Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

AKTIVITAS EKSTRAK BONGGOL NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Nabila Khairina; Dede Mahdiyah; Iwan Yuwindry; Danan Danan
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i1.8768

Abstract

Bakteri Streptococcus mutans penyebab utama karies gigi memiliki persentase resistensi terhadap antibiotik cefotaxime, tetrasiklin, levofloksasin sebesar 50%, sedangkan terhadap antibiotik kloramfenikol resistensi sudah mencapai 100%. Resistensi bakteri yang terjadi menimbulkan kekhawatiran munculnya multi drug resistant yang akhirnya akan semakin mempersulit proses terapi penderita penyakit infeksi, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan adanya upaya untuk mengeksplorasi bahan alam untuk terapi alternatif. Salah satunya adalah bonggol buah nanas, dimana terdapat banyak metabolit sekunder didalamnya, salah satunya bromelin. Mengidentifikasi aktivitas ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus L. Merr) sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Jenis penelitian eksperimen yaitu True Eksperimental Desain penelitian yang digunakan Posttest-Only Control Group Design dengan memberikan perlakuan pada kelompok eksperimen ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus L. Merr) dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100% dibandingkan dengan kontrol positif antibiotik kloramfenikol dan kontrol negatif menggunakan DMSO. Aktivitas daya hambat dengan metode sumuran yang terkecil terdapat pada konsentrasi 50% yaitu dengan rata-rata 19,53 mm. Hasil KHM pada konsentrasi 75% dan KBM pada konsentrasi 100% yang mempunyai rata-rata <100 koloni. Hasil nilai signifikansi uji Krusskal Wallis sebesar 0,007(p < 0,05), hal ini berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus l. Merr) 50%, 75%, dan 100% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang terkandung pada bonggol nanas (Ananas comosus L. Merr) tersebut diduga mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Facial Wash Gel Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L) Sebagai Antiokidan Riskia Wulan Ramadeni; Siti Malahayati; Dede Mahdiyah
Sains Medisina Vol 1 No 5 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit wajah merupakan bagian yang sering terpapar radikal bebas, yang mana dapat menyebabkan kulit wajah menjadi kusam, perubahan warna kulit dan munculnya penuaan dini. Untuk mencegah terpapar radikal bebas diperlukan senyawa antioksidan, salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan adalah daun kersen, sehingga dibuat sediaan dalam bentuk facial wash gel. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi konsentrasi carbopol 940 terhadap evaluasi fisika dan kimia formulasi sediaan facial wash gel ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L) yang optimal. Metode penelitian yang dilakukan adalah pre-eksperimental laboratorium one-shot case study. formulasi sediaan facial wash gel menggunakan basis carbopol 940 dengan konsentrasi yaitu 1%, 1,5 %, dan 2%. Kemudian dilakukan evaluasi meliputi pH, viskositas, dan antioksidan. selanjutnya data analisa dengan uji statistik One Way Anova. Hasil penelitian  uji organoleptik formula yang baik adalah formula I (1%) dan II (1.5%), uji homogenitas adalah formula I (1%), II (1,5%), dan III (2%), uji pH adalah formula III (2%), uji daya sebar adalah formula III (2%), uji viskositas adalah formula III (2%) dan uji antioksidan adalah formula III (2%). Formulasi sediaan facial wash gel dari ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L) yang optimal didapatkan pada formula III (2%) dengan konsentrasi carbopol 940 sebanyak 2%.
Aktivitas Enzim Protease Dan Enzim Amilase Dari Senyawa Isolat Bakteri Tanah Gambut Sept Enno Putri; Dede Mahdiyah; Noval Noval
Sains Medisina Vol 1 No 5 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai spesies mikroorganisme terdapat di dalam tanah gambut. Mikroorganisme merupakan sumber enzim yang paling sering dimanfaatkan, enzim yang berasal dari mikroorganisme lebih menguntungkan. Hal ini karena enzim yang berasal dari mikroorganisme tumbuh lebih cepat, dapat tumbuh pada substrat yang murah dan hasil mudah ditingkatkan dengan pertumbuhan serta rekayasa genetika. Meningkatnya permintaan akan enzim yang dimanfaatkan dalam bidang industri farmasi baik dalam pembuatan obat atau suplemen diperlukan produksi dalam jumlah besar. Oleh karenanya, dapat dipenuhi dengan pemilihan mikroorganisme yang unggul sebagai produk enzim yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas enzim protease dan enzim amilase dari senyawa isolat bakteri tanah gambut, Kecamatan gambut Banjarmasin Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang dilakukan yakni, pengambilan sampel tanah gambut, identifikasi morfologi dan mikroskopis menggunakan metode pewarnaan gram, uji aktivitas enzim protease dan uji aktivitas enzim amilase menggunakan metode observasi adanya zona pada media disekitar koloni. Didapatkan hasil 11 isolat tanah gambut dengan karakteristik morfologi bentuk batang dan termasuk gram positif dengan kode ITG (Isolat Tanah Gambut). 11 ITG memiliki aktivitas enzim protease dan enzim amilase yang ditandai dengan adanya zona jernih disekitar koloni yang ditanamkan pada media susu skim 1% + Na yang menandakan adanya (protease) dan pati 1,5% + Na (amilase). Didapatkan kesimpulan 11 isolat dari senyawa bakteri tanah gambut, semua isolat bakteri memiliki aktivitas enzim protease dan aktivitas enzim amilase. Berdasarkan identifikasi morfologi dan mikroskopis yaitu memiliki bentuk batang dengan jenis gram positif.
Antibacterial Activity of Ulin Fruit Extract (Eusideroxylon zwageri) Against Bacteria Causes in Human Infections: Antibacterial Activity of Ulin Fruit Extract (Eusideroxylon zwageri) Against Bacteria Causes in Human Infections Wina Annisa; Dede Mahdiyah; Darini Kurniawati
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i2.5664

