Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui tentang MP-ASI Pangan Lokal di Puskesmas Ulu Siau Timur Malonda, Nancy Swanida; Sanggelorang, Yulianti; Taroreh, Mercy I R
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol 3, No 1 (2021): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.3.1.2021.36801

Abstract

Hasil penelitian yang telah dilakukan pada anak umur 36-59 bulan di daerah pesisir Kabupaten Sitaro Provinsi Sulawesi Utara tahun 2019, diperoleh data bahwa 67.2% anak tidak diberikan  ASI Eksklusif, 22,5 % anak dengan pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) yang tidak tepat, dan ditemukan 36.5% atau 50 anak yang mengalami stunting.  Pemberian MP-ASI yang tidak tepat dapat mempengaruhi terjadinya stunting. Wilayah Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), memiliki potensi ketersediaan pangan local yang dapat diolah menjadi MP-ASI. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui tentang pemberian MP-ASI dan memperkenalkan  jenis MP-ASI berbasis pangan lokal di wilayah kerja Puskesmas Ulu Siau, sehingga ada perubahan perilaku masyarakat sesuai dengan informasi yang disampaikan. Jenis metode yang dilaksanakan adalah penyampaian informasi secara langsung berupa kegiatan penyuluhan. Agar metode yang dipilih dapat berjalan efektif dan efisien, perlu didukung dengan media dan alat yang tepat  yaitu media elektronik (laptop, LCD) dan media cetak yaitu leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui tentang pemberian MP-ASI dan cara memanfaatkan bahan pangan lokal yang ada untuk diolah menjadi MP-ASI. Penyuluhan MP-ASI berbasis pangan lokal, memberikan pengetahuan untuk perubahan perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI sesuai syarat pemberiannya kepada  anak usia 6-24 bulan. Kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menyediakan MP-ASI secara mandiri dalam memanfaatkan pangan lokal yang tersedia untuk mencegah stunting.
Ekstraksi Daun Gedi (Abelmoschus manihot L) Secara Sekuensial dan Aktivitas Antioksidannya Mercy Taroreh; Sri Rahardjo; Pudji Hastuti; Agnes Murdiati
agriTECH Vol 35, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.321 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9338

Abstract

Gedi’s leave is one of the raw material in tinutuan porridge, a traditional food from Manado Indonesia. The leaves was extracted by various solvent to dissolve all of the compound. The aim of this study was to compare the profile and antioxidant activities of the extract in various sequence of solvent. Hexane, aseton, and methanol were used to dissolve a non polar, semi polar and polar component, respectively. All of the extract were analysed for its antioxidant activities. The profile of extract were indicated by total phenol and total flavonoid meanwhile antioxidant activities was measured by radical scavenging activity DPPH, metal chelating and singlet oxygen quenching. The result indicated the sequence of hexane – aseton – methanol contain the highest of total phenol and flavonoid compare to the others with 10.67±0.49 mg GAE/g extract and 2.33±0.026 mg quersetin/g extract. The sequence also showed the highest of antioxidant activities at 150 μg/mL extract with 67.47%; 48.07% and 38.66% for percentage of inhibition DPPH, value of metal chelating and singlet oxygen, respectively.ABSTRAKDaun Gedi (Abelmoschus manihot L) merupakan salah satu bahan utama tinutuan, makanan tradisional Manado.Penelitian tentang profil dan aktivitas antioksidan dari daun Gedi telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi dan membandingkan profil dan aktivitas antioksidan dari daun gedi yang diekstraksi secara sekuensial dengan pelarut heksana, aseton dan metanol. Ekstrak daun gedi selanjutnya dianalisis kandungan total fenolik dan flavonoid, sedangkan aktivitas antioksidannya dilakukan secara in vitro meliputi penangkal radikal bebas DPPH, pengkelat logam dan penstabil oksigen singlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sekuensial heksanaaseton-metanol (ESHAM) memiliki total fenol dan total flavonoid yang tertinggi dibandingkan dengan ekstrak lainnya,masing-masing sebesar 10,67±0,49 mg GAE/g ekstrak dan 2,33±0,026mg kuersetin/g ekstrak. ESHAM juga memiliki aktivitas antioksidan yang paling tinggi, dengan persentase penghambatan DPPH sebesar 67,47%; persen pegkelat logam sebesar 48,07% dan persen penghambatan oksigen singlet sebesar 38,66% pada konsentrasi 150μg/mL esktrak. Kesimpulan senyawa fenolik pada daun gedi bersifat polar sehingga menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi pada pelarut polar.
Potensi Senyawa Polifenol Antioksidan dari Pisang Goroho (Musa sapien sp.) Edi Suryanto; Lidya Irma Momuat; Mercy Taroreh; Frenly Wehantouw
agriTECH Vol 31, No 4 (2011)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.502 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9636

