astari Dwiranti, Mega Atria. 2020. Epiphytic Liverworts Diversity and New Record for Java. Floribunda 6(4): 133–140. —  Indonesia University (IU) has an open green space area, that consists of urban forest and the garden inside campus. The existence of these areas makes that location has various species of plants, especially tree species which become substrate for leafy liverworts. The objective of this study is to identify the leafy liverworts species diversity in the Campus of IU Depok. This research was conducted in the IU urban forest and campus main road by broad survey method. Those leafy liverworts sample was collected at 4 different direction of 0–2 m high of tree trunk. The liverworts samples were observed using a light microscope in the laboratory. There are 10 species of liverworts were recorded from Indonesia University which belong to 2 families and 6 genera. Two of them are new record for Java. Afiatry Putrika, Shela Kartika Wijaya, Astari Dwiranti, Mega Atria. 2020. Keanekaragaman Spesies Lumut Hati Epifit dan Rekaman Baru untuk Jawa. Floribunda 6(4): 133–140. —  Universitas Indonesia (UI) me-miliki kawasan ruang terbuka hijau yang terdiri atas hutan kota dan taman sekitar kampus. Keberadaan ruang terbuka tersebut membuat UI memiliki beragam jenis flora, termasuk pohon yang dapat menjadi substrat tumbuhnya lumut hati berdaun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman spesies lumut hati epifit yang ada di Kampus UI Depok. Penelitian dilakukan di Hutan Kota dan jalan utama kampus UI Depok. Pengambilan sampel lumut hati di Hutan Kota dan jalan utama kampus dilakukan dengan metode jelajah bebas. Sampel lumut pada pohon inang dikoleksi dari 4 arah mata angin pada ketinggian 0–2 meter dari permukaan tanah. Sampel lumut diamati di laboratorium menggunakan mikroskop cahaya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 spesies lumut hati epifit di kampus UI yang berasal dari 2 famili dan 6 genus. Dua spesies merupakan catatan baru untuk Jawa. 
Karakteristik Lumut di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Area Permukiman Jakarta Selatan Sarah Tsabituddinillah; Afiatry Putrika; Niarsi Merry Hemelda; Andi Salamah; Windri Handayani; Astari Dwiranti; Mega Atria
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.21811

Abstract

AbstrakPermukiman merupakan salah satu ruang terbuka hijau (RTH) yang terdapat di daerah urban, khususnya Jakarta. Salah satu kelompok tumbuhan yang ditemui pada RTH tersebut adalah lumut. Keberadaan lumut di permukiman urban menunjukkan adanya kemampuan lumut untuk bertahan pada lingkungan yang terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies lumut serta karakteristik lumut di salah satu permukiman Jakarta Selatan. Lumut dikoleksi dengan metode transect-line pada 6 titik tepi jalan dan jelajah bebas pada 3 taman di permukiman tersebut Jakarta Selatan. Pengamatan karakteristik morfologi dan anatomi lumut dilakukan dengan penilaian kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 divisi lumut, yaitu Bryophyta (lumut sejati) dan Marchantiophyta (lumut hati) di lokasi penelitian. Bryophyta terdiri dari 6 famili, 9 genus, dan 16 spesies. Sementara itu,  Marchantiophyta terdiri dari 2 famili, 2 genus, dan 3 spesies. Pottiaceae merupakan famili dengan jumlah spesies terbanyak ditemukan, yaitu 5 spesies. Fissidens biformis adalah spesies dengan jumlah sampel terbanyak. Lumut tersebut ditemukan pada substrat tanah, batu, dan batang pohon. Kisaran luas tutupan lumut yang ditemukan yaitu 2–100%. Karakteristik seperti ukuran tubuh yang kecil, bentuk hidup, bentuk daun, ornamentasi pada permukaan daun, modifikasi sel daun, serta keberadaan sporofit atau gemma diduga mendukung lumut beradaptasi di lingkungan urban.AbstractSettlement is one of urban green open spaces in Jakarta. One of the plant groups found in the open green spaces is the bryophytes. The presence of bryophytes in the settlement areas indicates the ability of bryophytes to survive in a disturbed environment. This study aims to determine bryophytes species and their characteristic in the settlements area of South Jakarta. Bryophyte collected by transect-line at 6 sites of roadside and broad survey at 3 sites of park. The morphological and anatomical characteristics were observed with qualitative and quantitative assessments. Mosses and liverworts are groups that found in study sites. The mosses consists of 6 families, 9 genera, and 16 species. Meanwhile, the liverworts consists of 2 families, 2 genera, and 3 species. Pottiaceae is has the highest species richness in the location. Meanwhile the highest number of samples was Fissidens biformis. The bryophytes were attached in the soil, rock, and tree trunk. The coverage of bryophyte is about 2–100%. Characteristics such as small body size, life-forms, leaf shape, the ornamentation on the leaf surface, modified leaf cells, and the presence of sporophyte or gemmae are thought to support the adaptation of bryophyte in urban environments.
Karakteristik Lumut di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Area Permukiman Jakarta Selatan Sarah Tsabituddinillah; Afiatry Putrika; Niarsi Merry Hemelda; Andi Salamah; Windri Handayani; Astari Dwiranti; Mega Atria
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 1 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i1.21811

