Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENANGANAN DAN PENGUJIAN MUTU FISIK BENIH KALAPI (Kalappia celebica Kosterm) Asrianti Arif; Alvin Alvin; Husna Husna; Faisal Danu Tuheteru
Jurnal Ecogreen Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.901 KB)

Abstract

ABSTRACTKalapi (K.celebica Kosterm.) is an endemic and endangered plant species in Sulawesi and categorize as monotypic species in the Fabaceae family. Kalapi, since 1998, listed as endangered. However, researches about kalapi still limited, such research that related to the handling of the seeds, the dimensions of fruits and seeds, as well as testing of physical quality of seeds has not been done. So that, the purpose of this study was to determine  handling of seeds, measuring the dimensions of fruits and seeds as well as testing of physical quality of seeds. Seed was collected from natural forest of Abuki, Village of Anggoro, District of Abuki, Konawe. Testing of physical quality of Kalapi was conducted at the Laboratory of Forestry, Faculty of Forestry and Environmental Sciences, Halu Oleo University, Kendari. Research was carried out for 4 months. Related to seed handling, technique to collect seed was by climbing and taking under trees. Physiologically, mature fruit has been colored brownish. Fruits that have been collected were stored in sacks and plastic. Fruits were extracted by using dry extraction. Based on, the dimensions of fruits and seeds observation, the length of the fruit averaged 7.081 cm (with ranged about 2.6-12.8 cm). While, the width of fruits has averaged 2.97 cm (with ranged about 1.7-4.6 cm). The mean length, width and thickness of each seed sized 11.33 mm (7.31-19.93 mm), 9.4 mm (5.99-11.90 mm) and 1.39 mm (0.7-2.02 mm), respectively. The number of seeds per fruit is 1-4 seeds. The average of purity of seeds that has been extracted is 99.51% with a range of 99.22-99.77%. Weight of 1000 of seeds grain is 99.1 g with a range of 91-103.6 g. Prediction of the number of seeds/kg is 10,113 grains of seeds / kg. Seeds moisture content is 13.12% with range of 11.3-13.12%. This research will support and provide important data about kalapi related to their seeds. Keywords: K. celebica Kosterm, character of seed physical, dimension of fruit and seed, Abuki.
EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERPOTENSI OBAT DI HUTAN PENDIDIKAN FAKULTAS KEHUTANAN DAN ILMU LINGKUNGAN UNIVERSITAS HALU OLEO Albasri Albasri; Faisal Danu Tuheteru; Lana Pratiwi
Jurnal Ecogreen Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.423 KB)

Abstract

ABSTRAK                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan apa saja berpotensi obat di Hutan Produksi Kelurahan Tobimeita Kecamatan Abeli Kota Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2016. Pengambilan sampel dengan metode jelajah Cruise Method, Metode Participatiry Rural Appraisal dan metode wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil identifikasi jenis tumbuhan berpotensi obat di Hutan Produksi Kecamatan Abeli Kota Kendari terdapat 35 jenis tumbuhan yang berfungsi sebagai obat dan famili zingiberaceae merupakan famili tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan  oleh masyarakat. Bagian (organ) tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Kelurahan Tobimeita Kecamatan Abeli adalah akar, air bunga, batang, daun, kulit kayu, rimpang, tangkai bunga dan seluruh bagian tumbuhan. Pengetahuan masyarakat tentang cara pemakaian tumbuhan obat bervariasi tergantung jenis tumbuhan yang digunakan. Cara pemakain tumbuhan obat yaitu direbus, dilumutkan, ditumbuk, diminum langsung, digigit langsung, dipotong-potong, dan diperas secara tunggal maupun secara campuran yang dapat mengobati penyakit-penyakit tertentu. Kata Kunci:        Hutan Produksi, Tumbuhan Obat, Hutan Pendidikan, Zingiberaceae.
SPORULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA LOKAL ASAL RIZOSFER KAYU KUKU [Pericopsis mooniana (Thw.) Thw] YANG DIPENGARUHI TAKARAN HYPONEX MERAH Husna Husna; Faisal Danu Tuheteru; Asrianti Arif; Abdal Fausi Renggaala
Jurnal Ecogreen Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.52 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian takaran terbaik hyponex merah terhadap sporulasi FMA lokal asal rizosfer kayu kuku. Penelitian dilakukan di Rumah Plastik Asosiasi Mikoriza Indonesia Cabang Sulawesi Tenggara dan Laboratotium Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO selama bulan Mei-September dengan menggunakan Rancangan Faktorial Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu faktor pertama  jenis FMA diantaranya Glomus sp. dan Acaulospora sp. dan faktor kedua yaitu hyponex merah diantaranya kontrol, 1 g/L, 2 g/L dan 3 g/L. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kolonisasi dan sporulasi FMA Glomus sp. pada perlakuan tanpa pemberian hyponex seiring dengan waktu pengamatan. Jenis FMA Glomus sp. mampu meningkatkan nodulasi, jumlah daun dan berat kering tanaman seiring dengan meningkatnya takaran hyponex merah. Perlakuan tanpa pemberian hiponex merah cocok untuk perbanyakan Glomus sp. Kata Kunci:, Glomus sp.,Hyponex Merah, sporulasi
ANALISIS KERAPATAN DAN PENYEBARAN POOTI (Hopea gregaria V.Slooten) DI SEKITAR SUNGAI LAHUNDAPE TAHURA NIPA-NIPA KOTA KENDARI Albasri Albasri; Faisal Danu Tuheteru; I Made Suardi Sanjaya
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.292 KB)