Abstract

Infectious diseases one of the main health problem, especially in developing countries and have been recorded to cause more than 3 million people to die every year. Therapy used is antibacterial, but currently there are many occurrences of resistance to antibacterials, for example by the bacteria Salmonella typhi, Escherichia coli, and Staphylococcus aureus so it’s necessary to find antibacterial alternatives to treat infectious diseases. Non-pharmacological therapy used is the Ulin plant (Eusideroxylon zwageri), such as it’s fruit which contains secondary metabolites that function as antibacterial. This research aimed to identify the antibacterial activity of the Ulin fruit extract against Salmonella typhi, Escherichia coli, and Staphylococcus aureus bacteria. The type of research used is True Experimental with a Posttest-Only Control Group design. Screening antibacterial activity of Ulin fruit extract against Salmonella typhi, Escherichia coli, and Staphylococcus aureus bacteria using the well diffusion method and determining antibacterial activity test using the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) methods, then the data were analyzed using One Way Anova Test. The results show Ulin fruit extract has antibacterial activity with highest inhibition zone at concentration of 10 mg/ml against Salmonella typhi 19,07 mm, Escherichia coli 12,57 mm, and Staphylococcus aureus 12,31 mm and each has strong antibacterial activity. MIC at concentration of 5mg/ml. The results of statistical analysis showed significance value of 1,000 (p>0.05), meaning that there was no significant difference. So, Ulin fruit extract (Eusideroxylon zwageri) has antibacterial activity with a Minimum Inhibitory Concentration (MIC) value of 5mg/ml.
Antiasthma Activities of Moringa oleifera Lam. Leaves Extract on the Eosinophil Count and Mast Cells in BALB/c Mice Dian Arsanti Palupi; Tri Wahyuni Prasetyowati; Dwi Murtiningsih; Dede Mahdiyah
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i3.1916