Abstract

Goroho banana is food material that has positive content effect on human body. The aims of this research were toanalyze polyphenolic content and to examine antioxidant activity of goroho. Polyphenolic antioxidant of goroho was extracted using methanol, ethanol and acetone for 2 hours at room temperature. Furthermore. extract was analyzed polyphenol content, such as total phenolic, total flavonoidand condensed tannin content. To examine antioxidant activity, free radical DPPH scavenging and total antioxidant (FRAP) were used by spectrophotometer analysis. Beside that, the best extract was evaluated its heat stability at 1000C for 15, 30, 45, 60 and 120 minutes.The highest total phenolic content was in acetone extract 181.87 mg/kg sample, total flavonoid content 4.75 mg/ kg sample in ethanol extract and condensed tannin 54.63 mg/kg sample in aceton extract. Acetone extract of goroho show the highest free radical scavenging activity (94.32%) compare to ethanol extract (85.39 %) and methanol extract (76.38 %). Although examination of total antioxidant (FRAP) on aceton extract of goroho showed the highest content than methanol and ethanol extract. Total antioxidant  from acetone, methanol and ethanol extract were 1.83; 1.74; and1.74 μmol/L. This examination resulted that at 1000C there are alterations in phenolic content, free radical scavenging activity and total antioxidant after heating 120 minutes, although this three parameters alteration did not show extremedecreasing after 60 minute heating, because it still possess high activity, more than 80%. This result indicate goroho extract stability on heating depend on heating time. This results concluded that goroho possess to phenolic, flavonoid and tannin, also antioxidant activity.ABSTRAKPisang goroho merupakan bahan makanan yang memiliki efek positif bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis kandungan senyawa polifenol dan menguji aktivitas antioksidan pisang goroho. Ekstraksi senyawa polifenol antioksidan dari pisang goroho menggunakan pelarut metanol, etanol dan aseton selama 2 jam pada suhu kamar. Selanjutnya  masing-masing  ekstrak  dianalisa  kandungan  senyawa polifenol  yang  meliputi  total  fenolik, flavonoid dan tannin terkondensasi.Untuk mengetahui aktivitas antioksidan diuji berdasarkan kemampuan menangkal radikal bebas DPPH dan kandungan total antioksidan ekstrak menggunakan spektrofotometer. Selain itu, ekstrak terbaik pisang goroho juga dievaluasi stabilitasnya terhadap panas pada suhu 100oC selama 15, 30, 45, 60 dan 120 menit. Hasil analisis kandungan total fenolik tertinggi terdapat pada ekstrak aseton sebesar 181,87 mg/kg sampel, kandungan total flavonoid sebesar 4,75 mg/kg sampel terdapat pada ekstrak etanol dan kandungan tannin terkondensasi sebesar54,63 mg/kg sampel terdapat pada ekstrak aseton. Ekstrak asetonpisang goroho memiliki aktivitas penangkal radikal bebas tertinggi (94,32%) dibandingkan ekstrak etanol(85,39%) dan metanol (76,38%). Sedangkan pada penentuan total antioksidan ekstrak aseton buah pisang goroho memiliki total antioksidan tertinggi dibandingkan ekstrak metanol dan etanol. Kandungan total antioksidan dari ekstrak aseton, metanol dan etanol berturut-turut adalah 1,83; 1,74; dan 1,74 mmol/100 g. Hasil pengujian stabilitaspada pemanasan 100oC memperlihatkan perubahan kandungan total fenolik, aktivitas penangkal radikal bebas dan total antioksidan selama 120 menit. Akan tetapi, perubahan ketiga pengujian ini tidak menunjukkan penurunan yang tajam selama 60 menit pemanasanyang masih memperlihatkan aktivitas lebih besar 80%. Hasil ini mengindikasikan bahwa stabilitas ekstrak pisang goroho terhadap panas sangat tergantung pada lamanya pemanasan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pisang goroho mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan tannin serta memiliki aktivitas antioksidan.
BUBUR INSTAN BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL DENGAN INDEKS GLIKEMIK RENDAH Juenita Elfunam Mado; Dekie Rawung; Mercy Taroreh
Media Gizi Pangan Vol 27, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.099 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v27i2.1665

