Claim Missing Document
Check
Articles

Impact of Government Expenditure on Poverty Rate Reduction in East Java Province Dya Ayu Fitaloka Candra Kartika; Sebastiana Viphindrartin; Herman Cahyo Diartho
Wiga : Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi Vol. 11 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30741/wiga.v11i2.606

Abstract

East Java is a province with a number of poor people, but on the other hand, both nationally and province, there is a reduction in poverty and inequality. This study aims to examine the effect of government expenditures on reducing poverty through economic growth and increasing the Human Development Index (HDI) in East Java Province 2015-2019. This research uses explanatory research type. Research variables include independent variables in the form of government expenditure, intervening variables namely economic growth and HDI or Human Development Index, and the dependent variable, namely poverty. Data analysis was performed using path analysis. The test results show that government Expenditure (GEXP) has no effect on Economic Growth (EG). Government Expenditure (GEXP) has no effect on the Human Development Index (HDI). Government Expenditure (GEXP) has no effect on Poverty (P). Economic Growth (EG) has no effect on poverty (P). The Human Development Index (HDI) has a significant effect on Poverty (P). Based on these results, it can be concluded that poverty alleviation can be achieved if there is an increase in the quality of human resources as reflected in the HDI.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TENAGA KERJA MELAKUKAN MIGRASI COMMUTER DARI SIDOARJO KE KOTA SURABAYA Adinda Angelina; Nanik Istiyani; Fajar Wahyu Prianto; Rafael Purtomo Somaji; Herman Cahyo Diartho
VALUE: Journal of Business Studies Vol 1 No 1 (2022): VALUE: Journal of Business Studies
Publisher : Study Program of Management Faculty of Economics and Business University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.311 KB) | DOI: 10.19184/value.v1i1.31652

Abstract

This study aims to analyze factors that can affect the interest of workers to migrate commuters from Sidoarjo to the city of Surabaya. This research aims to analyze the influence of family dependents, education level, income, and marital status on the interest of workers migrating commuters from Sidoarjo to Surabaya City. To achieve this goal in this study, logistic regression model analysis techniques were used using primary data from a sample of 50 respondents. The results of the analysis test of this study showed that the variable burden of family dependents, variables of education level and marital status had a positive and significant effect. While the income variable has a positive and insignificant effect on the interest of the workforce to migrate commuters from Sidoarjo to the city of Surabaya.
ABILITY TO PAY AND WILLINGNESS TO PAY ANALYSIS OF CLEAN WATER NEEDS FROM DUSUN SEPURAN, JEMBER REGENCY Agus Luthfi; Moh. Saleh; Maryunani Maryunani; Herman Cahyo Diartho
Journal of Indonesian Applied Economics Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Economics, Faculty of Economics and Business, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.19 KB) | DOI: 10.21776/ub.jiae.2017.007.02.5

Abstract

This research aimed to discover how Dusun Sepuran society could fulfill clean water needs using Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) approach. This research used quantitative analysis method affirmed by qualitative method. Based on data processing result, it was known that Dusun Sepuran society ATP categorized within captive rider category. It means that, ATP value for water needs proportion is lower than WTP. This is due to high Electricity Base Tariff Rate which cause water fulfillment cost, as most of Dusun Sepuran people must use water pump. Therefore proper policy implementation is necessary in handling water crisis threat at Dusun Sepuran in the future
Reservacation: Aplikasi Berbasis Mobile Untuk Pengembangan Ekowisata Kampung Blekok Desa Klatakan Kendit Kabupaten Situbondo Menuju National Destination Tourism Yeni Puspita; fahrobby Adnan; Herman Cahyo Diartho; Rebecha Prananta; Edy Santoso
Majalah Ilmiah "PELITA ILMU" Vol 5, No 2 (2022): PELITA ILMU (DESEMBER 2022)
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mipi.v5i2.303

