Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Metode Ward Clustering Untuk Pengelompokkan Daerah Rawan Kriminalitas Di Jawa Timur Tahun 2021 Insiyah, Insiyah; Khasanah, Miftakhul; Hendarsyah, Tantra Pratama
Jurnal Statistika dan Komputasi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Statistika dan Komputasi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/statkom.v2i1.1664

Abstract

Latar   Belakang: Segala tindakan yang melanggar hukum pidana ialah tindak kejahatan atau Kriminalitas. Tindakan yang memberikan bahaya secara fisik dan harta orang lain ialah karakteristik kiriminalitas, seperti: kekerasan fisik, pelecehan, pembunuhan, perbudakan, dan obat-obatan terlarang atau narkotika, serta penipuan, perampasan hak milik, korupsi, dan penggelapan uang. Tujuan: Menganalisis pengelompokan wilayah dengan metode Ward clustering terhadap daerah rawan kriminal di Provinsi Jawa Timur tahun 2021. Metode: Menerapkan metode kuantitatif berupa metode Cluster Hierarki menggunakan analisis Ward untuk data skunder tentang jumlah kriminalitas di Jawa Timur tahun 2021. Data pengamatan diperoleh dari  publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur 2021. Hasil: Diperolaeh hasil Cluster 1 beranggotakan 31 Kabupaten/kota yaitu Pacitan,  Ponorogo,  Trenggalek,  Tulungagung,  Blitar,  Kediri,  Malang, Situbondo,  Probolinggo,  Pasuruan,  Sidoarjo,  Mojokerto,  Jombang,  Nganjuk,  Madiun,  Magetan,  Ngawi,  Bojonegoro,  Tuban,  Lamongan, Sampang,  Pamekasan,  Sumenep, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun,  kota Surabaya, dan kota Batu.Cluster 2 beranggotakan 5 kabupaten/kota yaitu Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, Bangkalan, dan Kota Malang.Cluster 3 beranggotakan 2 kabupaten/kota yaitu Jember dan Gresik.. Kesimpulan: Diperoleh 3 cluster kecamatan yang memiliki kemiripan karakteristik dari studi clustering dengan metode Ward untuk kabupaten/kota yang rawan kriminalitas di Jawa Timur Tahun 2021.  
Correlation Between Parental Verbal Violence and Adolescents’ Self-Confidence in Junior High School Students Fadlia, Khafidhotul; Insiyah, Insiyah; Caturini, Endang
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 12 Number 1 Year 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v12i1.716

Abstract

Background: Parents should provide the best upbringing for their children, but sometimes the majority of parents educate their children with violence. Verbal violence is insulting, yelling, and saying inappropriate words. This study analyses the relationship between parental verbal violence and adolescents' self-confidence. Methods: Quantitative design with an approach to 264 respondents with simple random sampling technique, using a questionnaire measuring instrument. Results: The results of the Kendall's tau-b correlation test obtained a p value of 0.002 with a correlation coefficient of 0.133 in the very low category. Children who experience mild verbal violence (72%) and moderate self-confidence (65.2%). Conclusion: There is a significant relationship between parental verbal violence and adolescents' self-confidence. Parents should be provided with parenting education programs that emphasize positive communication strategies to prevent verbal violence and support the development of adolescent self-confidence.
PERAN RESILIENSI SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN DEPRESI, KECEMASAN, DAN STRES PADA MAHASISWA: KAJIAN LITERATUR Ghoniy, Zakky Abdul; Insiyah, Insiyah; Khadijah, Siti
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juli - Desember 2022
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v10i2.318

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa sarjana dan diploma umumnya mengalami periode transisi krisis sehingga berisiko tinggi terjadi gejala depresi dan kecemasan serta terpapar berbagai jenis stresor. Resiliensi merupakan proses adaptasi dalam menghadapi kesulitan, trauma, tragedi, ancaman, atau bahkan sumber stres yang signifikan. Tujuan studi ini untuk mengetahui peran resiliensi sebagai strategi pencegahan depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa. Metode: Desain studi ini adalah literature review. Kriteria inklusi: 1) Responden merupakan mahasiswa sarjana atau diploma, 2) Terdapat variabel resiliensi, 2) Adanya analisis korelasi atau komparasi antara resiliensi dan depresi, kecemasan, serta stres, 3) Desain penelitian yang digunakan adalah randomized control trial, quasi-experimental, cross-sectional, dan mix-method, 4) Artikel berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah resilience, depression, anxiety, stress, dan university student, kemudian dimasukkan ke dalam database elektronik CINAHL, ScienceDirect, dan PubMed menggunakan boolean operator. Rentang waktu publikasi pada tahun 2017-2022. Proses penyeleksian artikel berpedoman pada PRISMA Flow Diagram dan penilaian kualitas menggunakan instrumen JBI Tools dan MMAT. Hasil: Sejumlah 2.875 artikel diperoleh dari 3 database elektronik, terdapat 10 artikel lolos proses seleksi dan penilaian kualitas dilakukan analisis. Studi ini menunjukkan bahwa resiliensi berperan sebagai protektor dalam situasi krisis dengan memediasi gejala depresi, kecemasan, stress, dan trauma masa kecil sehingga mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi dan problem-solving mahasiswa. Kesimpulan: Resiliensi berperan sebagai strategi pencegahan depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa. Hasil studi ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi keperawatan yang berfokus pada peningkatan resiliensi untuk mencegah depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa pada jenjang sarjana atau diploma secara umum pada setting klinis dan komunitas.
SOSIALISASI DUKUNGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA MELALUI ASPEK POSITIF DIRI DI SMAN 6 SURAKARTA Insiyah, Insiyah; Endang Caturini
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4: September 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i4.8482

Abstract

Masalah Kesehatan remaja bisa dialami oleh remaja di seluruh dunia baik di negara maju seperti Amerika maupun di negara berkembang seperti Indonesia dengan makin kecilnya batas antara jarak keduanya dengan makin majunya teknologi informasi. . Remaja bisa mengalami gangguan mental ringan sampai berat. Kesehatan mental remaja yang tidak terjaga akan berpengaruh pada tahap kehidupan selanjutnya. Masalah kesehatan mental dapat memicu perilaku kenakalan pada remaja akibat kesepian, tidak percaya diri, atau tidak merasa diakui. Hal ini dapat mengarah pada remaja mencari perhatian atau penerimaan dari teman sebaya dengan cara yang tidak baik, seperti melanggar peraturan atau mengambil risiko yang tidak perlu. Remaja ini rentan terhadap tekanan sosial dan dapat mengalami masalah dalam mengatasi emosi dan mengendalikan impuls. Ini dapat mengarah pada remaja melakukan tindakan impulsif atau tidak diinginkan seperti mencuri, berkelahi, atau merokok hingga mengarah kepada kenakalan yang lebih parah antara lain menjuadi pecandu narkoba atau alcohol. Untuk mengoptimalkan Kesehatan remaja maka perlu dilakukan langkah- langkah antara lain. Mengidentifikasi kesehatan jiwa dan beberapa fenomena risiko yang dihadapi remaja di sekolah menengah atas terutama pada tingkat 1. Mengidentifikasi alasan dan motivasi remaja untuk memiliki ketahanan mental yang baik. Menyusun strategi efektif yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan perilaku resiliensi. Melaksanakan intervensi psikoedukasi pada remaja
Determinant Factors of Bullying in Adolescent Sulistyowati, Endang Caturini; Insiyah, Insiyah; Sari, Febriana Sartika
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5259

Abstract

Adolescence has great energy and turbulent emotions but rudimentary self-control. Many cases of bullying occur during this period due to internal and external factors. Identifying determinants and factors affecting bullying behaviour is crucial in preventing bullying incidents. Objective: The study aimed to identify the determinant factors of adolescent bullying behaviour. The design of this study used a correlation descriptive survey with a simple random sampling technique. The respondents are 7th-grade Senior High School students in Surakarta, with a total respondents 88 students. The instruments used were the Olweus Bully Victim Questionnaire, Rosenberg Self-Esteem Scale, personality questionnaire, self-actualization questionnaire, emotion regulation questionnaire, social support questionnaire, social media questionnaire, and DASS. The data analysis used the Pearson correlation (parametric data) and the Spearmen-rho test (non-parametric data). The results of the study indicated that the majority of respondents were female, which was 52.3%. There was no significant association between depression-anxiety-stress, self-actualization, personality, self-concept, family support, social media, and emotional regulation. Peer support has a significant relationship with bullying behaviour. Peer support tends to reduce the risk of bullying behaviour among adolescents. This result suggests that peers have a significant impact on bullying behaviour.
Pelaksanaan Jaminan Fidusia Pada Pembiayaan Murabahah Di Bank BNI Syariah Kantor Cabang Probolinggo Rizal, Sofian Syaiful; Insiyah, Insiyah
Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Economics and Islamic Business, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/aij.v7i1.2934

Abstract

The practice of implementing fiduciary guarantees on murabahah financing at Bank BNI Syariah provides legal certainty for Islamic banks as creditors. Given that many Islamic banks have implemented fiduciary guarantees as additional collateral for murabahah financing, the research method used is descriptive qualitative research. After the research process has been carried out, In practice, the fiduciary security must first be registered at the fiduciary security office, which Bank BNI Syariah represents to a notary. If there is a debtor default at Bank BNI Syariah, it will be resolved by sharia principles, namely by providing guidance and visits to the debtor. If there is still no good intention from the debtor to carry out their obligations then Bank BNI Syariah will execute objects bound by fiduciary by legal process. The conclusion is that the implementation of the fiduciary guarantee policy at the Bank BNI Syariah Probolinggo Branch Office must use a fiduciary binding as long as the murabahah object is a moving object.
Edukasi Manajemen Stres terhadap Kesehatan Mental Remaja dalam Pembelajaran Online di Masa Pandemi Indriastuti, Devi; Caturini, Endang; Insiyah, Insiyah
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v4i1.367

Abstract

Background: Adolescents are a group vulnerable to experiencing stress, especially during online learning during the COVID-19 pandemic. Changes in the learning system, limited social interaction, and academic pressure lead to psychological disorders such as anxiety, difficulty concentrating, and a decrease in learning motivation. This community service activity aims to improve the mental health of adolescents through stress management education at SMK Negeri 1 Sambi Boyolali. Methods: The activity method was carried out using an online counselling and training approach involving 66 twelfth-grade students. The activity was conducted in two sessions over 10 days, with guidance from lecturers and students. The material provided includes understanding stress, positive self-talk techniques, deep breathing relaxation, and study time management. Evaluation was conducted using the Self Reporting Questionnaire (SRQ-29) before and after the activity. Results: The results of the activity show an increase in participants' knowledge and skills in recognising and managing stress. The average stress score decreased significantly, with a 58.5% increase in positive coping abilities after training. Most participants also reported feeling calmer, more confident, and more motivated in their learning. Conclusion: This activity proves that stress management education is effective as a promotive and preventive effort in maintaining the mental health of adolescents, and can be implemented as a model for psychological guidance in secondary schools.
the NORMALISASI KETIMPANGAN GENDER MELALUI PAREBASAN DAN TENGKA Insiyah, Insiyah; Fathurrosyid, Fathurrosyid
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 19 No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v19i2.2922

Abstract

يهدف هذا المقال إلى تحليل دور Parebasan وTengka بوصفهما آليتين ثقافيتين تعملان على تطبيع عدم المساواة الجندرية في تعليم النساء داخل المجتمع المادوري، ولا سيما في منطقتي براغاعان وغولوك-غولوك بمحافظة سومنيب. تنطلق الدراسة من واقع استمرار اللامساواة البنيوية في وصول النساء إلى التعليم داخل المجتمعات التي تتمتع بروابط ثقافية محلية قوية، حيث تُستَخدم القيم التقليدية في كثير من الأحيان بوصفها مبررًا اجتماعيًا لتقييد أدوار النساء وحركتهن الاجتماعية. تركّز هذه الدراسة على كيفية اشتغال اللغة الثقافية والمعايير الاجتماعية بوظائف رمزية وأخلاقية في تشكيل التصورات الجماعية حول تعليم النساء. وتعتمد الدراسة منهجًا نوعيًا من خلال الملاحظة بالمشاركة، والمقابلات المعمقة، وأساليب التوثيق. وتشمل موضوعات البحث المادية تعبيرات Parebasan بوصفها صيغًا ثقافية مادورية، ونظام Tengka بوصفه منظومة للأخلاق الاجتماعية، إضافة إلى الخبرات المعيشة للنساء المرتبطة بقرارات التعليم وممارسات الزواج المبكر. تم جمع البيانات من القيادات المجتمعية، وأولياء الأمور، والفتيات الشابات، والجهات المعنية بالتعليم في مواقع البحث. وتُظهر النتائج أن Parebasan تعمل كأداة رمزية تُرسّخ القيم الأبوية من خلال السرديات الثقافية اليومية، في حين تقوم Tengka بدور آلية للضبط الاجتماعي قائمة على الأخلاق، ومفهوم العار (malo)، وشرف الأسرة (ajhina). وتسهم هذه الآليات الثقافية مجتمعة في تقييد الحراك الاجتماعي للنساء، وتهميش تعليم الفتيات، وإضفاء الشرعية على زواج الأطفال بوصفه حلًا معياريًا مقبولًا اجتماعيًا. وتؤكد هذه الدراسة أن عدم المساواة الجندرية في التعليم يُعاد إنتاجه بصورة غير مباشرة من خلال التطبيع الثقافي، مما يبرز أهمية التحول الثقافي وإعادة تأويل القيم المحلية من أجل تعزيز العدالة الجندرية في الوصول إلى التعليم.