Abstract

     Dalam pendekatan indeks glikemik (IG) menjelaskan tidak semua pangan sumber karbohidrat memiliki efek yang sama dalam meningatkan kadar glukosa darah. Bubur instan merupakan produk yang dapat dikembangkan sebagai pangan fungsional dan sumber karbohidrat yang digunakan adalah pisang goroho, pisang “mulubebe” indigenous Halmahera Utara, sagu baruk dan tepung mocaf. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai indeks glikemik produk olahan  bubur instan berbasis pangan lokal.      Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian eksperimen dengan empat perlakuan. Analisis indeks glikemik menggunakan desain rancangan one-shot case study pada sampel tikus putih (Rattus novergicus). Besarnya pengaruh pangan uji terhadap glukosa darah sampel dapat diketahui melalui perbandingan dengan pangan acuan. Hasil penelitian dijelaskan secara deskriptif yaitu untuk melihat hasil indeks glikemik dari bubur instan berbasis pangan lokal.      Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai indeks glikemik bubur instan yang temasuk daam ketegori IG rendah yaitu bubur pisang goroho (31,88), bubur instan sagu baruk (39,43), dan bubur instan pisang “mulubebe” (43,35). Sedangkan bubur instan yang memiliki IG sedang yaitu bubur instan mocaf (62,19). Hasil perhitungan beban glikemik bubur instan yang memiliki beban glikemik rendah adalah bubur instan pisang goroho (8,17) sedangkan yang memiliki beban glikemik sedang yaitu bubur instan pisang “mulubebe” (11,88), bubur instan sagu baruk (12,02) dan bubur instan mocaf (17,16).      Penelitian ini memiliki kesimpulan bahwa penggunaan sumber karbohidrat dari pangan lokal yang berbeda yaitu tepung pisang goroho, tepung pisang “mulubebe”, tepung sagu baruk, tepung mocaf pada bubur instan memberikan pengaruh terhadap nilai indeks glikemik. Formulasi bubur instan pisang goroho dapat direkomendasikan sebagai pangan fungsional yang memiliki nilai indeks glikemik rendah yang baik untuk penderita diabetes melitus dan juga untuk individu sehat yang ingin mempertahankan kadar glukosa darah.
Chemical Characteristics Of Muate Flour (Pteridophyta filicinae) As Traditional Food For The Community Of Kimaam Island Esebius Ndumuye; Tineke M. Langi; Mercy I. R. Taroreh
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 3 No. 2 (2022): EDISI JULI-DESEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v3i2.44440

