I Made Widiyarta
Program Studi Magister Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Udayana

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Karakteristik kekerasan material dibawah permukaan akibat pemanasan-awal substrate dalam proses thermal coating Mustika Mustika; I Made Widiyarta; I Made Parwata; I Putu Lokantara
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses flame spray coating, pemanasan awal terhadap material inti sangat diperlukan untuk mengurangi tegangan sisa dan menyatunya material pelapis pada permukaan substrate material menjadi lebih baik. Suhu pemanasan awal tersebut tentunya akan mempengaruhi sifat kekerasan substrate material hingga kedalaman tertentu.Pada penelitian ini, pelapisan panas (flame powder spray coating) dilakukan pada baja karbon sedang dengan material pelapis NiW. Pemanasan awal dilakukan pada permukaan substrate material dengansuhu yang bervariasi (300ºC, 400ºC dan 500ºC). Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh antara variasi preheating dengan kekerasan material pelapis Ni-W hasil dari powder flame spray coating. Semakin ke dalam kekerasannya semakin berkurang hingga mencapai kekerasan material inti yang seragam. Material substrate mengalami sedikit pengerasan hingga jarak 0.5 mm dari boundary. In the process of the flame spray coating, pre-heating of the substrate is required in order to reduce residual stress and to improve the adhesion of the coating material on the substrate. The pre-heatingtemperature also has an effect on the hardness of substrate material into a certain depth. In this study, flame powder spray coating was performed on the medium carbon steel with the coating material NiW. Pre-heating on the substrate material was varied of about 300ºC, 400ºC and 500ºC. From the experiments, the variation of pre-heating was not affect the hardness of coating material NiW. The increase of depth form the surface, the hardness of the material decrease until the hardness of the material is uniform. The hardness of the substrate material was change into depth of about 0.5 mm from boundary layer.
Analisis Performansi Kolektor Surya Pelat Datar Sirip Berlubang I Wayan Suirya; I Gusti Bagus WIjaya Kusuma; I Made Widiyarta
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolektor surya merupakan salah satu contoh alat untuk pemanfaatanenergi surya.Dengan kolektor surya kita dapat memanfaatkan energi surya untuk pemanas udara.Kolektor surya adalah sebuah alat yang mampu menyerap dan memindahkan panas dari energi surya ke fluida kerja. Pada penelitian ini kolektor surya pelat datar ditambahkan pelat berlubang dengan diameter lubang yang bervariasi. Panjang pelat Lp = 1200 mm dan lebar kolektor Wp = 500 mm. Diameter pelat berlubang dari diameter besar ke diameter kecil yaitu 90 mm, 70 mm, 50 mm, 30 mm, dan 10 mm. Diameter pelat berlubang dari diameter kecil ke diameter besar yaitu 10 mm, 30 mm, 50 mm, 70 mm, dan 90 mm. Jarak antara pelat berlubang 200 mm.Dari hasil pengujian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa kolektor surya pelat datar dengan variasi diameter lubang dari diameter besar ke kecil menghasilkan performansi lebih baik dibandingkan dengan kolektor surya pelat datar dengan variasi diameter dari kecil ke besar. Performansi kolektor dengan sirip berlubang dari diameter besar ke kecil yaitu temperatur keluarannya sebesar 321 K, energi bergunanya sebesar 128,6 W dan efisiensinya sebesar 17,75 % yang lebih tinggi dari performansi kolektor dengan sirip berlubang dari diameter kecil ke besar yaitu temperatur keluarannya sebesar 319 K, energi bergunanya sebesar 80,6 W dan efisiensinya sebesar 11,1 %. The solar collectors are one example of tools to harness solar energy. With solar collectors we can utilize solar energy to heat the air. The solar collector is a device capable of absorbing and transferring heat from solar energy to the working fluid. In this study flat plate solar collector added hollow plate with varying hole diameter. Length of plate Lp = 1200 mm and collector width Wp = 500 mm. Diameter of the perforated plate from large diameter to small diameter ie 90 mm, 70 mm, 50 mm, 30 mm, and 10 mm. Diameter of the perforated plate from small diameter to large diameter ie 10 mm, 30 mm, 50 mm, 70 mm, and 90 mm. The distance between the 200 mm perforated plate. From the results of tests that have been implemented it can be concluded that flat solar collector with variations in diameter of holes from large to small diameter produces better performance compared with flat plate solar collector with variations in diameters from small to large. The performance of collector with hollow fins from large to small diameter is the output temperature of 321 K, the useful energy of 128.6 W and the efficiency of 17.75% which is higher than the collector performance with hollow fins from small to large diameter ie the output temperature is 319 K, its useful energy is 80.6 W and its efficiency is 11.1%.
Kekerasan Baja Karbon Sedang dengan Variasi Suhu Permukaan Material Dwi Payana; I Made Widiyarta; Made Sucipta
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2018.v04.i02.p02