Abstract

Kampung Blekok terletak di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Peraturan Bupati Situbondo No. 13 Tahun 2017 kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan ekowisata mangrove dan burung air, bahkan dikategorikan 6 Desa Wisata Terbaik di Jawa Timur, Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo pada bulan Juni 2019, jumlah pengunjung Kampung Blekok sebesar 9.767 orang. Tingginya animo wisatawan sejauh ini belum diimbangi dengan layanan promosi dan reservasi yang optimal, sehingga mereka butuh sebuah media promosi berupa Website yang didalamnya memuat fitur pemesanan tiket (reservasi) sebelum wisatawan berkunjung ke Kampung Blekok. Pengabdian ini bertujuan untuk memfasilitasi pihak pengelola di Kampung Blekok dalam memberikan fasilitas informasi dan promosi terkait cara pemesanan untuk berkunjung dan menginap di homestay di Kampung Blekok. Rencana solusi permasalahan yang ditawarkan adalah dengan membangun aplikasi berupa Website yang memberikan gambaran kepada calon pengunjung tentang wisata kampung Blekok yang di dalamnya terdapat fitur reservasi. Metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan adalah dengan metode pengembangan perangkat lunak dan metode Focus Group Discussion (FGD), metode pembimbingan dan pendampingan oleh tim pelaksana pengabdian dengan pihak Pokdarwis Kampung Blekok, Website dapat diakses melaluihttps://wisatakampungblekok.com/ Luaran yang ditargetkan adalah pengembangan Kampung Blekok menuju salah satu national destination.
Kinerja Serta Optimalisasi Bumdesa Sebagai Penyangga Kemandirian Ekonomi di Desa Sempu Kecamatan Sempu Banyuwangi Jawa Timur Herman Cahyo Diartho; Rebecha Prananta; Diana Fauziyah; Ati Kusmiati
Majalah Ilmiah "PELITA ILMU" Vol 6, No 1 (2023): PELITA ILMU (JUNI 2023)
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mipi.v6i1.305

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat berbasis Pengembangan Desa Binaan (PROBANGDEBI) ini sebagai upaya untuk berkontribusi memandirikan kawasan perdesaan khususnya sektor ekonomi melalui tata kelola dan sinergitas BUMDesa dengan pelaku ekonomi lainnya di desa. Desa Sempu merupakan sebuah desa yang berbatasan langsung dengan Desa Genteng Kulon dan Desa Genteng Wetan, tiga Desa yang masuk kategori Desa terbaik berdasarkan Desa Membangun.  Akan tetapi  Desa Sempu saat ini masih berstatus Desa Mandiri. Mengatasi permasalahan tersebut pembangunan kawasan perdesaan dapat dilakukan dengan cara pendalaman kemandirian pembangunan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) sebagai ruang alternatif bagi desa dalam pembangunan secara mandiri dan partisipatif. Pola hubungan yang saling mendukung antara pembangunan kawasan perdesaan dan Bumdesa sangatlah penting, karena sasaran yang hendak dibangun adalah memberikan ruang gerak bagi usaha produksi masyarakat. Riset Desa ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja serta potensi kolaboratif dengan institusi di dalam dan di luar desa khususnya pada lembaga ekonomi Bumdesa di Desa Sempu Kecamatan Kecamatan Sempu. Selain itu melakukan pendampingan kepada BUMDesa sebagai peningkatan tata kelola dan amanjemen kuangan sebagai bentuk kemandirian organisasi.
PENINGKATAN KUALITAS SDM MELALUI SEKOLAH PAMONG DI DESA PAKISAN KABUPATEN BONDOWOSO Endah Kurnia Lestari; Agus Luthfi; Herman Cahyo Diartho; Fivien Muslihatinningsih; Duwi Yunitasari
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Aptekmas Volume 6 Nomor 2 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v6i2.6427

