Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

AKTIVITAS EKSTRAK BONGGOL NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Nabila Khairina; Dede Mahdiyah; Iwan Yuwindry; Danan Danan
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i1.8768

Abstract

Bakteri Streptococcus mutans penyebab utama karies gigi memiliki persentase resistensi terhadap antibiotik cefotaxime, tetrasiklin, levofloksasin sebesar 50%, sedangkan terhadap antibiotik kloramfenikol resistensi sudah mencapai 100%. Resistensi bakteri yang terjadi menimbulkan kekhawatiran munculnya multi drug resistant yang akhirnya akan semakin mempersulit proses terapi penderita penyakit infeksi, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan adanya upaya untuk mengeksplorasi bahan alam untuk terapi alternatif. Salah satunya adalah bonggol buah nanas, dimana terdapat banyak metabolit sekunder didalamnya, salah satunya bromelin. Mengidentifikasi aktivitas ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus L. Merr) sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Jenis penelitian eksperimen yaitu True Eksperimental Desain penelitian yang digunakan Posttest-Only Control Group Design dengan memberikan perlakuan pada kelompok eksperimen ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus L. Merr) dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100% dibandingkan dengan kontrol positif antibiotik kloramfenikol dan kontrol negatif menggunakan DMSO. Aktivitas daya hambat dengan metode sumuran yang terkecil terdapat pada konsentrasi 50% yaitu dengan rata-rata 19,53 mm. Hasil KHM pada konsentrasi 75% dan KBM pada konsentrasi 100% yang mempunyai rata-rata <100 koloni. Hasil nilai signifikansi uji Krusskal Wallis sebesar 0,007(p < 0,05), hal ini berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus l. Merr) 50%, 75%, dan 100% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang terkandung pada bonggol nanas (Ananas comosus L. Merr) tersebut diduga mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Facial Wash Gel Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L) Sebagai Antiokidan Riskia Wulan Ramadeni; Siti Malahayati; Dede Mahdiyah
Sains Medisina Vol 1 No 5 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit wajah merupakan bagian yang sering terpapar radikal bebas, yang mana dapat menyebabkan kulit wajah menjadi kusam, perubahan warna kulit dan munculnya penuaan dini. Untuk mencegah terpapar radikal bebas diperlukan senyawa antioksidan, salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan adalah daun kersen, sehingga dibuat sediaan dalam bentuk facial wash gel. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi konsentrasi carbopol 940 terhadap evaluasi fisika dan kimia formulasi sediaan facial wash gel ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L) yang optimal. Metode penelitian yang dilakukan adalah pre-eksperimental laboratorium one-shot case study. formulasi sediaan facial wash gel menggunakan basis carbopol 940 dengan konsentrasi yaitu 1%, 1,5 %, dan 2%. Kemudian dilakukan evaluasi meliputi pH, viskositas, dan antioksidan. selanjutnya data analisa dengan uji statistik One Way Anova. Hasil penelitian  uji organoleptik formula yang baik adalah formula I (1%) dan II (1.5%), uji homogenitas adalah formula I (1%), II (1,5%), dan III (2%), uji pH adalah formula III (2%), uji daya sebar adalah formula III (2%), uji viskositas adalah formula III (2%) dan uji antioksidan adalah formula III (2%). Formulasi sediaan facial wash gel dari ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L) yang optimal didapatkan pada formula III (2%) dengan konsentrasi carbopol 940 sebanyak 2%.
Aktivitas Enzim Protease Dan Enzim Amilase Dari Senyawa Isolat Bakteri Tanah Gambut Sept Enno Putri; Dede Mahdiyah; Noval Noval
Sains Medisina Vol 1 No 5 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai spesies mikroorganisme terdapat di dalam tanah gambut. Mikroorganisme merupakan sumber enzim yang paling sering dimanfaatkan, enzim yang berasal dari mikroorganisme lebih menguntungkan. Hal ini karena enzim yang berasal dari mikroorganisme tumbuh lebih cepat, dapat tumbuh pada substrat yang murah dan hasil mudah ditingkatkan dengan pertumbuhan serta rekayasa genetika. Meningkatnya permintaan akan enzim yang dimanfaatkan dalam bidang industri farmasi baik dalam pembuatan obat atau suplemen diperlukan produksi dalam jumlah besar. Oleh karenanya, dapat dipenuhi dengan pemilihan mikroorganisme yang unggul sebagai produk enzim yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas enzim protease dan enzim amilase dari senyawa isolat bakteri tanah gambut, Kecamatan gambut Banjarmasin Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang dilakukan yakni, pengambilan sampel tanah gambut, identifikasi morfologi dan mikroskopis menggunakan metode pewarnaan gram, uji aktivitas enzim protease dan uji aktivitas enzim amilase menggunakan metode observasi adanya zona pada media disekitar koloni. Didapatkan hasil 11 isolat tanah gambut dengan karakteristik morfologi bentuk batang dan termasuk gram positif dengan kode ITG (Isolat Tanah Gambut). 11 ITG memiliki aktivitas enzim protease dan enzim amilase yang ditandai dengan adanya zona jernih disekitar koloni yang ditanamkan pada media susu skim 1% + Na yang menandakan adanya (protease) dan pati 1,5% + Na (amilase). Didapatkan kesimpulan 11 isolat dari senyawa bakteri tanah gambut, semua isolat bakteri memiliki aktivitas enzim protease dan aktivitas enzim amilase. Berdasarkan identifikasi morfologi dan mikroskopis yaitu memiliki bentuk batang dengan jenis gram positif.
Antibacterial Activity of Ulin Fruit Extract (Eusideroxylon zwageri) Against Bacteria Causes in Human Infections: Antibacterial Activity of Ulin Fruit Extract (Eusideroxylon zwageri) Against Bacteria Causes in Human Infections Wina Annisa; Dede Mahdiyah; Darini Kurniawati
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i2.5664

