Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Research Report - Social Science

KETERLIBATAN DAN KEPATUHAN INDONESIA DALAM PROSES G-20 Yulius Purwadi Hermawan; Ratih Indraswari; Sylvie Tanaga
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.545 KB)

Abstract

Penelitian kualitatif ini secara umum bertujuan untuk melihat bagaimana tata kelola ekonomi global dapat dibentuk melalui keterlibatan dan kepatuhan negara-negara yang mengambil bagian dalam pendekatan klub inklusif global. Secara khusus penelitian ini mengkaji dua pertanyaan utama: (1) inisiatif dan peran Indonesia dalam proses G-20 dan (2) kepatuhan Indonesia terhadap komitmen yang dibuatnya dalam G-20. Inisiatif dan peran dilihat dengan mengacu pada ide-ide yang disampaikan dalam G-20 dan keaktivan Indonesia dalam kelompok-kelompok kerja yang dibentuk G-20. Kepatuhan Indonesia melihat pada penerapan komitmen dalam bentuk kebijakan, regulasi maupun upaya lain yang dirancang untuk mengimplementasikan komitmen prioritas dalam G-20 khususnya dalam sektor finansial dan pembangunan. Penelitian ini juga melihat keterlibatan masyarakat sipil (CSO) dalam proses G-20 dengan memfokuskan pada persepsi CSO terhadap G-20 dan usulan-usulan yang mereka ajukan pada periode setelah penyelenggaraan KTT G-20 di Seoul (KTT Cannes dan Meksiko).
MATERIALISASI IDE INDONESIA DALAM INSTITUSI-INSTITUSI INTERNASIONAL Yulius Purwadi Hermawan; Ratih Indraswari; Ruth Ayu Hapsari; I Made Diangga
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.134 KB)

Abstract

Indonesia dalam lima tahun belakangan ini telah diasosiakan sebagai ‘emerging economy’, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia (the world’s third largest democracy), dan the world’s largest Muslim country.  Penelitian kualitatif ini mengkaji seberapa jauh ‘peningkatan label profil power’ Indonesia (setidaknya dalam bidang ekonomi dan demokratisasi) meningkatkan kemampuan pemerintah Indonesia dalam mempengaruhi proses pembentukan agenda dalam PBB, APEC, OKI, GNB dan G-20. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana Indonesia mendefinisikan peran ideational ketiga organisasi internasional tersebut dan bagaimana Indonesia berkontribusi dalam merealisasikan idenya dalam institusi-institusi internasional tersebut.
OPINI PUBLIK TERHADAP INTEGRASI REGIONAL Ratih Indraswari; Yulius Purwadi Hermawan; Adityo Anugroho Prananto; Judika Putri Sinaga
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.567 KB)

Abstract

Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun ke depan ASEAN akan memasuki babak baru dalam sejarah organisasi regional tersebut, yaitu pembentukan ASEAN Community 2015. Pembentukan komunitas ASEAN tersebut menandai dimulainya proses integrasi regional yang mengedepankan sebuah sebuah identitas regional: identitas ASEAN. Namun, kritik mempertanyakan apakah identitas ASEAN mungkin terbentuk mengingat ASEAN selama ini dipandang sebagai sebuah organisasi elit. Penelitian ini kemudian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana persepsi masyarakat ASEAN (mahasiswa Hubungan Internasional se-Bandung) terhadap proses integrasi regional; khususnya penganalisaan opini publik atas peran dari ASEAN identity terhadap proses integrasi regional. Penelitian dengan metode face-survei ini menggunakan pendekatan Lauren McLaren dalam pembentukan opini publik terhadap integrasi ASEAN, dengan memokuskan pada faktor: cognitive mobilization, rational-utilatiranism, socio-tropic utilitarinism dan symbolism threat.
Diplomasi Budaya di Kawasan Asia Tenggara Ratih Indraswari; Yulius Purwadi Hermawan
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.225 KB)

Abstract

Relasi politik di antara aktor-aktor internasional yang terus mengalami perubahan telah membentuk konstelasi politik kontemporer yang dinamis. Namun, diplomasi tetaplah menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari interaksi negara-negara di dunia. Perkembangan yang terjadi saat ini memaksa pada pembuat kebijakan untuk kembali melakukan evaluasi atas kebijakan-kebijakan yang telah ada. Pengerahan pasukan sebagai parameter kapasitas militer maupun pencapaian-pencapaian ekonomi saja terbukti tidak cukup. Dalam keadaan ini diplomasi budaya menawarkan solusi alternatif untuk mengurai komplesitas dari hubungan internasional, dengan mengutamakan budaya sebagai dasar dari soft power. Berbeda dengan diplomasi konvensional yang bergantung pada aktor-aktor formal maupun negara, konsep dari diplomasi modern ini memberikan ruang yang lebih luas bagi keterlibatan dari aktor-aktor non-negara. Hal ini sejalan dengan kenyataan praktik diplomasi saat ini yang tidak terbatas hanya pada hubungan antar-negara, namun telah meluas pada hubungan antar-masyarakat serta perorangan. Karya tulis ini mencoba untuk mengaplikasikan konsep diplomasi budaya pada kawasan Asia Tenggara dengan menggunakn analisis aktor yang berfokus pada peran dari aktor negara serta aktor non-negara.  
Komunikasi Internasional dalam Era Informasi dan Perubahan Sosial di Indonesia Sukawarsini Djelantik; Ratih Indraswari; Albert Triwibowo; Stanislaus Risadi Apresian
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3361.164 KB)

