Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : SEAGRI

Studi Komparasi Pendapatan Petani Kopi Arabika yang Menjual Gelondong Merah dan Kopi Biji Ali Mas’ud; Sri Hindarti; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 9, No 1 (2021): SEAGRI VOLUME 9 NO 1 2021
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.134 KB)

Abstract

AbstrakPetani kopi Desa Tambakasri sering menjual hasil panenya dengan dua cara yaitu ada petani yang menjual buah gelondong merah dan kopi biji. Harga kopi yang dijual dalam bentuk biji dihargai dengan Rp20.000 – Rp22.500 dan harga yang ditawarkan jika kopi dijual gelondong merah sekitar Rp3.500 – Rp4.500. Petani yang menjual kopi dalam bentuk kopi biji memperoleh pendapatan yang lebih besar daripada petani yang menjual buah gelondong merah. Studi ini bertujuan untuk 1). Mengetahui perbedaan pendapatan petani kopi yang menjual dalam bentuk buah gelondong merah dan kopi biji 2). Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha tani yang menjual kopi buah gelondong merah dan kopi biji. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan secara sengaja (purposive) di Desa Tambakasri Kecamatan Sumbermanjingwetan Kabupaten Malang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster simple random sampling yang dibagi 2 kelompok yaitu petani yang menjual kopi gelondong merahdan kopi biji dari 150 total populasi terdapat 54 petani yang menjual kopi gelondong merah96 petani yang menjual kopi biji, penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovinkemudian memperoleh 21 sampel petani gelondong merah dan 35 petani kopi biji totaljumlah sampel 56. Analisis yang digunakan untuk mengetahui perbedaan pendapatanpetani yang menjual kopi buah gelondong merah dan kopi biji menggunakan analisis ujibeda t. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatanusahatani yang menjual kopi buah gelondong merah dan kopi biji menggunakan analisisCobb Douglass Regresi Linear dengan menggunakan variabel bebas yaitu biaya pajak(X1), biaya pupuk (X2), hasil produksi (X3), biaya obat-obatan pestisida (X4), dan biayatenaga kerja (X5) dengan variabel tidak bebas yaitu Pendapatan (Y). Hasil analis uji bedat menunjukan nilai signifikan 0,000 nilai ini lebih lebih kecil dari nilai signifikan 0,05 makadapat diartikan varian dari penjualan menggunakan kopi biji dan buah gelondong merahheterogen. Berdasarkan ouput Independent equal assumed nilai sign 2 – tailed menunjukannilai 0,013 lebih kecil dari 0,05 maka sebagaimana keputusan dalam uji independen t testdapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-ratapendapatan petani yang menjual kopi dalam bentuk kopi biji dan buah gelondong merah.Dari hasil analisis Cobb Douglass regresi linear menunjukan bahwa faktor-faktor yangmempengaruhi pendapatan dari masing-masing kelompok penjualan buah gelondongmerah dan kopi biji itu sama yaitu biaya pupuk (X2), hasil produksi (X3), dan biaya tenagakerja (X4)Kata Kunci : Perbandingan, Pendapatan, Faktor-faktor
Analisis Agribisnis Selada Hidroponik (Studi Kasus CV. Graha Ponik Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang) Ferry Eka Cahyono; Dwi Susilowati; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 10, No 5 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 5 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.127 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui penerapan sistem agribisnis selada hidroponik di CV. Graha Ponik Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. 2) Untuk mengetahui efisiensi usahatani selada hidroponik di CV. Graha Ponik Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan di CV. Graha Ponik Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Untuk menjawab tujuan penelitian pertama digunakan metode analisis deskriptif, dan untuk menjawab tujuan penelitian kedua digunakan Analisis Efisiensi. Hasil analisis tujuan pertama diketahui Kegiatan pada subsistem agribisnis input dalam hal pengadaan dan penyaluran saprodi meliputi benih dan nutrisi. Untuk pengadaan bibit dan nutrisi umumnya CV. Graha Ponik Pakisaji membeli di toko pertanian. Kegiatan Subsistem budidaya meliputi persemaian, pembesaran, pemeliharaan, dan panen. Sedangkan kegiatan subsistem Pasca Panen/ output meliputi pencucian, sortasi, penimbangan dan pengemasan. Kemudian kegiatan subsistem pemasaran melalui 2 rantai pemasaran yaitu petani ke tengkulak baru disalurkan ke konsumen, dan yang kedua petani langsung ke konsumen. Hasil penelitian kedua diketahui keuntungan usahatani Selada hidroponik di CV. Graha Ponik Pakisaji sebesar Rp 5.694.127,78 per sekali musim tanam dan nilai R/C Ratio sebesar 2,32 , bahwa usahatani Selada hidroponik di CV. Graha Ponik Pakisaji menguntungkan dan efisien.Kata Kunci : Agribisnis , Efisiensi , Selada Hidroponik
EFISIENSI DAN RISIKO USAHATANI JERUK KEPROK DI DESA SELOREJO, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Brilyan Yoga Aditya Pramadinata; Nikmatul Khoiriyah; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 9, No 4 (2021): Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (SEAGRI)
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.993 KB)