Abstract

Beban gesek pada permukaan sebuah benda dapat menimbulkan panas pada permukaan kontak benda tersebut. Semakin besar beban gesek yang terjadi, suhu pada permukaan material akan menjadi lebih tinggi. Peningkatan suhu permukaan yang semakin tinggi dapat mempengaruhi sifat mekanis permukaan material dan tentunya dapat berimplikasi terhadap mekanisme kegagalan pada permukaan material tersebut, seperti kegagalan aus dan kegagalan retak. Pada penelitian ini, uji kekerasan dilakukan pada material dengan suhu permukaan tertentu. Permukaan material baja karbon sedang dipanaskan dengan variasi suhu yaitu mulai dari suhu kamar sampai dengan 300ºC, kemudian dilakukan uji Vicker’s. Tingkat kekerasan dan profil indentasi Vickers pada permukaan material dengan variasi suhu tersebut kemudian diinvestigasi. Friction load on the surface of an object can cause heat on the contact surface of the object. The larger the frictional load occurs, the temperature on the surface of the material will become higher. Increased surface temperatures can further affect the mechanical properties of the material surface and can certainly have implications for the failure mechanisms on the surface of the material, such as wear failure and crack failure. In this study, hardness tests were performed on materials with certain surface temperature. The surface of the carbon steel material is being heated with temperature variations ranging from room temperature up to 300ºC, then Vicker's test. The degree of hardness and Vickers indent profile on the surface of the material with the temperature variation is then investigated.
Performansi Sistem Pengendali Kecepatan Motor BLDC Menggunakan Logika Fuzzy Logic Wayan Widhiada; Made Widiyarta; K.P. Arya Utama
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i01.p02

Abstract

Brushless DC motor adalah salah satu jenis motor sinkron yang diberi arus DC yang bersumber dari inverter atau power supply. Motor AC menghasilkan arus AC yang dapat menggerakan motor. Pada dasarnya kecepatan motor dapat di atur menggunakan kontroler yang menghitung seberapa besar keluaran yang harus dihasilkan. Pada umumnya input dari kontroler berupa tuas (naik – turun atau putar) dan tombol untuk input awalnya. Oleh Karena itu dilakukan penelitian untuk mengganti input yang mengatur kecepatan motor BLDC. Kontrol kecepatan motor BLDC berbasis logika fuzzy adalah suatu system kontrol yang mengganti input main stream dari kontroler menjadi sensor beban, dan dimana pembacaanya akan dikontrol oleh logika fuzzy untuk mengatur control kecepatan motor BLDC. Penelitian dilakukan dengan dua cara yaitu simulasi dan eksperimen prototype dengan pemberian beban pada sensor yaitu 10 kg, 20 kg, 30 kg, 40 kg dan 50 kg sebagai inputnya. Hasil dari pengujian dan penghitungan yang didapat pada setiap pembebanan menghasilkan kecepatan yang stabil yaitu rata – rata 0.25 detik dengan kecepatan yang hamper setara dengan referensinya. Error pada kecepatan yang dihasilkan antara simulasi dan prototype sangat kecil yaitu kurang dari 1% pada masing – masing pembebanan. Brushless DC motor is one type of synchronous motor that is given a DC current from the inverter or power supply sourced. It produces an AC current that can drive the motor. Basically the motor speed can be set using a controller to compute the result of output. In general, the input from the controller is like a handle (up – down or twist) and a button for initial input. Therefore the research has changed the input that regulates the speed of the BLDC motor. BLDC motor speed is controlled based on fuzzy logic. Fuzzy logic is a control who help load sensor to replace the mainstream input like handle, and where the reader will be directed by logic to determine the speed of the BLDC motor. The research is carried out in two techniques, called simulation and experiment. The prototype is testing with the load on 10 kg, 20 kg, 30 kg, 40 kg and 50 kg as an input. The results of the tests is obtained at each loading resulted in a stable speed which is an average of 0.25 seconds with a speed that is almost the same as the reference. The error signal of the speed is produced between the simulation and prototype is very small, which is less than 1% in each load.
KAJIAN UNJUK KERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS G4 PT INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMBANGKITAN BALI Yon Eko Saputro; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.148 KB)

