Agus Setiawan
Fakultas Kehutanan Dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SOSIAL EKONOMI POLA AGROFORESTRI DI SUB DAS LAHUMBUTI HULU KABUPATEN KONAWE PROPINSI SULAWESI TENGGARA Agus Setiawan; La Ode Agus Salim Mando; Muh. Dassir; Yusran Yusran
Jurnal Ecogreen Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.89 KB)

Abstract

Population growth has substantially led to the need of food and land, both in the dry region or in the hilly area.  This study aims to determine the application of agroforestry patterns, income levels and social characteristics of agroforestry farmers in Sub-watershed upstream Lahumbuti. The study was conducted in June till September 2013 in Sub-watershed upstream Lahumbuti. The site was selected through the application of research purposive sampling preceded with field observations then stratified based on species composition, vegetation structure and cropping patterns. The data obtained were then analyzed qualitatively and quantitatively according to the type of data and research purposes. The data was collected through in depth interviews and survey methods. The analytical method used is the analysis of the functional characteristics and analysis of farming. The results indicated that the application of the patterns of agroforestry farmers with agrisilvikultur system that is a combination of agricultural crops and forestry, plantation and forestry and agricultural crops, plantations and forestry. A pattern of agroforestry land productivity contributes the highest income level at IDR. 22.910.000, ha/year.  Moreover, the pattern has a high social value supported by the considerable labor and more intensive farming activities  Keywords : Patterns, watersheds, land use, Konawe.
IDENTIFIKASI DAN EKSPLORASI MANFAAT TUMBUHAN OBAT PADA KAWASAN HUTAN PRODUKSI TERBATAS KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN Identification and Exploration for Benefit of Medicinal Plants in Limited Production Forest Areas Wolasi District South Konawe Regency Agus Setiawan; Rosmarlinasiah Rosmarlinasiah; Nurnaningsih Hamzah; I Made Arya Irmawan
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v3i1.26432

Abstract

ABSTRAK            Hutan Produksi Terbatas adalah areal lahan hutan yang dipertahankan sebagai kawasan hutan dan berfungsi untuk menghasilkan hasil hutan bagi kepentingan konsumsi masyarakat, industri, dan eksport. Hutan Produksi terbatas di Desa Lelekaa merupakan komponen penting dari Kesatuan Pengelolaan Gularaya atau hutan (KPH) dengan luas lahanya yaitu 40 Ha, secara administrasi jumlah penduduk Desa Lelekaa sekitar 303 KK. Menurut masyarakat Desa Lelekaa potensi tanaman obat yang terdapat dalam kawasan hutan produksi terbatas sangat beragam mulai dari tumbuhan berkayu sampai anakan, hingga pada tingkat tumbuhan jenis perdu.                       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan pemanfaatan tumbuhan obat di kawasan Hutan Produksi Terbatas Desa Lelekaa Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2018. Pengambilan sampel  dengan metode jelajah Cruise Method, Metode Participatiry Rural Appraisal dan metode wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil identifikasi jenis tumbuhan obat di kawasan Hutan Produksi Terbatas Desa Lelekaa Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan terdapat 26 jenis tumbuhan. Tumbuhan obat tersebut memiliki beranekaragam famili diantarnya yaitu famili Asteraceae dan Euphorbiaceae memiliki jenis tumbuhan yang banyak terdapat di Kawasan Hutan Produksi Terbatas Desa Lelekaa Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan.             Tumbuhan obat memiliki bagian (organ) tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Desa Lelekaa kecamatan Wolasi kabupaten Konawe Selatan adalah akar, batang, daun, kulit batang, rimpang, getah dan buah. Pengetahuan masyarakat tentang cara pemakaian tumbuhan obat bervariasi tergantung jenis tumbuhan yang digunakan. Cara pemakaian tumbuhan obat yaitu direbus, dilumutkan, ditumbuk, dimakan langsung, digigit langsung, dipotong-potong, dioles dan dibakar yang manfaatnya dapat mengobati penyakit-penyakit tertentu. Kata Kunci:     Hutan Produksi Terbatas, Tumbuhan Obat, Desa Lelekaa. Kecamatan Wolasi.ABSTRACT Limited Production Forest is an area of forest land that is maintained as a forest area and functions to produce forest products for the benefit of public consumption, industry, and export. Limited Production Forest in Lelekaa Village is an important component of the Gularaya forest of management unit (KPH) with a land area of 40 hectares, administratively the population of Lelekaa Village is around 303 families. According to the people of Lelekaa Village, the potential for medicinal plants found in the limited production forest area is very diverse, ranging from woody plants to tillers, to the level of shrubs.This study aims to determine the types and the use of in the Limited Production Forest area of Lelekaa Village, Wolasi District, South Konawe Regency. This research was carried out in October until December 2018. Sampling was carried out using the Cruise Method, Participatiry Rural Appraisal Method and interview methods, then analyzed descriptively qualitatively. The results of the identification of medicinal plant species in the Limited Production Forest area of Lelekaa Village, Wolasi District, Konawe Selatan Regency contained 26 plant species. These medicinal plants have various families including the Asteraceae and Euphorbiaceae families which have many plant species found in the Limited Production Forest Area, Lelekaa Village, Wolasi District, South Konawe Regency.Medicinal plants have plant parts (organs) used by the people of Lelekaa Village, Wolasi District, South Konawe Regency, namely roots, stems, leaves, bark, rhizomes, sap and fruit. Public knowledge about how to use medicinal plants varies depending on the type of plant used. How to use medicinal plants, namely boiled, crushed, ground, eaten directly, bitten directly, cut into pieces, smeared and burned which benefit can treat certain diseases.Keywords : Limited Production Forest, Medicinal Plants, Lelekaa Village. Wolasi District.
JENIS DAN KEANEKARAGAMAN SERTA PEMANFAATAN BAMBU OLEH MASYARAKAT KELURAHAN TOBIMEITA KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI Nurhayati Hadjar; Sitti Marwah; Mustika Sari; Sahindomi Bana; zakiah Uslinawaty; Niken Pujirahayu; Nurnaningsih Hamzah; Abigael Kabe; Agus Setiawan
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.322 KB) | DOI: 10.33772/jc.v1i1.12348