Abstract

Muate flour is one of the traditional foods of the people on Kimaam Island which has the Ndambu cultural tradition, namely a party to show farmers' garden products or tubers including muate flour processed from the roots of ferns. This study uses a descriptive method of laboratory experiments. which consists of 2 treatments for processing muate flour, namely A (wet method) and B (dry method). Parameters observed included yield, water content, ash content, fat content, protein and carbohydrate content. Based on the research results, muate flour has a yield: A = 60%. B= 20%. And the chemical content is A: 16.70% water, 0.50% ash, 0.79% fat, 1.92% fiber, 1.79% protein, 80.22% carbohydrates, 96.41% hydrolyzed carbohydrates. And B: 15.50% water, 3.14% ash, 0.72% fat, 3.49% fiber, 2.22% protein, 78.42% carbohydrates and 87.43% hydrolyzed carbohydrates. Keywords: Ferns, Muate Flour, Kimaam, Characteristics. Abstrak Tepung muate adalah salah satu pangan tradisional masyarakat di pulau Kimaam yang memiliki tradisi budaya Ndambu yaitu pesta untuk mempertontonkan hasil kebun petani atau umbi – umbian termasuk tepung muate olahan dari akar tumbuhan paku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimen laboratorium. yang terdiri dari 2 perlakuan cara pengolahan tepung muate yaitu A (cara basah) dan B (cara kering). Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan karbohidrat. Berdasarkan hasil penelitian tepung muate memiliki Rendemen: A= 60%. B= 20%. Dan kandungan kimianya yaitu A: 16.70% air, 0.50 % abu, 0.79% lemak, 1.92% serat, 1.79% protein, 80.22% karbohidrat, 96.41% karbohidrat hidrolisis. Dan B: 15.50% air, 3.14% abu, 0.72% lemak, 3.49% serat, 2.22% protein, 78.42% karbohidrat dan 87.43% karbohidrat hidrolisis. Kata Kunci: Tanaman Paku, Tepung muate, Kimaam dan Karakteristik
Development Snack Bar Composite Flour of Goroho Banana (Musa Acuminata), Purple Yams (Ipomoea Batatas L.) And Green Bean (Vigna Radiata) Erny J.N. Nurali; Eka T. P. Ruindungan; Mercy I.R. Taroreh; Dekie Rawung; Joachim J. E. Ossoe
Jurnal Agroekoteknologi Terapan Vol. 4 No. 1 (2023): EDISI JANUARI-JUNI 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jat.v4i1.46478

Abstract

Snack bars are an emergency food source of energy because they contain sufficient calories and complete nutrition. The purpose of this research is to (1) Analyzed the nutritions content (moist, ash, protein, fat, carbohydrate dan crude fiber) of the snack bar made from composite flour of goroho plantain, purple sweet potato, and mung beans, (2) evaluate the sensory preferences of snack bars which is made from composite flour of goroho plantain, purple sweet potato, and mung beans preferred. This research was used a completely randomized design (CRD) with various treatments of goroho banana flour, purple sweet potato flour, mung bean flour, namely A (25% : 45% : 30%), B (35% : 35% : 30%) , C (45% : 25% 30%), D (55% : 15% : 30%). The result showed that the nutritional content of the composite flour snack bar of goroho plantain, purple sweet potato, and green beans have an average value of moist (11.82% - 15.09%), ash (2.31% - 3.03%) , protein (10.96% - 12.71%), fat (8.23% - 8.99%), carbohydrates (62.63% - 63.86%), crude fiber (2.17% - 3.15%) and total calories 375,5 kkal – 383,39 kkal with a preference for color is 4.58 - 5.3 (slightly like), aroma is 4.70 - 4.84 (slightly like), taste is 4.17 - 4.96 (neutral - moderately like), and texture is 3.60 – 4.41 (neutral). Keywords: Snack bar, Goroho Plantain Flour, Purple Sweet Potato Flour, Mung Bean Flour . Abstrak Snack bar merupakan pangan darurat sumber energi karena mengandung kalori yang cukup dan gizi yang lengkap. Tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis kandungan gizi (kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar serat kasar dan total kalori) snack bar tepung komposit pisang goroho, ubi jalar ungu dan kacang hijau (2) mengevaluasi tingkat kesukaan produk snack bar tepung komposit pisang goroho, ubi jalar ungu dan kacang hijau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan variasi tepung pisang goroho, tepung ubi jalar ungu, tepung kacang hijau, yaitu A (25% : 45% : 30%), B (35% : 35% : 30%), C (45% : 25% 30%), D (55% : 15% : 30%). Hasil kandungan gizi snack bar tepung komposit pisang goroho, ubi jalar ungu, dan kacang hijau memiliki nilai rata-rata yaitu kadar air (11,82% - 15,09%), kadar abu (2,31% - 3,03%), kadar protein (10,96% - 12,71%), kadar lemak (8,23% - 8,99%), karbohidrat (62,63% - 63,86%), serat kasar (2,17% - 3,15%) dan total kalori 375,5 kkal – 383,39 kkal dengan tingkat kesukaan terhadap warna 4,58 - 5,3 (agak suka), aroma 4,70 - 4,84 (agak suka), rasa 4,17 - 4,96 (netral - agak suka), dan tekstur 3,60 – 4,41 (netral). Kata kunci: Snack Bar, Tepung Pisang Goroho, Tepung Ubi Jalar Ungu, Tepung Kacang Hijau
Evaluation, Characterization of Fiber Content, and Antioxidant Activity of Corncob (Zea mays L.) during Alkalization Edi Suryanto; Mercy I.R. Taroreh
Molekul Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2022.17.2.5179

