I Made Sri Undy Mahardika
Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ordik

EVALUASI SISTEM PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA I Made Sriundy Mahardika,
Ordik Vol 7, No 3 (2009)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPK mahasiswa Unesa (IKIP Surabaya) ditengarai rendah dimana reratanya hanya  2,56 dan ini berdampak pada menurunkan daya saing lulusan. Tahun 1999 dilakukan revisi terhadap sistem penilaian dengan harapan IPK lulusan menjadi lebih baik. Apakah tujuan tersebut tercapai? Dampak apa yang timbul akibat revisi tersebut?. Evaluasi terhadap sistem evaluasi hasil belajar di Unesa menghasilkan kesimpulan: (1) Komposisi komponen-komponen penilaian hasil belajar mahasiswa yang diterapkan di Unesa sudah tepat dengan catatan perlu dilakukan pendeskripsian yang lebih jelas pada sub-komponen partisipasi. Jika sulit dilakukan penilaian terhadap kualitas atau bobot pertanyaan maka sebaiknya komponen partisipasi dihitung hanya dari kehadiran (60%) dan frekwensi interaksi (40%) saja, (2) Upaya peningkatan IPK dengan mengubah KKM 56% nilai C justru menurunkan kualitas lulusanntuk meningkatkan kualitas lulusan maka rentangan konversi nilai perlu direvisi ke tingkat yang lebih tinggi. Menurut sistem yang berlaku sekarang  mahasiswa yang tingkat ketuntasannya  . Karena semua prodi di Unesa sudah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, maka KKM perlu diubah menjadi 75% untuk nilai C, (3) kegiatan evaluasi sebaiknya dilengkapi juga dengan selalu mengukur tingkat efektivitas perkuliahan, jangan-jangan IPK rendah lebih disebabkan karena perkuliahan yang tidak efektif, (4) Penghitungan Nilai IPK perlu ditinjau kembali, dengan mempertimbangkan waktu tempuh sebagai fungsi pembagi, karena banyak IPK tinggi dicapai mahasiswa ternyata dicapai dengan mengulang matakuliah beberapa kali, (5) Khusus untuk matakuliah yang terdiri dari teori dan praktek perlu melakukan adaptasi.
KURIKULUM S-1 PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA 2007 MENYONGSONG DIBERLAKUKANNYA KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN I Made Sriundy Mahardika,
Ordik Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah kurikulum harus mampu mengantisipasi perkembangan lapangan kerja yang akan menjadi habitat lulusan perguruan tinggi. Kurikulum Prodi S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Tahun 2007 merupakan perencanaan pengajaran yang didesain untuk menghadapi tantangan-tantangan pengajaran Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan di tahun 2011. Kompetensi utama lulusan adalah memiliki kecakapan sebagai pelatih berbagai cabang olahraga. Perubahan yang paling signifikan terjadi pada kompetensi kedua dan kompetensi tambahan, Lulusan yang harus memiliki kompetensi kedua sebagai Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dilengkapi dengan matakuliah modifikasi olahraga, kegiatan ekstra kurikuler dan luar sekolah. Sedangkan kompetensi tambahan mengalami perubahan pada beberapa matakuliah yaitu, informasi keolahragaan