Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal EnviScience (Environment Science)

Uji Kadar E. coli dan Coliform pada Sampel Air Bersih Menggunakan Metode Membran Filter Putri, Santi Amanda Tiara; Elvania, Nindy Callista
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 2 (2024): Challenges and Opportunities Digital Health: Addresssing Climate Change, Public
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i2.739

Abstract

Air bersih adalah salah satu kebutuhan primer bagi manusia dan merupakan kekayaan alam yang mempunyai fungsi sangat penting. Air bersih yang terkontaminasi dapat menyebabkan penyakit diare setiap tahunnya, karena hal tersebut perlu adanya pengawasan secara menyeluruh terhadap sarana air bersih untuk memperbaiki kualitas air bersih dan mencegah pencemaran air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengujian mikrobiologi air bersih dengan metode membran filter dan mengidentifikasi koloni bakteri E. coli dan coliform pada media CCA (Chromocult Coliform Agar). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Ex Post Facto dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 1 sampel air bersih yang terbukti terkontaminasi bakteri coliform yaitu sampel 0099/SAB/24. Ditunjukkan dengan adanya bintik berwarna ungu pada kertas membran dan 3 sampel air bersih yang memenuhi syarat. Hal ini dengan tidak ditemukannya E. coli dan coliform pada sampel air bersih 0067/SAB/24, 0118/SAB/24 dan 0124/SAB/24 sudah memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2023. Berdasarkan metode Membran Filter dengan media CCA (Chromocult Coliform Agar) didapatkan hasil bahwa sampel air bersih yang terkontaminasi ditunjukkan dengan adanya bintik-bintik biru untuk bakteri E. coli dan bintik-bintik ungu untuk bakteri coliform pada kertas membran filter dan menurut persyaratan mikrobiologi, air bersih yang memenuhi syarat kesehatan harus mempunyai total coliform sebanyak 0 CFU/100 ml air.  
Analisis Keefektivitasan Penggunaan Alat Pelindung Telinga Terhadap Pekerja di Power Plant PPSDM Migas Cepu Andini Ratna Sari; Elvania, Nindy Callista; Martono
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 2 (2024): Challenges and Opportunities Digital Health: Addresssing Climate Change, Public
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i2.779

Abstract

Keselamatan Kerja diartikan sebagai keselamatan yang berkaitan dengan alat kerja, mesin, proses, pengelolaan tempat kerja, lingkungannya serta sistem melakukan pekerjaan. Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering di jumpai di lingkungan kerja. Kebisingan memberi pengaruh negatif pada sistem tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis. Alat pelindung diri (APD) merupakan pengendalian risiko terakhir untuk melindungi tenaga kerja dari bahaya keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat kebisingan di lingkungan kerja, dan kefektifivitas penggunaan alat pelindung telinga terhadap pekerja di power plant PPSDM Migas Cepu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan melakukan pembagian kuisioner dan survei pengukuran kebisingan dengan alat sound level meter. Hasil analisis hasil survei menunjukkan, Hampir semua pekerja dengan prosentase 91% dari hasil survey kuisoner,  menyadari akan pentingnya penggunaan alat pelindung telinga saat berada di area power plant. Hasil pengukuran kebisingan di power plant ruang genset II, pada Genset 8 menghasilkan  103,70 dB yang menunjukkan tingkat kebisingannya melebihi  nilai ambang batas yaitu 85 dBA selama 8 jam pemaparan setiap hari nya.Sehingga penggunaan alat pelindung telinga evektif mengurangi kebisingan.
Analisis Efektivitas Kinerja Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Tirta Buana Bojonegoro Milla Karunia Candra; Elvania, Nindy Callista; Purwaningrum, Solikhati Indah
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.826