Abstract

ABSTRAKTahura Nipa-Nipa merupakan salah satu kawasan konservasi di Sulawesi Tenggara yang ditetapkan melalui SK Menteri Kehutanan No.103/Kpts-II/1999 seluas 7.877,5 ha. Tahura Nipa-Nipa memiliki potensi flora dan fauna yang sangat beragam salah satunya adalah jenis Pooti (Hopea gregaria). H. Gregaria adalah jenis pohon dari family Dipterocarpaceae yang berukuran sedang dan mencapai tinggi 35 m. H. gregaria memiliki penyebaran yang terbatas dan hanya ditemukan di Sulawesi Tenggara dan khususnya di Tahura Nipa-Nipa. H. gregaria juga dilaporkan sebagai jenis tumbuhan yang terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerapatan dan pola penyebaran H. gregaria di sekitar sungai Lahundape Tahura Nipa-Nipa Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi jalur berpetak yang diletakan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah individu H. gregaria 57 individu pada tingkat pohon, 96 individu tingkat tiang, 72 individu tingkat pancang dan 106 individu tingkat semai, dengan nilai kerapatan H. gregaria pada tingkat pohon 67,86 individu/ha, tingkat tiang 457,14 individu/ha, tingkat pancang 1.371,76 individu/ha dan 50.476,19 individu/ha. Pola penyebaran tumbuhan H. gregaria di sekitar Sungai Lahundape tersebar secara acak dengan nilai indeks morisita pada setiap tingkatan pertumbuhan < 1. Kata Kunci : Kerapatan dan sebaran Tegakan, Pooti, Tahura Nipa-Nipa
PENINGKATAN KAPASITAS BUDIDAYA JABON MERAH KELOMPOK TANI HUTAN MAJU MAKMUR Faisal Danu Tuheteru; Husna H; Wa Ode Yusriah; La Ode Kasno Arif
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i2.842

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan pengetahuan dan penguasaan teknologi budidaya jabon merah oleh anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Makmur. Metode untuk memperoleh data dilakukan dengan cara pre-test dan post test kepada 30 anggota KTH sebagai peserta penyuluhan dan bimbingan teknis (Bimtek) budidaya jabon merah yang dilakukan pada tanggal 13-14 Agustus 2020 di Desa Toburi, Bombana. Hasil tes menunjukkan bahwa secara keseluruhan peserta mengetahui dengan pasti jabon merah dan prospek ekonominya. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan dan penguasaan teknologi budidaya jabon merah secara signifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan dan Bimtek. Terjadi peningkatan lebih dari 85 % peserta dapat menghitung analisa usaha pembibitan jabon merah. Peningkatan kapasistas petani hutan perlu dilakukan melalui penyuluhan dan bimbingan teknis.
Tolerance of lonkida (Nauclea orientalis L.) seedlings inoculated with mycorrhizae against drought and waterlogging stress Faisal Danu Tuheteru; Asrianti Arif; Husna Husna; Basrudin Basrudin; Albasri Albasri; Irdika Mansur; Maman Turjaman; Miranda Hadiyanti Hadijah; Agnitje Rumambi; Budi Prasetya; Armila R Male
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 9, No 4 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2022.094.3725