Abstract

Asthma is a chronic inflammation of the respiratory tract. This study aimed to prove Moringa oleifera Lam. leaves extract's effect on reducing the eosinophil count and mast cells in asthmatic mice. Twenty BALB/c mice that met the inclusion criteria were divided into four groups of standard control (K1), negative control (K2), dexamethasone (K3), and M. oleifera leaves extract (K4). On days 0 and 7, intraperitoneal ovalbumin (OVA) was sensitized. On days 14, 16, and 18, mice were re-sensitized by inhalation using 1% OVA in sterile 0.9% NaCl. On days 18 to 25, K1 and K2 groups were given Na-CMC, the K3 group was given dexamethasone 1.3 µg/day, and the K4 group was given M. oleifera leaves extract 3.9 mg/day. On the 25th day, the mice were terminated to analyze the eosinophil count and stable bronchiolar mast cells. In conclusion, M. oleifera leaves extract was proven to decrease the eosinophil count with a p-value <0.05 and could stabilize bronchiolar mast cells with a p-value <0.05.
EDUKASI MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU OBAT SKABISIDA TOPIKAL DI DESA GUDANG HIRANG Dede Mahdiyah; Bayu Hari Mukti; Dwi Sogi Sri Redjeki
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 1 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i1.8229

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau yaitu Sarcoptes scabiei varietas hominis yang menyebabkan masalah kesehatan masyarakat di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Permetrin merupakan salah satu obat yang dapat digunakan untuk terapi skabies. Saat ini, masyarakat masih sering salah dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar (DAGUSIBU). Oleh karena itu, perlu diadakan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan edukasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertempat di Desa Gudang Hirang RT 02. Peserta atau sasaran kegiatan adalah warga Desa Gudang Hirang RT 02.  Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai DAGUSIBU obat skabisida topikal. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan yaitu identifikasi masalah, intervensi berupa pemberian edukasi dengan ceramah dan diskusi tanya jawab, kemudian melaksanakan evaluasi hasil kegiatan dengan memberikan pre-test serta post-test. Pemberian materi meliputi definisi, prevalensi, etiologi, patofisiologi, pengobatan dan efek samping penyakit skabies serta cara mendapatkan obat dengan benar, cara menggunakan obat dengan benar, cara menyimpan obat dengan benar dan cara membuang obat dengan benar. Pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi tentang DAGUSIBU obat skabisida. Masyarakat Gudang Hirang memperoleh pengetahuan yang baik tentang DAGUSIBU obat skabisida.
The Potential of Bajakah Endophytic Fungus (Spatholobus littoralis Hassk) Against Staphylococcus aureus Bacteria Putri Nadila Utami; Kunti Nastiti; Melviani Melviani; Dede Mahdiyah
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 3 (2025): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i3.6230

Abstract

A plant that has great potential as a source of traditional medicine is Spatholobus littoralis Hassk, or better known as bajakah. The research aims to analyze the Potential of Bajakah Endophytic Fungi (Spatholobus littoralis Hassk) Against Staphylococcus aureus Bacteria. This research was conducted at the Pharmaceutical Microbiology Laboratory, Faculty of Health, Sari Mulia University, Banjarmasin. The study used endophytic fungi on Bajakah wood (Spatholobus littoralis Hassk). The research design used was a True Experimental design with the aim of identifying the antibacterial activity of Bajakah endophytic fungi (Spatholobus littoralis Hassk) and testing the inhibitory power of Bajakah endophytic fungi (Spatholobus littoralis Hassk) against Staphylococcus aureus bacteria. Three isolates of endophytic fungi from Bajakah stems (Spatholobus littoralis Hassk) showed antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria with varying levels of potency. Isolate (JEB 1) which is estimated to originate from Aspergillus sp showed very strong antibacterial activity with an inhibition zone diameter of 27.18 ± 0.725 mm. Isolate (JEB 1) has a Minimum Inhibitory Concentration (MIC) value at a concentration of 5 x 106 ppm and the best Minimum Bactericidal Concentration (MBC) at a concentration of 5 x 106 ppm. These findings indicate that endophytic fungi, especially from Aspergillus sp, have potential as natural antibacterial agents that can be further developed as candidates for new antibacterial materials based on local natural resources.
Optimalisasi Partisipasi Aktif Mahasiswa Melalui Experiental Learning Pada Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Sismeri Dona; Dede Mahdiyah; Dwi Rahmawati; Fauji Nurdin
Journal of Community Development Vol. 5 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i2.256

