Nikmatul Khayati
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Holistic Nursing Care Approach

Pemenuhan kebutuhan rasa nyaman pada remaja putri dengan dismenore melalui intervensi senam dismenore Widya Fitri Amaliyah; Nikmatul Khayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i2.12848

Abstract

Dismenore adalah salah satu keluhan kram perut yang terjadi pada saat menstruasi. Dampak yang terjadi apabila dismenore tidak segera di tangani yaitu dapat meningkatkan kecemasan dan mengganggu aktivitas remaja. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan secara non farmakologi salah satunya dengan senam dismenore, karena pada saat melakukan senam jumlah dan ukuran pembuluh darah akan meningkat sehingga mampu mengurangi efek vasokontriksi yang disebabkan kontraksi otot dinding uterus yang menjadi penyebab dismenore, selain itu saat seseorang melakukan senam hormon endorfin yang merupakan penghilang nyeri alami juga akan meningkat. Tujuan studi ini untuk mengetahui adanya penurunan skala nyeri dismenore pada remaja putri setelah diberikan senam dismenore. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan, subjek studi ini adalah remaja putri dengan skala nyeri dismenore sedang (4-6), tidak meminum jamu-jamuan dan melakukan aktivitas fisik serta remaja putri dengan siklus menstruasi teratur. Hasil studi ini menunjukkan bahwa senam dismenore mampu menurunkan skala nyeri sebanyak 3 pada masing-masing subjek studi kasus, sehingga pada subjek studi kasus 1 dari 6 menjadi 3 dan pada kasus 2 dari skala nyeri 5 menjadi 2. Senam dismenore hendaknya dapat menjadi terapi komplementer dalam memanajemen nyeri karena selain mampu menurunkan nyeri juga dapat dilakukan dengan mudah dan tanpa biaya yang mahal.
Aplikasi rolling massage punggung terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas Anis Nur Fatimah; Sri Rejeki; Nikmatul Khayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v5i1.13155

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi alami terbaik untuk bayi karena memiliki kandungan zat dan energi yang dibutuhkan oleh bayi selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. ASI yang tidak lancar diakibatkan karena terhambatnya hormon prolaktin membuat ASI terhambat karena tingginya kadar estrogen saat melahirkan. Terapi non farmakologi yang dapat mempercepat produksi ASI Rolling Massage punggung. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasikan pijat Rolling Massage punggung untuk meningkatkan suplai ASI. Metode yang diterapkan dalam  studi kasus ini adalah penelitian deskriptif studi dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi adalah 3 orang ibu nifas yang  memenuhi kriteria inklusi antara lain ibu nifas yang dengan ASI tidak lancar, ibu nifas dengan usia 20-35 tahun, ibu nifas hari ke 2-4 hari. Pemberian Rolling Massage dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore selama 3 hari berturut-turut selama dengan gerakan empat gerakan secara berulang selama 10-15 menit,menggunakan alat ukur lembar obervasi BAB dan BAK selama 24 jam. Hasil dari pemijatan Rolling Massage punggung selama 3 hari pada pagi dan sore hari selama 10-15 menit adalah  peningkatan produksi ASI disertai dengan BAB dan BAK bayi yang lebih banyak selama tiga hari dengan rata-rata peningkatan BAK 7 kali dalam 24 jam pada hari ke 3 setelah dilakukan intervensi. Pemijatan Rolling Massage punggung dapat melancarkan dan meningkatkan suplai ASI pada ibu nifas dengan cara memberikan rangsangan pemijatan pada tulang belakang dengan meletakan costae 5-6  tulang rusuk pada scapula dengan gerakan pemijatan memutar. Rangsangan pada Rolling Massage dapat membantu ibu merasa lebih nyaman dan membantu meningkatkan kelancaran suplai ASI. Hasil yang diperoleh dari ketiga respoden setelah dilakukan intervensi berupa terapi Rolling Massage punggung selama 3 hari adalah produksi ASI yang meningkat dapat dilihat dari lembar observasi peningkatan produksi ASI.
Pijat oketani efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui pasca sectio caesarea Siska Zahrotun; Nikmatul Khayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15602

Abstract

Persalinan metode sectio caesarea dapat menimbulkan komplikasi berupa kesulitan menyusui akibat keterlambatan ibu dalam melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada jam pertama setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya stimulasi produksi Air Susu Ibu (ASI) sehingga produksi ASI kurang. Upaya untuk mengatasi kondisi ini dengan terapi non farmakologis berupa pijat oketani. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan pijat oketani terhadap peningkatkan produksi ASI pada ibu post partum sectio caesarea di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan proses keperawatan pada 3 subjek studi. Pengambilan data dilakukan pada subyek studi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu tidak ada riwayat operasi payudara atau tumor payudara, kehamilan tunggal, usia kehamilan 38-42 minggu (aterm), tidak ada kelainan anatomi pada payudara, bayi bisa menyusu. Intervensi yang dilakukan yaitu pijat oketani selama 3 hari dengan 6 kali pertemuan selama 15 menit pemijatan. Hasil studi kasus menunjukkan 3 subyek studi mengalami peningkatan pada frekuensi menyusui, BAK dan BAB. Pada subjek 1 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 4x/hari; BAK 4x/hari; BAB 2x/hari; subyek 2 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 3x/hari; BAK 4x/hari; BAB 2x/hari; subyek 3 frekuensi menyusui meningkat sebanyak 7x/hari; BAK 4x/hari; BAB 1x/hari. Pijat oketani efektif dalam meningkatkan produksi ASI karena adanya rangsangan pada alveoli yang dapat merangsang hormon prolaktin.