Abstract

Abiotic stress is a limiting factor for plant growth and development. The use of arbuscular mycorrhizal fungi can reduce the negative effects of abiotic stress. This study aimed to determine the tolerance of Nauclea orientalis inoculated with mycorrhizae to drought and waterlogging stresses. This research was carried out at the Indonesian Mycorrhizal Association’s greenhouse and Forestry laboratory University of Halu Oleo in Kendari City, Southeast Sulawesi Province, Indonesia, from March to June 2019. The study used a factorial completely randomized design consisting of two factors. The first factor was Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) inoculations (A) consisting of a control, AMF types of Acaulospora sp.-1, and Claroideoglomus etunicatum.  The secod factor was environmental stress treatments (B) consisting of a control, soil moisture 25% of field capacity, 50% of field capacity, inundated as high the polybag (9 cm high) and inundated over the polybag. The results showed that local AMF was effective in improving plant growth. Interaction between inoculation of Acaulospora sp.-1 and environmental stress significantly increased AMF colonization on the N. orientalis roots. Inoculation of C.etunicatum significantly improved the N. orientalis growth. The treatment of drought stress with a field of 50% field capacity negatively influenced plant dry weight and the relative growth of the N. orientalis.
Response of growth and salinity tolerance of Nauclea orientalis L. seedlings to arbuscular mycorrhizal fungi Faisal Danu Tuheteru; Husna Husna; Asrianti Arif; Basrudin Basrudin; Albasri Albasri; Yudhi Renggaala; Wiwin Rahmawati Nurdin; Miranda Hadiyanti Hadijah2; Ikraeni Safitri
Journal of Tropical Mycorrhiza Vol. 1 No. 1: April 2022
Publisher : Asosiasi Mikoriza Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.949 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of AMF types on the increasing growth of Lonkida (Nauclea orientalis L.) plants under salinity stress conditions. This study was carried out in the plastic home of the Indonesian Mycorrhizal Association Southeast Sulawesi branch, Kendari City and Forestry Laboratory, for five months, march - July 2019. This study used a Factorial Completely Randomized Design consisting of 3 replications and three plant units. The first factor included treatment without AMF, Acaulospora sp1. and Clorideglomus etunicatum. The second factor includes Salinity 0 mM, 50 mM, 100 mM, 150 mM and 200 mM. The results showed that the interaction of AMF and salinity was not effective in increasing plant growth. Inoculation of AMF type C. etunicatum can increase height, plant dry weight, root shoot ratio, seed quality index, and root colonization. N. orientalis has a high dependence on arbuscular mycorrhizal fungi. Giving 0 mM salinity increases height, diameter, number of leaves, plant dry weight, and seed quality index
PERKECAMBAHAN BENIH POLOLI (Lithocarpus celebicus (Miq.)) Rehder Faisal Danu Tuheteru; Winda Nita Sari; Husna Husna; Asrianti Arif; Albasri Albasri; Basrudin Basrudin; Miranda Hadiyanti Hadijah; wiwin Rahmawati Nurdin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.815 KB) | DOI: 10.33772/jc.v1i1.12344

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pembentukan kelompok Tani Pelestari Hutan di Taman Hutan Raya Nipa—Nipa (Tahura Nipa-Nipa) dan tingkat partisipasi anggota KPTH tahura Nipa-Nipa dalam pengelolaan Hutan.. Penelitian dini dilakukan di Tahura Nipa-Nipa pada kelurahan  Watu- watu dan Tipulu  dengan sampel sebanyak 70 KK. Variabel yang diamati adalah proses pembentukan KPTH berupa latar belakang dan tujuan pembentukan KPTH, serta tingkat partisipasi kelompok dalam pengelolaan Hutan di Tahura Nipa-Nipa. Data hasil penelitian ditabulasi dan diberi skoring berdasarkan skala Likert. Hasil penelitian adalah KPTH dibentuk pada awalnya karena adanya keinginan masyarakat untuk mengelola kawasan Tahura dengan lestari sekaligus dapat mensejahterakan anggotanya. Tingkat partispasi masyarakat pada tahap perencanaan pembentukan kelompok tergolong rendah, sedangkan tingkat partispasi anggota KPTH pada pengorganisasian dan pelaksanaan program tergolong tingkat partisipasi tinggi, hal ini disebabkan karena adanya kemauan masyarakat untuk mnegelola hutan secara lestari. Kata Kunci: KPTH, Taman Hutan Raya Nipa-Nipa, Partisipasi, pengelolaan hutan  Seed Germination of Pololi (Lithocarpus celebicus (Miq.)) RehderAbstract: This study aims to determine the process of forming a group of Forest Conservation Farmers in Nipa-Nipa Forest Park (Tahura Nipa-Nipa) and the level of participation of Nipa-Nipa Tahura KPTH members in forest management. watu and tipulu. This study used a simple random sampling method. The observed variables were the process of forming a KPTH in the form of the background and purpose of establishing a KPTH, as well as the level of group participation in forest management in Tahura Nipa-Nipa. The research data were tabulated and scored based on a Likert scale. The results of research on the background of the KPTH were formed is the desire of the community to manage the Tahura area sustainably while at the same time be able to prosper its members. The level of community participation at the planning stage of group formation is relatively low, while the level of participation of KPTH members in organizing and implementing programs is classified as a high level of participation, this is due to the willingness of the community to manage forests sustainably. Keywords: KPTH, Nipa-Nipa Forest Park, Participation, forest management
PENGARUH SKARIFIKASI DAN LAMA PENYIMPANAN BENIH TERHADAP VIABILITAS BENIH KAYU KUKU (Pericopsis mooniana[Thw]Thw.) Husna Husna; Andi Mahmud; Faisal Danu Tuheteru; Asrianti Arif; Albasri Albasri; Basrudin Basrudin; Wiwin Rahmawati Nurdin; Sedek Karepesina
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.515 KB) | DOI: 10.33772/jc.v1i1.12347