Abstract

Komunikasi Internasional dalam era Informasi, mengalami perubahan yang signifikan dalam dari segi aktor, metoda, dan efek yang ditimbulkan. Hadirnya internet beserta produk-produk informasi telah berhasil menembus hambatan geografis, batasan negara, ras, adat, budaya dll. Aktivitas warga negara sekarang semakin penting, mengingat setiap orang dapat langsung terhubung melalui jaringan informasi global. Kondisi ini juga menurunkan peran negara dalam pengambilan keputusan-keputusan penting. Era media massa elektronik seperti televisi yang khusus mempublikasikan berita (news television) juga perlahan digantikan dengan online media dan keberadaan media-media social dan jurnalisme warga. Perkembangan dalam teknologi komunikasi, beserta pengaruh-pengaruhnya bagi kehidupan bermasyarakat khususnya di Indonesia perlu diinformasikan dan disebarluaskan. Penelitian ini membahas perubahan pada pola Komunikasi Internasional sebagai akibat dari perkembangan teknologi informasi di Indonesia. Pembahasan dilakukan melalui 6 studi kasus yang mewakili pembahasan tentang budaya global, kemunculan jurnalisme warga, keberadaan organisasi internasional, praktek diplomasi,pembentukan opini publik, dan keamanan, khususnya organisasi terorisme internasional. Tujuan penelitian ini agar masyarakat pengguna teknologi komunikasi dan informasi semakin sadar akan perkembangan dunia dewasa ini. Lebih jauh, masyarakat secara umum dapat menyadari dan mengantisipasi perubahan-perubahan tersebut bagi diri, lingkungan keluarga, lingkungan sosial, maupun kehidupan berbegara.Kata-kata kunci: komunikasi, teknologi infromasi, internet, perubahan sosial, Indonesia.
Diplomasi Publik dan Nation Branding Ratih Indraswari; Yulius Purwadi Hermawan
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.01 KB)

Abstract

Penelitian ini mencoba mengaplikasikan konsep diplomasi publik dan nation branding terhadap kegiatan diplomasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Akan digunakan lima pendekatan utama yang ditawarkan oleh Szondi terkait hubungan antara konsep diplomasi publik dan nation branding. Penelitian ini kemudian akan mencoba mengidentifikasi pendekatan yang sesuai dalam melihat upaya diplomasi Indonesia di dalam hubungannya dengan diplomasi publik dan nation branding.
Analisis Struktural-Fungsional Model-model Kelembagaan Penyaluran Bantuan Pembangunan Internasional dari Emerging Economies Anggota G20 Yulius Purwadi Hermawan; Ratih Indraswari
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1959.46 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan analisis perbandingan struktur dan fungsi tiga model penyaluran bantuan pembangunan yang diadopsi oleh negara-negara ‘emerging economies’ anggota G20. Ketiga model tersebut adalah Model Development Assistance Committee (DAC), Model Arab dan Model Selatan-Selatan. Sebagai negara yang tergolong sebagai emerging economies, Indonesia memiliki kewajiban moral untuk membantu pembangunan di negara-negara berkembang, khususnya ‘low income countries’ (LICs). Kewajiban moral ini menjadi sangat penting terutama setelah Forum G20 menyepakati masuknya agenda pembangunan sebagai komitmen penting bagi anggota-anggota G20. Dibanding dengan ‘emerging economies’ lain, Indonesia dipandang relative belum siap menjadi ‘emerging donor’. Analisis ini akan membantu pemerintah untuk melihat model kelembagaan seperti apakah yang dipandang dapat diadopsi oleh pemerintah untuk merealisasikan komitmennya dalam G20. Penelitian ini sangat penting untuk membantu pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan pembentukan Indonesian Aid (suatu agensi khusus untuk penyaluran bantuan pembangunan ke mitra-mitra Indonesia. Penelitian ini juga sangat penting dalam dunia akademik untuk mengembangkan konsepsi peran emerging economies dalam proses tata kelola ekonomi global. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan memakai pendekatan struktural fungsional. Masing-masing model akan dilihat dan dibandingkan berdasarkan karakteristik struktur, fungsi dan kewenangannya; prinsip-prinsip dan pendekatan yang diadopsi; dan dilakukan assessment atas tingkat efektivitas pemanfaatannya.Kata kunci: Kerjasama Pembangunan Internasional, emerging economies, negaraBerkembang, G20