Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Kualitatif Pengembangan Media Promosi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pabrik Gula Rendeng Kudus Asih Wulandari; Eko Prasetyo
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2541.574 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v1i2.34

Abstract

Laporan dari setiap daerah di Indonesia, pada tahun 2012 triwulan kedua terdapat penyebab kecelakaan kerja sebanyak 11.247 kejadian dan mengakibatkan 799.845 kasus yang terjadi. Serta di Jawa Tengah sendiri mempunyai 3.523 kasus kecelakaan kerja. Berdasarakan UU No.1 Tahun 1970 pasal 14 menyebutkan bahwa perusahaan diwajibkan menempatkan informasi secara tertulis atau dalam bentuk poster, spanduk, banner dan lain sebagainya untuk mendukung informasi mengenai K3 di perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan secara mendalam tentang pengetahuan, praktek, media dan kebijakan K3 serta mengembangkan media promosi K3 yang ada di Pabrik Gula Rendeng Kudus. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan induktif. Penelitian dilakukan pada bulan juni sampai agustus 2013 di Pabrik Gula Rendeng Kudus. Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang, teknik pengumpulan data dengan melakukan indepth interview dan focus group discusion. Analisis data pada penelitian menggunakan tematic content analisis. Simpulan dari penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan, praktek, media dan kebijikan K3 sehingga peneliti mengembangkan media untuk mempromosikan tentang K3. Sehubungan dengan hal tersebut penting bagi perusahaan khususnya karyawan agar dapat meninggkatkan informasi tentang K3. Hasil indepth interview menunjukan bahwa kurangnya sistem K3 yang ada di Pabrik Gula Rendeng Kudus yang meliputi pengetahuan, praktek, media dan kebijakan sehingga penelitian mengembangkan suatu media promosi K3 berupa 1 banner, 1 eks banner, dan 3 poster untuk meningkatkan informasi tentang K3 di Pabrik Gula Rendeng Kudus.   Kata Kunci : Kualitatif, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Media Promosi.
Perbandingan Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PJBL) Dan Inkuiri Terhadap Penguasaan Konsep dan Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mengenai Materi Kemagnetan Mila Inayah; Asih Wulandari; Nenden Permas Hikmatunisa; Dinda Hudaya Nur Fadillah; Silva Gea Delarosa; Rizki Nurul Muslih; Amanda Zahira; Syahira Ramadhini; Alya Latifa
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 21 No. 3 (2023): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2024.21.3.1061-1083

Abstract

This study was carried out because of awareness of the importance of innovative and creative learning to overcome obstacles to students' understanding and learning outcomes in magnetic material. With the need for more innovative and creative learning strategies, the author wants to compare the Project Based Learning (PjBL) learning model and the Inquiry learning model on concept mastery and improving student learning outcomes regarding magnetism material. This abstract discusses the comparison of the effectiveness of the Problem Based Learning (PjBL) and Inquiry learning models in mastering concepts and improving student learning outcomes in the context of magnetic material. This research uses the Content Analysis method where the author analyzes several journals which contain two different learning models. The research results show that the two learning models make a positive contribution to students' understanding of concepts and learning outcomes. However, comparative analysis of learning outcomes shows that there is a significant difference between the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) learning model and the Inquiry learning model. The impact of this learning method can help develop more appropriate learning strategies in teaching magnetism material in educational environments. Keywords: Effectiveness, Magnetism, Project Based Learning, Inquiry.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbantuan Media Puzzle Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas V Di Sekolah Dasar: The Effect of the Project Based Learning Model Assisted by Puzzle Media on Science Learning Outcomes for Grade V in Elementary Schools R. Aida Ekaputri Soviyana; Asih Wulandari; Zalfa Hervianuri; Nadya Nunik Cahyani; Rosie Amelia; Wita Dwi Yanti; Alya Latifa; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9861

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media puzzle terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experiment dan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek pada penelitian ini ialah siswa kelas V dengan jumlah 27 orang di salah satu sekolah dasar negeri di Purwakarta. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar yang digunakan pada penelitian ini berupa soal pilihan ganda dengan 10 butir soal yang telah divalidasi oleh judgement expert. Data dianalisis menggunakan bantuan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil belajar dari pretest sebesar 71,11 menjadi 79,25 pada posttest dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penerapan model PjBL berbantuan media puzzle terhadap hasil belajar siswa. Analisis indikator kognitif menunjukkan peningkatan tertinggi pada kemampuan C4 (menganalisis) dan C5 (mengevaluasi), sedangkan kemampuan C6 (mencipta) juga mengalami peningkatan meskipun belum optimal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Project Based Learning berbantuan puzzle efektif meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada pembelajaran IPA. Model ini direkomendasikan untuk diterapkan oleh guru sebagai alternatif pembelajaran inovatif yang menyenangkan, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21.