Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Elemen

PENAMBAHAN FITUR SIDE STAND SWITCH (SAKLAR ON/OFF STANDAR SAMPING) PADA HONDA SUPRA X 125 R muhammad khalil; Kurnia Dwi Artika; adhanni Adhanni
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v7i2.143

Abstract

Faktor keselamatan dalam berkendara menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Pada beberapa jenis sepeda motor, terdapat satu fitur keselamatan yang dikenal dengan side stand switch. Dengan adanya fitur ini maka sepeda motor akan mati secara otomatis ketika pengemudi berhenti dan menurunkan side stand. Fitur ini dapat meminimalisir sepeda motor meloncat tiba-tiba karena tidak sengaja menaikkan throttle bahan bakar jika side stand sudah diturunkan. Selain itu, pengguna sepeda motor juga tidak akan lupa menaikkan side stand ketika berkendara. Jika side stand pada posisi turun maka sepeda motor tidak dapat dinyalakan. Umumnya fitur side stand switch sudah banyak digunakan pada sepeda motor dengan transmisi automatic. Sedangkan pada sepeda motor manual umumnya belum dilengkapi dengan fitur side stand switch. Maka dari itu dilakukan penelitian “Penambahan Fitur Side Stand Switch (Saklar ON/OFF Standar Samping) pada Honda Supra X 125 R”. Pada standar samping dilakukan modifikasi agar dapat dipasang saklar yang berfungsi memutus aliran arus listrik dan pengapian pada motor. Pengujian alat ini dilakukan dengan cara membuka kunci kontak dengan melakukan pengukuran tegangan dan arus sebesar 12,26 volt dan 0,32 Ampere, sehingga dapat mengetahui alat tersebut berfungsi atau tidaknya . Fitur ini juga dapat digunakan sebagai sistem keamanan untuk menjaga pengendara agar tidak lupa menaikkan standar samping pada saat ingin mengendarainya.
PENGARUH VARIASI PELUMAS DAN KECEPATAN MESIN TERHADAP SUHU MESIN PADA SEPEDA MOTOR 150 CC Muhammad Saili Madliyani; Ika Kusuma Nugraheni; Kurnia Dwi Artika
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.683 KB) | DOI: 10.34128/je.v6i2.104

Abstract

Pelumas berfungsi untuk memperkecil gesekan, pendingin, pembersih, mengurangi keausan dan membentuk lapisan minyak. Ada banyak pelumas yang dijual di pasaran dengan masing-masing spesifikasi yang berbeda-beda. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pelumas yang lebih cocok untuk kendaraan uji, mengetahui kenaikan suhu dan mengetahui perbandingan suhu. Dalam pengujian ini dilakukan uji beberapa pelumas untuk mengetahui kenaikan dan penurunan suhu dari pelumas yang digunakan. Pelumas yang dipilih memiliki perbedaan SAE yaitu standar kekentalan untuk pelumas yaitu SAE 10W-40 API SL, SAE 20W-40 API SJ, SAE 10W-40 API SJ, SAE 10W-30 SL JASO MA dan SAE 20W-50. Suhu awal mesin untuk pengujian adalah 70oCuntuk semua jenis pelumas yang digunakan. Suhu mesin tertinggi berada pada suhu 90oC. Pada pengujian ini RPM yang digunakan yaitu pada RPM 1500, 2000, 2500, 3000 dan 3500. Sebelum pengujian dilakukan kendaraan uji yang sudah diisi dengan pelumas yang baru harus dihidupkan terlebih dahulu agar pelumas dapat bersirkulasi didalam mesin. Pengujian kenaikan suhu dilakukan dengan menggunakan thermometer gun yang diarahkan pada silinder blok kendaraan uji, dan pengujian penurunan suhu menggunakan stopwatch untuk menghitung waktu penurunan suhu. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa pelumas yang lebih cocok digunakan pada kendaaran uji adalah jenis pelumas semisintetik dengan kode SAE 10W-40/API SL dibanding dengan pelumas jenis lainnya. Pelumas yang tidak disarankan untuk digunakan pada kendaraan uji adalah jenis pelumas mineral dengan kode mineral SAE 20W-50, pelumas SAE 10W-40/API SL karena terbukti kenaikan suhunya paling lambat dibanding pelumas lain. Pada RPM 3500 suhu mesin mencapai 87oC dan waktu penurunan suhunya dari 87oC ke 70oC hanya memerlukan waktu 349 detik. Kenaikan suhu mesin sangat berpengaruh terhadap performa mesin karena apabila suhu yang terus mengalami kenaikan maka dapat mengakibatkan mesin mengalami overheat.
SISTEM PENGISIAN BATERAI MENGGUNAKAN TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL Muhammad Alpianoor; Rusuminto Syahyuniar; Kurnia Dwi Artika
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.141 KB) | DOI: 10.34128/je.v7i1.105