Abstract

Corncob fiber powder was prepared by alkaline process, and their effects were investigated on the composition, physicochemical, and antioxidant properties of dietary fiber (DF) products. DF content was determined using AOAC enzymatic-gravimetric analysis, while chemical composition in fiber was observed on cellulose, hemicellulose, and lignin. The results showed that cellulose content of significantly increased while hemicellulose and lignin was observed decreasing. Correspondingly, content of the insoluble, soluble, and total DF of corncob was increased by 14.72-20.77, 28.86-47.43, and 15.12-21.42%, respectively. Furthermore, the particle size of DF is distributed in a range from 58.50-83.90 µm. XRD analysis showed the characteristics of cellulose that exhibited increasing crystalline degree from 29.33% to 53.53% and 59.62%, respectively. FTIR shows that the DF matrix structure does not change and in the presence of special structures of cellulose compounds. The SEM results showed that the alkaline process could significantly decrease the particle size and influence on the physicochemical and functional properties of corncob insoluble DF. The results also showed that DF extract has lower DPPH radical scavenging activity. The results suggest that corncob DF have good potential candidate for dietary fiber containing antioxidant ingredient and for their further applications in food.
Aktivitas Antioksidan Yoghurt Sinbiotik Berbasis Daging Kelapa Muda (Cocos nucifera L.) dan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) Winie Vania Tasya Siswandi; Gregoria Sri Suhartati Djarkasi; Maya M. Ludong; Thelma D. J. Tuju; Mercy I. R. Taroreh; Erny J. N. Nurali
Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jteta.v14i1.50647

Abstract

Synbiotic yogurt is a semi-thick liquid drink containing prebiotics and probiotics. The research objectives were to analyze the physical and chemical properties, measure antioxidant activity, and determine the level of preference for color, taste, aroma, and texture of synbiotic yogurt based on young coconut meat and purple sweet potato. The method used was a completely randomized design (CRD) with the addition of purple sweet potato pulp (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%). The results of the research on synbiotic yogurt based on young coconut meat and purple sweet potato have an average viscosity of 10,27 cP-10,90 cP, pH 3,86 – 4,01, total dissolved solids 7,83°Brix-8,17°Brix, total acid 0,84%-0,98%, color 4,47-5,93 (neutral-like very much), taste 4,30-5,00 (neutral-like), aroma 4,70-5,33 (like) and texture 4,63-5,47 (like) and antioxidant activity in treatment P5 (25% purple sweet potato pulp) percent inhibition 86,88% and IC50 80,73 ppm (strong).
Kandungan Protein, Kekerasan Dan Daya Terima Cookies Tepung Komposit Sagu Baruk (Arenga microcarpa) Dan Kacang Hijau (Vigna radiata) Hariyati Lasaji; Jan Rudolf Assa; Mercy I. R. Taroreh
Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jteta.v14i1.51040