Abstract

Village development can be achieved if it is balanced with an increase in the quality of human resources for village officials who are qualified and visionary. One of the villages in Bondowoso Regency, namely Pakisan Village, Tlogosari District, has the potential for natural and economic resources that have not been managed properly so that the village is not yet advanced and independent. One of the obstacles that has made Pakisan Village, Tlogosari Subdistrict, not yet advanced and independent is the not yet optimal village development planning system built by village officials. This causes natural and economic potential not to be managed properly. One of the things that is done to realize village development planning is the quality of human resources for village officials who must have a professional and visionary attitude. In reality, there are still many village governments that still have low professionalism and a lack of innovation and creativity. So that the management of village potential is still not optimal. Village potential in Pakisan Village, Tlogosari District, Bondowoso Regency is the strength and capability of the village which can provide benefits if managed properly to improve the welfare of the local community. Support for developing and increasing the capacity of village officials in government management in Pakisan Village, Tlogosari District, Bondowoso Regency also comes from universities, in this case the University of Jember, especially the Institute for Research and Community Service (LP2M). One form of this support is to provide assistance and hold training and discussions as a means to increase the capacity of village apparatus in Pakisan Village, Tlogosari District, Bondowoso Regency who are professional, creative and innovative.
Analisis Usahatani Kopi Rakyat di Desa Kebonrejo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Selvi shendia Pusfitasari; Herman Cahyo Diartho; Rafael Purtomo Somaji
Jurnal Ekuilibrium Vol 2 No 1 (2018): JEK Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan pertanian pada dasarnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang berupa pangan, sandang, papan, dan lingkungan sehat melalui pengelolaan produktif sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya kultural, sumberdaya kapital dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skala usaha, dan efisiensi biaya usahatani kopi di Desa Kebonrejo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi linier berganda dengan model Cobb – Douglas. Untuk menghitung pendapatan petani kopi penelitian ini menggunakan analisis pendapatan R/C Ratio. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari para petani kopi di Desa Kebonrejo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi kopi secara signifikan pada taraf signifikan 5% adalah luas lahan dan biaya tenaga kerja dan fungsi produksi berada dalam kondisi increasing return to scale. Dari hasil perhitungan pendapatan petani kopi mendapatkan hasil sebesar Rp Rp 32.250.000/thn dan nilai dari R/C Ratio menunjukkan R/C Ratio > 1 yang artinya usahatani kopi yang dilakukan layak atau menguntungkan untuk dijalankan.
Perencanaan Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Potensi Di Kabupaten Bondowoso Herman Cahyo Diartho
Jurnal Ekuilibrium Vol 1 No 1 (2017): JEK Volume 1 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis keragaan relatif tingkat perkembangan desa di KabupatenBondowoso sehingga dapat ditentukan peringkat pemukiman atau wilayah dan kelembagaan atau fasilitaspelayanan. Asumsi yang digunakan adalah bahwa wilayah yang memiliki ranking tertinggi adalah lokasi yangdapat menjadi pusat pelayanan. Metode skalogram adalah dengan penentuan Indeks Perkembangan Desa (IPD).Model analisis inilah yang digunakan dalam penelitian ini. Penghitungan IPD dilakukan dengan melakukanfaktor koreksi untuk setiap data yang digunakan. Faktor koreksi antara lain luas wilayah, jumlah penduduk,jumlah rumahtangga atau dilakukan invers pada variabel tertentu. Analisis skalogram ini didasarkan padafasilitas yang dimiliki desa.Hasil penelitian ini menjelaskan, bahwa : Kawasan perdesaan di wilayah Kabupaten Bondowoso mempunyaibeberapa klasifikasi perkembangan desa yang menunjukan terdapat adanya kegiatan pembangunan yang belummerata di perdesaan, yaitu : (a). Keragaan relatif tingkat perkembangan desa di Kecamatan Tamanan denganpotensi ekonomi kreatif menghasilkan tiga hierarki, yaitu (1). Kelompok Hierarki I (Desa Tamanan, Sukosaridan Wonosuko), (2). Kelompok Hierarki II (Desa Karangmelok, Kemirian, dan Sumberkemuning) dan (3).Kelompok Hierarki III (Desa Mengen, Sumberanom dan Wonosuko). (b). Keragaan relatif tingkatperkembangan desa di Kecamatan Wonosari dengan potensi agribis padi organik menghasilkan tiga hierarki,yaitu (1). Kelompok Hierarki I terdiri dari (Desa Wonosari, Desa Traktakan dan Desa Sumberkalong), (2).Kelompok Hierarki II terdiri dari (Desa Kapuran, Desa Pasarejo, Desa Tumeng, Desa Lombok Kulon dan DesaLombok Wetan) dan (3). Kelompok Hierarki III terdiri dari (Desa Tangsil Wetan, Desa Jumpong, DesaPelalangan dan Desa Bendoarum).(c). Keragaan relatif tingkat perkembangan desa di KecamatanSumberwringin dengan potensi agribis kopi rakyat menghasilkan tiga hierarki, yaitu (1). Kelompok Hierarki Iterdiri dari (Desa Sumbergading), (2). Kelompok Hierarki II terdiri dari (Desa Sukorejo dan DesaSukosarikidul) dan (3). Kelompok Hierarki III terdiri dari (Desa Tegaljati dan Desa Rejoagung) dan (d).Keragaan relatif tingkat perkembangan desa di Kecamatan Binakal dengan potensi agroindustri tape dan ikanair tawar menghasilkan tiga hierarki, yaitu (1). Kelompok Hierarki I (Desa Sumbertengah dan Bendelan), (2).Kelompok Hierarki II (Desa Jeruk Soksok, Binakal dan Baratan) dan (3). Kelompok Hierarki III (DesaGadingsari, Sumber Waru, Kembangan).
Peran Lembaga Masyarakat Desa Hutan Terhadap Usahatani Kopi Di Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember siti nur aini; Herman Cahyo Diartho; Regina Niken Wilantari; Riniati Riniati
Jurnal Ekuilibrium Vol 5 No 1 (2021): JEK Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increasing pressures on the livelihood needs of forest village communities so that utilization of forest resources is also increasing which leads to the destruction of existing forest resources, therefore the government through Perhutani issued a policy to maintain forest sustainability and issued a Community Forest Management Program (PHBM) is forest management system carried out jointly with the sharing of results between Perhutani and forest village communities and interested parties to achieve common interests so that the sustainability of forest functions and the benefits of forest resources can be obtained optimally. To be able to implement the rights and obligations of Community Forest Management (PHBM) the forest village community formed a community organization called the Forest Village Community Institution (LMDH) whose members were required to be a community residing in the village ofkalkalong. Forest management under stands will have an impact on the area which is caused is a reduction in labor unemployment and increase income for forest village communities who use the land under stands for coffee farming in the Bulkkalong Village, Bangsalsari District, Jember Regency.
Biaya Transaksi Tebu Rakyat Herman Cahyo Diartho
Jurnal Ekuilibrium Vol 6 No 1 (2022): JEK Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jek.v6i1.31320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh luas lahan, kerja, jarak-sawah, produksi, umur, dan total biaya transaksi terhadap penerapan kemitraan usaha tani tebu rakyat di daerah PG Panji, Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan data primer dari sampel sebanyak 70 responden. Para responden yang dipilih adalah petani tebu yang menerapkan kemitraan lebih dari satu kali musim tanam dan petani tebu yang menerapkan kemitraan hanya satu kali musim tanam di daerah PG Panji, Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo. Metode analisis yang digunakan adalah Binary Logistic Regression. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel produksi dan variabel jarak berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan variabel kerja dan total biaya transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan kemitraan usaha tani tebu rakyat di daerah PG Panji, Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo. Sementara variabel lainnya seperti luas lahan dan umur tidak berpengaruh terhadap penerapan kemitraan usaha tani tebu rakyat di daerah PG Panji, Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo