Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA) DAN DAUN MINT (MENTHA PIPERITA) SEBAGAI ANTIBAKTERI “PROPIONIBACTERIUMACNES” Alta, Ulik; Tari, Mayang; Indriani, Onny; Khairiyyah, Adhe Faizah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 9, No 1: Februari 2024 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v9i1.1159

Abstract

Latar Belakang: Daun alpukat (Persea americana) dapat digunakan sebagai antibakteri karena mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, polifenol, quersetin yang bersifat antibakteri. Mentha piperita dapat memberikan efek penghambatan bakteri yang tinggi terhadap P.acnes. Tujuan: Diketahuinya ekstrak daun alpukat dan daun mint memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri P.acnes dengan metode difusi cakram. Methode: jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian untuk menentukan efektifitas kombinasi ekstrak daun alpukat (Persea americana) dan daun mint (Mentha piperita) untuk melihat zona hambat aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes dengan menggunakan metode difusi cakram. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023 di laboratorium Mikrobiologi STIKES ‘Aisyiyah Palembang. Analisa data menggunakan data eksperimental dimana Ekstraksi maserasi daun alpukat diperoleh rendemen 21,8812%, daun mint diperoleh rendemen 20,4431%. Selanjutnya di ujikan pada bakteri P.acnes dengan metode difusi cakram. Hasil: Ekstrak tunggal daun alpukat 3,6 mm, tunggal daun mint 13,8 mm, ekstrak kombinasi 4,0 mm, dan positif 23,01 mm, ekstrak daun mint memiliki aktivitas lebih besar terhadap P.acnes dibanding perlakuan ekstrak daun alpukat pada konsentrasi yang sama. Saran: Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan membuat sediaan formulasi antibakteri yang dihasilkan dari Kombinasi Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana) dan Daun Mint (Mentha piperita) dengan menggunakan metode cakram. Kata Kunci: Ekstrak, Daun Alpukat, Daun Mint, Propionibacterium Acnes
FORMULASI BEDAK TABUR DARI TANAMAN DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica Linn) Tari, Mayang; Indriani, Onny
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 2: Agustus 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i2.873

Abstract

Latar Belakang: Kulit merupakan bagian organ tubuh yang terletak pada bagian paling luar. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan herbal salah satunya daun putri malu Daun putri malu (Mimosa pudica linn) adalah salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Tujuan: Mengetahui formulasi sediaan dan stabilitas fisik bedak tabur dari ekstrak daun putri malu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan ekstraksi maserai menggunakan etanol 70%. Evaluasi bedak tabur di uji sifat fisik dan stabilitas, sifat fisik dan stabilitas akan mempengaruhi mutu, keamanan, dan kualitas bedak baik selama penyimpanan ataupun pemakaian. Penelitian ini dilakukan di STIKES ‘Aisyiyah Palembang bulan April-Juni 2021. Hasil: Dari hasil pembuatan bedak tabur, uji organoleptis sesuai dengan pembahasan, uji stabilitas keempat formula stabil pada suhu ruang dan terjadi peningkatan pH pada suhu lemari es, dan suhu oven. Uji hedonik formula 4 lebih disukai oleh responden. Bedak tabur dari ekstrak daun putri malu dibuat dalam 4 formulasi berwarna putih serbuk halus, homogen, berbau khas lemon, daya lekat yang baik dan sesuai dengan pH kulit manusia Saran: Dalam menambah ilmu pengetahuan dan menambah refrensi, perlu dilakukan ekstrak tumbuhan lain sebagai bedak tabur dengan formulasi yang dapat meningkatkan keterbaharuan produk. Kata Kunci: Bedak tabur, Daun Putri Malu
KARAKTERISTIK PENGETAHUAN PETUGAS KESEHATAN DIPUSKESMAS TERHADAP PENGELOLAAN OBAT SISA, OBAT RUSAK DAN KADALUWARSA DIRUMAH Fitriani, Eka; Alta, Ulik; Indriani, Onny
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1369

Abstract

Latar Belakang: Limbah obat merupakan salah satu limbah bahan berbahaya dan beracun(B3) yang dapat mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar. Obat sisa, obat rusak dan kedaluwarsa di rumah dapat mencemari lingkungan serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat apabila tidak dikelola dengan benar. Pentingnya petugas kesehatan  dalam memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat dalam mengelola obat sisa, rusak dan kadaluarsa di rumah. Tujuan: Diketahuinya karakteristik pengetahuan petugas kesehatan pengelolaan obat sisa, obat rusak dan kadaluarsa di rumah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah petugas kesehatan di Puskesmas Tebing Bulang yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel yang digunakan  sebanyak 35 responden. Instrumen berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan responden telah dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: Distribusi frekuensi jenis kelamin perempuan (80%) dan laki-laki (20%) distribusi frekuensi umur 26-45 (91%) dan umur 46-65 (9%) distribusi frekuensi pendidikan perawat (57%) bidan (37%) apoteker (3%) dokter (3%) distribusi frekuensi pengetahuan baik (94%) dan tidak baik (6%) distribusi frekuensi baik (83%) dan tidak baik (17%). Saran: Agar petugas kesehatan dapat meningkatkan edukasi pengetahuan dalam melakukan pengelolaaan limbah di rumah masyarakat. Kata Kunci: Pengetahuan, Pengelolaan Limbah Obat
PENETAPAN KADAR FLAVONOID SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL PADA DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L) DENGAN PERBEDAAN SUHU PENGERINGAN SIMPLISIA Tari, Mayang; Alta, Ulik; Indriani, Onny
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.776

Abstract

Latar Belakang: Daun jambu biji (Psidium guajava L) memiliki metabolit sekunder berupa flavonoid, flavonoid pada daun jambu biji dapat berkhasiat bagi kesehatan misalnya sebagai sitotoksik. Suhu pengeringan simplisia dapat mempengaruhi kadar flavonoid pada tanaman, suhu pengeringan yang berbeda menyebabkan kadar flavonoid yang berbeda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana pengaruh suhu pengeringan simplisia daun jambu biji terhadap kadar flavonoidnya, suhu pengeringan yang digunakan yaitu suhu 30oC, 50oC dan70oC.  Metode: Waktu penelitian pada bulan Juni-Agustus 2019 di Labolaturium Farmasi dan Labolaturiun Farmakognosi STIKES ‘Aisyiyah Palembang. Penelitian ini meliputi penyiapan sampel (pengambilan sampel, identifikasi tanaman, pembuatan simplisia), pemeriksaan uji mutu simplisia, pembuatan ekstrak cair, uji kualitatif flavonoid, uji kuantitatif flavonoid. Penetapan kadar flavonoid kuantitatif menggunakan reagen AlCl3 yang diukur secara spektrofotometri Visibel. Hasil: Kadar flavonoid yang paling tinggi didapatkan pada suhu 30oC+6oC sebesar 0,71 ± 0,02 %, pada suhu 50oC sebesar 0,61 ± 0,04% dan pada suhu sebesar 70oC 0,58 ± 0,05 %. Hasil perhitungan statistik menggunakan ANOVA satu arah pada suhu 30oC+6 oC dan 50oC menunjukan perbedaan yang nyata (p) < 0,05 dan pada suhu 50oC dan 70oC menunjukan tidak ada perbedaan (p) > 0,05. Pengeringan simplisia daun jambu biji dapat  mempengruhi  kadar  flavonoid pada daun jambu biji, suhu pengeringan terbaik yaitu pada suhu 30oC+6oC. Saran: Perlu dilakukan pemeriksaan flavonoid menggunakan spesifik ke fraksinasi. Kata Kunci: Kadar Flavonoid, Suhu, Daun Jambu Biji, Spektrofotometri  UV- Vis, Kuersetin
FORMULATION and ANTI BURN ACTIVITY SPRAY GEL OF SENGGANI LEAF EXTRACT (Melastoma malabathricum L.) Fitriani, Eka; Wijaya, Mario; Pratiwi, Galih; Tari, Mayang; Alta, Ulik; Indriani, Onny
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.1280

Abstract

Senggani leaves contain quercetin, which is a flavonol, one of the six subclasses of flavonoid compounds and has many pharmacological effects such as antioxidant, anti-inflammatory and anti-diabetic, able to speed up the healing process of burn wounds. Spray gel for topical treatment of burns used on the skin has advantages, including being safer because the level of microorganism contamination is lower. The aim of the research is to formulate and determine the effectiveness of a spray gel preparation of senggani leaf extract (Melastoma malabathricum L.) against burns. This research is experimental research. The making of senggani leaf extract spray gel uses carbopol 940 and HPMC as gelling agents. The selected formula is then tested for its effectiveness against burns. Data analysis used the oneway anova test and the Duncan test. Results: Spray gel formula with selected senggani leaf extract based on carbopol 0.5 g, HPMC 2 g. The results of statistical analysis in the anti-burn activity test showed a significant difference between the senggani leaf extract spray gel group and the positive control. Senggani leaf extract gel spray provides better effectiveness than the positive control in the burn wound healing process