Abstract

AbstrakPermintaan jeruk keprok meningkat pada masa pandemic Covid 19, namun risiko usahatani jeruk keprok juga makin tinggi dengan perubahan iklim beberapa tahun terakhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis efisiensi pada usahatani jeruk keprok dan 2) menganalisis tingkat risiko usahatani jeruk keprok. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Pebruari hingga April 2021 di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa timur. Jumlah responden sebanyak 30 petani jeruk keprok, ditentukan secara Accidental Sampling. Metode analisis data menggunakan analisis R/C Ratio dan Koefisien Variasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jeruk keprok efisien, ditunjukkan oleh nilai R/C ratio sebesar 5,02. Penerimaan usahatani jeruk keprok sebesar Rp 31.418.091 dan biaya produksi usahatani jeruk keprok sebesar Rp.6.2221.409. Setiap Rp.1,- biaya yang dikeluarkan untuk usahatani jeruk memperoleh penerimaan sebebsar Rp.5,02. Risiko terbesar yang dihadapi petani jeruk keprok di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang adalah risiko harga, kemudian risiko produksi dan risiko pendapatan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien variasi lebih dari 0,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa risiko usahatani jeruk keprok yang ditanggung petani cukup tinggi.Kata Kunci : Efisiensi, Risiko Usahatani, Jeruk Keprok
KAJIAN DESKRIPTIF ETHNOFOOD SAWUT SEBAGAI ALTERNATIF KETAHANAN PANGAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 Nur Fadilah Muyassaro; Nikmatul Khoiriyah; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 10, No 4 (2022): Seagri Volume 10 Nomor 4 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.99 KB)