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the protein content, hardness and acceptability of cookies with sago Baruk and mung bean composite flour. This study used the CRD method (Completely Randomized Design), which consisted of 4 treatments and 3 repetitions as follows: F0 sago baruk flour 100%:0% mung bean flour, F1 sago baruk flour 70%:30% mung bean flour, F2 sago baruk flour 60%:40% mung bean flour and F3 sago baruk flour 50%:50% mung bean flour. Then the protein content analysis, hardness and acceptability test were carried out. The results of this study indicate that the composite flour cookies of sago baruk and mung bean yielded protein content, namely F0 obtained a value of 2.77%, F1 obtained a value of 8.33%, F2 obtained a value of 10.17% and F3 obtained a value of 11.86%. The study also showed that the hardness of cookies with composite flour of sago Baruk and green beans were F0 with a value of 6656.16 gf, F1 with a value of 5028.33 gf, F2 with a value of 3983.57 gf and F3 with a value of 3531.11 gf. Based on the panelists' response to the level of preference for cookies, the composite flour of sago baruk and mung bean with the most preferred response by the panelists was a mixture of 70% sago baruk flour and 30% mung bean flour which had a color preference value of 3.75 (like), taste 4.01 (likes), aroma 3.59 (likes), texture 4.07 (likes) with a protein content of 8.33%, water content of 3.65% and a hardness level of 5028.33 gf. Keywords: Cookies; Sago Baruk; Mung Bean; Protein, Hardness.
Beberapa Cara Penghambatan Reaksi Pencoklatan Enzimatis pada Tepung Pisang Goroho (Musa sp.) dan Aplikasinya pada Kue Bolu Natalia M. Hansang; Mercy I. R. Taroreh; Lana E. Lalujan
Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/jteta.v13i1.43277

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to compare the effect of several methods of inhibiting the enzymatic browning reaction on the physicochemical properties of goroho plantain flour. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments to prevent the browning reaction on goroho flour and cake. Blanching at 85°C for 5 min followed by soaking in 1% calamansi juice for 15 min. resulted in higher total phenol content and lighter colour both in flour and cake compared to those from other treatments. Soaking in 0.5% sodium metabisulfite solution for 15 min. resulted in higher peroxide value of flour and cake compared to those resulted from other treatments. In conclusion, blanching at 85°C for 5 min. combine with soaking in 1% calamansi juice for 15 min. resulted in the best plantain flour and cake.Keywords: enzymatic browning; goroho; plantain flour; cake.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pengaruh beberapa cara penghambatan reaksi pencoklatan enzimatis terhadap sifat fisikokimia tepung pisang goroho, dan kue bolu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Penggunaan suhu blansing 85°C selama 5 menit dilanjutkan dengan perendaman dalam sari jeruk kalamansi 1% selama 15 menit menghasilkan tepung dan kue bolu dengan kadar total fenol yang lebih tinggi serta warna yang lebih cerah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perendaman dalam larutan natrium metabisulfit 0,5% selama 15 menit menghasilkan bilangan peroksida tepung pisang goroho dan kue bolu yang lebih tinggi, dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Disimpulkan bahwa metode blansing pada suhu 85°C selama 5 menit dikombinasikan dengan perendaman dalam larutan jeruk kalamansi 1% selama 15 menit memberikan hasil tepung pisang goroho dan kue bolu yang paling baik.Kata kunci: pencoklatan enzimatis; pisang goroho; tepung, bolu.