Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan dan Standarisasi Instrumen Berpikir Kritis Matematis dan Self-Confidence Siswa Gharitza Zahira Shofa; Flavia Aurelia Hidajat; Mimi Nur Hajizah; Pinta Deniyanti Sampoerno
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil standarisasi instrumen tes kemampuan berpikir kritis dan skala self-confidence siswa pada materi persamaan garis lurus kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan sampel sebanyak 31 responden di SMP swasta Bekasi. Prosedur penelitian mencakup validasi kualitatif melalui expert judgment oleh tiga akademisi dan validasi kuantitatif melalui uji coba empiris. Hasil validasi isi menggunakan koefisien Aiken’s V menunjukkan nilai antara  untuk instrumen tes dan  untuk instrumen non-tes, yang mengategorikan keduanya dalam klasifikasi sangat valid. Berdasarkan uji validitas empiris, seluruh butir soal tes (8 butir) dan angket (15 butir) dinyatakan valid dengan nilai . Pengujian reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha menghasilkan nilai  untuk instrumen tes dan  untuk instrumen non-tes, yang menunjukkan tingkat konsistensi tinggi. Simpulan dari penelitian ini adalah instrumen kemampuan berpikir kritis dan self-confidence yang dikembangkan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas yang ketat, sehingga layak digunakan sebagai perangkat evaluasi yang akurat dalam pembelajaran matematika untuk meminimalkan bias pengukuran dan memastikan ketepatan alat ukur.
Development of Local Instruction Theory Teaching Materials to Improve Mathematical Problem-Solving Ability Dwi Antari Wijayanti; Mimi Nur Hajizah; Pinta Deniyanti Sampoerno
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2510

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi kurangnya bahan ajar kontekstual yang dapat mendukung kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pengalaman belajar yang bermakna. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berbasis Local Instruction Theory (LIT) yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, dan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2024 di SMP Negeri 216 Jakarta. Subjek penelitian adalah 66 siswa kelas VIII yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi angket validasi ahli, angket respon siswa, dan tes pemecahan masalah matematis. Data dianalisis secara kuantitatif melalui skala Likert, uji normalitas dan homogenitas, serta uji t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi (87,72%), kepraktisan tinggi (88,9%), dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, ditunjukkan dengan perbedaan skor posttest yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan ajar berbasis LIT mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan direkomendasikan untuk diimplementasikan dalam pembelajaran matematika secara lebih luas. This research was conducted to address the lack of contextual teaching materials that can support students' problem-solving abilities through meaningful learning experiences. The purpose of this research is to develop teaching materials based on Local Instruction Theory (LIT) that are valid, practical, and effective in improving mathematical problem-solving abilities. This research used a research and development (R&D) method with the ADDIE model, and was conducted from March to June 2024 at SMP Negeri 216 Jakarta. The research subjects were 66 eighth-grade students who were divided into experimental and control groups. Data collection techniques included expert validation questionnaires, student response questionnaires, and mathematical problem-solving tests. Data were analyzed quantitatively using a Likert scale, normality and homogeneity tests, and independent sample t-tests. The results showed that the developed teaching materials had a very high level of validity (87.72%), high practicality (88.9%), and were effective in improving problem-solving skills, as indicated by a significant difference in posttest scores between the experimental and control groups. This study concluded that LIT-based teaching materials were able to improve students' mathematical problem-solving skills and were recommended for broader implementation in mathematics learning.
Analisis Kesalahan Murid dalam Memahami Konsep SPLTV pada Masalah Kontekstual Berdasarkan Teori Clements dan Ellerton Jihan Rofifah; Wardani Rahayu; Mimi Nur Hajizah
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i1.1003

Abstract

Conceptual understanding is a crucial foundation in algebra learning, particularly in the topic of Systems of Linear Equations in Three Variables (SLETV), which requires mathematical representation, logical reasoning, and appropriate procedural selection. This study aims to analyze students’ errors in conceptual understanding when solving contextual SLETV problems based on the error analysis theory proposed by Clements and Ellerton. A qualitative descriptive approach was employed involving 36 tenth-grade students from a senior high school in North Jakarta. Data were collected through a conceptual understanding test as a preliminary study and a contextual SLETV problem-solving test as the main instrument. Two students were selected as key subjects, representing high and low levels of conceptual understanding. The findings indicate that students with high conceptual understanding made relatively minimal and partial conceptual errors. In contrast, students with low conceptual understanding predominantly exhibited conceptual, procedural, and application errors. Furthermore, the ability to represent concepts mathematically and to select and apply appropriate solution procedures emerged as the weakest indicators. These results confirm that insufficient conceptual understanding significantly contributes to students’ errors in solving contextual SLETV problems.
Development of Didactical Teaching Materials on Circle Concepts Based on Realistic Mathematics Education Ellis Salsabila; Mimi Nur Hajizah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1785

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar desain didaktis materi lingkaran berbasis Pendidikan Matematika Realistik (RME) untuk peserta didik SMP kelas VIII. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah kurangnya bahan ajar yang mengintegrasikan pendekatan kontekstual seperti RME, yang dapat membantu siswa memahami konsep matematika dengan cara yang lebih relevan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan model 4D yang terdiri dari empat tahapan: define, design, develop, dan disseminate. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Data yang diperoleh dari validasi ahli dan uji coba tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menilai kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar desain didaktis materi lingkaran berbasis RME memperoleh penilaian yang sangat layak, dengan rata-rata penilaian sebesar 91,4% dari seluruh tahapan uji coba. Oleh karena itu, bahan ajar ini dinyatakan valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan bahan ajar berbasis RME dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan efektif dalam membantu siswa memahami konsep-konsep matematika. Abstract This study aims to develop a didactical design of teaching materials on the topic of circles based on Realistic Mathematics Education (RME) for eighth-grade junior high school students. The problem addressed in this research is the lack of teaching materials that integrate contextual approaches such as RME, which can help students understand mathematical concepts in a more relevant and applicable way in everyday life. This research employs a development method using the 4D model, which consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. Data collection techniques were conducted through expert validation and small and large group trials. The data obtained from these validations and trials were then analyzed descriptively and quantitatively to assess the feasibility of the developed teaching materials. The results of the study indicate that the didactical design of teaching materials on the topic of circles based on RME received a very feasible rating, with an average score of 91.4% from all trial stages. Therefore, these teaching materials are considered valid and feasible for use in mathematics learning at the junior high school level. The implications of this research suggest that the development of RME-based teaching materials can enhance the quality of mathematics learning, making it more contextual and effective in helping students understand mathematical concepts.