Abstract

Abstract Sawut sebagai sumber pangan karbohidrat memiliki potensi yang cukup tinggi, serta dapat menjadi alternatif ketahanan pangan karbohidrat rumah tangga, namun belum dimanfaatkan oleh rumah tangga di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskriptifkan ethnofood sawut sebagai alternatif pangan. Penelitian dilakukan di Kota Malang, Jawa Timur. Penentuan sampel menggunakan metode Krejcie dan Morgan serta diperoleh sampel sebanyak 77 rumah tangga. Pengambilan sample menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis data menggunakan diskriptif berupa analisis kualitatif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tangga telah mengonsumsi sawut > 3 tahun sebesar 49%, frekuensi dalam satu minggu sebagian besar mengonsumsi sawut dengan rentan 1-2 hari sebesar 87% dan dikonsumsi oleh sebagian anggota rumah tangga yaitu sebesar 57%. Rumah tangga memperoleh sawut dengan cara membeli yaitu sebesar 65%. Dari temuan ini usia produktif atau usia muda cukup familiar dengan sawut dan tidak asing untuk mengonsumsinya.. Peningkatan konsumsi sawut bagi rumah tangga dapat mengurangi ketergantungan rumah tangga terhadap beras sehingga dengan demikian dapat mengurangi ketergantungan impor beras. Keyword: Pola konsumsi, Ethnofood sawut, Alternatif Pangan
Analisis Agribisnis Selada Hidroponik (Studi Kasus CV. Graha Ponik Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang) Ferry Eka Cahyono; Dwi Susilowati; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 6 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 6 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui penerapan sistem agribisnis selada hidroponik di CV. Graha Ponik Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. 2) Untuk mengetahui efisiensi usahatani selada hidroponik di CV. Graha Ponik Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan di CV. Graha Ponik Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Untuk menjawab tujuan penelitian pertama digunakan metode analisis deskriptif, dan untuk menjawab tujuan penelitian kedua digunakan Analisis Efisiensi. Hasil analisis tujuan pertama diketahui Kegiatan pada subsistem agribisnis input dalam hal pengadaan dan penyaluran saprodi meliputi benih dan nutrisi. Untuk pengadaan bibit dan nutrisi umumnya CV. Graha Ponik Pakisaji membeli di toko pertanian. Kegiatan Subsistem budidaya meliputi persemaian, pembesaran, pemeliharaan, dan panen. Sedangkan kegiatan subsistem Pasca Panen/ output meliputi pencucian, sortasi, penimbangan dan pengemasan. Kemudian kegiatan subsistem pemasaran melalui 2 rantai pemasaran yaitu petani ke tengkulak baru disalurkan ke konsumen, dan yang kedua petani langsung ke konsumen. Hasil penelitian kedua diketahui keuntungan usahatani Selada hidroponik di CV. Graha Ponik Pakisaji sebesar Rp 5.694.127,78 per sekali musim tanam dan nilai R/C Ratio sebesar 2,32 , bahwa usahatani Selada hidroponik di CV. Graha Ponik Pakisaji menguntungkan dan efisien.Kata Kunci : Agribisnis , Efisiensi , Selada Hidroponik
KARATERISTIK KONSUMEN AGROWISATA BELIMBING KARANGSARI KOTA BLITAR Salsabilla Nurul Izha; Dwi Susilowati; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 6 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 6 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBelimbing Karangsari merupakan salah satu komoditi andalan Kota Blitar, BelimbingKarangasari memiliki ukuran yang lebih besar dari pada belimbing lainnya yang memiliki warnalebih mencolok dengan rasa manis yang mendominasi. Kualitas Pelayanan yang baik, kualitasproduk yang memuaskan dan harga yang kompetitif, akan mendorong terciptanya kepuasankonsumen. Jika harga yang ditetapkan terlalu tinggi atau pelayanan yang diberikan tidak sebandingdengan harga yang harus dibayar, maka produk tersebut kurang memuaskan bagi pelanggan yangberkunjung ke Agrowisata Belimbing Karangsari Kota Blitar. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui karakteristik konsumen Agrowisata Karangsari Kota Blitar yang terletak di KelurahanKarangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Pengambilan sampel dilakukan secara kebetulan(Accidental Sampling) dengan jumlah 50 sampel. Metode penelitian ini menggunakan data primerdiperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di AgrowisataBelimbing Karangsari yang terletak di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.pada 26 Februari 26 Maret 2022. Hasil hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa bahwasebagian besar Konsumen adalah mayoritas berjenis kelamin perempuan dengan usia 15-29 tahundan berpendidikan SMA dengan pekerjaan wiraswasta yang berpendapatan <Rp. 500.000,-dengan 2-3 kali kunjungan.Kata Kunci:. Agrowisata, Belimbing Karangsari, Karateristik Konsumen