Abstract

Air digunakan untuk memenuhi kelangsungan hidup manusia untuk aktivitas harian seperti mencuci, menyiram tanaman, mandi, dan kakus. Peran air tanah yakni sebesar 70% dimanfaatkan sebagai air bersih oleh penduduk Indonesia. PDAM Tirta Buana Bojonegoro merupakan sarana penyedia air bersih yang menyalurkan ke beberapa daerah khususnya di bagian Bojonegoro. Berdasarkan survey data hasil laboratorium pada tahun 2021 diketahui kualitas air untuk salah satu parameter fisik yaitu TDS nilainya tinggi melebihi baku mutu karena disebabkan adanya kerusakan, sehingga air menjadi kurang layak. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kinerja dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bojonegoro dalam menyediakan air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat. Pengambilan sampel air menggunakan metode grab sampling. Perolehan data penelitian dilakukan dengan mendapatkan data pengujian kualitas air bersih dari 2 titik bagian inlet dan outlet sebanyak 500ml botol sampel kaca. Berdasarkan hasil uji lab parameter TDS dengan nilai 364 Mg/L ini tidak memenuhi baku mutu menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2 Tahun 2023 tentang Hiegiene dan Sanitasi, hal ini sesuai dengan kondisi fisik lokasi penelitian bahwa sumber air baku berdekatan dengan area pertanian yang menyebabkan endapan lumpur terbawa air hujan. Parameter kekeruhan dengan hasil 3,53 NTU masih melebihi standar. Parameter warna dengan hasil 10 TCU. Sedangkan  hasil uji air olahan parameter TDS 182 Mg/L, parameter kekeruhan 2,24 NTU, dan parameter warna 0 TCU. Berdasarkan hasil perhitungan efektivitas kinerja unit pengolahan menunjukkan parameter TDS sebesar 50,00%, parameter kekeruhan sebesar 36,55%, dan parameter warna sebesar 100%.
Evaluasi Kelengkapan Dan Kualitas APD Bagi Pekerja Sumur Migas Arga Aridianta, Dadang; Callista Elvania, Nindy; Cahya Anggara, Oktavianus
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i02.942

Abstract

Oil and gas business activities include a series of activities related to the exploration, production, processing, and distribution of oil and gas. The oil and gas industry is one of the high-risk and dangerous sectors. Therefore, occupational safety management is very important for companies to prevent accidents in the workplace. The purpose of this study is to find out the application of the use of workers' personal protective equipment required by the company and to find out the company's efforts in increasing the mandatory application of personal protective equipment. This research was conducted at PT. X in the field of oil and gas exploration and production. The data collection method was carried out by interviews and document studies. The sampling technique of this study was carried out with certain considerations or purposive sampling. The sample consisted of 24 individuals, including 3 field supervisors with the position of driller, and 21 field workers with the positions of derrickman, floorman, and mechanic. The analysis method used is Importance-Performance Analysis (IPA). The results of the analysis are shown by the Importance-Performance Analysis (IPA) diagram which has 4 quadrants. The variables of comfort and effectiveness are included in quadrant A (top priority), while the variables of flexibility, durability, satisfaction, and awareness are included in quadrant B (maintain), the prudent and clean variables are included in quadrant C (low priority), and there are no variables categorized as quadrant D (ignore). The company's efforts as part of increasing the mandatory implementation of personal protective equipment are through the implementation of safety introductions, safety briefings, as well as by installing posters and safety signs in the work environment
Analisis Efektivitas Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit X Nugroho, Dimas Bagus; Callista Elvania, Nindy; Indah Purwaningrum, Solikhati
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i02.949

Abstract

Abstract Hospital wastewater contains pathogenic microorganisms, toxic chemicals, and radioactive substances harmful to health and the environment. Hospital X is a type C hospital with a land area of 10,022 m², a building area of 44,898 m², and 173 beds, generating wastewater with parameters such as TSS, BOD5, COD, ammonia, phosphate, and E. coli. Based on January 2024 testing results at the outlet of the Wastewater Treatment Plant (WWTP), three parameters approached the quality limits set by the East Java Governor Regulation No. 72 of 2013. This condition is due to the WWTP’s long years of operation and new building construction that increased the treatment load. This study aims to identify the characteristics of wastewater and treated water, and to analyze the effectiveness of Hospital X’s WWTP in managing wastewater to be safe for the community and environment. Samples were taken by grab sampling at the inlet and outlet with a volume of 2000 mL. Laboratory results showed ammonia (0.22 mg/L) and phosphate (2.922 mg/L) exceeded quality standards due to insufficient aeration time, causing low dissolved oxygen and inhibiting microorganisms from decomposing NH3 and PO4. The E. coli level (350 MPN/100 mL) met quality standards. Effectiveness calculations showed a significant 96.23% reduction in E. coli, indicating successful disinfection. However, ammonia reduction was only 45.89% and still exceeded limits, while phosphate increased with an effectiveness of -6.22%, indicating phosphate treatment failure. These results highlight the need to optimize aeration and phosphate treatment in Hospital X’s WWTP.