Abstract

Abstrak: Kayu kuku (Pericopsis mooniana [Thw] Thw.) merupakan jenis dari famili Fabaceae. Kayu kuku dilaporkan termasuk dalam jenis kayu lokal sulawesi yang saat ini masuk kategori terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas benih kayu yang dipengaruhi pengikiran dan lama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) cabang Sulawesi Tenggara selama 1 bulan (Mei). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (Ral Faktorial) dengan tiga kali ulangan dan tiap unit 50 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih tanpa skarifikasi memiliki nilai tertinggi pada peubah rata-rata waktu untuk berkecambah yaitu 10.58 hari. Penyimpanan benih 1 tahun mempunyai nilai tertinggi pada peubah persentase kecambah = 67,50%, daya kecambah = 66,50% dan rata-rata benih berkecambah perhari = 1,12 benih dan tidak berpengaruh signifikan terhadap perkecambahan benih. Perlakuan skarifikasi signifikan terhadap persen kecambah = 91.33%, daya kecambah = 91.00%, dan rata-rata benih berkecambah perhari = 1.52 benih. Benih kayu kuku perlu diskarifikasi sebelum dikecambahkan untuk mempercepat perkecambahan. Kata Kunci: kayu kuku, skarifikasi, perkecambahan The Effect of Scarification and Seed Storage Duration on The Viability of Kuku Wood Seeds (Pericopsis mooniana[Thw]Thw.)Abstract: Kayu kuku [Pericopsis mooniana (Thw) Thw.] is one of the species in the family Fabaceae. Kayu kuku is reportedly included in the local Sulawesi timber species which is currently in endangered category. This study aims to determine the viability of kayu kuku seeds which influences by scarification and the length of seed storage. This research carried out at the Indonesian Mycorrhiza Association greenhouse in the Southeast Sulawesi for one month (May 2019). This study used a completely randomized design on Factorial Ral with three replications and each unit of 50 seeds.The results showed that the seed without scarification had the highest value on the average time to germinate variable, which was 10.58 days. One year seed storage has the highest value on the variable percentage of germination = 67.50%, sprouts power = 66.50% and the average germination rate per day = 1.12 seeds and no significant effect on seed germination.Significant scarification treatment of sprout percent = 91.33%, germination power = 91.00%, and average germinating seeds per day = 1.52 seeds. The seed of Kayu Kuku needs to be clarified before germination to accelerate germination. Key words: Kayu kuku, scarification, Germination
Sosialisasi pembuatan pupuk organik vermikompos dan penerapannya pada sistem tumpangsari tanaman jagung pada perkebunan kelapa sawit Sitti Leomo; Sapto Raharjo; Sarinah Sarinah; Faisal Danu Tuheteru; Albasri Albasri; Waode Nuraida; Muhammad Afif Febrian Thahir; Fikar Fikar; Nur Hayati; Amiratul Anisa; Mawarni Mawarni
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024689

Abstract

Desa Lombuea merupakan salah satu desa di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa ini memiliki potensi kelapa sawit, namun produktivitasnya rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan melalui produksi dan aplikasi pupuk organik vermikompos. Banyak studi melaporkan bahwa aplikasi vermikompos dapat memperbaiki sifat tanah khususnya kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman pertanian dan perkebunan. Selain produktivitas rendah, pengetahuan petani atau masyarakat terkait produksi dan teknik penerapan juga masih rendah. Dengan demikian, perlu dilakukan sosiasilisasi terkait produksi pupuk organik vermikompos dan Teknik aplikasinya. Tujuan pelaksanaan KKN Tematik adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani terkait produksi dan penerapan vermikompos oleh petani kelapa sawit dari desa Lombuea. KKN tematik akan melibatkan 15 mahasiswa Universitas Halu Oleo. Tahapan pelaksanaan meliputi koordinasi tim KKN tematik dengan pemerintah desa, penyerahan mahasiswa KKN tematik, pelaksanaan kegiatan KKN (sosialisasi produksi vermikompos dan penerapannya), monitoring dan evaluasi serta penarikan mahasiswa KKN tematik. Luaran KKN yang akan dicapai adalah produk barang berupa pupuk organik vermikompos, 1 (satu) artikel jurnal pengabdian, berita kegiatan pada media massa local (cetak atau online) dan video kegiatan KKN Tematik.