Abstract

Kebutuhan listrik rata-rata pulau Bali adalah sebesar 700 MW. Terdiri atas kapasitas pembangkit di Bali sebesar 427,59 MW, dan suplai daya dari Jawa melalui jaringan kabel laut sebesar 200 MW. Mengingat sangat pentingnya pemenuhan kebutuhan listrik dan mahalnya biaya investasi pembangunan pembangkit baru maka pembangkit-pembangkit yang sudah ada harus dimanfaatkan dengan maksimal, begitu juga dengan PLTG Pesanggaran. Salah satu cara untuk menjaga kehandalan sistem pembangkit adalah dengan melakukan over houl setelah pembangkit dioperasikan dalam satuan waktu tertentu. Dari Hasil pengujian yang dilakukan oleh PT PLN Jasa Sertifikasi diketahui bahwa setelah over houl pembangkit justru mengalami penurunan daya dan pemborosan bahan bakar, permasalahan inilah yang kemudian menjadi dasar dalam melakukan penelitian ini. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penyebab penurunan performa dan pemborosan bahan bakar dikarenakan adanya kenaikan entalphi setelah proses kompresi secara rerata sebasar 2,69 kJ/kg yang memicu pemborosan bahan bakar. Besar penurunan performa pembangkit adalah 678,75 kW secara aktual dan 703,72 kW secara teoritis. Sedangkan pemborosan bahan bakar ditunjukkan dengan peningkatan Spesifik fuel Consumtion pembangkit dari sebelum dan sesudah over houl yaitu 0,3271 menjadi 0,3480 secara aktual dan 0,3259 menjadi 0,3469 secara teoritis. Akibat adanya penuruan performa dan pemborosan bahan bakar potensi kerugian perusahaan mencapai Rp. 137.803.325 / hari.
STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIK PADUAN ALUMINIUM AA5154 UNTUK APLIKASI TEKNOLOGI SEMI SOLID CASTING Ketut Gunawan; I N G Antara; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 2 (2015): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan paduan aluminium dalam dunia industri semakin meningkat,salah satunya adalah paduanaluminium AA5154 yang banyak digunakan dalam industri otomotif. Pembuatan produk yang berbahan dasarpaduan aluminium melalui proses pengecoran konvensional mulai ditinggalkan dan metode yang sedangberkembang saat ini adalah proses semi solid casting. Pada proses ini material tidak dipanaskan sampai cairtetapi dipanaskan hanya sampai temperatur semi solid dan bahan baku yang digunakan disyaratkan memilikistruktur mikro globular. Untuk memperoleh struktur mikro yang globular tersebut dilakukan dengan caracompressive strain sebesar 15% pada temperatur 3000C, selanjutnya material yang sudah mengalamicompressive strain tersebut dipanaskan sampai temperatur semi solid yang dipilih yaitu 5800C, 6000C, dan6200C. Dari hasil pengamatan struktur mikro diperoleh bahwa temperatur semi solid 6200C memberikan bentukstruktur mikro yang paling bulat. Proses semi solid casting pada temperatur 6200C dilakukan terhadap materialyang mengalami compressive strain dan material yang tidak mengalami compressive strain, kemudian dilakukanuji kekerasan, uji impact dan uji tarik terhadap kedua material tersebut. Pengujian yang dilakukan terhadapkedua material tersebut diperoleh hasil bahwa spesimen yang mengalami compressive strain memiliki sifatmekanik yang lebih baik daripada spesimen yang tidak mengalami compressive strain.
PENGGUNAAN PERANGKAT LUNAK COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) DALAM MENGANALISIS SISTEM PENGERING IKAN TUNA BERTENAGA SURYA I Nyoman Budiarthana; I G. B. Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.415 KB)

Abstract

Pengukuran langsung telah dilakukan untuk suhu udara dan kecepatan angin untukpengering energi surya ini. Dari kemampuan simulasi yang dapat disajikan, penggunaan perangkatlunak Cumputational Fluid Dynamics (CFD), dapat membantu menunjukkan perilaku fluidapengering dan pencapaian suhu yang dapat dicapai dari suatu dimensi konstruksi rancang bangununit sistem pengering. Hal itu ditampilkan dalam pola aliran, bentuk kontur suhu dan distribusisuhu yang terjadi dalam suatu rancangan. Dengan demikian, akan dapat juga membantumengurangi waktu , biaya dan tenaga yang dipergunakan dalam membuat pengering ikan tuna,karena tidak perlu melakukan pembuatan secara coba-coba, sehingga akan diperoleh konstruksiyang efektif dan fungsional
PEMURNIAN BIOGAS TERHADAP GAS PENGOTOR KARBONDIOKSIDA (CO2) DENGAN TEKNIK ABSORBSI KOLOM MANOMETER (MANOMETRY COLUMN) Nanang Apriandi MS; IGB Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.85 KB)

Abstract

Biogas merupakan salah satu teknologi ramah lingkungan yang dapat menjadi sumber energi alternatif dan sangat berpotensi untuk dikembangkan. Kandungan gas metana yang dominan menjadikan biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Oleh karena itu, tingkat kemurnian CH4 yang dihasilkan merupakan faktor yang sangat penting. Optimalisasi pemanfaatan biogas dapat dilakukan dengan cara menghilangkan gas-gas yang berpotensi menghambat proses pembakaran biogas, salah satunya adalah karbondioksida. CO2 yang mana di dalam pembakaran secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hasil pembakaran. Di samping itu, keberadaan CO2 di dalam biogas mempunyai persentase yang cukup besar (24-45%). Di dalam penelitian ini, pengurangan gas CO2 di dalam biogas dilakukan dengan menggunakan teknik absorbsi kolom manometer, dengan menggunakan absorben Ca(OH)2. Variabel-variabel yang dipelajari meliputi variabel proses, diantaranya konsentrasi absorben dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi. Konsentrasi absorben divariasikan dari 1M, 2M dan 3M, sedangkan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi divariasikan dari 10cm, 30cm dan 40cm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil penyerapan CO2 yang paling maksimal, sehingga dapat digunakan di dalam upaya pemurnian biogas.Hasilnya, kadar CO2 yang terdapat di dalam biogas hasil pemurnian pada kisaran 30,61%vol (dari sebelumnya 59,95%vol), dan kadar CH4 yang terkandung di dalam biogas setelah pemurnian yaitu pada kisaran 68,74%vol (dari sebelumnya 39,60%vol), yang terjadi pada proses absorbsi dengan konsentrasi absorben 3M dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi 40cm.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, teknik absorbsi kolom manometer dapat digunakan sebagai salah satu teknik alternatif dalam proses pemurnian biogas. Perbedaan konsentrasi dan ketinggian permukaan absorben pada kolom absorbsi, berbanding lurus dengan kemampuan penyerapan gas CO2.
PENGUJIAN PERFORMANCE BIODIESEL BIJI ALPUKAT DI TINJAU DARI KARAKTERISTIK PANJANG PENYEMPROTAN DAN UKURAN BUTIRAN Anak Agung Surya Dwi Pramana; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.264 KB)

Abstract

Minyak biji alpukat merupakan salah satu jenis minyak yang bersumber dari minyak nabati yang dapat dijadikan sebagai pilihan bahan bakar alternatif karena biji buah alpukat yang biasanya menjadi sampah buangan oleh masyarakat apabila dapat diberdayakan kembali akan memberikan suatu dampak positif, baik lingkungan dalam hal pengurangan jumlah sampah ataupun dari segi pemanfaatanya sebagai salah satu sumber bahan bakar terbarukan. Oleh karena itu, telah dilakukan suatu pengujian eksperimental untuk menguji karakteristik semprotan (spray) biodiesel biji alpukat yang diuji pada ruang pengujian bermekanisme nosel injektor mesin diesel. Adapun variasi campuran pengujian bahan bakar yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 100%BD, dan 100%D. Karakteristik semprotan bahan bakar yang di uji adalah panjang tip penetrasi semprotan (L), kecepatan semprotan (Uin), sudut semprotan (Ɵ), dan distribusi besar butiran yang terbentuk pada masing – masing campuran bahan bakar biodiesel yang di uji. Dari pengujian yang telah dilakukan maka didapatkan sebagai berikut, dengan penambahan biodiesel minyak alpukat pada solar murni berpengaruh pada penurunan kecepatan terbentuknya tip penetrasi semprotan juga memperkecil sudut semprotan.
FLUIDIZED BED GASIFICATION BERBAHAN BAKAR BIOMASSA DAN BATUBARA DENGAN VARIASI KOMPOSISI BAHAN BAKAR I Putu Angga Sukma Primantara; I Nyoman Suprapta Winaya; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 14 No 3 (2014): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.624 KB)

Abstract

:Gasifikasi merupakan sistem konversi bahan bakar mentah untuk dirubah menjadi gas yang mampu bakar, di beberapa negara gas ini akan digunakan untuk bahan bakar mesin diesel pada pembangkit listrik. Batubara biasanya digunakan sebagai bahan bakar utama dalam proses gasifikasi karena memiliki karbon dan nilai kalor yang cukup tinggi, namun di sisi lain batubara memiliki tingkat polusi yang cukup besar jika digunakan terus menerus dan batubara merupakan unrenewable energi dan ketersediaanya mulai menipis. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara co-gasifikasi, dimana sistem ini adalah pencampuran dua bahan bakar atau lebih yang bertujuan untuk meningkatkan performansi proses gasifikasi. Penelitian ini menggunakan empat jenis biomassa dicampur dengan batubara pada variasi komposisi massa (50%-50%, 60%40%, 70%-30%) dengan temperatur operasi 600OC. Reaktor gasifikasi berteknologi fluidized bed dengan diameter gasifier 96cm dan tinggi 162 cm menggunakan oil burner untuk memanaskan hamparan bed hingga mencapai teperatur operasi agar dapat terjadinya auto ignition. Keunggulan reaktor ini dapat digunakan untuk mengkonversi berbagai jenis bahan bakar dengan nilai kalor yang rendah untuk menghasilkan gas mampu bakar. Distribusi temperatur yang merata sepanjang reaktor diperoleh pada semua penelitian, persentase gas mampu bakar mengalami peningkatan dalam setiap penelitian, efisiensi konversi karbon tertinggi sebesar 86.10% dan efisiensi gasifikasi sebesar 95.09% pada penelitian komposisi 70% cangkang kelapa sawit dengan 30% batubara. Gas mampu bakar dan efisiensi gasifikasi mengalami peningkatan ketika bertambahnya massa biomassa pada perbandingan komposisi massa bahan bakar.