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman bambu yang terdapat di Kelurahan Tobimeita Kecamatan Nambo Kota Kendari (2) Untuk mengetahui bentuk pemanfaatan bambu oleh masyarakat di Kelurahan Tobimeita Kecamatan Nambo Kota Kendari.  Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tobimeita Kecamatan Nambo Kota Kendari pada Bulan Juli-November 2018 menggunakan metode observasi lapangan dengan anilisis vegetasi untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman bambu dan wawancara untuk mengetahui pemanfaatan bambu oleh masyarakat.  Hasil penelitian menujukan bahwa, terdapat 5 jenis bambu  yaitu bambu wuluh (Schizotachyum blumei) berjumlah 288 rumpun dengan keanekaragaman 0,262, bambu kuning (Bambusa vulgaris var. Striata ex Wendl) terdapat 3 rumpun dengan keanekaragaman 0,042, bambu ampel (Bambusa vulgaris Scharder ex Wendland) berjumlah 22 rumpun dengan keanekaragaman 0,179,  bambu wulung (Gigantochloa atroviolacea) terdapat 56 rumpun keanekaragaman 0,299 dan bambu betung (Dendrocalamus asper) terdapat 26 rumpun dengan keanekaragaman yaitu 0,198.  Jenis bambu yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Tobimeita yaitu bambu betung yang digunakan untuk pagar, kandang ayam, lantai rumah atau lantai gazebo dan bambu wuluh yang digunakan untuk tiang tempat menjalar sayuran kacang panjang, peyangga atap tradisional seperti  atap rumbia  dan dinding anyaman bambu. Kata Kunci:  Bambu, jenis Bambu, Keanekaragaman dan Pemanfaatan  Types, Diversity and Use of Bamboo by Tobimeita Village, Nambo Sub-District, Kendari CityAbstract:  This study aims (1) to determine the type and diversity of bamboo found in Tobimeita Village, Nambo Sub-District, Kendari City (2) to find out the form of bamboo use by the community in Tobimeita Sub-District, Nambo Sub-District, Kendari City. This research was conducted in Tobimeita Sub-District, Nambo Subdistrict, Kendari City in July-November 2018 using a field observation method with vegetation analysis to determine the type and diversity of bamboo and interviews to find out the use of bamboo by the community. The results showed that there were 5 types of bamboo, namely wuluh bamboo (Schizotachyum blumei) with 288 clumps with diversity 0,262, yellow bamboo (Bambusa vulgaris var. Striata ex Wendl) there were 3 clumps with a diversity of 0,042, bamboo ampel (Bambusa vulgaris Scharder ex Wendland) there were 22 clumps with diversity of 0.179, wulung bamboo (Gigantochloa atroviolacea) there were 56 clumps of diversity 0,299 and betung bamboo (Dendrocalamus asper) there were 26 clumps with diversity which was 0,198. The type of bamboo used by the community of Tobimeita Village is betung bamboo which is used for fencing, chicken coop, house floor or gazebo floor and wuluh bamboo which is used for pillars spreading long bean vegetables, traditional roof supports such as thatched roofs and woven bamboo walls. Keywords: Bamboo, Bamboo Type, Diversity and Utilization.
Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah dan Status Kesuburan Tanah Pada Perkebunan Pala di Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara Darwis Suleman; Dewi Nurhayati Yusuf; Agus Setiawan
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.9577

Abstract

Biji pala merupakan salah satu komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan tanaman pala harus didukung dengan kondisi kesuburan tanah yang memadai. Atas dasar tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis beberapa sifat kimia tanah dan status kesuburan tanah pada areal perkebunan pala di Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada tanah Inceptisol yang terdiri dari sub ordo Endoaquepts dan Dystrudepts. Penelitian dilakukan dalam bentuk survey, dimana titik sampel ditetapkan secara sengaja (purposive) pada tiga titik yakni T1 di desa Wantulasi, T2 di desa Lansiwa dan T3 di desa Matalagi. Pada setiap titik diambil 5 subsampel pada kedalaman 0-60 cm kemudian dikompositkan menjadi satu. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH tanah bervariasi antara 6,7 hingga 7,3, C-organik sangat rendah sampai rendah (0,62-1,8%), P tersedia sangat rendah sampai rendah (4,06-9,06 mg/kg), K tersedia rendah (0,11-0,14 me 100 g⁻¹), KTK rendah sampai sangat tinggi (15,50-57,17 me 100 g⁻¹), KB sedang (50,05 – 54,53 %). Dari penilaian sifat-sifat kimia tanah maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kesuburan tanah di lokasi penelitian termasuk rendah. Faktor pembatas utama kesuburan tanah pada T1 adalah kadar C organik rendah serta P dan K pada semua lokasi, sehingga untuk memperbaiki kesuburan tanah perlu dikombinasikan penggunaan pupuk organik dan anorganik.