Abstract

Sistem pengisian adalah salah satu sistem di dalam sebuah mobil yang mempunyai peranan penting pada mobil yang menggunakan bahan bakar bensin, sistem pengisian mempunyai peranan yang lebih besar untuk menjamin kelangsungan hidup mesin, yaitu untuk mensuplai kebutuhan listrik pada pengapian. Rancangan sistem pengisian baterai ini dirancang menggunakan turbin angin sumbu horizontal sebagai bentuk media pengujian dalam pengisian baterai. Pengujian sistem pengisian ini meliputi pengujian tegangan alternator dan pengujian arus alternator. Hasil pengujian varian data tegangan alternator high speed mengasilkan tegangan rata-rata adalah 11,3 V, pada low speed varian data menghasilkan tegangan rata-rata adalah 10,7 V. Hasil pengujian varian data arus alternator low speed menghasilkan arus rata-rata adalah 2,47 A, sedangkan pada high speed varian data menghasilkan arus rata-rata adalah 2,79 A.
DETEKSI KELELAHAN PENGEMUDI MOBIL MENGGUNAKAN CITRA WAJAH Sukma Firdaus; Kurnia Dwi Artika
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v8i1.154

Abstract

Faktor kelelahan merupakan faktor yang sulit untuk dihindari karena pengemudi sering kali tidak mengetahui kondisi tubuh secara pasti apakah dalam kondisi kelelahan atau tidak dan juga karena tidak ada sistem yang memberikan peringatan untuk waktu beristirahat. Penelitian ini adalah merancang sistem pendeteksi kelelahan berdasarkan hasil pengolahan ekspresi citra wajah pengemudi secara real-time. Penelitian ini telah menghasilkan head unit yang mampu mengambil citra wajah pengemudi dan mengolahnya untuk mengekstrak titik-titik geometri. Jumlah titik-titik geometri yang digunakan sebanyak 68 titik. Ciri wajah telah diperoleh dengan menghitung jarak setiap titik untuk setiap kondisi wajah dengan menggunakan rumusan euclidean distance. kelelahan ditentukan berdasarkan rasio mata terbuka menggunakan rumus perhitungan rasio tinggi-lebar kelopak mata. Ekstraksi geometri wajah juga telah menghasilkan deteksi pengamatan aktifitas ‘menguap’ yakni dengan cara menghitung jarak pada titik-titik geometri mulut.
ANALISIS CAMPURAN SUBSTRAT KOTORAN SAPI DAN LIMBAH ORGANIK PASAR TERHADAP PRODUKTIVITAS BIOGAS Faisal Manta; Kurnia Dwi Artika; Doddy Suanggana; Putra Dilto Tondok
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v9i1.192

Abstract

Kota Balikpapan menghasilkan sampah 350 ton di tahun 2020 dengan peningkatan 10% di setiap tahunnya, keberadaan sampah organik berlimpah dan kuantinyu merupakan potensi sumber energi biogas. Maka dilakukan penelitian terhadap campuran substrat biogas yaitu limbah peternakan dan limbah pasar. Tiga variasi substrat kotoran sapi terhadap limbah pasar pada digester dA, dB dan dC yaitu dA 40% :30%, dB 30% : 40% dan dC 35%: 35% dengan kandungan air dadalah 30%. Parameter penelitian temperatur lingkungan sekitar digester, tekanan didalam digester, massa gas hasil digester dan nyala api. Diketahui bahwa penambahan substrat kotoran sapi menghasilkan tekanan lebih tinggi dengan waktu singkat yaitu pada pengukuran pukul 10:00 pagi yaitu tekanan digester dA 0.062 bar dihari ke-3 dan massa 0.6 gr di hari pertama. Pada digester dB nilai tertinggi 0.052 bar dan 0.5 gr di hari ke-4, serta 0.061 bar dan 0.5 gr di hari ke-4 untuk digester dC , nyala api dominan biru di setiap digester.
ANALISIS CAMPURAN SUBSTRAT KOTORAN SAPI DAN LIMBAH ORGANIK PASAR TERHADAP PRODUKTIVITAS BIOGAS Faisal Manta; Kurnia Dwi Artika; Doddy Suanggana; Putra Dilto Tondok
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v9i1.192

