Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Identifikasi Keberadaan Manifestasi Daerah Panasbumi Gunung Sumbing, Jangkat Berdasarkan Interpretasi Data Landsat 8 dan Geolistrik Rizky Mahardhika; Yulia Morsa Said; Ichy Lucya Resta; Agus Kurniawan Mastur
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol. 21 No. 4 (2020): JURNAL GEOLOGI DAN SUMBERDAYA MINERAL
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.v21i4.486

Abstract

Daerah panasbumi Gunung Sumbing terletak di Desa Renah Kemumu, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi pada ketinggian ± 900 mdpl. Keberadaan manifestasi panasbumi di lokasi penelitian diduga belum terpetakan seluruhnya. Untuk mengidentifikasi sebaran manifestasi panasbumi dapat menggunakan Citra Landsat 8 berdasarkan sensor TIRS pada band 10. Akuisisi data geolistrik menggunakan konfigurasi dipole-dipole dilakukan sepanjang manifestasi air panas dan tanah beruap dengan panjang lintasan 750 m dan spasi elektroda 25 m. Penelitian ini bertujuan mendapatkan sebaran manifestasi panasbumi berdasarkan suhu permukaan tanah dari Citra Landsat 8 dan mendeskripsikan lapisan batuan bawah permukaan dalam menganalisis karakteristik hot springs flow berdasarkan metode geolistrik. Suhu permukaan tinggi berkisar 21-30°C berada di bagian baratdaya daerah penelitian. Hasil pengukuran geolistrik menunjukkan fluida hidrotermal dengan resistivitas 5 – 40 Ωm. Hal itu dikarenakan fluida hidrotermal berasosiasi dengan batuan alterasi sehingga bersifat konduktif. Aliran fluida hidrotermal teridentifikasi pada kedalaman 0 m hingga 25 m. Berdasarkan integrasi data geologi, faktor pengontrol adanya manifestasi mata air panas disebabkan oleh segmen Sesar Dikit dan batuan Vulkanik di daerah penelitian.Katakunci: Citra Landsat 8, metode geolistrik, panasbumi, hot springs flow.
Simple Shear Mechanism to Revealing Geological Complexity of Geosite Assessment in the Bukit Duabelas National Park Jambi Province, Indonesia Hari Wiki Utama; Rakhmatul Arafat; Bagus Adhitya; Yulia Morsa Said; Arsyad AR; Gindo Tampubolon; Agus Kurniawan Mastur; Itang Ahmad Mahbub; Yusmansyah Siregar; Ignatia Tri Astuti; M. Fauzi Fauzi
International Journal of Geotourism Science and Development Vol. 3 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Badan Pelaksana Rinjani-geopark Rinjani Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58856/ijgsd.v3i2.35

Abstract

Bukit Duabelas National Park (BDNP) Jambi Province is a national protected area that has geodiversity. BDNP forms northwest – southeast oriented, morphologically connected to the Barisan Mountains by the Bangko Basin. Digital elevation model observations show that the morphological orientation of these hills is surrounded by valleys and plains occupied by Paleogene-Neogene sedimentary rocks. The presence of Schist Terantam Formation provides interesting information about the exposed basement. This research uses remote sensing, field observations and stratigraphic analysis, as well as assessing geological complexity. The BDNP Territory is geologically influenced by geological structures such as faults and folds as a result of the simple shear deformation mechanism. Schist from the Terantam Formation and Granite and Pegmatite Intrusions are a consequence of simple shear mechanisms and tectonic orogenesis. Geological complexity of geosite assessment based on the criteria of petrological features, landscape, age of formation, fossil appear, tectonic basement, basement group, cultural diversity, other geological information. The proposed geosite is Terantam Inselberg which is composed of the Terantam Formation of Carboniferous and Jurassic-age of Granite and Pegmatite. The uniqueness of this proposed geosite is that the rocks exposed are the oldest basement rocks on the Sumatra Island. The landscape with Inselberg morphology, of course, is unique and is very rarely found in other areas, then the presence of ethnic groups from the Inner Child Tribe who inhabit the area characterizes cultural diversity. Comparing this proposed geosite with geosites of national and international value in the MJUGGp Territory, it can be concluded that the Terantam Inselberg Geosite is in between the two positions.
Digitalization of Mengkarang geopark miniature Universitas Jambi as an effort to support the summer course program Hari Wiki Utama; Rakhmatul Arafat; Bagus Adhitya; Yulia Morsa Said; Jarot Wiratama; Mega Aulia; Dhinda Ayu
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2023): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i2.8590

Abstract

[Bahasa]: Perkembangan ilmu pengetahuan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 merupakan fenomena yang serba digital, termasuk ilmu kebumian. Konsep ini menggunakan ilmu pengetahuan berbasis kecerdasan buatan untuk kebutuhan pendidikan yang serba cepat dan nyaman. Kaitannya dengan bidang pendidikan ilmu kebumian adalah studi tentang fenomena bentang alam dan singkapan batuan sebagai hasil dari proses alamiah. Situasi Universitas Jambi yang jauh dari keberadaan singkapan batuan sebagai objek pembelajaran memberikan tantangan besar untuk dapat mengidentifikasi batuan yang ada dengan cepat. Keberadaan miniatur Geopark Mengkarang di Universitas Jambi dapat menjadi solusi yang efektif dalam pembelajaran di bidang kebumian. Sehingga, melalui digitalisasi dapat menjadi alternatif yang diminati dalam media pembelajaran, khususnya untuk kegiatan short summer course yang berkaitan dengan geopark. Upaya digitalisasi ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian dan peran serta civitas akademika Universitas Jambi dalam melakukan inovasi pembelajaran. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini pengumpulan data dilakukan dengan mendeskripsikan 28 sampel batuan dari Kawasan UNESCO Global Geopark Merangin Jambi. Digitalisasi meliputi pembuatan label informasi untuk setiap tampilan batuan yang dilengkapi dengan barcode untuk memudahkan akses. Akses ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih detail mengenai proses pembentukan setiap batuan. Kegiatan pengabdian ini secara signifikan berkontribusi dalam mendukung kegiatan summer course di Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi. Selain membantu kegiatan summer course, diharapkan melalui digitalisasi ini, Universitas Jambi dapat memainkan peran penting dalam mendukung situs yang telah diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO ini. Kata Kunci: digitalisasi, geopark, summer course, Universitas Jambi [English]: The development of science in the era of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 is an all-digital phenomenon, including earth science. This concept uses science-based artificial intelligence for fast-paced and comfortable educational needs. Its connection to the field of earth science education is the study of landscape phenomena and rock outcrops as a result of natural processes. The situation of Jambi University, which is far from the existence of rock outcrops as learning objects, presents a big challenge in identifying existing rocks quickly. The existence of the miniature Mengkarang Geopark at Jambi University can be an effective solution in learning in the field of the earth. Thus, digitization can be a desirable alternative in learning media, especially for short summer course activities related to geoparks. This digitalization effort is part of the service activities and the role of the Jambi University academic community in carrying out learning innovations. In implementing these service activities, data collection involved describing 28 rock samples from the UNESCO Global Geopark Merangin Jambi Territory. Digitization included creating information labels for each rock display, completed by a barcode for easy access. This access aims to provide detailed insights into the formation process of each rock. Such service activities significantly contribute to supporting summer course at the Faculty of Science and Technology, Jambi University. Beyond aiding summer course activities, the aspiration is that through this digitalization, Jambi University can play a pivotal role, acknowledged as a world heritage site by UNESCO Keywords: digitalization, geopark, summer course, Jambi University