Abstract

Infectious diseases one of the main health problem, especially in developing countries and have been recorded to cause more than 3 million people to die every year. Therapy used is antibacterial, but currently there are many occurrences of resistance to antibacterials, for example by the bacteria Salmonella typhi, Escherichia coli, and Staphylococcus aureus so it’s necessary to find antibacterial alternatives to treat infectious diseases. Non-pharmacological therapy used is the Ulin plant (Eusideroxylon zwageri), such as it’s fruit which contains secondary metabolites that function as antibacterial. This research aimed to identify the antibacterial activity of the Ulin fruit extract against Salmonella typhi, Escherichia coli, and Staphylococcus aureus bacteria. The type of research used is True Experimental with a Posttest-Only Control Group design. Screening antibacterial activity of Ulin fruit extract against Salmonella typhi, Escherichia coli, and Staphylococcus aureus bacteria using the well diffusion method and determining antibacterial activity test using the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) methods, then the data were analyzed using One Way Anova Test. The results show Ulin fruit extract has antibacterial activity with highest inhibition zone at concentration of 10 mg/ml against Salmonella typhi 19,07 mm, Escherichia coli 12,57 mm, and Staphylococcus aureus 12,31 mm and each has strong antibacterial activity. MIC at concentration of 5mg/ml. The results of statistical analysis showed significance value of 1,000 (p>0.05), meaning that there was no significant difference. So, Ulin fruit extract (Eusideroxylon zwageri) has antibacterial activity with a Minimum Inhibitory Concentration (MIC) value of 5mg/ml.
Antiasthma Activities of Moringa oleifera Lam. Leaves Extract on the Eosinophil Count and Mast Cells in BALB/c Mice Dian Arsanti Palupi; Tri Wahyuni Prasetyowati; Dwi Murtiningsih; Dede Mahdiyah
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i3.1916

Abstract

Asthma is a chronic inflammation of the respiratory tract. This study aimed to prove Moringa oleifera Lam. leaves extract's effect on reducing the eosinophil count and mast cells in asthmatic mice. Twenty BALB/c mice that met the inclusion criteria were divided into four groups of standard control (K1), negative control (K2), dexamethasone (K3), and M. oleifera leaves extract (K4). On days 0 and 7, intraperitoneal ovalbumin (OVA) was sensitized. On days 14, 16, and 18, mice were re-sensitized by inhalation using 1% OVA in sterile 0.9% NaCl. On days 18 to 25, K1 and K2 groups were given Na-CMC, the K3 group was given dexamethasone 1.3 µg/day, and the K4 group was given M. oleifera leaves extract 3.9 mg/day. On the 25th day, the mice were terminated to analyze the eosinophil count and stable bronchiolar mast cells. In conclusion, M. oleifera leaves extract was proven to decrease the eosinophil count with a p-value <0.05 and could stabilize bronchiolar mast cells with a p-value <0.05.
EDUKASI MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU OBAT SKABISIDA TOPIKAL DI DESA GUDANG HIRANG Dede Mahdiyah; Bayu Hari Mukti; Dwi Sogi Sri Redjeki
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 1 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i1.8229

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau yaitu Sarcoptes scabiei varietas hominis yang menyebabkan masalah kesehatan masyarakat di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Permetrin merupakan salah satu obat yang dapat digunakan untuk terapi skabies. Saat ini, masyarakat masih sering salah dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar (DAGUSIBU). Oleh karena itu, perlu diadakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di Desa Gudang Hirang RT 02. Peserta atau sasaran kegiatan adalah warga Desa Gudang Hirang RT 02.  Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai DAGUSIBU obat skabisida topikal. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan yaitu identifikasi masalah, intervensi berupa pemberian edukasi dengan ceramah dan diskusi tanya jawab, kemudian melaksanakan evaluasi hasil kegiatan dengan memberikan pre-test serta post-test. Pemberian materi meliputi definisi, prevalensi, etiologi, patofisiologi, pengobatan dan efek samping penyakit skabies serta cara mendapatkan obat dengan benar, cara menggunakan obat dengan benar, cara menyimpan obat dengan benar dan cara membuang obat dengan benar. Pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi tentang DAGUSIBU obat skabisida. Masyarakat Gudang Hirang memperoleh pengetahuan yang baik tentang DAGUSIBU obat skabisida.