Abstract

Kota Balikpapan menghasilkan sampah 350 ton di tahun 2020 dengan peningkatan 10% di setiap tahunnya, keberadaan sampah organik berlimpah dan kuantinyu merupakan potensi sumber energi biogas. Maka dilakukan penelitian terhadap campuran substrat biogas yaitu limbah peternakan dan limbah pasar. Tiga variasi substrat kotoran sapi terhadap limbah pasar pada digester dA, dB dan dC yaitu dA 40% :30%, dB 30% : 40% dan dC 35%: 35% dengan kandungan air dadalah 30%. Parameter penelitian temperatur lingkungan sekitar digester, tekanan didalam digester, massa gas hasil digester dan nyala api. Diketahui bahwa penambahan substrat kotoran sapi menghasilkan tekanan lebih tinggi dengan waktu singkat yaitu pada pengukuran pukul 10:00 pagi yaitu tekanan digester dA 0.062 bar dihari ke-3 dan massa  0.6 gr di hari pertama. Pada digester dB nilai tertinggi 0.052 bar dan 0.5 gr di hari ke-4, serta 0.061 bar dan 0.5 gr di hari ke-4 untuk digester dC , nyala api dominan biru di setiap digester.
PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE DAN PERTAMAX TERHADAP NILAI TORSI, DAYA DAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR 150CC: PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE DAN PERTAMAX hajar isworo; Kurnia Dwi Artika; Rusuminto Syahyuniar; Anggun Angkasa Bela Persada; Yulima Melsi Lingga; Imron Musthofa; Adhiela Noer Syaief; Rendy Bagus Kurniawan
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v9i2.202

Abstract

The problem that occurs today is that many fuel injection vehicles that use Pertamax are switching to Pertalite for economic reasons. This study aims to determine the difference between the use of pure fuel and a mixture of Pertamax and Pertalite fuels on the power, torque and exhaust emissions produced. This study uses the method of collecting data from pure fuel and combining fuel mixtures from 100% Pertamax, 100% Pertalite and 90% Pertamax 10% Pertalite, 80% Pertamax 20% Pertalite, 70% Pertamax 30% Pertalite The result, the highest torque is at Pertamax 100% 12.34 N.m and Max Power 14.15 Hp. The exhaust gas emission content of pure Pertamax is lower, namely CO 15.3%, HC 458 ppm, CO2 8.4%, and O2 5.95%.
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN ZEOLIT PADA PEMBUATAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF DARI OLI BEKAS DENGAN METODE DESTILASI Imron, Imron Musthofa; Rusuminto Syahyuniar; Kurnia Dwi Artika; Hajar Isworo; Reza Taufiqi Ivana
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v10i2.270

Abstract

Used oil waste increases every year, engine maintenance waste will increase. Waste oil is classified as B3 waste which requires special treatment. In the development of cities and regions, the amount of fuel used continues to increase due to the increasing number of vehicles and car engines. Even in rural areas, you can find small companies, one of which uses oil. In other words, the distribution of palm oil waste is very wide, ranging from big cities to rural areas in Indonesia. The research process was to convert used oil into constant-temperature heating oil by using a distillation process. The method used aims to find out the best results at temperatures and variations of the zeolite catalyst. 350oC produces 1005 ml of fuel in 90 minutes. While the lowest results were obtained without using a zeolite catalyst to produce 105 ml of fuel. Thus, the use of zeolite is easy and effective in weakening the bonds of the hydrocarbon chains in the oil.
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN ZEOLIT PADA PEMBUATAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF DARI OLI BEKAS DENGAN METODE DESTILASI Imron, Imron Musthofa; Rusuminto Syahyuniar; Kurnia Dwi Artika; Hajar Isworo; Reza Taufiqi Ivana
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v10i2.270

Abstract

Used oil waste increases every year, engine maintenance waste will increase. Waste oil is classified as B3 waste which requires special treatment. In the development of cities and regions, the amount of fuel used continues to increase due to the increasing number of vehicles and car engines. Even in rural areas, you can find small companies, one of which uses oil. In other words, the distribution of palm oil waste is very wide, ranging from big cities to rural areas in Indonesia. The research process was to convert used oil into constant-temperature heating oil by using a distillation process. The method used aims to find out the best results at temperatures and variations of the zeolite catalyst. 350oC produces 1005 ml of fuel in 90 minutes. While the lowest results were obtained without using a zeolite catalyst to produce 105 ml of fuel. Thus, the use of zeolite is easy and effective in weakening the bonds of the hydrocarbon chains in the oil.