Abstract

AbstrakPermukiman merupakan salah satu ruang terbuka hijau (RTH) yang terdapat di daerah urban, khususnya Jakarta. Salah satu kelompok tumbuhan yang ditemui pada RTH tersebut adalah lumut. Keberadaan lumut di permukiman urban menunjukkan adanya kemampuan lumut untuk bertahan pada lingkungan yang terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies lumut serta karakteristik lumut di salah satu permukiman Jakarta Selatan. Lumut dikoleksi dengan metode transect-line pada 6 titik tepi jalan dan jelajah bebas pada 3 taman di permukiman tersebut Jakarta Selatan. Pengamatan karakteristik morfologi dan anatomi lumut dilakukan dengan penilaian kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 divisi lumut, yaitu Bryophyta (lumut sejati) dan Marchantiophyta (lumut hati) di lokasi penelitian. Bryophyta terdiri dari 6 famili, 9 genus, dan 16 spesies. Sementara itu,  Marchantiophyta terdiri dari 2 famili, 2 genus, dan 3 spesies. Pottiaceae merupakan famili dengan jumlah spesies terbanyak ditemukan, yaitu 5 spesies. Fissidens biformis adalah spesies dengan jumlah sampel terbanyak. Lumut tersebut ditemukan pada substrat tanah, batu, dan batang pohon. Kisaran luas tutupan lumut yang ditemukan yaitu 2–100%. Karakteristik seperti ukuran tubuh yang kecil, bentuk hidup, bentuk daun, ornamentasi pada permukaan daun, modifikasi sel daun, serta keberadaan sporofit atau gemma diduga mendukung lumut beradaptasi di lingkungan urban.AbstractSettlement is one of urban green open spaces in Jakarta. One of the plant groups found in the open green spaces is the bryophytes. The presence of bryophytes in the settlement areas indicates the ability of bryophytes to survive in a disturbed environment. This study aims to determine bryophytes species and their characteristic in the settlements area of South Jakarta. Bryophyte collected by transect-line at 6 sites of roadside and broad survey at 3 sites of park. The morphological and anatomical characteristics were observed with qualitative and quantitative assessments. Mosses and liverworts are groups that found in study sites. The mosses consists of 6 families, 9 genera, and 16 species. Meanwhile, the liverworts consists of 2 families, 2 genera, and 3 species. Pottiaceae is has the highest species richness in the location. Meanwhile the highest number of samples was Fissidens biformis. The bryophytes were attached in the soil, rock, and tree trunk. The coverage of bryophyte is about 2–100%. Characteristics such as small body size, life-forms, leaf shape, the ornamentation on the leaf surface, modified leaf cells, and the presence of sporophyte or gemmae are thought to support the adaptation of bryophyte in urban environments.
THE CALAMUS JAVENSIS (ARECACEAE: CALAMOIDEAE) COMPLEX IN HISTORICAL BIOGEOGRAPHIC CONTEXT Mega Atria; Peter C van Welzen
REINWARDTIA Vol 20, No 1 (2021): Vol. 20 No. 1
Publisher : Research Center for Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/reinwardtia.2021.4068