KARAKTERISTIK KONSUMEN SAYUR, BUAH, DAN SUPLEMEN VITAMIN C KOTA MALANG SAAT MASA PANDEMI COVID-19 Anis Maula Noviana Putri; Bambang Siswadi; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 6 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 6 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebiasaan mengonsumsi sayur dan buah di Indonesia masih kurang disadari terutama olehremaja. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, persentase kurangnya konsumsi buah dan sayur diIndonesia adalah 95,5%. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumensayur, buah, dan supelemen vitamin C di kota malang saat masa pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan di Kota Malang. Penentuan sampel menggunakan metode AccidentalSampling dengan pertimbangan masyarakat mengkonsumsi sayur, buah, dan suplemen Vitamin C. Jumlah sampel yang digunakan sejumlah 53 responden. Jenis data pada penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner. Kuesioner tersebut meliputi karakteristik masyarakat berdasarkan jenis kelamin, golongan usia, pekerjaan, pendapatan, serta frekuensi konsumsi sayur, buah, dan suplemen vitamin C. Metode analisis data dilakukan secara deskripstif. Berdasarkan analisis diketahui mayoritas responden melakukan konsumsi sayur setiap hari, konsumsi buah seminggu sekali, dan konsumsi suplemen vitamin C lebih dari sebulan sekali. Selain itu dapat diketahui pula bahwa mayoritas responden berprofesi sebagai mahasiswayang memiliki usia 19 tahun s/d 28 tahun serta berjenis kelamin perempuan. Sedangkan untuk pendapatan dalam satu bulan, mayoritas responden memiliki pendapatan kurang dari Rp. 1.000.000,-.Kata kunci: Karakteristik, Konsumsi, Covid-19, Sayur, Buah, Supelem Vitamin C
PERSEPSI PETANI SAYUR TERHADAP KEBERADAAN SUB TERMINAL AGRIBISNIS MANTUNG Aysah Prita Maulidya; Zainul Arifin; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 7 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 7 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSub Terminal Agribisnis merupakan suatu infrastruktur pasar dan wadah untuk transaksi jual belibaik secara langsung, langganan, pesanan, maupun kontrak. STA juga merupakan tempatmengakomodasikan berbagai macam kepentingan bagi para pelaku agribisnis. Pada dasarnyapemerintah membangun Sub Terminal Agribisnis untuk dapat dimanfaatkan dengan baik olehpetani di Desa. Akan tetapi, pada kenyataannya STA Mantung masih belum dimanfaatkan secaramaksimal oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani sayur di DesaPandesari terhadap keberadaan Sub Terminal Agribisnis (STA) Mantung. Penelitian dilakukan diDesa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang mana lokasi penelitian ditetapkansecara sengaja (purposive). Metode pengambilan sampel menggunakan nonprobability samplingdengan teknik accidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 60 petani sayur. Metodeanalisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa persepsi petaniterhadap keberadaan Sub Terminal Agribisnis adalah positif dengan nilai rata-rata 3,89 atautermasuk dalam kategori baik, yang artinya mayoritas petani memiliki persepsi yang baikmengenai keberadaan Sub Terminal Agribisnis Mantung. Dari hasil penelitian indikator yangmembentuk persepsi petani terhadap keberaan STA adalah indikator pelayanan, dimana petanisangat terbantu dalam mengetahui harga sayur di pasar dengan adanya update harga yang ada disosial media STA, pelayanan yang diberikan pihak STA yang cukup memuaskan sehingga petanimerasa nyaman dengan keberadaan STA Mantung.Kata Kunci: Persepsi, Petani Sayur, Sub Terminal Agribisnis
IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL CAFE SAWAH DIDESA WISATA PUJON KIDUL, KECAMATAN PUJON, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Rabiatul Arabiah; M. Noerhadi Sudjoni; Lia Rohmatul Maula
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 8 (2022): SEAGRI VOLUME 10 NOMOR 8 TAHUN 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalampengembangan Cafe Sawah Metode penentun sampel dengan sampel Accidental samplingsehingga diperoleh sampel sebanyak 100 responden terdiri dari pengelola, karyawan, sertapengunjung cafe sawah. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Faktor internal Cafe Sawah PujonKidul terdapat bebearpa kekuatan diantaranya memiliki panorama alam yang indah, cafe sawahdengan udara yang sejuk, promosi cafe sawah intensif, menawarkan spot foto yang instagramabledengan pemandangan alam dan hamparan sawah yg hijau, harga tiket masuk terjangkau, objekwisata unik dan akses jalan menuju cafe sawah mudah. sedangkan beberapa kelemahan CafeSawah Pujon Kidul lokasi cafe sawah jauh dari pusat kota dan kurangnya keterampilan tenagakerja. Faktor eksternal Cafe Sawah Pujon Kidul diperoleh beberapa peluang yaitu adanya kerjasama dengan pihak lain, dukungan pemerintah dalam pengembangan sektor pariwisata, membukapeluang lapangan pekerjaan dan wirausaha bagi masyarakat sekitar wisata, partisipasi darimasyarakat setempat dan jumlah pengunjung meningkat pada saat akhir pekan. Ancaman yangterdapat pada Cafe Sawah Pujon Kidul ialah intensitas persaingan yang tinggi dan jumlahpengunjung menurun pada saat pandemi covid-19.Keyword: Straregi pengembangan, Café sawah, SWOT