Abstract

21st century learning can develop students' skills needed to live and work in a dynamic global era. The 21st century learning design can be carried out using research methodology based on experiential learning & collaborative practice. Strengthening 21st century skills can also be done using an experiential learning approach that is integrated with the Independent Campus Learning Program launched by the government. The method used in this service is the experiential learning method with stages, namely: preparation stage, observation stage, planning stage, activity implementation stage and evaluation stage of the process that has been undertaken and reflection stage. The target of this service is junior high school students in the Banjarmasin area. The final result of this activity is instilling student empathy towards the problems of community life, being able to work together across fields of science, and increasing the real role and contribution of universities and students in national development.
Efektivitas Pemberian Ekstrak Kapsul Murni Daun Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Tahai Yani Yani; Dwi Rahmawati; Dede Mahdiyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.592

Abstract

Latar Belakang: Laktasi merupakan aspek fundamental dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi, khususnya pada periode neonatal. Namun, sejumlah ibu pasca melahirkan mengalami kendala dalam mengoptimalkan sekresi ASI sehingga memerlukan intervensi untuk memfasilitasi peningkatannya. Sauropus androgynus (daun katuk) merupakan flora herbal yang dipercaya memiliki kapasitas sebagai stimulan laktasi karena mengandung komponen nutrisi dan zat galaktagog. Tujuan: Menganalisis efektivitas suplementasi kapsul ekstrak murni daun katuk dalam meningkatkan volume ASI pada ibu pascapartum di area layanan Puskesmas Tahai. Metode: Studi ini mengaplikasikan desain pre-eksperimental dengan skema one group pretest-posttest design. Responden diperoleh melalui teknik purposive sampling dengan jumlah 10 ibu pascapartum. Evaluasi data dilakukan menggunakan analisis Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Temuan penelitian mengindikasikan adanya disparitas signifikan pada volume ASI pre dan post intervensi kapsul ekstrak daun katuk (p < 0,05). Hal ini memvalidasi bahwa suplementasi kapsul daun katuk efektif dalam mengoptimalkan produksi ASI. Simpulan: Administrasi kapsul ekstrak murni daun katuk terbukti memberikan dampak signifikan terhadap augmentasi produksi ASI pada ibu pascapartum. Daun katuk dapat dimanfaatkan sebagai alternatif herbal yang aman, aksesibel, dan beneficial dalam mendukung optimalisasi laktasi.
Identifikasi Karakteristik Wanita Usia Subur Yang Melakukan Pemeriksaan IVA Test Di Puskesmas Pekauman Fetrina Jesinta; Hairiana Kusvitasari; Dede Mahdiyah; Laurensia Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.598

Abstract

Latar Belakang: Penapisan terhadap kejadian kanker serviks salah satu yaitu salah satu Adalah dengan alat skrining metode inspeksi visual asetat (IVA), pemeriksaan IVA merupakan test yang sederhana, efektif, tidak mahal dan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi, hasil pemeriksaan IVA dengan hasil positif belum tentu menunjukan adanya lesi prakanker. Sepanjang tahun 2024-2025 di Puskesmas Pekauman mencatat 40 WUS yang telah Melakukan Pemeriksaan IVA Test. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Karakteristik Wanita Usia Subur yang Melakukan Pemeriksaan IVA Test yang meliputi Paritas, Jenis Penggunaan Alat KB, Menarche dan Usia Pertama Kali Menikah. Populasi: Populasi yang digunakan adalah seluruh WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test pada Tahun 2024-2025 yang berjumlah 40 dan pengambilan sampel adalah menggunakan simple random sampling sehingga didapat 29 sampel. Metode: Peneliti mengambil dari data sekunder berupa rekam medik. Hasil: Dari hasil penelitian distribusi frekuensi tiap karakteristik WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test dengan Paritas terbanyak adalah Multipara yaitu 18 (62.1%) responden, Jenis Penggunaan Alat KB terbanyak yaitu Suntik sebanyak 16 (55.2%) responden, Usia Menarche terbanyak yaitu ≥ 12 Tahun sebanyak 23 (79.3%) dan Usia Pertama Kali Menikah terbanyak yaitu pada usia 20-35 Tahun sebanyak 25 (86.2%) responden. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test memiliki karakteristik yaitu Paritas, Jenis Penggunaan Alat KB, Menarche dan Usia Pertama Kali Menikah.