Abstract

ATRIA, M. & VAN WELZEN, P. C. 2021. The Calamus javensis (Arecaceae: Calamoideae) complex in historical biogeographic context.  Reinwardtia  20(1): 1−7. — Calamus javensis  is a very polymorphic species with a number of recognisable forms (of which several were once even recognized at species level). A historical biogeographic analysis showed no historical distribution pattern in the diversification of these various forms. The forms are very likely the result  of  adaptation  to  local  circumstances,  whereby more or less identical  forms  can  develop  under similar niche circumstances  in  disjunct areas,  exceptions  are  the  ‘acuminatus-polyphyllus’ form and C.  tenompokensis  that are recognisable and present in a non-disjunct area.
Plukenetia volubilis L.: A New Record of a Cultivated Alien Species in Java Tianara, Alexander; Handayani, Windri; Irsyam, Arifin Surya Dwipa; Hariri, Muhammad Rifqi; Dewi, Asih Perwita; Peniwidiyanti, Peniwidiyanti; Baidlowi, Muhammad Hisyam; Rosleine, Dian; Atria, Mega
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 9, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.84523

Abstract

Plukenetia volubilis L. has been documented as a new record for the first time in Java, Indonesia. The species is easily distinguished from the native species, P. corniculata Sm., by its exstipellate basilaminar-glands, long cylindrical column, and wingless fruit-lobes. Plukenetia volubilis is cultivated mainly in South America for its beneficial values as food and medicine and was recently introduced to Asia. However, its occurrence in Java has not been reported. We collected specimens from West Java (Depok City, Bandung Barat and Sumedang Regency) and East Java (Malang Regency). Morphological description, identification key, and photographs of the species are provided.
Management of Pyrrosia Mirb. (Polypodiaceae) Fern Specimens in Herbarium Depokensis (UIDEP) Universitas Indonesia, Depok Atria, Mega; Rahmandika, Ghifari; Salamah, Andi; Saifudin, Saifudin; Putrika, Afiatry
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 1 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v1i1.40499

Abstract

AbstractThe herbarium harbors collections of preserved plants used for scientific purposes. It is important to keep information about plants in a valid herbarium collection. This study aims to establish a valid collection and database of Pyrrosia stored in Herbarium Depokensis (UIDEP) through herbarium management. The management process includes taxonomic validation, specimen revitalization, and digitization. Taxonomic validation results showed there were 3 species of Pyrrosia namely P. piloselloides, P. lanceolata, and P. longifolia. These three species can be distinguished by rhizome scales, the shape of the lamina, and soral position. Physical examination throughout specimens showed several problems including loose specimen parts and specimen damage due to insects. Almost all collections (49 out of 59 specimens) did not include fertile lamina which is an important identifying character in Pyrrosia. To complete the herbarium data, 10 new Pyrrosia samples were collected at Green Spaces (RTHK) in Universitas Indonesia. All valid data and pictures undergo a digitization process. Those digitized data were then uploaded to the Herbarium UIDEP website (ruangkoleksibiotaui.id). This resulted in a Pyrrosia database that can be widely accessed by the public.AbstrakHerbarium menyimpan koleksi tanaman yang diawetkan yang digunakan untuk tujuan ilmiah. Penting untuk menyimpan informasi tentang tanaman dalam koleksi herbarium yang valid. Penelitian ini bertujuan untuk membangun koleksi dan database valid Pyrrosia yang disimpan di Herbarium Depokensis (UIDEP) melalui pengelolaan herbarium. Proses pengelolaannya meliputi validasi taksonomi, revitalisasi spesimen, dan digitalisasi. Hasil validasi taksonomi Pyrrosia menunjukkan terdapat 3 spesies, yaitu P. piloselloides, P. lanceolata, dan P. longifolia. Ketiga spesies ini dapat dibedakan berdasarkan sisik rimpang, bentuk lamina, dan letak soral. Pemeriksaan fisik pada seluruh spesimen menunjukkan beberapa permasalahan antara lain bagian spesimen yang lepas dan kerusakan spesimen akibat serangga. Hampir semua koleksi (49 dari 59 spesimen) tidak mencantumkan lamina subur yang merupakan karakter pengidentifikasi penting pada Pyrrosia. Untuk melengkapi data herbarium, dilakukan pengumpulan 10 sampel Pyrrosia baru di Ruang Terbuka Hijau (RTHK) Universitas Indonesia. Semua data dan gambar yang valid menjalani proses digitalisasi. Data digital tersebut kemudian diunggah ke website Herbarium UIDEP (ruangkoleksibiotaui.id). Hal ini menghasilkan database Pyrrosia yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat. 
Utilization of Piji Palm [Pinanga coronata (Blume) Blume] by People Around Baturraden Botanical Garden, Banyumas Regency, Central Jawa Solihah, Saniyatun Mar'atus; Atria, Mega; Witono, Joko Ridho
Elkawnie Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v11i1.26301

Abstract

Abstract: Baturraden Botanical Garden is an ex-situ plant conservation area at the foot of Mount Slamet, Central Java. People around this botanical garden continue to live traditional lives, utilizing plants in their daily lives, including the Piji palm (P. coronata). However, knowledge regarding the use of the P. coronata palm in Indonesia has never been reported; therefore, it needs to be explored to increase ethnobotanical information. This study aimed to obtain utilization information from P. coronata in daily life. The study was conducted in April 2024 in the area around Baturraden Botanical Garden, Baturraden District, Banyumas Regency, Central Java. Information was collected using an interview method using a snowball sampling technique with 37 respondents who were deemed to have broad and specific knowledge of the use of P. coronata. The data obtained was analyzed descriptively and qualitatively. The results showed that people around the Baturraden Botanical Garden utilize P. coronata from nature (growing wild) to support daily life, which is divided into 8 (eight) aspects, including traditional medicine (fruit and shoot parts), ornamental/decorative plants (whole plants and leaves), environmental role (whole plants, stems, and leaves), building materials (stems and leaves), animal feed (leaves and fruit), food ingredients (stem shoots), ritual/culture (leaves and fruit), and handicrafts/tools/toys (stems, leaves, and fruit). The three parts of P. coronata that have high potential and economic value in the industry include the whole plant (ornamental/decorative plants), leaves (crafts), and stem shoots (traditional medicine and food). Abstrak: Kebun Raya Baturraden merupakan kawasan konservasi tumbuhan ex situ yang berada di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah. Kehidupan masyarakat di sekitar kebun raya ini masih tradisional, sehingga pemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari masih dilakukan seperti pemanfaatan palem Piji (P. coronata). Namun demikian, pengetahuan terkait pemanfaatan palem P. coronata di Indonesia belum pernah dilaporkan, maka dari itu perlu digali untuk menambah informasi etnobotaninya. Studi ini bertujuan untuk mendapat informasi pemanfaatan P. coronata oleh masyarakat di sekitar Kebun Raya Baturraden dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan pada bulan April 2024 di daerah sekitar Kebun Raya Baturraden, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pengumpulan informasi dilakukan dengan metode wawancara dengan teknik snowball sampling terhadap 37 orang responden yang dianggap memiliki pengetahuan yang luas dan spesifik dari pemanfaatan palem P. coronata. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar Kebun Raya Baturraden memanfaatkan P. coronata dari alam (tumbuh liar) untuk mendukung kehidupan sehari-hari yang terbagi dalam 8 (delapan) aspek, antara lain: pengobatan tradisional (bagian buah dan umbut), tanaman hias/dekorasi (tumbuhan utuh dan daun), peran lingkungan (tumbuhan utuh, batang, dan daun), bahan bangunan (batang dan daun), pakan ternak (daun dan buah), bahan pangan (umbut), ritual/budaya (daun dan buah), dan kerajinan tangan/alat/mainan (batang, daun, dan buah). Tiga bagian P. coronata yang memiliki potensi dan nilai ekonomi yang tinggi dalam industri antara lain: tumbuhan utuh (tanaman hias/dekoratif), daun (kerajinan), dan umbutnya (obat tradisional dan makanan).